Assalammu'alaikum, holaaa dear my blog readers.... Saatnya update berita penting di blog ini :D Hayoo, ada yang bisa nebak ga apa berita pentingnya? Hohoo... Ini penting bgt loh.
Jadi baru-baru ini alhamdulillah akhirnya saya menikaahh...... ^__^ Setelah melewati proses taaruf selama kurang lebih 2 bulan, lalu saya dilamar, setelah dilamar, selang 6 bulan kemudian, setelah melewati berbagai rintangan alhamdulillah berkat ridho Allah & orang tua akhirnya saya menikah juga :') *terharuu* Ini penantian dari semenjak saya lulus kuliah. Udah cita2 banget dulu abis lulus kuliah pokoknya pengen cepet2 merit. Tapi ya qadarullah baru kesampeannya di umur 34 ini.
Padahal dari semenjak kuliah yang deketin banyak loh temans, tapi ga ada satupun yang akhirnya sampai melamar resmi ketemu orang tua. Ya mungkin itu namanya jodoh kali ya. Sekalinya ketemu langsung dimudahkan jalannya, mulai dari lamaran sampai hari nikahnya. Sebenarnya kenapa saya pikir ini cukup mengharukan? Soalnya I'm not in my prime time at this age ga kayak dulu waktu umur 20 tahunan yg masih geulis2nya, masih langsing, kerja bahkan gajinya dolar, ga punya utang, sempet punya kendaraan sendiri, masih punya banyak temen2 jadi klo ngundang bisa banyak yg dateng, oh ya sama lagi subur2nya buat bisa punya anak di umur segitu.
Kalau sekarang di umur 34 ini, bayangkan timbangan aja udah mencapai angka 7 (oh noo....), kerja di jakarta aja yang gajiannya bahkan sering telat (intinya lg ga banyak tabungannya), lagi banyak utang (waktu lagi taaruf, pas menjelang nikah alhamdulillah utang2 sudah lunas), pernah masuk rumah sakit jiwa karena kesurupan (bisa baca di postingan sebelumnya, gara2 ini bahkan saya sempet ditolak waktu taaruf pertama kali dengan seorang ikhwan), udah ga punya kendaraan sendiri, temen2 tinggal dikit yang masih suka kontak2an, dan entah di umur segini saya masi dalam masa subur atau tidak untuk punya anak.
Karena itu buat saya seperti keajaiban masi bisa diberi rejeki menikah akhirnya. Alhamdulillah. Saya sangat bersyukur suami saya bisa menerima saya apa adanya dengan segala kekurangan di umur segini. :') Bahkan setiap kali bercermin saya suka bertanya-tanya sendiri kok mau ya sama saya. Hehee... He loves me at my worst, so he definitely deserves to get all my best I could give. Insyaa Allah.
Untuk pernikahannya sendiri tadinya saya pengennya sederhana aja, niatnya ingin akad nikah saja di masjid deket rumah terus selametan bagi-bagi besekan nasi kotak. Tapi rencana ini tidak di setujui oleh orang tua dan keluarga saya. Menikah itu ternyata tidak hanya melibatkan dua orang yang mau menikah saja, tapi seluruh anggota keluarga ikut andil dalam pengambilan keputusan sekecil apapun. Ini yang saya ambil pelajarannya dari pernikahan saya kemarin ini.
Jadinya setelah melalui perembukan dengan orang tua dan keluarga, akhirnya kita memutuskan mengadakan akad sekaligus resepsi. Ya walaupun kita ga bisa juga mengadakan pesta besar-besaran di gedung, pertama sekarang kondisinya sedang pandemi Covid-19, kedua keuangan juga cukup terbatas untuk mengadakan acara. Tapi alhamdulillah benar juga pepatah yang mengatakan kalau kita mau menikah rejekinya adaa aja, entah darimana itu. Ibu saya juga bilang seperti itu. Padahal pas awal-awal taaruf dengan suami, keuangan keluarga lagi kurang bagus, kita baru aja pindah rumah yang menghabiskan banyak tenaga dan uang juga, untuk makan sehari-hari aja masih kesulitan. Eh entah bagaimana, menjelang saya mau menikah tiba2 datang aliran rejeki yang cukup buat kami mengadakan akad & resepsi sesuai yang ibu & keluarga saya inginkan. Tanpa harus berhutang tentu saja. Alhamdulillah. Oh ya tidak lupa juga saya selalu berdoa agar niat saya untuk menikah dilancarkan oleh Allah SWT, saya juga minta ridho dari Allah dan ibu saya juga, selebihnya saya berusaha agar acara pernikahan bisa terlaksana dengan cara menjalin silaturahim dengan keluarga (karena saya ga pakai jasa Wedding Organizer, jadi saya butuh bantuan keluarga besar untuk mensupport acara), membuat rundown acara akad & resepsi bersama keluarga, mencari venue (tempat) untuk mengadakan acara bersama-sama keluarga, sampai mencari fotografer sendiri supaya bisa dapat yang sesuai budget.
Persiapan acaranya sendiri yang benar-benar fokus, memakan waktu kurang lebih 1 sampai 2 bulan. Satu sampai dua minggu sebelum acara itu benar-benar hectic sampai agak sedikit-sedikit bawaannya panik takut ada hal-hal yang kurang pas acaranya. Padahal sebenarnya untuk menikah itu yang paling penting kata adik saya yang harus ada itu :
1. Kedua calon mempelai
2. Penghulu
3. Wali Nikah
4. Mahar Nikah
5. Saksi
Udah asal itu aja sudah terpenuhi, pernikahan bisa dilangsungkan. Tapi yang saya khwatirkan malahan :
1. Dekor Pelaminan
2. Make Up / Rias Pengantin
3. Tempat & Makanan
4. Fotografer
5. Wedding Organizer
6. MC
7. Rundown acara
8. Seserahan
9. Souvenir
10. Undangan
Pokoknya isi otak udah belibet banyak banget yang dipikirkan sebelum hari H nya. Belum lagi kerjaan kantor. Untung saya kerja dari rumah jadi agak sedikit ringan bebannya dibanding kalau harus kerja masuk kantor. Pastinya ga cukup waktunya buat nyiapin acara.
Alhamdulillah mendekati hari H semuanya lancar terlaksana. Kita dapat dekor sekaligus rias pengantin yang sesuai budget, fotografer juga dapat sesuai budget, kecuali wedding organizer kita ga sanggup bayar karena cukup mahal buat nyewa WO jadinya saya minta bantuan keluarga besar untuk jadi organizer selama acara berlangsung. Ga mudah memang, tapi alhamdulillah bisa juga.
Jadi list lengkap acaranya sebagai berikut :
1. Dekor & Rias Pengantin : Sanggar Yenny.
2. Tempat : Mang Kabayan Cibubur (hanya bayar makanannya saja, tidak ada biaya sewa tempat alhamdulillah).
3. Fotografer & Videografer : ANR Photography (tanpa cetak foto cuma soft copy file nya saja, karena budget terbatas).
4. Wedding Organizer : keluarga besar Barata & Tanjung (koordinatornya tante sendiri).
5. MC : tante dari pihak keluarga ibu.
6. Seserahan : bikin sendiri, dibikinin sama kakak tepatnya, saya juga ikut bantu-bantu pas ngedekor seserahannya. Karena kalau pakai jasa buat seserahan bisa habis banyak uang, jadi kita akalin dengan beli bunga-bunga dan daun-daunan plastik, lem tembak, sama kardus buat ngerias seserahannya. Hasilnya ga kalah bagus sama kalau bikin di mayestik. Oya wadah seserahannya juga beli di Shopee, kalau beli di Pasar Mayestik harganya bisa dua kali lipatnya.
7. Souvenir : saya pesen tas spunbond di shopee yang bisa disablon sesuai desain yang diinginkan. Desainnya saya cari-cari di internet, terus diedit-edit dikit.
8. Undangan : pesen di Shopee, harganya murah meriah, desainnya juga bagus-bagus lagi
9. Buku tamu : beli di shopee, murah meriah.
Berhubung kondisi pandemi ada tambahan printilan yang mesti kita siapkan untuk mencegah penyebaran penyakit Covid-19, yaitu :
1. Menyediakan sarung tangan untuk penghulu, wali dan calon pengantin pria
2. Menyediakan hand sanitizer dan masker
3. Menyiapkan face shield untuk kedua calon pengantin
Begitulah keruwetan printilan-printilan pra nikah dan pas acara nikahnya. Hehee.... Tapi yang paling penting bukan acara nikahnya sih ya yang harus kita jalani, tapi kehidupan pernikahan itu sendiri yang harus kita siapkan dengan sebaik-baiknya supaya kedepannya bisa lancar.
Oke deh teman-teman mungkin sekian dulu yang bisa saya share di postingan tentang nikahan saya kali ini. Terima kasih saya ucapkan yang sebesar-besarnya untuk keluarga besar dari kedua belah pihak yang telah membantu kelancaran acara, dan juga terima kasih banyak untuk teman-teman yang sudah hadir di acara pernikahan saya & suami, terima kasih juga untuk kado-kadonya masyaa Allah bagus-bagus kadonya saya jadi terharuu. Dan mohon maaf yang sebesar-besarnya saya haturkan jika ada kekurangan selama acara berlangsung & mohon maaf untuk yang terlewat tidak diundang karena keterbatasan saya pribadi & juga suami. Mohon doanya ya teman-teman agar pernikahan kami langgeng, penuh barokah, dikaruniai keturunan yg sholeh / sholehah, penuh kasih sayang, dan selalu diridhoi oleh Allah SWT. Aamiin....
Sampai ketemu di postingan-postingan selanjutnya insyaa Allah :)
Oya foto pernikahan kami akan di posting di postingan selanjutnya ya. Jadi postingan ini khusus untuk ceritanya saja. Hehee.... See youu.....