skip to main | skip to sidebar

About me

My Photo
Mariana
Indonesian muslimah, Backpacker, Photography Lover, Dreamer, and Believer to these phrases: "whoever seeks they will find" & "there's no useless effort" - So, keep on going!
View my complete profile

Archive

  • ► 2008 (13)
    • ► June (1)
    • ► July (3)
    • ► August (2)
    • ► September (2)
    • ► November (2)
    • ► December (3)
  • ► 2009 (13)
    • ► January (2)
    • ► February (1)
    • ► March (2)
    • ► May (1)
    • ► August (1)
    • ► September (3)
    • ► December (3)
  • ► 2010 (20)
    • ► January (3)
    • ► February (3)
    • ► April (1)
    • ► June (1)
    • ► July (1)
    • ► August (9)
    • ► September (1)
    • ► November (1)
  • ► 2011 (10)
    • ► February (2)
    • ► June (3)
    • ► August (4)
    • ► October (1)
  • ► 2012 (5)
    • ► January (1)
    • ► March (1)
    • ► August (1)
    • ► September (1)
    • ► November (1)
  • ► 2013 (16)
    • ► January (1)
    • ► March (1)
    • ► June (6)
    • ► July (1)
    • ► August (4)
    • ► September (2)
    • ► October (1)
  • ► 2014 (13)
    • ► January (1)
    • ► February (1)
    • ► March (2)
    • ► May (2)
    • ► June (1)
    • ► August (1)
    • ► September (1)
    • ► October (1)
    • ► November (3)
  • ► 2015 (15)
    • ► February (1)
    • ► March (1)
    • ► July (1)
    • ► August (3)
    • ► October (4)
    • ► November (1)
    • ► December (4)
  • ► 2016 (6)
    • ► January (2)
    • ► February (2)
    • ► March (2)
  • ► 2017 (3)
    • ► April (1)
    • ► June (1)
    • ► July (1)
  • ► 2020 (5)
    • ► October (2)
    • ► November (3)
  • ▼ 2021 (9)
    • ► January (1)
    • ► February (2)
    • ► April (3)
    • ► July (2)
    • ▼ September (1)
      • Alhamdulillah I'm Pregnant

Labels

  • backpacking
  • blog design
  • capturing moments
  • cerita-cerita
  • cuap-cuap
  • family matters
  • hikmah
  • hot stuff
  • inspirasi
  • kata-kata
  • kerja dan belajar
  • korean drama
  • masak memasak
  • quotes
  • relationship
  • review
  • selingan
  • tausyiah
  • wonderful

What I'm Into

Interior & Architecture

  • Arc Space
  • Arch Daily
  • Archinect
  • Architonic
  • Copy Cat Chic
  • Design Glossary
  • Design Milk
  • Dezeen
  • Enlighter Magazine
  • Famous Architects
  • HGTV
  • Houzz
  • How About Orange
  • IALD
  • IKEA Hackers
  • Interior Design Magazine
  • Karim Rashid
  • Lighting Design Magazine
  • Meade Design Group
  • Mondo Arc
  • Philippe Starck
  • Print and Pattern
  • Samantha Pynn
  • Summer Allen
  • Suzanne Dimma
  • Top 50 Interior Websites

All About Design

  • Eat Drink Chic
  • Goodnight Little Spoon
  • Josh Lafayette
  • Paper Toys
  • Pixel Girl
  • Pugly Pixel
  • Pugly Pixel Blog
  • The Cool Hunter

Let's Go Green

  • groovy green
  • inhabitat
  • sustainablog
  • world changing

Inspiring Blogs

  • Febrianti Almeera
  • Islamic Articles
  • Jamil Azzaini
  • Salim A. Fillah

I Read This

Bidadari Bidadari Surga
Mengarungi 'Arsy Allah
Gadis Pantai
Confessions of a Shopaholic
Rembulan Tenggelam Di Wajahmu
Kupinang Engkau dengan Hamdalah
The Da Vinci Code
A Very Yuppy Wedding
Menyelam ke Samudera Jiwa dan Ruh
Bumi Cinta
Cinta Brontosaurus
The Alchemist - Sang Alkemis
Kambing Jantan: Sebuah Catatan Harian Pelajar Bodoh
Life of Pi
Why Men Don't Listen and Women Can't Read Maps: Mengungkap Perbedaan Pikiran Pria dan Wanita Agar Sukses Membina Hubungan
divortiare
Ketika Cinta Bertasbih
The Right to Lead
How to Win Friends and Influence People
Virus of the Mind: The New Science of the Meme


Mariana's favorite books »

For A Better Life!

Blog Readers

Stats

free counters

simply,

bla bla bla in my mind...

Showing posts with label capturing moments. Show all posts
Showing posts with label capturing moments. Show all posts

09 March 2016

Gerhana Matahari

Holaaa everyone..... Senang sekali hari ini di negeri tercinta Indonesia ku terjadi satu fenomena alam yang bersejarah di dunia. Saya merasakan euforia suka cita dan antusiasme orang-orang. :D Tepat pada pagi hari ini sekitar jam 6-8 pagi tadi terjadi Gerhana Matahari Total (disingkat GMT) atau disebut juga Solar Eclipse. Momen ini sangat bersejarah sekali karena jarang-jarang bisa terjadi, dan kebetulan sekali fenomena ini hanya bisa dilihat di negara lndonesia saja karena posisi negara kita lagi pas sekali di tengah-tengah garis lurus ketika bulan menutupi matahari.

Saya sendiri sebenarnya tidak ada rencana dari kemarin untuk menyaksikan gerhana, bahkan sebetulnya tidak terlalu 'ngeh' bahwa ini adalah fenomena yang luar biasa yang hanya terjadi sekian puluh tahun sekali. Maklum dari kemarin saya lagi banyak pikiran jadi isi kepala saya penuh dengan berbagai hal. :P Sampai hal besar seperti gerhana matahari bisa ga masuk di kepala. Sedih banget yak, hiiksss... TT___TT

Tapi tidak apa-apa, alhamdulillah peristiwa hari ini bisa bikin saya kembali bersemangat. Pancaran energi positif dari orang-orang yang menyaksikan gerhana membuat saya ikut ter-charge lagi energinya. Hehe kayak batere handphone butuh di charge... :D

Mau tau bagaimana pengalaman saya menyaksikan gerhana? Luar biasa masyaa Allah. Belum pernah saya menyaksikan fenomena yang sedemikian rupa. Saya tidak bisa melihat apa-apa sebenarnya karena ketika awal-awal terjadi gerhana, cahaya mataharinya sangat silau sekali. Benar-benar terang sinarnya sampai rasanya menusuk mata. Awalnya tadi pagi saya hanya ingin buka jendela rumah saja, tapi tidak disangka pas saya buka jendelanya ternyata mataharinya persis berada di depan saya. Aaah.... refleks karena terlalu silau dan panas langsung saya tutup lagi jendelanya. Belum pernah seumur hidup saya melihat matahari sedemikian tajam dan terang intensitas cahayanya.

Lalu karena penasaran saya coba ngintip dari balik jendela, saya pikir mungkin saya hanya kaget tadi karena tiba-tiba silau. Saya beranikan ngintip pelan-pelan, tapi aaah... ternyata benar memang sangat amat silau. Untuk ngintip saja bahkan tidak sanggup. Saya coba lagi menyampingkan badan lalu melihat dari ujung mata... tapi tetap sama saja tidak bisa dilihat, padahal lapisan kaca jendelanya lumayan gelap, benar-benar hebat masyaa Allah. Allahu Akbar...!

Lalu karena takut berbahaya cahaya mataharinya, akhirnya jendelanya saya tutup pakai korden. Itupun masih terang bisa menembus kain gorden yang lumayan tebal. Hebat, luar biasa, masyaa Allah kebesaran Tuhan. Ini hanya sebagian kecil dari tanda-tanda kebesaran-Nya, bagaimana mungkin kita makhluk yang lemah ini bisa meragukan dan sering tidak bersyukur pada Sang Pencipta setelah melihat keagungan-Nya. :(

Fenomena gerhana ini membuat saya jadi teringat ayat Al-Qur'an di Surat An-Nur ayat 35-38 yang menjelaskan tentang cahaya Allah Subhanahu Wa Ta'ala.


35. Allah (pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya-Nya, seperti sebuah lubang yang tidak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam tabung kaca, (dan) tabung kaca itu bagaikan bintang yang berkilauan, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang diberkahi, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di timur dan tidak pula di barat, yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah memberi petunjuk kepada cahaya-Nya bagi orang yang Dia kehendaki, dan Allah membuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.


36. (Cahaya itu) di rumah-rumah yang di sana telah diperintahkan Allah untuk memuliakan dan menyebut nama-Nya, di sana bertasbih (menyucikan) nama-Nya pada waktu pagi dan petang,


37. orang yang tidak dilalaikan oleh perdagangan dan jual beli dari mengingat Allah, melaksanakan salat, dan menunaikan zakat. Mereka takut kepada hari ketika hati dan penglihatan menjadi guncang (hari Kiamat),


38. (mereka melakukan itu) agar Allah memberi balasan kepada mereka dengan yang lebih baik daripada apa yang telah mereka kerjakan, dan agar Dia menambah karunia-Nya kepada mereka. Dan Allah memberi rezeki kepada siapa saja yang Dia kehendaki tanpa batas.



Ketika terjadi gerhana matahari kita disunnahkan untuk mengerjakan shalat 2 rakaat, Ini termasuk salah satu sunnah Muakkad (sunnah yang sangat ditekankan). Tata cara shalatnya sebagai berikut :

1) Berniat dalam hati untuk sholat gerhana karena Allah ta’ala, melafazkannya termasuk bid’ah (mengada-ada dalam agama)

2) Takbiratul ihram.


3) Membaca istiftah, ta’awwudz, dan basmalah secara pelan.


4) Membaca Al-Fatihah dan surat lain secara keras, dan hendaklah memanjangkan bacaan, yaitu memlih surat yang panjang.


5) Bertakbir lalu ruku’ dan memanjangkan ruku’, yaitu membaca bacaan ruku’ dengan mengulang-ngulangnya.


6) Kemudian bangkit dari ruku’ seraya mengucapkan, ”Sami’allahu liman hamidah,” jika badan sudah berdiri tegak membaca, ”Rabbana walakal hamdu.”


7) Setelah itu tidak turun sujud, namun kembali membaca Al-Fatihah dan surat panjang, akan tetapi lebih pendek dari yang pertama.


8) Bertakbir lalu ruku’ dengan ruku’ yang panjang, namun lebih pendek dari ruku’ yang pertama.


9) Kemudian bangkit dari ruku’ seraya mengucapkan, ”Sami’allahu liman hamidah,” jika badan sudah berdiri tegak membaca, ”Rabbana walakal hamdu.” Dan hendaklah memanjangkan berdiri I’tidal ini


10) Bertakbir lalu sujud dengan sujud yang panjang, yaitu dengan mengulang-ngulang bacaan sujud.


11) Kemudian bangkit untuk duduk di antara dua sujud seraya bertakbir, lalu duduk iftirasy dan hendaklah memanjangkan duduknya.


12) Kemudian sujud kembali seraya bertakbir dan hendaklah memanjangkan sujud, namun lebih pendek dari sujud sebelumnya.


13) Bangkit ke raka’at kedua seraya bertakbir, setelah berdiri untuk rakaat kedua maka lakukanlah seperti pada raka’at yang pertama, namun lebih pendek dari raka’at yang pertama


14) Kemudian duduk tasyahhud, membaca shalawat, dan salam ke kanan dan ke kiri.


15) Setelah itu disunnahkan bagi imam berkhutbah kepada manusia untuk mengingatkan mereka bahwa gerhana matahari dan bulan adalah tanda-tanda kebesaran dan keagungan Allah untuk mempertakuti hamba-hamba-Nya dan agar mereka memperbanyak dzikir dan sedekah.


16) Waktu melakukan sholat gerhana adalah selama terjadinya gerhana, apabila gerhana telah selesai sedang sholatnya belum selesai maka hendaklah sholatnya dipendekkan dan tetap disempurnakan, namun tidak lagi dipanjangkan (Lihat Majmu’ Fatawa wa Rosaail Asy-Syaikh Ibnil ‘Utsaimin rahimahullah: 8241).


17) Apabila sholat selesai namun gerhana belum selesai maka tidak disyari’atkan untuk mengulang sholatnya, tapi hendaklah melakukan sholat sunnah yang biasa dikerjakan, atau memperbanyak dzikir dan do’a sampai gerhana selesai (Lihat Majmu’ Fatawa wa Rosaail Asy-Syaikh Ibnil ‘Utsaimin rahimahullah: 9241).


18) Disyari’atkan untuk melakukannya secara berjama’ah di masjid. Dan dibolehkan untuk melakukannya di rumah, namun lebih baik di masjid (Lihat Majmu’ Fatawa wa Rosaail Asy-Syaikh Ibnil ‘Utsaimin rahimahullah: 4041, 5041).


19) Disunnahkan menyeru manusia untuk sholat dengan ucapan, “Ash-Sholaatu Jaami’ah.” Tidak ada adzan dan iqomah untuk sholat gerhana selain seruan tersebut, dan boleh diserukan berulang-ulang (Lihat Majmu’ Fatawa wa Rosaail Asy-Syaikh Ibnil ‘Utsaimin rahimahullah: 2241).


20) Apabila bertemu waktu sholat wajib dan sholat gerhana maka didahulukan sholat wajib (Lihat Majmu’ Fatawa wa Rosaail Asy-Syaikh Ibnil ‘Utsaimin rahimahullah: 9931).


21) Boleh mengerjakan sholat gerhana meski di waktu-waktu terlarang, karena pendapat yang kuat insya Allah, yang terlarang hanyalah sholat-sholat sunnah mutlak, yang tidak memiliki sebab (Lihat Majmu’ Fatawa wa Rosaail Asy-Syaikh Ibnil ‘Utsaimin rahimahullah: 0341, 1341).


22) Apabila makmum tidak mendapatkan ruku’ yang pertama maka ia tidak mendapatkan raka’at tersebut, hendaklah ia menyempurnakannya setelah imam salam dengan raka’at yang sempurna, yaitu tiap raka’at terdiri dari dua ruku’ (Lihat Majmu’ Fatawa wa Rosaail Asy-Syaikh Ibnil ‘Utsaimin rahimahullah: 9141).


وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم


Sumber: http://sofyanruray.info/ringkasan-tata-cara-sholat-gerhana/



Gara-gara saya iseng ngintip tidak pakai kaca mata filter atau kaca mata hitam, mata saya sesaat terasa perih. Karena itu sangat tidak dianjurkan untuk melihat gerhana dengan mata telanjang, karena sangat berbahaya. Bisa dibaca disini artikelnya mengenai bahaya gerhana matahari bagi kesehatan mata : http://perdami.or.id/new/?p=8659

Saya baca di berita ada berbagai cara orang-orang ketika melihat gerhana, dari cara yang sederhana sampai cara yang benar-benar menakjubkan. Hehehe. Yang paling umum rata-rata orang-orang menggunakan kaca mata hitam atau kaca mata filter. Saya sempat nyoba juga pakai kaca mata hitam, tapi tetep tidak sanggup menahan tajamnya intensitas cahaya matahari. Ada juga yang menggunakan cara sederhana yaitu dengan menggunakan kardus atau nama ilmiahnya Proyeksi Lubang Jarum. Hehe, keren banget ya istilahnya. Jadi kardusnya dilubangi lalu kepala kita dimasukkan kedalam kardus, tapi kita menghadap membelakangi matahari, jadi kita hanya melihat proyeksinya atau pantulan sinarnya saja melalui lubang tersebut. Konsepnya seperti menonton film di bioskop, proyektor berada di belakang kursi penonton, jadi penonton menonton film melalui layar di depan proyektor tersebut. Ilmiah sekali ya. :D

Cara lainnya yang paling menarik menyaksikan gerhana ini yaitu lewat kaca jendela mobil yang dilapisi kaca film super black. Cara yang satu ini cukup menarik karena pas saya lihat di televisi orang-orang yang melakukannya terlihat seperti sedang mengintip lewat kaca jendela sambil jongkok memegang pintu mobil. Susah dijelaskan, tapi ketika dilihat di televisi entah kenapa terlihat kocak. :P

Saya sempat mengabadikan beberapa momen ketika awal-awal terjadi gerhana. Saya memotret suasana langitnya saja, karena untuk memotret mataharinya secara langsung tidak memungkinkan. Yang saya ingat langitnya terlihat terang benderang, lalu pantulan sinar matahari yang mengenai pohon, daun, dan benda-benda lainnya terlihat berbeda dari biasanya. Warnanya seperti kuning keemasan, kuningnya terlihat teduh. Cantik sekali pantulannya. Saya coba abadikan dengan kamera hp jadi tidak terlalu terlihat. Kurang lebih seperti ini.

Daun-daun terkena pantulan sinar matahari menjelang gerhana

Pemandangan menjelang gerhana matahari

Kondisi langit di awal-awal gerhana,
bagian yang putih sebelah kanan bagian langit yang dekat dengan matahari


Walaupun di Jakarta tidak dapat menyaksikan gerhana matahari secara total sampai berbentuk cincin, tapi saya merasa bersyukur alhamdulillah setidaknya bisa melihat sedikit bagian dari fenomena kebesaran Tuhan ini. Daerah di Indonesia yang bisa melihat gerhana total yang paling bagus bentuknya yaitu di Palu, daerah lainnya yang juga terlihat bentuk cincinnya yaitu di Ternate dan Belitong. Diperkirakan gerhana matahari selanjutnya di Indonesia dapat disaksikan insyaa Allah sekitar tahun 2023, 2042, dan 2049. (Sumber : http://www.jawapos.com/read/2016/03/09/20406/gerhana-matahari-total-tahun-2023-lebih-dahsyat-ini-sebabnya/1)

Seperti biasa ketika ada peristiwa besar, di social media terutama di Indonesia pasti langsung bermunculan banyolan-banyolan seputar peristiwa tersebut. Tidak terkecuali gerhana matahari. Banyolan-banyolan yang muncul mulai dari foto pemeran film 'Gerhana', wajan ibu-ibu di dapur yang bentuknya seperti gerhana matahari, sampai foto novel 'Eclipse' karangan Stephenie Meyer yang difoto berdampingan dengan tulisan 'Solar' di SPBU menjadi hits. Rakyat Indonesia memang luar biasa tidak pernah kehilangan rasa humor dalam segala situasi. Like always... :D

Oke deh sekian dulu reportase aktual dari peristiwa hari ini. Mudah-mudahan kita semua masih diberikan umur hingga gerhana matahari selanjutnya, yang tidak kalah penting semoga kita masih diberikan kesempatan untuk bertaubat sebelum matahari terbit dari sebelah barat. Aamiin....

Sampai jumpa!


Posted by Mariana at 11:35 PM 0 comments
Labels: capturing moments, hikmah, wonderful

31 October 2015

Jae Hyon Si Anak Kucing & Binatang Peliharaan Lainnya

Alkisah ada satu kucing liar betina yang demen banget tinggal di halaman belakang rumah. Terutama pas dia lagi hamil. -__-" Jadi selama masa kehamilan, si kucing betina ini selalu tinggal di halaman belakang rumah sampai dia melahirkan. Dia udah beberapa kali diam-diam melahirkan anak-anak kucingnya di taman belakang. Luar biasa jg si betina ini loh, sekali melahirkan ga cuma satu yg keluar anaknya. Tapi bisa ada 3 sampai 4 anak sekaligus. Dan ga cuma sekali aja ngelahirin, dia udah beberapa kali melahirkan anak2 hasil hubungan gelapnya dengan kucing2 jantan di luar sana yang pernah saya temui.

Nah masalahnya, abis dia melahirkan si betina ini ga langsung pergi. Tapi dia suka bikin heboh satu rumah. Pernah sewaktu-waktu dia diem2 masuk ke rumah ketika pintu terbuka lebar dan tidak ada yg menyadari, lalu membawa serta anak-anaknya yang baru aja dilahirkan dan diumpetin entah dimana. Alhasil kita kelimpungan nyariin dimana itu anak-anaknya diumpetin, karena tiba2 ada suara meong-meong saling bersahutan di tengah heningnya suasana rumah. Bener-bener deh si betina ini, diam2 menghanyutkan. Mana galak banget lagi, tiap diusir malah pengen nyakar. Galakan dia daripada yang punya rumah. -___-"

Setelah bisa kita temukan dimana anak-anaknya diumpetin, sayang sekali ada satu atau dua yang ga bisa bertahan hidup. Entah karena ketemu tikus besar pas diumpetin atau karena kekurangan gizi. Terus ga lama setelah itu, karena saudara2nya ada yang tewas alhasil anak2nya yang lain jadi sedih dan ga lama kemudian mereka juga ikut tewas. Tragis sekaliii, tapi si betina ini pantang menyerah. Ga lama setelah kehilangan semua anak-anaknya, si betina bunting lagi!!

Kali ini alhamdulillah dari sekian banyak anaknya yang lahir, akhirnya ada jg satu yang bisa bertahan hidup. Sisanya kalah oleh seleksi alam. Si anak kucing ini akhirnya saya kasih nama Jae Hyon, sesuai dengan nama aktor favorit saya yang lagi naik daun waktu itu. Hahahaa..... Si Jae Hyon ini lucu bangeeet, warnanya kuning belang-belang coklat. Satu keluarga saya suka manggil dia Si Kuning. Klo mama saya manggil di Si Kalung, karena dia dikasih kalung sama mama saya buat pemanis. Hahaha....

Jae Hyon sewaktu kecil

Waktu si Jae Hyon masih kecil emang lucunya maksimal, rasanya pengen diajak main terus. Tapi pas agak gedean dikit, si Jae Hyon ini mulai annoying. Selalu nempel kemana-mana kita pergi, terus ngeong-ngeong mulu. Rusuh deh pokoknya. Nah suatu hari, si Jae Hyon ini bener-bener ngeselin karena udah mulai nakal suka masuk-masuk ke dalam rumah. Beberapa kali saya pengen buang si Jae Hyon ini keluar biar dia gabung aja sama kucing-kucing liar lainnya di luar sana, siapa tau klo di luar dia bisa dapet makanan lebih banyak dari tetangga-tetangga sebelah atau dari sisa-sisa makanan di tempat sampah. Tapi sama mama saya ga pernah dibolehin, mama saya suka kasihan karena masih kecil. Nah kebetulan waktu itu mama saya lagi ga ada di rumah, si betina mamanya Jae Hyon juga lagi ga ada di halaman belakang. Kebetulan nih saya pikir, langsung aja si Jae Hyon saya bawa keluar terus saya lepas di depan jalan rumah saya.

Kejam juga sih kalo dipikir-pikir, hehe abis nakal banget sih si Jae Hyon ini. Satu rumah suka kesel karena dia suka nempel-nempel kemana aja kita pergi. Tapi entah kenapa malam harinya saya merasa sangat bersalah. Mama saya juga langsung terlihat sedih seharian pas saya kasi tahu kalo si Jae Hyon udah saya buang keluar. Kata mama saya dia seperti mendengar suara ngeong-ngeong si Jae Hyon dari luar. Mungkin Jae Hyon kedinginan :( Duh saya jadi khawatir semalaman itu, mana si betina mamanya Jae Hyon juga terlihat kelimpungan pas balik ke rumah dan ngeliat anaknya udah ga ada. Hiksss... maafkan daku Jae Hyon...... T___T

Hari itu saya bener-bener merasa bersalah, belum pernah saya merasa semenyesal itu sebelumnya. Lalu keesokan harinya saya bangun tidur seperti biasa. Tapi kala itu ada sedikit rasa hampa di hati, hahaa.... Seperti kehilangan belahan jiwa, wkwkk..... Pas saya ke halaman belakang, tiba-tiba ada yang membuat saya terkejut. Si Jae Hyon ada lagi di situuu, hahahaa..... Ternyata dia balik lagi ke rumah dibawa sama si betina mamanya. Kyknya si betina mendengar suara ngeong-ngeong si Jae Hyon di malam hari, lalu keluar nyariin. Untung ketemu, dan entah kenapa dibawa lagi ke rumah saya. Fiuuuh, saya pura-pura kesal di depan yang lain karena si Jae Hyon dateng lagi. Tapi sebenernya dalam hati saya merasa lega juga akhirnya dia bisa balik ke rumah. Hehehee..... *jadi malu, malu-malu kucing* :"D


Jae Hyon dan si betina mamanya

Sekarang si Jae Hyon udah agak besar, dia udah ngerti setelah diajarin dikit-dikit. Dia udah ga suka nempel-nempel lagi kayak dulu. Dan kalo kita lagi makan, dia udah ga pernah bawel lagi pengen ikutan makan. Dia bakal nunggu dengan manis sampai kita selesai makan, baru kita kasih sisa-sisa makanannya buat dia. Yang paling lucu itu kalau kita abis pergi keluar rumah, si Jae Hyon pasti dengan setia menunggu di depan teras sampai kita balik. Nah pas kita udah sampai depan pager, dia langsung nyamperin seperti menyambut kita datang. Hahaa, ngegemesin banget.

Jae Hyon sudah agak besar

Belum lama belakangan ini, si betina mamanya Jae Hyon bunting lagi dan melahirkan anak-anaknya seperti biasa. Anak-anaknya yang baru warnanya abu-abu belang-belang putih. Mirip sama si betina mamanya Jae Hyon. Anaknya ada dua yang bertahan hidup, tapi ga lama akhirnya yang satu mati entah kenapa. Jadi sekarang cuma ada satu yang hidup nemenin si Jae Hyon. Mereka suka main bareng dan akur banget ga pernah berantem.

Sebenernya satu keluarga ga pernah ada rencana buat melihara si anak-anak kucing yang dibawa si betina ke rumah. Tapi karena kasihan dan udah nyaman juga anak-anaknya di halaman belakang, akhirnya sama mama saya dipelihara juga. Pernah sewaktu-waktu ada kucing jantan warna kuning, bulunya tebel banget keren seperti kucing Garfield, tiba-tiba dateng ke halaman belakang rumah. Kayaknya si Garfield ini bapak dari anak-anaknya si betina, karena pas dia dateng dia elus-elus si Jae Hyon dan adiknya. Kita sih seneng-seneng aja klo mereka bisa kumpul bareng sekeluarga di halaman belakang, hahaa, tapi alhamdulillah si betina dan si jantan sadar diri ga mau lama-lama tinggal di belakang. Si betina setelah selesai menyusui dan melihat anaknya udah agak gedean dikit, pasti dia pergi keluar entah kemana. Nanti baru balik ke rumah kalau dia bunting lagi. Si jantan juga, dia cuma dateng sesekali aja, ga pernah sampai nginep seharian. Hahaa, paling cuma mampir sejam dua jam buat ngeliat anak-anaknya abis itu pergi lagi. Ada-ada aja ya kelakuan kucing, kocak juga kalo dipikir-pikir.

Happy Kitty Family
(ada si jantan kucing Garfield, diduga bapaknya si anak-anak kucing)

Sebenernya ini bukan pertama kali keluarga saya memelihara binatang. Waktu saya masih kecil dulu, pas saya masi duduk di bangku Taman Kanak-Kanak (TK), kami pernah memelihara anjing. Waktu itu keluarga saya belum begitu ngerti agama, hehee, jadi entah kenapa orang tua saya memutuskan untuk memelihara dua ekor anjing di rumah. Namanya Blackie dan Lessie. Karena saya masih kecil, saya ga begitu ingat kenangan apa saja yang pernah kami miliki dengan dua ekor anjing tersebut. Tapi seingat saya, mereka ga pernah boleh masuk ke dalam rumah. Jadi cuma boleh tinggal di teras luar rumah saja. Dan dulu ada juga Burung Kakak Tua, tapi saya lupa siapa namanya. Burungnya lucu bisa ngomong, hehe, suka kita gangguin kalo lagi iseng.

Lalu ketika saya udah agak besar, sewaktu saya duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) kami pernah memelihara Kelinci dan Iguana. Tapi dua-duanya ga bertahan lama, akhirnya entah bagaimana keduanya tewas ga lama setelah di pelihara di rumah.

Pas saya duduk di bangku SMP, kakak saya memutuskan untuk memelihara Hamster. Tapi ga bertahan lama juga nasibnya.

Lalu pas saya beranjak SMA, binatang peliharaan di rumah semakin variatif layaknya kebun binatang. Hahahaa... Kita sempat punya :
- dua ekor Ayam Kalkun (namanya si Jack & Emma)
- seekor Ayam Betina (namanya Carsini)
- sepasang ayam kampung (namanya Kocar & Kacir)
- dua ekor Bebek (namanya si Kwik & Kwek)
- dua ekor Angsa (lupa siapa namanya)
- dan satu ekor Burung Hantu kecil (namanya Hedwig)

Hahaa, rame banget yaaa. Itu semua dipelihara di halaman belakang rumah. Tiap pagi rame banget suaranya, si ayam pada berkokok sahut-sahutan, si Kalkun juga bunyinya kluk-kluk-kluk-kluk, si bebek & angsa bunyi ngoik-ngoik, dan si burung hantu entah gimana bunyinya ajaib dah pokoknya. Hahahaa, ga ada alarm semerdu mereka kalo lagi sahut-sahutan. Tapi saya paling ga berani megang binatang-binatang itu, yang berani megang cuma mama saya aja. Saya dan yang lainnya sukanya cuma gangguin aja, terutama gangguin si Kalkun. Hehee, kalo udah marah paling lucu soalnya. Janggutnya langsung merah, mukanya jadi biru, dan langsung ngembangin bulu-bulunya kayak ngajak berantem. Hahaa, kocak banget ngeliatnya. Ini dia si kalkun dan si ayam jago yang suka kejar-kejaran.

Si Kalkun & Si Ayam Jago

Si Kwik - Kwek

Sekarang akhirnya dari sekian banyak binatang peliharaan, tinggal dua ekor kucing aja di belakang rumah. Yaitu Jae Hyon dan adiknya yg saya beri nama Lee Sang Yoon. Yah begitulah kisah binatang peliharaan di rumah. Oya sama ada satu lagi, sekarang ada Tokek di plafon rumah yang suka bunyi-bunyi sendiri. Wkwkw...

Oke deh sekian dulu cerita selingan tentang para penghuni kebun belakang yang udah seperti keluarga sendiri. Kapan-kapan cerita lagi kalo ada penghuni kebon yang bertambah. Xixixiii, see yaaa.......


Posted by Mariana at 1:40 AM 0 comments
Labels: capturing moments, cerita-cerita, cuap-cuap, family matters, selingan, wonderful

21 October 2015

The Last Words


A few days ago I just browsed my old pictures in my mobile phone and I found my dad's last message to me which I screen captured so I won't lose it. I miss my dad a lot :((((( From all of my family members, the one I can comfortably talk to is only my dad. Now I feel really so much lonely, not because I'm all alone. I'm surrounded by many people, but none of them I can talk to. It's very hard to find someone who can understand our mind and have the same way of thinking, also even harder to have someone who would understand what we feel.

My dad texted me on the day he passed away. But I didn't reply it because I was about to meet him again in the next few days. Who knows that it would be his last words to me. Anyhow I feel grateful at least my dad said good bye to me before he really went for good. Actually a week before he's gone, he sent me off to airport. We sat on a bench while drinking coffee. I ordered a bitter coffee due to my diet restriction, but I didn't like it so I gave it to my dad. And he finished it. Then after he finished my coffee, he walked me to the boarding gate. It's the last time I saw him and said my last good bye. All I can remember is he's smiling to me and waved from the gate door. I feel grateful I have one good memory of my last moment with my dad.

Although I feel regret that I didn't reply his message, but I don't have any regret at all about the things I have done while he's still alive. I have been a good daughter to my dad, I've showed him all of my good achievements. I never got in a big trouble that made him worry or disappoint with me. I graduated satisfyingly and then got a good job which made him feel relieve to leave me by myself. So there's nothing I regret about his leaving. The only thing I regret is just I couldn't go home and spend more time anymore with him. I feel like an orphan now.


Posted by Mariana at 1:49 AM 0 comments
Labels: capturing moments

29 June 2013

Foodilicious

I want to share some photos of my meals I consumed while I was in Singapore from 2010 - 2012. One of the thing that makes me always wanted to go back home as often as I could when I was there is that Singapore food doesn't really click with my appetite. To me, most of the food there was tasteless. Compare to Indonesian food which very rich of taste. Maybe it's because their government always suggest them to live a healthy life, and one of the way is by telling people that less salt is better. Seriously? Yes, very much serious. Haha, interesting right? So, everytime I found some nice food or drink, I captured it with my mobile camera. Here are the pictures of my lovely delicious meals I eat in Singapore. Enjoy! :D

Breakfast in my office canteen at Sentosa. I had a big breakfast every morning to fill up my energy. xD

Hainan Chicken Rice, one of my favourite lunch. It's a Chinese local food. Quite tasty. Yummy.

Nasi Goreng Kampong (Kampong Fried Rice). I used to eat it as my dinner in an Indian restaurant nearby my flat. They cooked it with egg and anchovy.
Padang Fried Rice. I used to eat it every morning, the restaurant was near to my office headquarter in Neil Road. I like the chili. Tasted very much like Malay chili.

Cheese and Egg Prata. Aah, I miss it very much! It's so yummy yummy yummy! My favourite midnight snack.

Seafood MuyFun. You can find it in restaurant at URA. I like the gravy sauce. Filled up my stomach a lot. If you want to have it with noodle, without rice, you can order it as Seafood HorFun. The lady there ever called me a BIG EATER by ordering this food. Hahaha. Because no one ordered it with rice! xD

Fried Chicken Rice at Indian restaurant nearby my HDB / flat. The super big chicken really boost my appetite.

Grilled Chicken Rice at Kopitiam Hawker Centre in Plaza Singapura. My friend introduced me this food once because it's quite cheap, since then I started to look for it everytime I went to this place. Highly recommended!

Roti John or John Bread. This looks like martabak telor in Indonesia. The different is they use bread and beef. Again, I eat it in Indian restaurant nearby my flat. Haha, they have various of nice foods there.

Indian Fried Snack. I forgot the name. But it's likely nice to eat too.

Indian Kwetiau. They always put some ingredients which will make the food looks very red. The fried rice more or less looks as red as this too.

Briyani Fried Rice. It's a very famous Indian food. Rice mixed with carrot slices.

Tea Chino from Seah Im Food Centre. This drink tasted like Tarik Tea, it's just more sweet and nicer. I think they put somewhat like chocolate powder or something to make it delicious.

Hot Tea-O. This simple drink used to accompany me at late night after coming back from office. FYI, there are 4 kinds of tea in Singapore. You need to know it before ordering it. First is Tea (tea+milk+sugar) or people in Indonesia called it Teh Tarik. Second is Tea-O (tea+sugar). Third is Tea-O-Kosong or Tea-O-Peng (tea without sugar). And fourth is Tea-C, tea with Carnation Creamer which healthier (tasted like Teh Tarik, but less sweet). These four names also applicable for ordering coffee.

Those are some foods and drinks I like in Singapore. Just so you know, all of them are HALAL. :)
Now I begin starving by looking back these pictures again. Kinda miss eating it, maybe if I gotta chance I will visit this country again. Okay, that's all I got. Hope you like it! :D


Posted by Mariana at 9:12 PM 0 comments
Labels: capturing moments, hot stuff, review, selingan, wonderful

30 November 2012

Kedamaian

Jika diingat lg, melihat perjalanan saya 3 tahun ke belakang yang penuh peluh, juga melihat mundur lebih jauh selama 13 tahun sebelumnya, saya sangat bersyukur dgn apa yg saya jalani saat ini. Bisa berkumpul kembali bersama keluarga menikmati hari2 bersama sungguh suatu berkah nikmat bagi hidup ini. Malam tadi seusai Maghrib, saya hanya bisa tersenyum antara lega, bahagia, dan penuh syukur memenuhi dada ini ketika bs duduk dengan hati yg damai menikmati makanan sederhana yang enak di angkringan pinggir jalan, ditengah hujan gerimis. Tidak ada kata cukup untuk berterima kasih padaNya atas nikmat karunia hidup ini. Terima kasih ya Allah, sungguh Engkau Maha Mengasihi.



"Jauhilah segala yang haram niscaya kamu menjadi orang yang paling beribadah. Relalah dengan pembagian (rezeki) Allah kepadamu niscaya kamu menjadi orang paling kaya." (HR. Ahmad dan Attirmidzi)

Posted by Mariana at 10:50 PM 0 comments
Labels: capturing moments

03 March 2012

Breakfast

I really love breakfast. I don't wanna miss this moment in the morning. And what I love the most from breakfast, is bread. :)
Posted by Mariana at 10:59 AM 0 comments
Labels: capturing moments, selingan

27 August 2011

A Touch Means More Than a Thousand Words

"Mariana, please tell me that you're not a human.
Tell me that you are a robot!"


Saya hanya terkikik mendengar celetukan kolega kerja saya ini ketika sedang lembur di kantor. Ia melihat saya bekerja hingga larut malam dan terus saja bekerja dan bekerja, tanpa bicara, makan telat, hanya di depan komputer tanpa ekspresi, mungkin membuatnya beranggapan saya seperti robot. Hehe.

Hmm... sebenarnya saya juga merasa diri ini semakin lama semakin kekurangan sisi manusianya. Terakhir kali saya merasa seperti layaknya manusia yang saya ingat betul yaitu ketika berada di rumah sakit baru-baru ini. Seorang dokter yang begitu perhatian menggenggam dan mengusap-usap tangan saya ketika ia melihat saya menggigil kedinginan sambil menahan sakit ketika akan dipasang infus. Tanpa melihat ras, agama, atau penampilan saya yang begitu kucel dan terlihat lemas, ia langsung saja mengulurkan tangannya untuk memberikan kehangatan dan menenangkan saya.

Saya merasa kehangatan sikap pekerja rumah sakit tempat saya dirawat kemarin ini seperti layaknya keluarga sendiri. Suster-suster disana sabar sekali menuntun saya tiap kali saya harus ke kamar kecil. Ketika saya tak tahan merintih, "my stomach is hurt" karena perut saya yang sakit, salah satu suster berusaha menenangkan sambil berkata,"hey, don't cry..", kemudian memapah saya berjalan.


"People never remember what we said, but they will always remember the way you make them feel..."

Posted by Mariana at 12:58 AM 0 comments
Labels: capturing moments, cerita-cerita, kata-kata, review, wonderful

27 June 2011

Memiliki untuk Memberi

"Cinta adalah sesuatu yang menakjubkan. 
Kamu tidak perlu mengambilnya dari seseorang 
untuk memberikannya kepada orang lain. 
Kamu selalu memilikinya lebih dari cukup 
untuk diberikan kepada orang lain." 
- Dalam Mihrab Cinta

Image taken at Light Art Festival - October 2010
Personal Documentation


















Posted by Mariana at 11:25 PM 0 comments
Labels: capturing moments, wonderful

07 November 2010

Surviving

To me, surviving is a lonely business.

We've got to be tough, lied to ourself that we're fine. Finding some merely good things to laugh at though it may not be funny, but we're tried to, 'cause our head so fully loaded. We can't even drop the tears down from our very own eyes, 'cause you don't have your private space. You're stuck in the middle of people that watch you over and over, waiting for that time to laugh at you when you fall down. Which can be fun for them seeing other's fails.

You need to make sure you're always alright. Because you know exactly, nobody will catch you when you fall. You lean on your own back, others hold on tight to your shoulders. No back up.

Surviving.

The only word you got at last.

Sometimes we deny the irony of how hunger we are to compassion. We become cold through the time we had pass, but we didn't notice until they told us so. We're getting bitter day by day because we don't want to be sensitive admitting our feelings.


"The key to surviving is denial. We deny that we're tired, we deny that we're scared, we deny how badly we want to succeed. And most importantly,we deny that we're in denial. We only see what we want to see and believe what we want to believe, and it works. We lie to ourselves so much that after a while the lies start to seem like the truth. We deny so much that we can't recognize the truth right in front of our faces.

Sometimes reality has a way of sneaking up and biting us in the ass. And when the dam bursts, all you can do is swim. The world of pretend is a cage, not a cocoon. We can only lie to ourselves for so long. We are tired, we are scared, denying it doesn't change the truth. Sooner or later we have to put aside our denial and face the world. Head on, guns blazing. De Nile. It's not just a river in Egypt, it's a freakin' ocean. So how do you keep from drowning in it?"
(Dr. Meredith Grey - Grey's Anatomy)

Posted by Mariana at 2:22 AM 0 comments
Labels: capturing moments

31 August 2010

I Miss You, Dad...

It's really late at night, and I can't even sleep, dad. Tomorrow I have to go work again, but there are a lot of things that keep me awake. Yesterday I dreamt you picked me up from all of this nightmare. I'm afraid. I'm all alone here. Seems like I've got many friends here, but I can't say who's really a friend. I miss you, dad... I miss to go out with you to Pizza Hut. I know you really like Pizza. I really miss eating your home-made delicious porridge. Sometimes when I go home, you'll take me to Ayam Kremes Restaurant because you know exactly I like it. You didn't mind at all when all I wanted was just being quite when I didn't want to tell anything happened to me. Instead you would tell me some stories to make me laugh or giving some advice and good words to make me feel better. You always picked me up anywhere I asked you to with your old rustic car. I don't mind riding on that car at all, because our family had so many memories there. We had it for a long time since we're all still together as a whole family. That green rustic car taught us so many things. You taught me so many things in that car with many stories. You taught me to live modestly, being honest wherever I am, and be grateful of what we have. You didn't fulfill everything that I wanted. But you always tried your very best to give what I really needed. Thank you dad... I always remember how you said no that day to something that I really wanted. And then I went to the bedroom crying. Then after awhile you asked me to dress up to buy that thing together, even though I knew we're in a difficult economic that time.

Two or three months ago before I left, you said that every moment only happened for once in our life. The moment when you used to drove me to the school everyday. The moment you used to wake up every morning to boil us a pan of hot water for me and my younger brother. So we could take a bath without getting cold, while you took the cold water. How worse I was that moment when I got late, I would angry to you because you didn't wake up early. And when you were praying, I knocked from outside telling you to get hurry. But you never mad to me. I am sorry, dad. I blamed you for everything that happened to us. How could I thought that this is all your fault, and you deserved to get all bad deeds from me. I am really sorry, dad.

I am so sorry that I got failed so many times, dad. Even here, I'm too ashamed to say that I can't make it well. I could have been failed again. These days here were very hard. I'm really tired, I'm so tired. Wish you were here to accompany me. Just like what we used to do, just watching movies together and laugh. Or hearing musics from our favorite radio station while sharing some stories.

I would like to send this by postcard with a good stamp that you might collect. But I'm too afraid to do this kind of sentimental thing. Because our family never used to do that. Dad, wherever you are... I always pray the best for you as you always pray the best for me. Thank you for taking care of me all of this time. I love you, daddy.

Gute nacht. Alles gute. Tschüss.


-your daughter-
Posted by Mariana at 12:58 AM 0 comments
Labels: capturing moments, cerita-cerita, family matters, wonderful

28 August 2010

Being Modest

At the morning train - Kereta AC Ekonomi
Manggarai Station
Jakarta, 2010
[mariana photographs]
I miss this kind of ordinary thing
that will accept you whatever you are
Posted by Mariana at 6:18 AM 0 comments
Labels: capturing moments

Along The Lane

when I have nowhere to run, 
I just go anywhere around and round
and spending so much time in a silent by myself
with a bunch of things noise my head
turn on some musics to ease the silence
or write anything when words come through
just to feel better...

view from the locomotive cabin of Kereta Ekonomi
Jakarta, 2009
[mariana photographs]
Posted by Mariana at 6:02 AM 0 comments
Labels: capturing moments
Older Posts Home
Subscribe to: Posts (Atom)

Blog Design by Gisele Jaquenod - edited by Mariana