Here it comes another lovely blogs with addictive graphics, check it out!
http://designismine.blogspot.com
28 June 2011
27 June 2011
Memiliki untuk Memberi
"Cinta adalah sesuatu yang menakjubkan.
Kamu tidak perlu mengambilnya dari seseorang
untuk memberikannya kepada orang lain.
Kamu selalu memilikinya lebih dari cukup
untuk diberikan kepada orang lain."
- Dalam Mihrab Cinta
![]() |
Image taken at Light Art Festival - October 2010 Personal Documentation |
Labels:
capturing moments,
wonderful
Cuplikan Tulisan - "Belajar Dengan Hati"
Baru saja saya membaca sebuah tulisan menggugah yang ingin saya bagi disini, ditulis oleh Galih Aji Prasongko, orang yang tidak saya kenal hanya kebetulan terlihat di situs jejaring sosial. Isinya menarik seperti berikut :
Suatu hari seorang kawan bertanya kepada saya tentang kebiasaan membaca buku. Dalam pertanyaannya sedikit banyak ia menanyakan tentang buku yang akhir – akhir ini saya baca. Dan betapa kagetnya ia, ketika saya bilang sudah beberapa bulan belakangan ini tidak ada satu judul bukupun yang saya baca. Sambil terheran – heran dia lanjut bertanya, “ kenapa…apa sudah tidak ada yang menarik untuk dibaca ?”. Dengan tersenyum saya menjawab “ tidak, hanya saja saya sedang belajar memahami realitas melalui perasaan saya sendiri ”.
Dalam fase trend industri & teknologi yang menghebat saat ini. Orang hanya percaya terhadap hal – hal yang kasat mata. Apa yang didengar dan dilihat seringkali dijadikan sebuah kebenaran yang absolute. Arus berita & informasi bak buah mentimun yang dapat ditelan mentah – mentah. Seorang kawan bahkan pernah berujar kalau hidup saat ini rasanya tak manis lagi bahkan cenderung tawar.
Celakanya adalah sebuah kebenaran akan realitas dapat dipakemkan hanya oleh sebuah branding sosial. Kalau sudah begini jadilah manusia tak ubahnya seperti primate lainnya. Justifikasi sosial telah dijadikan ideology disatu sisi, disisi lain menurut mereka itu adalah bentuk dari cara berpikir radikal…puihhhh.
Ketika saya menjawab pertanyaan seorang kawan, tentu bukanlah karena saya ingin berhenti membaca buku. Karena hobby itu lebih sulit dihentikan daripada berhenti merokok. Tetapi alasan sesungguhnya karena saya ingin melatih perasaan saya untuk lebih peka terhadap sekeliling. Seperti hari ini saya mampir ke kwitang tetapi bukan untuk mencari atau membeli buku. Hanya sekedar ingin ngobrol dengan Pak Tunggak seorang keturunan Timor leste yang sudah berjualan buku hampir 15 tahun. Uniknya beliau tidak bisa baca tulis tetapi menguasai 5 bahasa Internasional dan memahami sejarah Indonesia dengan tuntas.
Sangat menarik, mari kita belajar merasakan dengan hati. :)
Subscribe to:
Posts (Atom)


