skip to main | skip to sidebar

About me

My Photo
Mariana
Indonesian muslimah, Backpacker, Photography Lover, Dreamer, and Believer to these phrases: "whoever seeks they will find" & "there's no useless effort" - So, keep on going!
View my complete profile

Archive

  • ► 2008 (13)
    • ► June (1)
    • ► July (3)
    • ► August (2)
    • ► September (2)
    • ► November (2)
    • ► December (3)
  • ► 2009 (13)
    • ► January (2)
    • ► February (1)
    • ► March (2)
    • ► May (1)
    • ► August (1)
    • ► September (3)
    • ► December (3)
  • ► 2010 (20)
    • ► January (3)
    • ► February (3)
    • ► April (1)
    • ► June (1)
    • ► July (1)
    • ► August (9)
    • ► September (1)
    • ► November (1)
  • ► 2011 (10)
    • ► February (2)
    • ► June (3)
    • ► August (4)
    • ► October (1)
  • ► 2012 (5)
    • ► January (1)
    • ► March (1)
    • ► August (1)
    • ► September (1)
    • ► November (1)
  • ► 2013 (16)
    • ► January (1)
    • ► March (1)
    • ► June (6)
    • ► July (1)
    • ► August (4)
    • ► September (2)
    • ► October (1)
  • ► 2014 (13)
    • ► January (1)
    • ► February (1)
    • ► March (2)
    • ► May (2)
    • ► June (1)
    • ► August (1)
    • ► September (1)
    • ► October (1)
    • ► November (3)
  • ► 2015 (15)
    • ► February (1)
    • ► March (1)
    • ► July (1)
    • ► August (3)
    • ► October (4)
    • ► November (1)
    • ► December (4)
  • ► 2016 (6)
    • ► January (2)
    • ► February (2)
    • ► March (2)
  • ► 2017 (3)
    • ► April (1)
    • ► June (1)
    • ► July (1)
  • ► 2020 (5)
    • ► October (2)
    • ► November (3)
  • ▼ 2021 (9)
    • ► January (1)
      • 2021
    • ► February (2)
      • 1000 Followers
      • Hutang
    • ► April (3)
      • Kerja Kantoran VS Kerja di Rumah
      • Home Alone
      • Berdoa :)
    • ► July (2)
      • My Wedding :)
      • Foto-foto Pernikahan
    • ▼ September (1)
      • Alhamdulillah I'm Pregnant

Labels

  • backpacking
  • blog design
  • capturing moments
  • cerita-cerita
  • cuap-cuap
  • family matters
  • hikmah
  • hot stuff
  • inspirasi
  • kata-kata
  • kerja dan belajar
  • korean drama
  • masak memasak
  • quotes
  • relationship
  • review
  • selingan
  • tausyiah
  • wonderful

What I'm Into

Interior & Architecture

  • Arc Space
  • Arch Daily
  • Archinect
  • Architonic
  • Copy Cat Chic
  • Design Glossary
  • Design Milk
  • Dezeen
  • Enlighter Magazine
  • Famous Architects
  • HGTV
  • Houzz
  • How About Orange
  • IALD
  • IKEA Hackers
  • Interior Design Magazine
  • Karim Rashid
  • Lighting Design Magazine
  • Meade Design Group
  • Mondo Arc
  • Philippe Starck
  • Print and Pattern
  • Samantha Pynn
  • Summer Allen
  • Suzanne Dimma
  • Top 50 Interior Websites

All About Design

  • Eat Drink Chic
  • Goodnight Little Spoon
  • Josh Lafayette
  • Paper Toys
  • Pixel Girl
  • Pugly Pixel
  • Pugly Pixel Blog
  • The Cool Hunter

Let's Go Green

  • groovy green
  • inhabitat
  • sustainablog
  • world changing

Inspiring Blogs

  • Febrianti Almeera
  • Islamic Articles
  • Jamil Azzaini
  • Salim A. Fillah

I Read This

Bidadari Bidadari Surga
Mengarungi 'Arsy Allah
Gadis Pantai
Confessions of a Shopaholic
Rembulan Tenggelam Di Wajahmu
Kupinang Engkau dengan Hamdalah
The Da Vinci Code
A Very Yuppy Wedding
Menyelam ke Samudera Jiwa dan Ruh
Bumi Cinta
Cinta Brontosaurus
The Alchemist - Sang Alkemis
Kambing Jantan: Sebuah Catatan Harian Pelajar Bodoh
Life of Pi
Why Men Don't Listen and Women Can't Read Maps: Mengungkap Perbedaan Pikiran Pria dan Wanita Agar Sukses Membina Hubungan
divortiare
Ketika Cinta Bertasbih
The Right to Lead
How to Win Friends and Influence People
Virus of the Mind: The New Science of the Meme


Mariana's favorite books »

For A Better Life!

Blog Readers

Stats

free counters

simply,

bla bla bla in my mind...

03 September 2021

Alhamdulillah I'm Pregnant

Today is the day I discover that I'm pregnant for the first time in my life. Alhamdulillah, thank you yaa Allah for granting my wish to have a child. I'm so trembling & happy at the same time but also nervous to get this new responsibility. But I believe if Allah trusting me to have this baby, it means I have the capability to raise it insyaa Allah.


So this is the picture of test packs which show me the result that I'm positive pregnant. Okay I will use Bahasa Indonesia from here to tell the story. Because it's more expressive to tell it in Bahasa.

Jadi kemarin ini saya beli test pack strip yg kecil di minimarket (di foto test packnya yg di bagian bawah yg kecil) karena tumben-tumbenan telat datang bulannya. Baru telat sehari dua hari sih, tapi aneh aja ga biasanya saya telat. Biasanya selalu lancar bahkan lebih cepat datang bulannya. Karena penasaran akhirnya saya beli deh test pack.

Nah tadi siang saya coba test urine pakai test packnya. Awalnya yg keliatan cuma satu garis, terus yaudah pikirku berarti belum hamil cuma telat datang bulan aja. Eh ga lama tiba-tiba garis satunya lagi muncul tapi samar-samar. Bulan sebelumnya juga pernah cek, tapi cuma satu garis aja. Nah ini ada dua garis tapi samar-samar garis yang keduanya. Jadi bingung ini sebenernya gimana ya, positif apa negatif. Karena sangat penasaran tapi udah berharap banget, akhirnya saya memutuskan untuk beli test pack lagi, tapi kali ini yang agak mahalan biar lebih yakin.

Sorenya saya diantar sama kakak saya ke apotik terdekat untuk beli test pack yang agak mahalan. Harganya 50rb an. Kalau yang kecil harganya sekitar 25rb an. Lalu barusan aja, malam ini saya cek lagi pas mau buang air kecil. Ternyata alhamdulillah hasilnya lebih jelas ada dua garis yang tegas, ga samar-samar lagi. :') Senang banget tentunya, tapi agak grogi juga karena ini kehamilan pertama.

Oya sekarang ini saya lagi menginap di rumah mama saya, jadi hanya mama dan kakak saya yang mengetahui hal ini. Suami belum saya kasih tau, hehee, sengaja mau kasih kejutan besok pas pulang ke rumah suami. Kalau kasi tau lewat WhatsApp ga seru, ga bisa lihat ekspresinya pas tau saya hamil. Hehee. Saya mau liat ekspresinya langsung nanti pas saya kasi lihat test packnya. :D

Sebenarnya 2 bulan ke belakang saya sempat agak hopeless karena belum kunjung hamil. Seperti yang teman-teman ketahui, saya udah cukup berumur (udah di pertengahan 30an), saya ragu-ragu apakah saya bisa hamil atau tidak di umur segini. Pas cek pakai test pack sebulan setelah nikah dan hasilnya cuma satu garis alias negatif, saya langsung sedih. Terus bulan berikutnya juga saya datang bulan lagi, makin tambah sedih lah saya. Belum lagi orang-orang disekitar saya terus bertanya saya udah 'isi' apa belum, yang menurut saya itu pertanyaan yang sangat membuat saya tambah down. Tapi saya maklumi sih, soalnya saya baru aja nikah, jadi orang-orang pasti penasaran udah hamil belum ya. Malah ada yang sampai bilang, bulan depan jangan sampai datang bulan lagi ya, harus udah isi. Lah, langsung saja saya menimpali, memangnya saya yang bisa mengatur kapan saya hamil. Kan kita bisa hamil atau ga itu murni karena kuasa Allah semata, Allah yang menentukan. Hanya Allah yang bisa mengatur bertemunya sel telur dengan sperma, juga hanya Allah yang nantinya bisa meniupkan ruh ke janin yang dikandung dalam rahim. Meskipun manusia bisa berusaha dengan cara bayi tabung, dll tapi pada hakikatnya kalau Allah belum kasih nyawa ke janinnya, ya ga akan terjadi. Intinya kita bisa punya anak atau ga, itu murni karena pemberian Allah semata. Kita ga bisa ngatur-ngatur kapan kita bisa hamil.

Semenjak saya nikah dan belum hamil-hamil kemarin ini, saya langsung lebih sensitif / peka kalau mau tanya ke orang lain apakah sudah hamil atau belum. Karena ternyata pertanyaan itu bisa sangat menyinggung perasaan orang. Saya mohon maaf ya yang sebesar-besarnya sama teman-teman yang pernah saya tanya tentang sudah hamil apa belum, saya juga sempat ga peka soal ini. Setelah merasakan sendiri sedihnya ditanya-tanya, saya jadi tau bahwa ini bukan pertanyaan yang pantas. Malah bisa menjadi beban buat orang lain.

Oya sebelumnya saya dan suami juga sempat berbicara dari hati ke hati bagaimana seandainya saya ga bisa hamil. Kita sampai berpikiran apa kita usaha dengan cara bayi tabung, tapi udah pasti mahal, akhirnya kita baca-baca aja di internet tentang kiat-kiat promil. Tidak lupa kita juga sempatkan berdoa di saat-saat yang mustajab untuk memanjatkan keinginan kita kepada Allah SWT. Suami saya juga tetap berpikiran positif dengan cara terus usaha. Tapi namanya juga wanita ya, pasti gugup kalau udah sampai beberapa bulan belum hamil juga. Karena saya sempat baca-baca kisah pasangan yang setelah 10 tahun baru dikaruniai anak. Saya jadi berpikir baru juga berapa bulan nikah udah putus asa. Belum sampai 10 tahun. Yauda saya pikir saya usahakan pertama dengan doa, kedua baca-baca artikel bagaimana caranya agar bisa hamil, lalu saya sempat terpikir juga apa beli obat-obatan herbal untuk memudahkan kehamilan, tapi saya pikir nanti dulu deh. Lalu saya juga mulai mengurangi kafein (kopi), karena yang saya baca kurang bagus untuk yang ingin hamil. Suami juga sempat memberi saran untuk mengurangi berat badan, karena saya cukup obesitas, mungkin juga bisa jadi penyebab belum hamil. Yauda sesekali saya aerobik kalau lagi mood, hehee, biar berat badan turun.

Eh ga disangka ternyata hari ini Allah jawab doa saya (juga doa mama saya sepertinya, karena mama juga mendoakan) agar bisa memiliki keturunan, yang insyaa Allah sholeh / sholehah. Alhamdulillah, sekali lagi terima kasih yaa Allah.... T_T

Bismillah..... doakan ya teman-teman agar kehamilan saya ini lancar sampai lahiran, dan bayinya sehat-sehat tanpa kurang apapun. Aamiinn... For my little baby in my womb (belum jadi baby sih masih embrio kali ya kalau baru 2-4 minggu kehamilan), I just wanna say, I love you baby no matter what, just hangin' there safely, I'll do my best to be a good mother to you insyaa Allah. :)

Oke teman-teman nanti saya update lagi ya kalau ada kabar-kabar menarik lainnya insyaa Allah. Thank you for reading. See ya. ^^
Posted by Mariana at 9:11 PM 0 comments

02 July 2021

Foto-foto Pernikahan

Prosesi Akad Nikah menggunakan baju putih-putih, niatnya mau adat Sunda tapi entah kenapa dari Sanggarnya jadinya membawakan baju ini

Nikahan dengan adat Minangkabau, karena ibu saya ada keturunan Minangkabau

Pas pembacaan Ijab Qobul, bikin deg-degan. Wali nikahnya adik kandung saya sendiri, karena ayah sudah meninggal

Berdua dengan suami setelah Ijab Qobul selesai :') Oh ya, he's younger than me, hihiii.... but I love him, and he loves me. Insyaa Allah 'till jannah ya doakan....



Posted by Mariana at 4:29 PM 0 comments

My Wedding :)

Assalammu'alaikum, holaaa dear my blog readers.... Saatnya update berita penting di blog ini :D Hayoo, ada yang bisa nebak ga apa berita pentingnya? Hohoo... Ini penting bgt loh.

Jadi baru-baru ini alhamdulillah akhirnya saya menikaahh...... ^__^ Setelah melewati proses taaruf selama kurang lebih 2 bulan, lalu saya dilamar, setelah dilamar, selang 6 bulan kemudian, setelah melewati berbagai rintangan alhamdulillah berkat ridho Allah & orang tua akhirnya saya menikah juga :') *terharuu* Ini penantian dari semenjak saya lulus kuliah. Udah cita2 banget dulu abis lulus kuliah pokoknya pengen cepet2 merit. Tapi ya qadarullah baru kesampeannya di umur 34 ini.

Padahal dari semenjak kuliah yang deketin banyak loh temans, tapi ga ada satupun yang akhirnya sampai melamar resmi ketemu orang tua. Ya mungkin itu namanya jodoh kali ya. Sekalinya ketemu langsung dimudahkan jalannya, mulai dari lamaran sampai hari nikahnya. Sebenarnya kenapa saya pikir ini cukup mengharukan? Soalnya I'm not in my prime time at this age ga kayak dulu waktu umur 20 tahunan yg masih geulis2nya, masih langsing, kerja bahkan gajinya dolar, ga punya utang, sempet punya kendaraan sendiri, masih punya banyak temen2 jadi klo ngundang bisa banyak yg dateng, oh ya sama lagi subur2nya buat bisa punya anak di umur segitu.

Kalau sekarang di umur 34 ini, bayangkan timbangan aja udah mencapai angka 7 (oh noo....), kerja di jakarta aja yang gajiannya bahkan sering telat (intinya lg ga banyak tabungannya), lagi banyak utang (waktu lagi taaruf, pas menjelang nikah alhamdulillah utang2 sudah lunas), pernah masuk rumah sakit jiwa karena kesurupan (bisa baca di postingan sebelumnya, gara2 ini bahkan saya sempet ditolak waktu taaruf pertama kali dengan seorang ikhwan), udah ga punya kendaraan sendiri, temen2 tinggal dikit yang masih suka kontak2an, dan entah di umur segini saya masi dalam masa subur atau tidak untuk punya anak.

Karena itu buat saya seperti keajaiban masi bisa diberi rejeki menikah akhirnya. Alhamdulillah. Saya sangat bersyukur suami saya bisa menerima saya apa adanya dengan segala kekurangan di umur segini. :') Bahkan setiap kali bercermin saya suka bertanya-tanya sendiri kok mau ya sama saya. Hehee... He loves me at my worst, so he definitely deserves to get all my best I could give. Insyaa Allah.

Untuk pernikahannya sendiri tadinya saya pengennya sederhana aja, niatnya ingin akad nikah saja di masjid deket rumah terus selametan bagi-bagi besekan nasi kotak. Tapi rencana ini tidak di setujui oleh orang tua dan keluarga saya. Menikah itu ternyata tidak hanya melibatkan dua orang yang mau menikah saja, tapi seluruh anggota keluarga ikut andil dalam pengambilan keputusan sekecil apapun. Ini yang saya ambil pelajarannya dari pernikahan saya kemarin ini.

Jadinya setelah melalui perembukan dengan orang tua dan keluarga, akhirnya kita memutuskan mengadakan akad sekaligus resepsi. Ya walaupun kita ga bisa juga mengadakan pesta besar-besaran di gedung, pertama sekarang kondisinya sedang pandemi Covid-19, kedua keuangan juga cukup terbatas untuk mengadakan acara. Tapi alhamdulillah benar juga pepatah yang mengatakan kalau kita mau menikah rejekinya adaa aja, entah darimana itu. Ibu saya juga bilang seperti itu. Padahal pas awal-awal taaruf dengan suami, keuangan keluarga lagi kurang bagus, kita baru aja pindah rumah yang menghabiskan banyak tenaga dan uang juga, untuk makan sehari-hari aja masih kesulitan. Eh entah bagaimana, menjelang saya mau menikah tiba2 datang aliran rejeki yang cukup buat kami mengadakan akad & resepsi sesuai yang ibu & keluarga saya inginkan. Tanpa harus berhutang tentu saja. Alhamdulillah. Oh ya tidak lupa juga saya selalu berdoa agar niat saya untuk menikah dilancarkan oleh Allah SWT, saya juga minta ridho dari Allah dan ibu saya juga, selebihnya saya berusaha agar acara pernikahan bisa terlaksana dengan cara menjalin silaturahim dengan keluarga (karena saya ga pakai jasa Wedding Organizer, jadi saya butuh bantuan keluarga besar untuk mensupport acara), membuat rundown acara akad & resepsi bersama keluarga, mencari venue (tempat) untuk mengadakan acara bersama-sama keluarga, sampai mencari fotografer sendiri supaya bisa dapat yang sesuai budget.

Persiapan acaranya sendiri yang benar-benar fokus, memakan waktu kurang lebih 1 sampai 2 bulan. Satu sampai dua minggu sebelum acara itu benar-benar hectic sampai agak sedikit-sedikit bawaannya panik takut ada hal-hal yang kurang pas acaranya. Padahal sebenarnya untuk menikah itu yang paling penting kata adik saya yang harus ada itu :
1. Kedua calon mempelai
2. Penghulu
3. Wali Nikah
4. Mahar Nikah
5. Saksi

Udah asal itu aja sudah terpenuhi, pernikahan bisa dilangsungkan. Tapi yang saya khwatirkan malahan :
1. Dekor Pelaminan
2. Make Up / Rias Pengantin
3. Tempat & Makanan
4. Fotografer
5. Wedding Organizer
6. MC
7. Rundown acara
8. Seserahan
9. Souvenir
10. Undangan

Pokoknya isi otak udah belibet banyak banget yang dipikirkan sebelum hari H nya. Belum lagi kerjaan kantor. Untung saya kerja dari rumah jadi agak sedikit ringan bebannya dibanding kalau harus kerja masuk kantor. Pastinya ga cukup waktunya buat nyiapin acara.

Alhamdulillah mendekati hari H semuanya lancar terlaksana. Kita dapat dekor sekaligus rias pengantin yang sesuai budget, fotografer juga dapat sesuai budget, kecuali wedding organizer kita ga sanggup bayar karena cukup mahal buat nyewa WO jadinya saya minta bantuan keluarga besar untuk jadi organizer selama acara berlangsung. Ga mudah memang, tapi alhamdulillah bisa juga.

Jadi list lengkap acaranya sebagai berikut :
1. Dekor & Rias Pengantin : Sanggar Yenny.
2. Tempat : Mang Kabayan Cibubur (hanya bayar makanannya saja, tidak ada biaya sewa tempat alhamdulillah).
3. Fotografer & Videografer : ANR Photography (tanpa cetak foto cuma soft copy file nya saja, karena budget terbatas).
4. Wedding Organizer : keluarga besar Barata & Tanjung (koordinatornya tante sendiri).
5. MC : tante dari pihak keluarga ibu.
6. Seserahan : bikin sendiri, dibikinin sama kakak tepatnya, saya juga ikut bantu-bantu pas ngedekor seserahannya. Karena kalau pakai jasa buat seserahan bisa habis banyak uang, jadi kita akalin dengan beli bunga-bunga dan daun-daunan plastik, lem tembak, sama kardus buat ngerias seserahannya. Hasilnya ga kalah bagus sama kalau bikin di mayestik. Oya wadah seserahannya juga beli di Shopee, kalau beli di Pasar Mayestik harganya bisa dua kali lipatnya. 
7. Souvenir : saya pesen tas spunbond di shopee yang bisa disablon sesuai desain yang diinginkan. Desainnya saya cari-cari di internet, terus diedit-edit dikit.
8. Undangan : pesen di Shopee, harganya murah meriah, desainnya juga bagus-bagus lagi
9. Buku tamu : beli di shopee, murah meriah.

Berhubung kondisi pandemi ada tambahan printilan yang mesti kita siapkan untuk mencegah penyebaran penyakit Covid-19, yaitu :
1. Menyediakan sarung tangan untuk penghulu, wali  dan calon pengantin pria
2. Menyediakan hand sanitizer dan masker
3. Menyiapkan face shield untuk kedua calon pengantin

Begitulah keruwetan printilan-printilan pra nikah dan pas acara nikahnya. Hehee.... Tapi yang paling penting bukan acara nikahnya sih ya yang harus kita jalani, tapi kehidupan pernikahan itu sendiri yang harus kita siapkan dengan sebaik-baiknya supaya kedepannya bisa lancar.

Oke deh teman-teman mungkin sekian dulu yang bisa saya share di postingan tentang nikahan saya kali ini. Terima kasih saya ucapkan yang sebesar-besarnya untuk keluarga besar dari kedua belah pihak yang telah membantu kelancaran acara, dan juga terima kasih banyak untuk teman-teman yang sudah hadir di acara pernikahan saya & suami, terima kasih juga untuk kado-kadonya masyaa Allah bagus-bagus kadonya saya jadi terharuu. Dan mohon maaf yang sebesar-besarnya saya haturkan jika ada kekurangan selama acara berlangsung & mohon maaf untuk yang terlewat tidak diundang karena keterbatasan saya pribadi & juga suami. Mohon doanya ya teman-teman agar pernikahan kami langgeng, penuh barokah, dikaruniai keturunan yg sholeh / sholehah, penuh kasih sayang, dan selalu diridhoi oleh Allah SWT. Aamiin....

Sampai ketemu di postingan-postingan selanjutnya insyaa Allah :)

Oya foto pernikahan kami akan di posting di postingan selanjutnya ya. Jadi postingan ini khusus untuk ceritanya saja. Hehee.... See youu.....


Posted by Mariana at 4:13 PM 0 comments

12 April 2021

Berdoa :)

Assalammu'alaikum teman2, saya nulis lagi untuk ketiga kalinya di hari ini :D Hehee.... Tiba-tiba muncul ide lagi untuk nulis, hihiii alhamdulillah... Jujur sebenarnya saya lagi ada deadline kerjaan freelance, saya harus bikin gambar cad yang jumlahnya buanyak sekaliii... Xixixiii.... Jadi kepala saya nge-hang ga bs jalan jadi harus diistirahatkan dulu dengan kegiatan lain. Kebetulan kegiatannya yang lagi mood saya kerjakan adalah menulis, jadilah blog ini terisi lagi dengan tulisan-tulisan saya. Hehee... Jangan bosen-bosen ya.

Kali ini saya mau cerita tentang keajaiban doa. Jadi beberapa waktu yang lalu saya menulis tentang hutang saya yang menumpuk. Karena saking stressnya akhirnya saya tuliskanlah curahan hati saya tentang hutang tersebut di blog ini. Saya cerita betapa putus asanya saya dalam melunasi hutang-hutang saya yang banyak tersebut sampai-sampai saya merasa lelah dengan kehidupan. Berat hati saya jujur, karena tidak mudah hidup dengan hutang. Eh ga lama alhamdulillah Allah bantu saya untuk melunasi hutang-hutang tersebut sedikit demi sedikit sampai akhirnya hanya tinggal sedikit lagi. Masyaa Allah.... Bantuan tersebut ada yang datang dari seorang kenalan yang entah bagaimana tiba-tiba berkeinginan membantu saya mencicil hutang itu (sangat amat terbantu, alhamdulillah), lalu Allah bantu lagi lunasi dengan jalan yang tidak disangka-sangka sampai saya takjub sendiri, masyaa Allah... Allahu Akbar.

Saya pikir-pikir lagi, saya yakin sekarang semua ini sepertinya tidak terlepas dari keajaiban doa-doa yang kerap kali saya panjatkan, terutama di waktu-waktu mustajabnya doa untuk dikabulkan. Jadi saya pernah baca, ada beberapa waktu mustajabnya doa untuk dikabulkan. Seingat saya waktu-waktu tersebut adalah sebagai berikut :

1. Pada waktu turunnya hujan
2. Antara adzan dan iqomah
3. Pada waktu setelah Ashar di hari Jumat
4. Pada waktu berpuasa
5. Pada waktu berbuka puasa
6. Doa orang yang terdzolimi
7. Doanya ibu terhadap anaknya
8. Ketika sujud
9. Ketika khatib diantara dua khutbah di hari Jumat
10. Di sepertiga malam (pada saat shalat Tahajjud / shalat malam)
11. Setelah shalat 5 waktu

Untuk hadits-hadits shahihnya bisa disearch di google ada banyak sumber-sumber yang insyaa Allah terpercaya.

Nah kembali ke cerita saya diatas, di waktu-waktu mustajabnya doa tersebut, saya kerap kali baik di dalam hati maupun saya ucapkan dengan lirih saya panjatkan doa, terutama agar Allah bantu saya untuk melunasi hutang-hutang saya dan keluarga saya. Tentu saja dengan adab-adab berdoa yang dianjurkan (yaitu dengan memuji nama Allah terlebih dahulu, lalu diakhiri dengan menyampaikan salam / shalawat kepada Nabi Muhammad SAW, tidak lupa memohonkan doa untuk kedua orang tua).

Alhamdulillah dengan segala kebaikan dan kemurahan Allah SWT, Allah kabulkan doa saya. Terima kasih yaa Allah....

Jadi teman-teman, jangan berputus asa dari rahmat Allah ya... Jangan seperti saya yang kemarin ini sempat berputus asa sampai menginginkan kematian saking lelahnya (tapi memang benar, lelah sekali menanggung beban hutang, lelah pikiran, lelah fisik juga karena harus banting tulang untuk melunasi hutang tersebut). Atau kalau kita memiliki keinginan, ucapkan saja keinginan tersebut dalam doa di waktu-waktu mustajab tersebut dengan adab berdoa yang baik. Allah Maha Baik, insyaa Allah akan dikabulkan, kalau tidak di dunia ini, maka di akhirat pun doa-doa tersebut akan menjadi pahala. Tapi kita harus ingat juga, Allah punya hak untuk mengabulkan atau tidak. Jika belum dikabulkan, jangan berburuk sangka. Mungkin Allah punya jalan yang lebih baik bagi kita atau Allah tangguhkan sampai waktu yang tepat untuk dikabulkannya doa tersebut.

Saya pernah dengar cerita sepasang suami istri yang belum juga dikaruniai anak sampai 10 tahun pernikahan kalau tidak salah, ini cerita nyata saya baca sendiri ceritanya dari sang istri. Mereka terus berdoa, terutama di waktu-waktu mustajab di atas, alhamdulillah atas kebesaran Allah sekarang mereka sudah dikaruniai anak laki-laki.

Jadi teruslah berdoa ya teman-teman, jangan menyerah. Saya juga insyaa Allah akan terus berdoa sampai akhir hayat. Doakan juga saudara-saudara kita, teman-teman kita, orang-orang disekitar kita, karena saya juga pernah baca katanya doa dari kita pada saudara kita tanpa sepengetahuannya akan diaminkan oleh malaikat, jadi doa itu akan berbalik pada kita juga. Ada haditsnya juga, bisa disearch di google.

Oke sepertinya sudah sangat panjang tulisannya, hehee... Terima kasih sudah membaca ya teman-teman, mari kita terus berdoa. Semangaaatttt..... :)

Posted by Mariana at 11:07 PM 0 comments

Home Alone

Assalammu'alaikum, ini update kedua di hari ini. Hehee... Kebetulan saya lagi ada waktu luang dan lagi ada ide untuk nulis blog jadi bisa update lagi. Kali ini saya mau nulis tentang kesendirian. Huhuu... agak melankolis ini tulisannya.

Jadi gini, seharian ini saya sendirian di rumah. Orang rumah semuanya lagi pergi ada urusan di luar. Jadi semenjak pagi hari saya ditinggal sendirian. Sebenarnya saya ditawarkan mau ikut atau tidak, tapi saya menolak ikut karena saya lagi ada banyak kerjaan kantor dan kerjaan freelance.

Jadi semenjak pagi hari aktivitas saya yaitu mencuci piring, menerima paket dari kurir, mengerjakan kerjaan, memesan makanan lewat Shopee Food yg lagi hits hehee, terus memasak nasi, lalu merapikan sampah.

Lalu ketika malam tiba, seketika saya jadi teringat oleh mendiang ayah saya. :( Saya teringat akhir-akhir masa tuanya yang lebih sering di rumah sendirian. Waktu itu saya lagi bekerja di negeri tetangga, adik saya juga lebih sering menghabiskan waktu di luar rumah, jadi ayah saya lebih banyak waktunya dihabiskan sendirian di rumah. Saya sedih teringat itu. Karena saat ini saya sedang merasakan hampanya sendirian saja di rumah tanpa ditemani siapa-siapa.

Dulu ayah saya suka mengirimkan SMS ketika saya lagi tinggal di luar yang isinya kebanyakan menanyakan kabar. Pernah juga beliau mengirim pesan yang bunyinya kurang lebih seperti ini, "udah lupa ya sama papa, kok jarang kasih kabar lagi." Saya jadi sedih mengingat itu. Untung saja alhamdulillah waktu itu saya bisa pulang ke rumah tiap sebulan sekali. Jadi bisa menghabiskan waktu bersama ayah saya.

Hanya saja saya teringat akhir-akhir hidup beliau yang harus meninggal ketika sendirian di rumah, tidak ada orang yang menemani. Saya jadi terharu tiap ingat itu T_T Karena sekarang ini saya sedang sendirian dan seketika teringat kematian. Bagaimana jika tiba-tiba Malaikat Maut datang menjemput, sudah siapkah saya? Apalagi dalam kesendirian ini, begitu menakutkan. Amal ibadah saya masih sedikit, dosa tidak terhitung banyaknya. Jika tiba-tiba saya harus menghadapi sakaratul maut tanpa ditemani siapapun seperti ayah saya, sudah siapkah saya menghadapi ketakutan itu sendiri? Walau bagaimanapun meski kita ditemani orang ketika sakaratul maut, tetap saja hakikatnya kita dijemput Malaikat Maut itu sendirian. Hanya saja jika beruntung, akan ada yg mentalqin (menuntun) untuk membaca kalimat syahadat sebelum menghembuskan nafas terakhir. Jadi ada kesempatan untuk meninggalkan dunia yang fana ini dengan kalimat yg sangat mulia, yaitu kalimat keesaan Allah SWT & kesaksian bahwa Nabi Muhammad SAW adalah utusan Allah.

Pernah saya melihat sebuah video, ada seorang ustadz atau syeikh yang sedang memberikan ceramah, lalu entah bagaimana setelah beliau mengucapkan tausyiah yang mengandung kalimat syahadat, pas sekali ketika ia selesai mengucapkan kalimat syahadat tersebut, ia langsung dicabut nyawanya. Masyaa Allah. Ustadz atau Syeikh tersebut meninggal dalam kondisi yg benar-benar tidak diragukan lagi husnul khotimah, meninggal dalam keadaan yang baik.

Saya pernah dengar sebuah hadits yang bunyinya kurang lebih seperti ini, jika kita meninggal dengan akhir ucapan kita adalah kalimat syahadat maka insyaa Allah surga sudah menanti.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ كَانَ آخِرُ كَلَامِهِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ دَخَلَ الجَنَّةَ

“Barang siapa yang akhir perkataannya adalah ‘lailaha illallah’, maka dia akan masuk surga.” (HR. Abu Daud. Dikatakan shohih oleh Syaikh Al Albani dalam Misykatul Mashobih no. 1621)


Kembali lagi pada kesendirian saya di rumah atau home alone ini membuat saya semakin teringat pada kematian. Yang saya takutkan dari kematian hanya satu, yaitu sakitnya sakaratul maut yang bahkan Nabi Muhammad SAW juga merasakan sakitnya. Karena itu kita dianjurkan agar senantiasa berdoa agar diberikan kematian yang baik. Ada sebuah doa yang bunyinya kurang lebih agar kita dihindari dari kematian yang buruk seperti tertimpa bangunan, kebakaran, tenggelam, dll kematian yang mengerikan yang sebaiknya selalu kita baca sebagai ikhtiar kita menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.



Begitulah teman-teman, renungan saya dalam kesendirian ini. Merasakan kesendirian sekali-kali ada baiknya juga, jadi kita bisa mengingat kematian dan juga bisa mengingat Allah SWT yang paling penting. Sehingga kita menjadi lebih zuhud terhadap dunia, tidak terlalu melekat dengan duniawi yang sementara ini, tapi lebih banyak mengingat akhirat yang lebih kekal sifatnya.

Oya, besok alhamdulillah sudah masuk bulan suci Ramadhan. Mari kita banyak-banyak berdoa ketika sedang berpuasa dan terutama ketika sedang berbuka, agar dosa-dosa kita diampuni oleh Allah SWT, diterima amal ibadah kita baik yang telah lalu maupun yang akan datang, dan selalu didekatkan pada kebaikan. Serta jangan lupa juga untuk memohon untuk diberikan akhir yang baik atau husnul khatimah dan memohon untuk dijauhkan dari siksa kubur, siksa api neraka, dan dimasukkan ke dalam surga. Aamiin yaa Rabbal'alamin.

Oke sekian dulu update untuk hari ini. Terima kasih sudah membaca ya teman-teman. Selamat berpuasa. :)



Posted by Mariana at 8:29 PM 0 comments

Kerja Kantoran VS Kerja di Rumah

Assalammu'alaikum, alhamdulillah masi bisa update kabar lagi. Kali ini saya lagi mau flash back perjalanan kerja saya, dari kerja kantoran, usaha di rumah, sampai kerja dari rumah. Jadi baru2 ini alhamdulillah saya mengajukan ke kantor untuk bisa kerja dari rumah saja karena saya mau menyiapkan untuk keperluan nikahan saya, dan insyaa Allah setelah nikah saya tinggalnya jauh dari kantor jadi untuk seterusnya saya hanya bisa kerja dari rumah saja. Alhamdulillah disetujui oleh kantor, jadi saya bs remote working dari rumah saja. Walau belum tercapai cita2 saya untuk hanya usaha atau jualan saja dari rumah daripada capek2 kerja, tapi setidaknya dengan kerja dari rumah fisik tidak terlalu lelah dengan perjalanan di jalan dari rumah ke kantor dan sebaliknya.

Mungkin kalau sudah punya anak, saya akan berhenti bekerja dan fokus jadi ibu rumah tangga saja, memang sudah sunnahnya untuk perempuan untuk tinggal di rumah saja jika memungkinkan. Tapi jika tidak memungkinkan seperti harus mencari nafkah diluar ya mungkin diperbolehkan (untuk hal ini bisa ditanyakan ke ustadz yg lebih mumpuni).

Oya berikut ini flash back (kilas balik) perjalanan kerja saya dari tahun 2008 sampai tahun 2021 (tahun ini) :

2008

Pertama kali kerja, seneng bgt bs keterima kerja setelah ngelamar kemana2. Tapi capek bgt kerjanya, pergi pagi2 bgt pulang malem. Kadang lembur sampe malem bgt. Pulang pergi ke kantor naik bus, kadang naik kereta api. Lelahnya di jalan bukan main, dari rumah ke kantor bisa habis 2 jam sendiri di jalan.

2010

Pertama kali kerja di luar negri, seneng sekali tentunya. Tapi stress karena jauh dr keluarga & kerjaan jg banyak, plus adaptasi yg ga mudah di negri org. Pergi pagi juga, pulang malem. Walau jarang lembur, tapi tetep capek jg kerjanya. Alhamdulillah wiken masi ada waktu buat refreshing jalan2 bareng temen2. Pulang pergi ke kantor naik bus, kadang naik MRT. Alhamdulillah lokasi flat sama kantor cukup dekat, hanya setengah jam-an saja di jalan, ditambah sistem transportasi di sana yg cukup baik jadi lancar selama di perjalanan pulang pergi ke kantor.

2012

Balik lagi kerja di Jakarta. Sama seperti sebelum2nya, berangkat pagi pulang malam. Pernah pulang pagi dari kantor pas lagi ada deadline. Tapi dekat sama keluarga dan teman2 alhamdulillah.

2013

Memutuskan untuk mencoba usaha jualan online dari rumah. Alhamdulillah lancar, sampai tidak terasa sampai 3 tahun menjalani usaha ini.

2016

Kembali ke dunia kantoran lagi karena usaha semakin sepi order dan kebutuhan untuk sehari2 semakin meningkat. Jadi tidak ada jalan lain selain harus bekerja kantoran lagi. Pergi pagi pulang malam. Kadang suka lembur pas ada deadline. Pernah pulang dari kantor tengah malam, bahkan pernah juga pagi pulangnya. Awal-awal pulang pergi ke kantor naik angkot, cukup lelah dijalan. Setelah ada tabungan beberapa bulan kemudian saya nyicil motor, jadi bisa pulang pergi ke kantor naik motor. Alhamdulillah nyaman dan cepat di perjalanan, apalagi jarak kantor ke rumah cukup dekat.

2018

Seneng bgt bs keterima kerja di luar lagi. Jauh dr keluarga tapi hati senang karena bisa mengeksplor negara baru. Pergi pagi dari flat pulang malam. Wiken kerjanya jalan2. Pulang pergi dari kantor naik MRT, kadang naik tram. Alhamdulillah karena sistem transportasi yang cukup baik disana jadi perjalanan di jalan tidak terasa dan cepat sampainya, ditambah lokasi flat yang cukup dekat dengan kantor.

2019

Kembali ke tanah air lagi. Memutuskan untuk mencoba usaha kuliner dari rumah bersama kakak. Alhamdulillah lancar usahanya, tapi penghasilan tidak seberapa dibanding kerja kantoran. Tapi cukup senang karena bisa masak memasak dan membuat kue, walau cukup menguras tenaga karena harus cuci piring serta proses memasak dan membuat kue yang tidak sebentar.

2020

Karena kebutuhan sehari-hari yang mendesak akhirnya mau tidak mau saya kembali ke dunia kerja kantoran. Pergi pagi pulang malam. Pulang pergi naik bus TransJakarta. Walau cukup nyaman naik bus ini, tapi saya jarang dapat tempat duduk ditambah jarak dari rumah ke kantor yang cukup jauh jadi saya cukup lelah di perjalanan. Apalagi saya harus bawa laptop pulang pergi ke kantor (karena tidak ada PC di kantor, tapi disediakan laptop). Jadi cukup menguras energi di jalan. Apalagi kalau macet di jalan. Kerjanya alhamdulillah ga setiap hari, tapi selang seling. Jadi ada jeda untuk istirahat.

2021

Seneng bisa kerja dari rumah. Dekat dengan keluarga, meski jarang bgt jalan2. Sehari2 di rumah, pagi kerja sampe sore, malam istirahat. Alhamdulillah masi bs disambi sama jualan dan kerjaan freelance. Wiken tetep di rumah jg ga kemana2 😄. Sesekali keluar rumah kalo ada keperluan saja.


Jujur selama kerja dr thn 2008 sampai sekarang, saya lebih menikmati kerja di rumah. Waktunya lebih fleksibel dan fisik ga terlalu di forsir. Dan memang sunnahnya utk perempuan sebaiknya di rumah saja jika memungkinkan.

Begitulah perjalanan kerja dan usaha saya, cukup panjang tapi banyak pengalaman yang saya dapat alhamdulillah. Allah Maha Baik, ada saja rejekinya yang dicurahkan pada saya disaat susah maupun lapang. Walau harus bekerja keras, baik kerja kantoran atau usaha di rumah tapi ada saja rejeki yang diberikan oleh Allah.

Semoga saya bisa terus sabar dalam mencari rejeki, terutama yang berkah. Mau kerja atau usaha jualan, asalkan halal dan diridhoi oleh Allah akan saya jalankan dengan sebaik-baiknya insyaa Allah.

Oke teman-teman, sekian dulu ya update dari saya. Semoga bermanfaat & bisa diambil hikmahnya. Aamiin... :)



Posted by Mariana at 6:51 PM 0 comments

28 February 2021

Hutang

Actually I really don't wanna write this. But I think people should know for a reminder how bad debt is. Jadi gini, saya sebenernya bukan berasal dari keluarga yg berkecukupan. Tapi alhamdulillah keluarga saya ada aja rejekinya. Hanya saja pas tahun2 pandemi ini, keuangan keluarga saya agak memprihatinkan. Kita sampai2 pernah cuma bisa makan pakai bubur sama kecap aja.

Terus dengan inisiatif saya sendiri, saya berusaha untuk menyelamatkan keluarga supaya setidaknya bisa makan lah dan bayar listrik. Dan juga bayar kontrakan rumah karena keluarga saya sampai detik ini belum juga memiliki rumah. Beruntung bagi kalian yang memiliki rumah, walau rumah orang tua juga itu peninggalan yang sangat berharga. Karena keluarga saya kemarin ini harus mengeluarkan setidaknya 40jt-an setahun hanya untuk biaya kontrakan rumah. Sebenarnya saya tidak setuju kami mengontrak rumah, tapi karena saya kalah suara akhirnya kami sampai detik ini harus mengontrak rumah. Walau sempat ada kesempatan untuk bisa memiliki rumah sendiri waktu kami memiliki rejeki lebih. Tapi rejeki tersebut digunakan untuk yg lain, dan apa dayalah saya sendiri yang bersuara di keluarga saya.

Lanjut lagi kisah saya yg berusaha menyelamatkan keuangan keluarga saya dengan BERHUTANG. Ya, saya mengambil pinjaman dari sana sini untuk membayar kontrakan, untuk beli makan, dan bayar listrik. Tiga komponen utama yg harus keluarga saya penuhi. Ada hutang yang saya pinjam dari kenalan saya, ada juga dari kenalan jauh yg baru saya kenal dari suatu komunitas. Alhamdulillah ada yg begitu baiknya memberikan pinjaman untuk meringankan beban kami. Tapi tidak seharusnya saya merasa lega, karena HUTANG itu bukanlah sesuatu yang baik. Saya bahkan harus menyicilnya sampai sekarang.

Alhamdulillah bbrp waktu yg lalu juga saya sempat mendapat bantuan dari teman2. Jadi yg ini bukan pinjaman melainkan semacam bantuan sosial dari teman2 yang merasa iba dengan kondisi saya. Karena waktu itu saya sempat bercerita mengenai kesulitan kami di media sosial, akhirnya atas inisiatif teman2 yang baik hati saya mendapatkan bantuan. Dengan bantuan itu, alhamdulillah saya bisa membayar sebagian dari hutang2 yang saya ambil sebelumnya dan bisa saya gunakan juga untuk keperluan makan sehari2. Tapi sayangnya hutang yang saya miliki masih belum selesai saya bayar semuanya.

Rasanya sungguh tidak enak punya hutang itu. Karena di dunia saya merasa seperti dikejar2, bahkan di akhirat nanti juga akan ditagih kalau belum lunas kita bayar. Singkat cerita, untuk membayar hutang2 tersebut, akhirnya saya bekerja lagi dengan berat hati. Karena sebenarnya saya lebih suka usaha dagang dari rumah. Tapi karena keadaan yang tidak memungkinkan, akhirnya saya bekerja agar bisa membayar hutang2 tersebut. Jumlahnya sebenarnya hanya belasan juta. Tapi gaji yang saya terima tidak seberapa. Untuk bisa menyicil hutang tersebut butuh waktu berbulan2 bahkan bisa sampai dua tiga tahun.

I'm so so tired to be honest. This debt is killing me slowly. I feel like I'd rather die soon than working like a cow to pay the debts. So many times I've been thinking to suicide. Because it's so tiring. I have to earn money for people around me and I have to pay the debts also. I'm not a parent yet, but I feel like one already.

Orang2 yang saya pinjami uangnya baik sekali sebenarnya. Mereka tidak memberikan bunga pada pinjamannya dan bahkan ada yg bisa dicicil kapan saja. Tapi ada juga yang sudah menagih dengan aktif ketika saya sudah bekerja karena ketidakmampuan saya untuk membayar setahun sebelumnya waktu saya belum mendapatkan pekerjaan. Jadi mereka sudah sangat bersabar dengan saya. Hanya saja kemampuan saya untuk membayar masih sangat lemah. Innalillahi wa innailaihi raaji'un.

Jadi teman2, sebisa mungkin... Kalau bisa, mungkin lebih baik mati kelaparan daripada harus berhutang. Entahlah. Saya hanya kasian sama mama saya. Kalau saya sendiri yang kelaparan mungkin tidak apa2 kali ya, walaupun sangat sakit di perut kalau kelaparan itu. Saya pernah merasakan sakitnya menahan lapar. Tapi melihat orang tua sendiri, terlebih mama saya kelaparan rasanya ga tega lah. Saya sudah dibesarkan dari kecil ga pernah kekurangan makan, masa ketika sudah besar saya tidak sanggup memberi mama saya makan. Jadi apapun saya lakukan bahkan hingga mengambil pinjaman.

Tapi yang lebih kejam adalah pinjaman online. Saya belum pernah meminjam dari bank, karena saya tidak pernah berhasil membuat kartu kredit. Alhamdulillah. Tapi saya pernah meminjam dari aplikasi karena sangat mudahnya prosedurnya. Tapi jangan ditanya ketika sudah jatuh tempo, ditagihnya benar2 tidak ada ampun. Sampai ditelpon2 berkali2. Dan ada denda dan bunganya. Jadi jangan pernah ambil pinjaman online dan pinjaman dari bank. Karena itu riba. Saya kalau ga karena terpaksa tidak akan mengambil pinjaman online.

Saya merasa tingkat kesulitan hidup saya makin meningkat semenjak saya berhutang. It feels like a huge burden on my shoulder and my back. It kills me slowly. If only my dad were still here... He wouldn't let me live painfully like this. If only... I know I shouldn't wondering like this. But I couldn't think any other person than my dad in my difficult times. I think of Allah of course, I asked for Allah's help many times. It's just that I really hope my life could be better than this. At least as better as when my dad was still around. I'm just tired....

Anyway thank you for reading. Semoga bisa diambil hikmahnya ya, untuk tidak berhutang kalau ga parah2 banget keadaannya. Dan banyak2 bersyukur kalau sudah memiliki rumah dan tidak punya hutang. Itu sudah sangat baik keadaannya menurut saya. Meski ga punya banyak harta benda, tapi hidup tanpa hutang itu jauh lebih baik.

Sekian dulu ya guys, please pray for me.... So I could live in ease insyaa Allah.

See you..... (agak sendu nuansanya, hahaa.. pardon me, lg banyak utang).
Posted by Mariana at 6:28 AM 0 comments

21 February 2021

1000 Followers

Sesuai dgn judulnya, jadi followers saya di instagram sudah mencapai 1000 followers. Bukan maksud jumawa ya, lagian itu juga cuma sedikit. Dibanding para artis atau selebgram yg followersnya mencapai ratusan ribu atau bahkan jutaan kyk Raffi Nagita yg mencapai 50 jutaan followersnya. Gila gak tuh.

Kalau saya yg baru 1000 aja udh berasa berasa beban bgt, kyk takut dosa gt bnyk yg nge-follow. Mana followersnya banyakan cowok2 lg. Ini tuh tiba2 jd banyak yg ngefollow semenjak saya daftar di akun taaruf di IG. Jadi krn niat pengen nyari jodoh, jadi saya daftar deh tuh di akun2 taaruf. Sejak itu tiba2 jadi banyak bgt yg follow IG saya & banyak yg nge-DM (direct message).

Saya cuma takutnya karena di IG saya ada bbrp foto2 saya, jd takut dosa klo ada cowok2 yg ngeliat. Pengen saya delete sih foto2 muka saya itu, tapi sayang rasanya. Huhuu... Pengennya sih akun IG saya tuh saya buat kayak temen2 yg udh hijrah gt, jd semua foto2 mukanya di delete, trus followersnya semuanya cewek. Tp sy masi blm istiqomah nih, hiks, jd masih sayang dgn foto2 itu. Dan masi pengen jualan jd IG nya ga di private, siapa tau ada customer yg mau beli dari IG saya (kalau saya jualan apa gitu).

Yah mohon doanya saja semoga saya bisa seperti teman2 saya yg sudah hijrah yg bisa mendelete foto2nya & memfilter followersnya jd cuma cewek2 aja. Aamiin. Setidaknya sebelum saya meninggal. Biar ga jadi dosa jariyah. Aduh naudzubillah minzalik.

Btw udah bbrp minggu nih saya telat gajian, huhuu.... Katanya mau dirapel gaji bulan Januari sama Februari. Hikss... Nunggu gajiannya itu loh yg rasanya lamaaa banget. Menderita jadinya ga bisa beli apa2, ga bisa bayar utang & tagihan2 juga. Emang klo lg susah gini bawaannya down terus. Jdnya kurang bersyukur. Padahal alhamdulillah masi bisa makan, cuma ga ada duit aja. Hahaa....

Oya yg udah nanya2 kapan nih hari H-nya saya? Hehe... Mohon doanya aja ya. Pengennya sih secepatnya dlm 1-2 bulan ini, tapi semua tergantung Allah. Apakah dilancarkan atau ditunda dulu sampai entah kapan. Masalahnya cuma 1, kalau dari saya pribadi maunya sederhana aja acaranya, tp kalau dr keluarga terutama orang tua, maunya yg agak besar acaranya. Jadi ujian banget ini di awal2. Saya juga bingung gimana menyelesaikan perbedaan ini. Mesti banyak2 istighfar kalau kata teman saya. Iya juga sih, apapun itu kita hrs bnyk2 istighfar agar dilancarkan semua urusan. Insyaa Allah. Aamiin...

Oke deh teman2 mungkin sekian dulu untuk update di weekend kali ini. Nanti kalau ada cerita2 terkini akan saya update lagi disini yah. See you.....
Posted by Mariana at 4:33 PM 0 comments

02 January 2021

2021

Assalammu'alaikum teman2, alhamdulillah sekarang kita sudah memasuki tahun baru 2021. Di tahun baru ini sebenarnya belum ada kejadian apa-apa sih, tapi saya ada beberapa kabar untuk awal tahun ini. Ada yg bagus, ada yg sedih. Kabar sedihnya dulu ya.

Sebelum tahun baru kemarin saya dikejutkan dengan berita bahwa teman kantor saya dan kebetulan satu team dengan saya memutuskan untuk resign setelah beberapa bulan bekerja. Saya agak kaget sih terus terang, karena teman saya ini termasuk handal dalam pekerjaannya dan juga giat bekerja. But we never know ya deep down inside apa yang terjadi. Dia cerita sih katanya memang akhir-akhir ini pekerjaan terasa berat. Sampai-sampai ia sering menghela nafas panjang di kantor. Dia cerita juga akhirnya oleh suaminya ia diminta untuk berhenti dari pekerjaannya. Sedih juga sih. Yang jadi masalah adalah karena kita satu team, otomatis beban pekerjaannya akan jatuh ke saya. Hahaa.... Saya hanya bisa menghela nafas dan mendoakan yang terbaik untuk teman saya itu.

Sekarang saya cerita kabar baiknya. Di akhir tahun kemarin alhamdulillah saya baru di khitbah / dilamar oleh partner taaruf saya yang pernah saya ceritakan sebelumnya :D Alhamdulillah taarufnya berjalan lancar dan ia memutuskan untuk melanjutkan hubungan hingga ke jenjang pernikahan insyaa Allah. Lamaran kita diadakan di Kafe Diskaz di Panglima Polim karena ga bisa diadakan di rumah. Mengingat situasi pandemi sekarang ditambah rumahnya yang tidak terlalu luas hingga tidak memungkinkan diadakannya acara. Acara lamarannya sendiri hanya dihadiri oleh keluarga dekat saja. Yang datang totalnya hampir 35 orang. Tidak ada acara seserahan, hanya pemakaian cincin saja. Itupun cincinnya saya yang pilih sendiri, hehee.... Saya senang tentu saja. Siapakah tunangan saya itu? Hehee...nanti ya saya ceritakan kalau sudah sah. Yang jelas alhamdulillah ia menjalankan sholat 5 waktu dan bacaan Al-Qur'annya lancar (bagus bacaannya, saya pernah dengar hehee).

Terus apa lagi ya... Sepertinya itu saja dua berita di awal tahun yang bisa saya bagikan. Selanjutnya mari kita berdoa semoga tahun ini kita diberikan banyak kemudahan dan kelimpahan, terutama selalu diberikan keistiqomahan untuk tetap beribadah pada Allah SWT. Aamiin...

Oke teman-teman, sekian dulu tulisan kali ini. Insyaa Allah kalau ada cerita lagi akan saya tuliskan di blog ini. :)
Posted by Mariana at 3:11 PM 0 comments
Newer Posts Older Posts Home
Subscribe to: Posts (Atom)

Blog Design by Gisele Jaquenod - edited by Mariana