Indonesian muslimah, Backpacker, Photography Lover, Dreamer, and Believer to these phrases:
"whoever seeks they will find" & "there's no useless effort" -
So, keep on going!
Sometimes I feel very upset and annoyed so much by married couples. Not because I feel jealous or envy with them who already found the one. But how they treated me that made me somehow very annoyed.
For example when I attended a wedding alone, I noticed that some women tried to shoo me away by looking at me with their sharp stare when they're together with their spouse. Even if it's my own friends. I could feel their fear and anxiety whenever a woman just a meter away from their man. I felt like, hellooo your man is not a Calvin Klein model and I'm not interested anyway with your man even though it's true he's a model. I also have my pride. And I'm not a b**** who likes to seduce man here and there.
To be honest, I feel very insulted with them and it makes me angry. If the case were the man had a crush on me, then it's not my fault right? It's their man's fault why they can like other woman whereas they're already married. And it's not my fault either if I'm pretty, though I never think I'm that pretty anyway. Should I wear a mask then so nobody can look at my face? Huh?? Thanks but I don't want to. It's not my problem, it's your problem having a negative prejudice on others.
Sometimes I noticed as well that if I put a little bit nice profile pictures, the women started to freak out. As if their lover will fall for me right away. Ridiculous isn't it? Well if that's the case, I suggest to all married men not to add or follow any single woman's social media accounts but their wife and their family only.
I feel weird whenever I see this happened. I'm someone who also agree that a married man must not pay attention to other women other than their wife. Nor should look at them. Vice versa with the wife.
I understand why they did that, they merely want to protect their family from any disturbance from outsiders. But should you hurt others for your heaven's sake? Couldn't you be more considerate with other people's feeling? While you're already married and they're single it's already an enough thing to bear alone for them. For me. No need to scrub the pain all over our faces. Otherwise you just want to show off then you'd better go to psychologist to treat that narcissistic cum social personality disorder of yours.
People can be very cruel sometimes when it comes to their happiness. For me who grew up in a broken family, I know very well what pain is. I know how it feels to be hurt by others. I experienced it myself when my family being ruined cruelly. So I feel enough with that suspicious look in people's eyes, I also don't want to be someone who ruin other people's family. Because I know exactly how it feels to be ruined.
It's painful, hurt, suffering, and it lasts for a lifetime. Do you think I'm crazy enough to do such thing? Even if it's a legal polygamy, I will refuse to do it. Do you know what it means when other woman comes in between a married couple? It will be a hell for the first woman.
That's why I prefer to stay away from any taken man, I don't want to have anything to do with them other than professional work only. I also avoided any wedding party nowadays if there's no companion, it's more comfortable that way. Now I know how it feels to be a single woman in their mid life age, hahaa. So this is how it feels.
It's not that I don't want to get married. Who doesn't want to get married? Is there any woman in this world who doesn't want to get married? It's just that I haven't found my significant other. Actually when I was in college, I really wanted to get married as soon as possible. I had a wish to get married after I graduated from college. But unfortunately, nobody proposed me by the time I graduated. Hahahaa....
So here I am, a happy free single lady who can do whatever she wants.
Just wish me luck throughout the year, hopefully I can meet my significant other. I don't want to be forever alone though however. But don't worry I won't screw other people's bond if 'till the end there's no significant sign. Sigh, what a life.
Saya menemukan video yang bagus mengenai dakwah pada anggota keluarga atau orang-orang yang dekat dengan kita. Berikut videonya.
Menyampaikan dakwah atau perihal yang berhubungan dengan ajaran agama pada anggota keluarga sendiri memang bukan hal yang mudah. Terlebih jika posisi kita berada dalam pihak yang kurang memiliki peluang untuk didengar, seperti anak kepada orang tua, adik kepada saudara yang lebih tua, ponakan pada paman atau bibi, dan lain sebagainya. Bahkan orang tua sendiri juga bisa jadi tidak mudah menyampaikan ajaran agama pada anaknya yang tidak dibiasakan dari kecil mengikuti ajaran agama.
Sebenarnya saya agak sungkan untuk menulis ini, karena takutnya jadi ujub / riya' / sombong. Meski niat awalnya tidak seperti itu, tapi namanya manusia memang sudah kodratnya ketika melakukan sesuatu yang baik atau bagus sedikit saja, pasti ada rasa bangga jika disebutkan. Ya doakan saja mudah-mudahan saya dijauhkan dari perasaan tersebut. Aaamiin.
Karena saya pikir ini ada bagusnya juga untuk di-share dibandingkan mudharatnya. Tujuannya tidak lain mudah-mudahan metode dakwah yang saya sampaikan dan sudah saya coba ke anggota keluarga bisa efektif juga metodenya buat yang lain. Insyaa Allah. :)
Awalnya sebenarnya tidak ada niatan untuk benar-benar dakwah pada keluarga. Saya sesekali sekedar mengingatkan ketika melihat ada yang kurang-kurang. Oya seperti sudah saya ceritakan di postingan-postingan sebelumnya, keluarga saya tadinya bukan keluarga yang religius yang mengerti betul tentang agama. Apalagi ayah saya seorang muallaf, beliau belum begitu mengerti agama waktu awal-awal. Jadinya kita agak dibebaskan mengenai agama, meski tidak sebebas itu, maksudnya asal tetap beragama Islam dan tidak memeluk agama yang lain, orang tua saya fine-fine saja. Kita sekeluarga dulunya juga tidak begitu paham kalau harus sholat 5 waktu, memakai hijab, dan lain-lain.
Meskipun serba kekurangan dalam hal agama, tapi alhamdulillah kedua orang tua saya tetap menekankan bahwa yang benar tetap berada dalam koridor Islam. Tidak minum alkohol, tidak makan makanan yang haram, dan hal-hal yang prinsip lainnya tetap diajarkan. Tapi untuk masalah ibadah, kita sekeluarga awalnya tidak terlalu paham jadi dibebaskan tidak ada paksaan harus sholat dan lain-lain.
Untuk pendidikan agama, alhamdulillah orang tua saya menyediakan guru ngaji yang tiap minggu datang ke rumah untuk mengajarkan Al-Qur'an pada anak-anak. Saya pribadi tidak disekolahkan di sekolah Islam, karena orang tua saya termasuk tipe orang tua jaman dulu yang memiliki paham sekolah umum lebih bisa mengajarkan disiplin pada anak-anak, meskipun disana tidak ada pelajaran agama Islam.
Saya sendiri baru benar-benar mengenal agama pas kuliah. Kebetulan lingkungan kampus cukup religius yang saya lihat, alhamdulillah saya berkesempatan belajar agama dari teman-teman dan kegiatan pengajian di kampus. Hingga akhirnya saya bisa paham bahwa menutup aurat itu wajib, karena itu saya memutuskan untuk memakai hijab. Progress saya dan anggota keluarga yang lain agak berbeda, di waktu saya pertama kali memakai hijab dulu ayah saya bahkan bilang bahwa hijab itu tidak wajib, hehe. Ya begitulah, Memang agak susah awalnya menjelaskan pada anggota keluarga sendiri, persis seperti yang disampaikan di video di atas.
Terlebih saya termasuk anggota keluarga nomer dua termuda di rumah, jadi kata-kata saya seringkali tidak didengar dan dianggap angin lalu. :( Sampai sekarang juga masih dianggap seperti anak kecil, pendapat saya bisa dibilang tidak begitu berpengaruh di rumah. Hehee.. Saya sih ga terlalu baper alias bawa perasaan kalau istilah anak jaman sekarang. Hihii, happy go lucky saja biar ga pusing. :D
Awalnya saya tidak pernah punya niatan untuk mengajak keluarga atau dakwah secara khusus ke anggota keluarga. Tapi pas melihat keluarga sendiri agak kurang, misalnya tidak sholat atau belum menutup aurat saya suka risih sendiri, otomatis tiba-tiba jadi bawel ngingetin tiap kali ada kesempatan. Bukan karena merasa lebih baik, tapi saya rasa semua orang seperti itu kodratnya. Kalau melihat ada yang tidak benar atau tidak sesuai menurut standard kita, pasti otomatis langsung berkomentar. Begitu yang terjadi dengan saya di awal-awal. Bawel banget, tiba-tiba jadi cerewet ngeliat ini itu.
Tentunya tidak otomatis langsung pada berubah pas saya ingatkan harus pakai kerudung untuk perempuan, atau harus sholat 5 waktu, sholat Jumat untuk laki-laki, dan lain sebagainya. Tidak jarang juga malah jadi marah, berantem, hanya karena tidak suka diingatkan. Atau cara saya yang kurang halus mengingatkannya. Saya malah jadi suka sedih sendiri kalau keluarga saya tidak melakukan apa yang saya harapkan, meskipun itu pada dasarnya adalah sesuatu yang baik. Atau wajib malah. Tapi saya baru mengerti akhir-akhir ini, kalau waktu itu saya hanya tidak sabaran dan ingin melihat perubahan secara instan. Ya jelas tidak mungkin tentunya.
Akhirnya lama-kelamaan saya menyerah juga, saya biarkan saja keluarga seperti apa adanya. Bukannya tidak peduli lagi, tapi saya pikir mungkin memang mereka belum mendapatkan hidayah dari Allah. Yang namanya hidayah tidak ada yang bisa memaksakan, itu adalah hak prerogatif dari Allah semata. Pada siapa Allah mau membukakan pintu hati untuk menerima ajaran agama adalah kehendak Allah semata. Saya hanya bisa mendoakan jika ada kesempatan semoga Allah memberikan hidayah-Nya juga pada keluarga saya.
Karena progress dalam urusan agama antara saya dan anggota keluarga yang lain tidak sama, saya jadinya lebih fokus untuk belajar agama sendiri dengan teman-teman atau lewat pengajian maupun artikel-artikel.
Entah bagaimana, suatu ketika di rumah waktu itu saya terinspirasi untuk menempelkan kertas cuplikan ayat Al-Qur'an di dinding rumah untuk mengingatkan ayah saya untuk sholat Jumat. Karena waktu itu saya kuliahnya di luar kota, jadi saya pikir saya ingatkan lewat tempelan kertas saja. Siapa tahu dibaca sekali-kali, lalu jadi ingat lama-kelamaan. Eh alhamdulillah, entah bagaimana tiba-tiba sesekali saya lihat ayah saya ikut Sholat Jumat juga. :D Tidak otomatis setelah saya tempel tulisannya terus besoknya langsung sholat, hehe, agak lama juga waktu itu. Saya ingat sampai kertasnya agak dekil di dinding pas pertama kali saya lihat ayah saya ikut Sholat Jumat.
Sebenarnya dulunya sebelum kuliah saya juga tidak mengerti soal kewajiban sholat 5 waktu. Ayah saya yang duluan mengerjakan sholat meski belum 5 waktu juga. Tapi dulu saya sering lihat sebelum mengantarkan anak-anak sekolah, pagi-pagi pasti ayah saya sholat dulu. Saya sampai sering ngomel-ngomel karena sholatnya lama jadi suka telat. Jahat banget sih kalau dipikir-pikir, kenapa dulu saya gitu ya. Hehe.. jadi malu sendiri.
Terus lanjut ke anggota keluarga yang lain. Karena sering melihat saya pakai kerudung dan jadinya terlihat lebih bagus, beberapa waktu kemudian entah bagaimana anggota keluarga saya yang lain satu-satu mulai mengenakan kerudung juga. Mungkin terinspirasi melihat gaya saya yang lumayan stylish jadi bikin yang lain penasaran ingin mencoba. Hehe.. kegeeran banget ya. Yang pasti alhamdulillah karena Allah memberikan hidayah jadi anggota keluarga yang lain sedikit demi sedikit mulai terbuka hatinya untuk menerima ajaran agama.
Nah untuk urusan sholat, itu memang susaaah banget. Apalagi baca Al-Qur'an. Itu paling sulit untuk mengajak orang agar mau ikutan sholat atau mengaji. Jadinya saya bisa dibilang hampir tidak pernah mengingatkan yang lain untuk sholat. Karena sensitif untuk masalah sholat, kalau disinggung dikit bisa jadi berantem. Ujung-ujungnya pasti dibilang merasa lebih baik, lebih sholeh, dan lain sebagainya. Jadi saya cari yang aman saja, biar tidak pada tersinggung juga jadi saya lebih memilih untuk sholat sendiri saja. Cuma pas sekeluarga lagi jalan-jalan bersama dalam satu kendaraan, ketika masuk waktu sholat saya usahakan untuk minta berhenti sebentar di Masjid atau Pom Bensin untuk melaksanakan sholat. Itu saja kadang-kadang suka berantem karena makan waktu dan merepotkan, tapi untuk urusan yang satu ini saya agak keras kepala dan kekeuh untuk minta waktu sebentar mengerjakan sholat. Kalau tidak dikasih, saya kadang-kadang suka bilang ditinggal saja saya tidak jadi ikutan pergi bersama. Saya lebih memilih mengerjakan sholat karena itu kewajiban dibanding pergi bersama keluarga. Akhirnya karena pada capek juga berantem, lama-lama yang lain jadi terbiasa dengan request spesial saya yang satu ini kalau lagi pergi bareng. Mau tidak mau yang lain toleransi untuk menyediakan waktu untuk mengerjakan sholat. Pilihan tempatnya antara Pom Bensin, Masjid, Supermarket, atau Mall.
Entah bagaimana, setelah agak lama waktu berlalu, saya melihat satu demi satu anggota keluarga saya ada yang sholat juga alhamdulillah.... :') Meski belum terlalu sempurna, tapi setidaknya ada keinginan sholat. Hehee... antara senang dan terharu. Karena keluarga saya asalnya bukan keluarga yang religius, kita tidak punya sosok yang benar-benar paham mengenai ajaran agama di dalam keluarga untuk bisa membimbing secara khusus. Jadi semuanya pada belajar masing-masing. Kita juga bukan tipe keluarga yang suka datang ke pengajian, jadi paling kita baca-baca dari buku panduan agama saja atau tanya-tanya ke teman atau saudara.
Satu-satunya harapan supaya bisa mengerti ajaran agama ya hanya hidayah semata dari Allah SWT. Alhamdulillah Allah berbaik hati membukakan pintu-pintu untuk bisa mengenal agama.
Oya baru-baru ini saya agak tertarik mengenai produk-produk halal. Sejak baca-baca dikit mengenai perihal halal dan haram, saya jadi lebih concern ketika mengkonsumsi atau menggunakan suatu produk. Awalnya keluarga saya melihat saya agak ekstrim, karena saya hanya mau makan makanan atau produk yang sudah bersertifikat halal. Saya dibilang berlebihan, terlalu strict, dan lain sebagainya. Tapi saya jelaskan tiap kali ada kesempatan, bahwa produk yang sudah bersertifikat halal itu sudah melalui proses pengecekan dan mungkin juga pengujian di laboratorium oleh para ahli di bidangnya (ahli pangan, ahli kimia, obat-obatan, dll), jadi lebih terjamin kehalalannya. Produk yang sudah bersertifikat halal lebih aman untuk dikonsumsi karena sudah dicek oleh para ahli. Bahkan saya pernah dengar kalau tidak salah, salah seorang ahli di bidang halal dari luar negeri mengatakan bahwa produk yang halal lebih sehat untuk dikonsumsi. Saya coba tekankan pengertian ini tiap kali menjelaskan ke keluarga saya. Awalnya pada risih dan kesal tentunya kenapa sampai makanan, sabun, odol, dll harus ada logo halal MUI-nya. Kalau ga ada logonya, saya lebih memilih tidak makan atau cari makanan yang lain. Tidak sekali dua kali saya dibilang ekstrim gara-gara hal ini, hehehe... Tapi lama kelamaan keluarga saya mulai terbiasa, tiap kali habis belanja dari luar dan membawakan makanan pasti mereka meyakinkan saya biar ikut makan, "itu udah ada logo halal-nya kok." Hehe... :D
Ternyata segala sesuatu kalau dibiasakan bisa terbiasa juga. Bukan karena sulit, tapi karena tidak terbiasa terkadang kita menolak sesuatu yang baru meskipun itu baik dan benar. Karenanya dalam dakwah kita dianjurkan untuk sabar dan menunggu hingga saatnya Allah membukakan pintu hati dan hidayah-Nya untuk orang-orang yang kita kasihi.
Mungkin untuk lebih mudah dipahami dan lebih singkat, saya berikan poin-poin metode penyampaian dakwah pada keluarga kita sendiri yang sepertinya cukup efektif :
Konsisten. Ketika kita mengatakan sholat itu wajib, kita harus bisa menunjukkan konsistensi dalam mengerjakan sholat 5 waktu itu sendiri. Atau ketika kita mengatakan bahwa kita harus makan makanan yang halal, kita sebisa mungkin konsisten untuk makan atau mengkonsumsi produk yang ada logo halalnya saja. Sekali kita tidak konsisten, orang yang melihat akan mengira jika tidak dilakukan tidak apa-apa. Bahkan bisa dikira sunnah / tidak wajib.
Antusias dan bersemangat. Ketika mengerjakan sesuatu, usahakan kita terlihat antusias ketika mengerjakannya. Contoh ketika kita berusaha untuk menyampaikan bahwa hijab yang benar itu yang menutupi dada dan tidak menerawang, sebisa mungkin kita tunjukkan antusiasme kita bahwa hijab yang benar bisa juga terlihat bagus dan stylish. Tidak kuno atau terlihat terlalu ekstrim seperti persepsi yang sudah terbentuk di masyarakat. Ketika kita terlihat bersemangat dalam mengerjakan sesuatu, orang-orang akan penasaran dengan apa yang kita lakukan.
Logis dan ada manfaatnya. Misalnya ketika kita menyampaikan kenapa harus mengkonsumsi yang halal, kita harus bisa menjelaskan karena yang halal lebih sehat untuk badan kita dan sudah dicek oleh para ahli di bidangnya jadi lebih terjamin. Atau kenapa harus memakai hijab, tidak lain karena itu lebih baik bagi perempuan supaya tidak diganggu.
Happy go lucky. Jangan gunakan emosi ketika menyampaikan sesuatu, meskipun yang kita sampaikan adalah kebenaran tapi jika kita menyampaikannya dengan cara yang kurang enak di hati, maka apa yang kita sampaikan tidak akan pernah bisa diterima. Jadi sebisa mungkin gunakan cara yang baik dalam menyampaikan sesuatu, kalau tidak bisa diterima jangan marah. Kita sebisa mungkin tunjukkan sikap nothing to lose, kalau tidak mau ya tidak apa-apa. Secara psikologi, ketika melihat ada orang yang nothing to lose, kita justru akan semakin penasaran.
Iklan. Gunakan media untuk memasarkan dakwah kita. Contoh seperti cerita saya di atas ketika mengingatkan ayah saya untuk Sholat Jumat, saya menggunakan media poster di dinding yang saya buat sendiri dari kertas A4 yang tulisannya saya print pakai printer di rumah. Usahakan tulisannya jangan terkesan mengerikan seperti kalau tidak sholat akan disiksa di akhirat nanti, walaupun memang benar seperti itu kenyataannya tapi kalau saya sendiri melihat ada tulisan yang seperti itu di rumah pasti diam-diam akan saya copot tulisannya. Karena jujur saya sendiri seram baca yang seperti itu. Lebih baik gunakan bahasa yang persuasif / mengajak dan tidak terkesan memaksa. Atau yang netral pakai ayat Al-Qur'an saja, lebih jelas dan terpercaya sumbernya.
Baca Al-Qur'an. Pernah dengar kisah Umar bin Khattab yang tersentuh hatinya ketika mendengar bacaan Al-Qur'an hingga akhirnya memutuskan untuk memeluk agama Islam? Saya sendiri ketika mendengar bacaan Al-Qur'an dilantunkan dari speaker masjid seringkali suka terharu sendiri, begitupula ketika mendengar lantunan dzikir tidak jarang tiba-tiba jadi berkaca-kaca padahal tadinya tidak kenapa-kenapa. Karena bacaan Al-Qur'an adalah kalam Allah, karena itu ia mampu menyentuh kalbu. Rutinkan membaca Al-Qur'an di rumah, mudah-mudahan jika ada yang mendengar akan tersentuh pula hatinya. Insyaa Allah.
Sabar menunggu. Setelah semua usaha kita coba, saatnya kita sabar, menunggu, dan berdoa hingga Allah berikan hidayah-Nya.
Ini hanya sedikit tips-tips yang mungkin bermanfaat dan bisa dicoba ketka menyampaikan dakwah pada keluarga. Mudah-muudahan jika Allah berkehendak, Allah bukakan pintu hati anggota keluarga kita atau orang-orang terdekat kita pada ajaran agama. Insyaa Allah, aamiin.
Alkisah ada satu kucing liar betina yang demen banget tinggal di halaman belakang rumah. Terutama pas dia lagi hamil. -__-" Jadi selama masa kehamilan, si kucing betina ini selalu tinggal di halaman belakang rumah sampai dia melahirkan. Dia udah beberapa kali diam-diam melahirkan anak-anak kucingnya di taman belakang. Luar biasa jg si betina ini loh, sekali melahirkan ga cuma satu yg keluar anaknya. Tapi bisa ada 3 sampai 4 anak sekaligus. Dan ga cuma sekali aja ngelahirin, dia udah beberapa kali melahirkan anak2 hasil hubungan gelapnya dengan kucing2 jantan di luar sana yang pernah saya temui.
Nah masalahnya, abis dia melahirkan si betina ini ga langsung pergi. Tapi dia suka bikin heboh satu rumah. Pernah sewaktu-waktu dia diem2 masuk ke rumah ketika pintu terbuka lebar dan tidak ada yg menyadari, lalu membawa serta anak-anaknya yang baru aja dilahirkan dan diumpetin entah dimana. Alhasil kita kelimpungan nyariin dimana itu anak-anaknya diumpetin, karena tiba2 ada suara meong-meong saling bersahutan di tengah heningnya suasana rumah. Bener-bener deh si betina ini, diam2 menghanyutkan. Mana galak banget lagi, tiap diusir malah pengen nyakar. Galakan dia daripada yang punya rumah. -___-"
Setelah bisa kita temukan dimana anak-anaknya diumpetin, sayang sekali ada satu atau dua yang ga bisa bertahan hidup. Entah karena ketemu tikus besar pas diumpetin atau karena kekurangan gizi. Terus ga lama setelah itu, karena saudara2nya ada yang tewas alhasil anak2nya yang lain jadi sedih dan ga lama kemudian mereka juga ikut tewas. Tragis sekaliii, tapi si betina ini pantang menyerah. Ga lama setelah kehilangan semua anak-anaknya, si betina bunting lagi!!
Kali ini alhamdulillah dari sekian banyak anaknya yang lahir, akhirnya ada jg satu yang bisa bertahan hidup. Sisanya kalah oleh seleksi alam. Si anak kucing ini akhirnya saya kasih nama Jae Hyon, sesuai dengan nama aktor favorit saya yang lagi naik daun waktu itu. Hahahaa..... Si Jae Hyon ini lucu bangeeet, warnanya kuning belang-belang coklat. Satu keluarga saya suka manggil dia Si Kuning. Klo mama saya manggil di Si Kalung, karena dia dikasih kalung sama mama saya buat pemanis. Hahaha....
Jae Hyon sewaktu kecil
Waktu si Jae Hyon masih kecil emang lucunya maksimal, rasanya pengen diajak main terus. Tapi pas agak gedean dikit, si Jae Hyon ini mulai annoying. Selalu nempel kemana-mana kita pergi, terus ngeong-ngeong mulu. Rusuh deh pokoknya. Nah suatu hari, si Jae Hyon ini bener-bener ngeselin karena udah mulai nakal suka masuk-masuk ke dalam rumah. Beberapa kali saya pengen buang si Jae Hyon ini keluar biar dia gabung aja sama kucing-kucing liar lainnya di luar sana, siapa tau klo di luar dia bisa dapet makanan lebih banyak dari tetangga-tetangga sebelah atau dari sisa-sisa makanan di tempat sampah. Tapi sama mama saya ga pernah dibolehin, mama saya suka kasihan karena masih kecil. Nah kebetulan waktu itu mama saya lagi ga ada di rumah, si betina mamanya Jae Hyon juga lagi ga ada di halaman belakang. Kebetulan nih saya pikir, langsung aja si Jae Hyon saya bawa keluar terus saya lepas di depan jalan rumah saya.
Kejam juga sih kalo dipikir-pikir, hehe abis nakal banget sih si Jae Hyon ini. Satu rumah suka kesel karena dia suka nempel-nempel kemana aja kita pergi. Tapi entah kenapa malam harinya saya merasa sangat bersalah. Mama saya juga langsung terlihat sedih seharian pas saya kasi tahu kalo si Jae Hyon udah saya buang keluar. Kata mama saya dia seperti mendengar suara ngeong-ngeong si Jae Hyon dari luar. Mungkin Jae Hyon kedinginan :( Duh saya jadi khawatir semalaman itu, mana si betina mamanya Jae Hyon juga terlihat kelimpungan pas balik ke rumah dan ngeliat anaknya udah ga ada. Hiksss... maafkan daku Jae Hyon...... T___T
Hari itu saya bener-bener merasa bersalah, belum pernah saya merasa semenyesal itu sebelumnya. Lalu keesokan harinya saya bangun tidur seperti biasa. Tapi kala itu ada sedikit rasa hampa di hati, hahaa.... Seperti kehilangan belahan jiwa, wkwkk..... Pas saya ke halaman belakang, tiba-tiba ada yang membuat saya terkejut. Si Jae Hyon ada lagi di situuu, hahahaa..... Ternyata dia balik lagi ke rumah dibawa sama si betina mamanya. Kyknya si betina mendengar suara ngeong-ngeong si Jae Hyon di malam hari, lalu keluar nyariin. Untung ketemu, dan entah kenapa dibawa lagi ke rumah saya. Fiuuuh, saya pura-pura kesal di depan yang lain karena si Jae Hyon dateng lagi. Tapi sebenernya dalam hati saya merasa lega juga akhirnya dia bisa balik ke rumah. Hehehee..... *jadi malu, malu-malu kucing* :"D
Jae Hyon dan si betina mamanya
Sekarang si Jae Hyon udah agak besar, dia udah ngerti setelah diajarin dikit-dikit. Dia udah ga suka nempel-nempel lagi kayak dulu. Dan kalo kita lagi makan, dia udah ga pernah bawel lagi pengen ikutan makan. Dia bakal nunggu dengan manis sampai kita selesai makan, baru kita kasih sisa-sisa makanannya buat dia. Yang paling lucu itu kalau kita abis pergi keluar rumah, si Jae Hyon pasti dengan setia menunggu di depan teras sampai kita balik. Nah pas kita udah sampai depan pager, dia langsung nyamperin seperti menyambut kita datang. Hahaa, ngegemesin banget.
Jae Hyon sudah agak besar
Belum lama belakangan ini, si betina mamanya Jae Hyon bunting lagi dan melahirkan anak-anaknya seperti biasa. Anak-anaknya yang baru warnanya abu-abu belang-belang putih. Mirip sama si betina mamanya Jae Hyon. Anaknya ada dua yang bertahan hidup, tapi ga lama akhirnya yang satu mati entah kenapa. Jadi sekarang cuma ada satu yang hidup nemenin si Jae Hyon. Mereka suka main bareng dan akur banget ga pernah berantem.
Sebenernya satu keluarga ga pernah ada rencana buat melihara si anak-anak kucing yang dibawa si betina ke rumah. Tapi karena kasihan dan udah nyaman juga anak-anaknya di halaman belakang, akhirnya sama mama saya dipelihara juga. Pernah sewaktu-waktu ada kucing jantan warna kuning, bulunya tebel banget keren seperti kucing Garfield, tiba-tiba dateng ke halaman belakang rumah. Kayaknya si Garfield ini bapak dari anak-anaknya si betina, karena pas dia dateng dia elus-elus si Jae Hyon dan adiknya. Kita sih seneng-seneng aja klo mereka bisa kumpul bareng sekeluarga di halaman belakang, hahaa, tapi alhamdulillah si betina dan si jantan sadar diri ga mau lama-lama tinggal di belakang. Si betina setelah selesai menyusui dan melihat anaknya udah agak gedean dikit, pasti dia pergi keluar entah kemana. Nanti baru balik ke rumah kalau dia bunting lagi. Si jantan juga, dia cuma dateng sesekali aja, ga pernah sampai nginep seharian. Hahaa, paling cuma mampir sejam dua jam buat ngeliat anak-anaknya abis itu pergi lagi. Ada-ada aja ya kelakuan kucing, kocak juga kalo dipikir-pikir.
Happy Kitty Family
(ada si jantan kucing Garfield, diduga bapaknya si anak-anak kucing)
Sebenernya ini bukan pertama kali keluarga saya memelihara binatang. Waktu saya masih kecil dulu, pas saya masi duduk di bangku Taman Kanak-Kanak (TK), kami pernah memelihara anjing. Waktu itu keluarga saya belum begitu ngerti agama, hehee, jadi entah kenapa orang tua saya memutuskan untuk memelihara dua ekor anjing di rumah. Namanya Blackie dan Lessie. Karena saya masih kecil, saya ga begitu ingat kenangan apa saja yang pernah kami miliki dengan dua ekor anjing tersebut. Tapi seingat saya, mereka ga pernah boleh masuk ke dalam rumah. Jadi cuma boleh tinggal di teras luar rumah saja. Dan dulu ada juga Burung Kakak Tua, tapi saya lupa siapa namanya. Burungnya lucu bisa ngomong, hehe, suka kita gangguin kalo lagi iseng.
Lalu ketika saya udah agak besar, sewaktu saya duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) kami pernah memelihara Kelinci dan Iguana. Tapi dua-duanya ga bertahan lama, akhirnya entah bagaimana keduanya tewas ga lama setelah di pelihara di rumah.
Pas saya duduk di bangku SMP, kakak saya memutuskan untuk memelihara Hamster. Tapi ga bertahan lama juga nasibnya.
Lalu pas saya beranjak SMA, binatang peliharaan di rumah semakin variatif layaknya kebun binatang. Hahahaa... Kita sempat punya :
- dua ekor Ayam Kalkun (namanya si Jack & Emma)
- seekor Ayam Betina (namanya Carsini)
- sepasang ayam kampung (namanya Kocar & Kacir)
- dua ekor Bebek (namanya si Kwik & Kwek)
- dua ekor Angsa (lupa siapa namanya)
- dan satu ekor Burung Hantu kecil (namanya Hedwig)
Hahaa, rame banget yaaa. Itu semua dipelihara di halaman belakang rumah. Tiap pagi rame banget suaranya, si ayam pada berkokok sahut-sahutan, si Kalkun juga bunyinya kluk-kluk-kluk-kluk, si bebek & angsa bunyi ngoik-ngoik, dan si burung hantu entah gimana bunyinya ajaib dah pokoknya. Hahahaa, ga ada alarm semerdu mereka kalo lagi sahut-sahutan. Tapi saya paling ga berani megang binatang-binatang itu, yang berani megang cuma mama saya aja. Saya dan yang lainnya sukanya cuma gangguin aja, terutama gangguin si Kalkun. Hehee, kalo udah marah paling lucu soalnya. Janggutnya langsung merah, mukanya jadi biru, dan langsung ngembangin bulu-bulunya kayak ngajak berantem. Hahaa, kocak banget ngeliatnya. Ini dia si kalkun dan si ayam jago yang suka kejar-kejaran.
Si Kalkun & Si Ayam Jago
Si Kwik - Kwek
Sekarang akhirnya dari sekian banyak binatang peliharaan, tinggal dua ekor kucing aja di belakang rumah. Yaitu Jae Hyon dan adiknya yg saya beri nama Lee Sang Yoon. Yah begitulah kisah binatang peliharaan di rumah. Oya sama ada satu lagi, sekarang ada Tokek di plafon rumah yang suka bunyi-bunyi sendiri. Wkwkw...
Oke deh sekian dulu cerita selingan tentang para penghuni kebun belakang yang udah seperti keluarga sendiri. Kapan-kapan cerita lagi kalo ada penghuni kebon yang bertambah. Xixixiii, see yaaa.......
Akhir-akhir ini ngeliat ponakan saya yang tambah lucu dan imut tiap harinya, membuat saya jadi gemeesss tapi sekaligus terharu sendiri. Saya bisa merasakan bagaimana kekhawatiran ibunya, yaitu kakak saya, melihat anaknya tumbuh begitu cepat. Khawatir mengenai bagaimana masa depannya, bagaimana ia tumbuh menghadapi dunia, akan menjadi apa ia nanti, dan kekhawatiran2 lainnya.
Meski saya belum memiliki anak, tapi saya bisa melihat bagaimana beratnya perjuangan kakak saya mengurus ponakan saya tersebut. Seperti tidak ada kata istirahat, karena anaknya masih berumur hampir 2 tahun jadi harus selalu diawasi.
Cukup dengan melihat bagaimana kakak saya mengurus anaknya, saya pun tidak jarang bisa merasakan lelahnya. Sekarang saya sedikit mengerti kenapa kita harus sangat menghormati orang tua, terutama ibu. Jerih payah mereka tidak bisa dibayarkan meski dengan uang sebanyak apapun, dan cara yang terbaik membalas budi orang tua kita yaitu dengan menjadi anak yang berbakti, anak yg bisa membahagiakan orang tuanya, menjadi orang yang berhasil, bermanfaat bagi sesama, dan tidak menyusahkan orang lain.
Saya ingin sekali menuliskan beberapa baris nasehat untuk ponakan saya ini, juga untuk anak saya nanti jika insyaa Allah dianugerahi anak suatu hari nanti. Meski saya tidak tau kapan itu atau entah apakah saya akan memiliki seorang anak atau tidak, karena sepertinya masih panjang perjalanan untuk bisa sampai kesana. Tapi saya ingin sekali menulis beberapa nasehat ini, karena dalam hidup saya banyak sekali hal yang saya pelajari kemudian saya sesali setelah mengerti. Yang seandainya saya mengerti sebelumnya, atau andai saja ada yang menasehati kala itu, mungkin tidak akan saya lakukan. Who knows... :')
Untuk ponakanku dan anak saya kelak jika saya memiliki seorang anak suatu hari nanti....
Ketahuilah nak, tidak ada ibu yang tidak sayang pada anaknya Begitupula ibumu, sudah tentu ibumu sayang padamu
Nak mungkin kau tidak melihat bagaimana ibumu mengurusmu hari ini Bahkan dari sebelum kau bangun tidur ia sudah menyiapkan segala keperluanmu Mungkin ibumu sering marah padamu karena kenakalanmu, tapi jangan kau benci ibumu Pahamilah ibumu sudah begitu lelah mengurusmu, itu membuat ia jadi cepat marah Pahamilah ibumu memiliki banyak keterbatasan, tapi percayalah semua yang ibumu punya ia pakai untuk membesarkanmu Bahkan ia simpan tabungannya sekecil apapun yang ia dapat untukmu besar nanti Tidak jarang ia urungkan niat untuk membeli keperluannya, demi menghemat supaya bisa membeli susu yang kau suka dan pampers untukmu
Nak, ibumu mungkin tidak sempurna, tapi ia bisa membesarkanmu dengan sempurna Kau terlihat sehat dan ceria seperti sekarang berkat perjuangan keras ibumu
Bila ibumu tidak pernah memelukmu, peluklah ia nak dan sering-sering kau cium pipinya ketika kau besar nanti Karena ketika kau kecil dulu, ia setiap hari menggendongmu kemanapun ia pergi
Patuhilah nasehat ibumu, luangkan waktu untuk ngobrol dengannya Jangan pernah sekali-kali kau bentak ibumu jika kau marah, itu akan menyakitkan hatinya Bantu ibumu sesekali mengurus rumah, beri ia hadiah ketika ia ulang tahun Pasti ia akan sangat senang
Nak, ketika kau besar nanti, jika kau perempuan pakailah kerudung dan gamis Itu adalah sebaik-baik pakaian bagi perempuan, agar kau tidak diganggu Dan jangan pernah kau tinggalkan sholat, berpuasalah di bulan ramadhan, bayarlah zakat, sering-sering bersedekah, dan jika kau mampu berkurbanlah dan pergilah ke tanah suci untuk menunaikan haji
Jangan lupa biasakan untuk membaca Al-Qur'an setiap hari, karena itu adalah sebaik-baik petunjuk untuk hidupmu
Jika kau masih bersekolah, belajarlah dengan rajin dan tekun Pastikan kau mengerti apa yang diajarkan guru-guru di sekolah Jika kau tidak mengerti, bertanyalah agar kau mengerti Raihlah nilai yang bagus, ibumu pasti senang dan bangga sekali denganmu
Kenapa kau harus sekolah? Agar kau bisa belajar banyak hal yang tidak kau ketahui Dengan bersekolah, keinginan-keinginanmu bisa tercapai suatu hari nanti Apapun yang kau inginkan insyaa Allah bisa terwujud, asal kau sekolah dengan rajin Bercita-citalah setinggi langit, dan jadilah manusia yang bermanfaat bagi sekitar
Camkan ini nak, Uang memang bukan segala-galanya, tapi kau butuh uang untuk beramal ibadah Karena itu tuntutlah ilmu, ia akan sangat bermanfaat untuk dirimu kelak
Nak, bertemanlah dengan orang yang mengingatkanmu akan Allah SWT Bertemanlah dengan orang yang memiliki hati yang baik Kau bisa melihat ia teman yang baik atau tidak ketika kau sedang susah Namun siapapun temanmu, ingat ini nak Dahulukan orang tuamu sebelum temanmu, siapapun ia Jangan sampai kau sibuk dengan teman sampai lupa pada orang tua
Nak, jika kau perempuan jangan mau dirimu dipegang oleh laki-laki yang bukan muhrim mu Jaga jarak, meski kau suka dengannya jangan mau berpacaran sebaik apapun ia Jangan mau berduaan di tempat sepi, jangan mau diberi harapan atau terbuai dengan keinginannya meminangmu Keinginan hanyalah keinginan nak, ia tidak lebih dari itu Lelaki yang baik akan langsung mendatangi ayah dan ibumu untuk meminta ijin menikahimu
Nak, jika kau laki-laki, jadilah laki-laki yang hebat Laki-laki yang bisa bermanfaat bagi sesama Terutama keluargamu, jadilah sosok yang bisa membantu keluargamu Pria yang hebat adalah pria yang mampu menanggung kebutuhan keluarganya Memuliakan ibunya, istrinya, dan saudara-saudara perempuannya
Jika kau laki-laki, ingatlah nak Lelaki yang baik tidak akan memegang wanita yang bukan muhrimnya Lelaki yang baik juga tidak akan mempermainkan anak gadis orang Dan tidak perlu lah nak kau memberi harapan setinggi langit Jika kau belum mampu menikahi wanita yang kau sukai Sukailah ia dalam diam dan datangi ayahnya ketika kau sudah siap menikahinya
Camkan ini nak, laki-laki yang hebat tidak akan memukul seorang wanita Mana mungkin seorang wanita adalah lawan yang seimbang bagi laki-laki Jika ingin bertarung, ikutlah olahraga bela diri Disana kau bisa berlatih bertarung menjadi lelaki sejati Namun siapapun lawanmu, yang harus kau taklukkan terlebih dahulu adalah dirimu sendiri Kalau kau sudah bisa menaklukkan hawa nafsumu, barulah kau bisa menaklukkan lawanmu
Ingat nak, sehebat apapun kawanmu, jangan mau kau terima rokok darinya Apalagi minuman tidak jelas, ingat semua itu adalah haram Ketika kau berdekatan dengan yang haram, sudah tentu hancurlah hidupmu Dari detik kau pertama kali menggunakannya
Ingat nak, sebesar apapun dosamu, Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang Tidak ada kata terlambat untuk kembali ke jalan yang baik Tapi jangan kau gunakan sifat Maha Pengampun-Nya untuk menunda kebaikan Kau tidak tahu kapan ajalmu datang Jangan kau tunda-tunda untuk bertobat dan kembali ke jalan yang benar
Nak, ketika kau punya anak nanti Sayangi ia seperti kau disayang oleh ayah ibumu Sayangi anak perempuanmu, cukupilah kebutuhannya Jangan kau pukul anakmu, karena itu tidak hanya akan menyakiti fisiknya Tapi juga hatinya, dan ia akan ingat itu selama-lamanya
Nak, apapun masalah yang kau hadapi Selalu ingat Allah dimanapun kau berada Hanya dengan mengingat Allah, niscaya hati menjadi tentram Carilah pertolongan melalui sabar dan sholat
Hidup ini tidak lain adalah ujian, baik susah maupun senang Keduanya adalah ujian, jika kita sabar insyaa Allah bisa dilewati dengan baik Tetaplah kau berada pada jalan yang baik, dan jangan lupakan sholat Doakan selalu ayah dan ibumu setelah sholat Mereka pun tak pernah lupa mendoakanmu tanpa henti di akhir sholatnya
Mudah-mudahan kita termasuk orang-orang yang diridhai oleh Allah SWT Ketika ayah dan ibumu pergi, tetap jaga silaturahmi dengan saudara-saudaramu Berbuat baiklah karena semua perbuatan kita akan kembali pada diri kita sendiri Mudah-mudahan akhir hidupmu baik Nak Dan mudah-mudahan kita bertemu lagi di jannah-Nya
A few days ago, one of my father's relative has passed away. And about three months ago, a family member from my father's side also passed away. One by one my family member have left us behind. I'm not gonna weep here talking about mourn things, it's just that I found something to write about when I read a daily hadith from my mobile phone. Fyi, Hadith is a recorded words of our prophet Muhammad SAW which have been passed from one person to another and it reached some trusted people who have compiled and wrote it in a book.
This is the hadith that I read a moment ago :
On the authority of Abu Hurayrah (may Allah be pleased with him), who said that the Messenger of Allah (peace be upon him) said:
A man sinned greatly against himself, and when death came to him he charged his sons, saying:
When I have died, burn me, then crush me and scatter [my ashes] into the sea, for, by Allah, if my Lord takes possession of me, He will punish me in a manner in which He has punished no one [else]. So they did that to him. Then He said to the earth: Produce what you have taken-and there he was!
And He said to him: What induced you to do what you did? He said: Being afraid of You, O my Lord (or he said: Being frightened of You) and because of that He forgave him.
[Muslim]
The two family members from my father's side have been cremated, just like the hadith above told. They have different religion from me, so it's like a tradition in the family from my father's side when someone passed away the other family member will do the cremation instead of burial. I have attended three times cremation in my family, and two of them I have sent the ashes to the sea together with the family member.
Even though it is different from what my religion taught on how to treat a dead body of a human, but we have learnt that cremation is existed in this world.
Yellow Tulip and Roses for
the deceased family
We have a discussion among our family while waiting for the cremation until the dead body become ashes. We talked about on how we want to be treated once we died one day, since me and my other family member is different so this has became an interesting topic. One of my family said that he wants to be cremated if he died one day, because in his believe said that if our body is cremated then the soul will be free and will not be haunting around. The other way, if we are buried then the soul will not be free and will be haunting around since the dead body is still there.
My father's friend gave his opinion as well, he said that if he has died one day then he wants to be buried since he is a moslem. That's what a moslem taught to do to the dead body. Then my brother gave his opinion as well, he asked my family member who wants to be cremated, "can you see the soul of a dead person in any cemetery that you have ever visited? And have you ever witnessed any soul that has been cremated is free and not haunting around?" Then he answered no. Then my brother said that's why since nobody knows what happened to the soul, so no one can verified which one is the best option.
Then I have another conversation as well with my brother after we visited the mortuary room. Fyi, a mortuary room is place to keep a dead body in a coffin for two to three days so people who have any relation to the person can visit them before the dead body being cremated. Me and my brother talked about on do we have to pray for them since we have a different religion? Is it useful for us to pray for them? I never thought my brother would have a good answer. He said that it's okay for us to pray, there's nothing wrong to pray for others. We cannot judge whether our prayer is useful or useless to them, since we don't know whether Allah SWT will forgive them or not. Then I remembered a story about our prophet Muhammad SAW who prayed for his uncle who has a different religion with him. His uncle loved Muhammad SAW so much and helped him a lot during his life. Then Allah answered his prayer by decreasing the level of punishment for his uncle with the very light punishment.
So that's why during the visit my brother still pray for my other family member who has passed away even though he has a different religion. I never thought my younger brother could be wise sometimes. :D
From here I have learnt something during the cremation and scattering the ashes to the sea. I learnt that no matter how we love our family and friends so much, we have to lose them someday. There's nothing last forever, so we have to be ready to lose them. And I have learnt that no matter who we are right now, we are actually nothing but another dust in the wind. Whatever we have means nothing, so there's no point of being arrogant and proud of what we have, because in fact we own nothing, even our body not ours. We will leave this world one day to another world, so while we're still alive let us do good so Allah SWT may forgive us one day. Aamiin...
Some people say your name represents who you are. Your name is a prayer from your parents when you were born. Since a prayer from parents certainly answered without any barrier, so it becomes a gift to you. I believe it without any doubt.
My parents gave a very nice name to me, alhamdulillah... :) My first name, Mariana, came from my grandmother's nick name when she was a child. She used to be called with this name. Then she got sick from time to time and nobody knows why. Then somebody suggested it might caused by her name. The name might be too heavy for her. So then my great-grandparents add another name to be her new nickname : Sifat. Since then she never sick anymore. My grandmother full name becomes Sifat Mariana Tanjung. She's from West Sumatra, so she has the Minang clan name.
Appearently, might be happened by having this name as well, I got sick or injured more often than my other siblings. I got hospitalized several times, like hitting an aircon when I was a child, got nails stuck in my foot, injured my front head by a classical profile chair when fighting with my brother, got thypus, a few times fainted in school, got food poisoned, having an asthma, and now I've been suffering for tinnitus (a permanent damage occured in my left ear causing a continous soft buzzing sound). I don't know whether the name is giving a burden to me or not, but one thing I know for sure that I still survive until today. Alhamdulillah.. :) Hopefully I don't get any serious illness or injury anymore in the future, aamiin..
Anyway, when I look-up on the internet behind the name Mariana, I found a very interesting fact that there's a deepest part of the world's oceans called Mariana Trench. It is located in the western Pacific Ocean, to the east of the Mariana Islands. The sea depth of Mariana Trench is able to submerge the highest mountain in the world, the Mount Everest in the Himalayas. Wow, feeling excited finding something cool exists in this world called with your name. :D
(click on the image above for a better resolution)
The original languange of Mariana comes from Spanish. Maybe it comes from the history of The Mariana Islands that were claimed by Spain in 1668. Spain established a colony there and gave the islands the official title of Las Marianas in honor of Spanish Queen Mariana of Austria.
The meaning of Mariana itself after discovering from world wide web are :
- a family speaker (maybe sometimes, but usually not)
- a sympathetic (incorrect, often being careless :-/)
- kind (well.. :D)
- always blessed (alhamdulillah..)
- decision maker (yes, correct)
- brave (will do whatever it takes to reach determination)
- stubborn (sometimes it's true :D)
- original, not artificial (prefer to be true expressing what I feel)
- unique (many of my friends told me that I'm weird, a freak, whatever -_-)
- has a leader soul (driven to lead somehow, finding it hard to follow and being dictated)
- a risk taker (might be closely to insane)
My last name is Rahman. It comes from my father's name. My father is a muallaf, he converts to Islam before marrying my mother. When he did the syahadat (a convert ceremonial of saying faithfully that we believe that There is no God but Allah, and Prophet Muhammad is the messenger), his name changed to be Abdulrahman Tanara, means God's Servant. This name was given by Buya Hamka, a national ulama (scholar/pious) who founded Al-Azhar in Indonesia. My father is a Chinese, so he has the Chinese clan name Tan, in Indonesia name becomes Tanara.
The Rahman name itself, comes from one of The 99 Allah's Name (Asmaul Husna) : Ar-Rahman, which means The Most Gracious. This name is one of the main characteristic of Allah that we as a muslim always call it in every single prayer. Bismmillahirrahmanirrahim : In the name of Allah, The Most Gracious, The Most Merciful.
I remember an Islamic proverb says : Man arafa nafsahu, arafa Rabbahu (whoever know themself, know their God). I hope by writing about my name, I will know a little about myself. By knowing about who I am, hopefully there's a chance insyaa Allah of knowing about our God, no other but Allah.
Then the last thing about my name is my nickname. It is taken right from the middle of my first name, maRIAna. Correct, that's my nickname. I used to be called with the nickname : Ria. :D My mother told me that this nickname means cheerful, came from the original Indonesian word Ceria. She hopes that I will always be cheerful just as my name. Aamiin. :)
Okay that's all a short story behind my name. I hope you get to know me a little bit better. See ya! ;D
Yesterday morning I watched a very touching reality show in KBS, Korean TV Station, that's showing about everyday's life of a cancer sufferer. She's a cheerful lady, named Jin Suk, aged about thirty something. When you see her, you won't ever think that she's having a heart and lung cancer, because she loves to smile and looks very energetic. :)
The positive life spirit in her doesn't come just like that. I may say that she's lucky. Aside from her illness, she's having a loving husband who takes a very good care of her. That what keeps her alive I think, amazingly. Everyday her husband cook her some healty food, preparing the medicine, giving massage, having a routine small conversation in the middle of activities, taking her for therapy session, and even more he's doing a construction work with his own hand to build her somewhat like a small pavilion to keep her warm from time to time. And he's doing it all the time by himself wholeheartedly. Oh dear, how envy I am..
And not only that, he even quited from his job beforehand to take care of her. Another thing that makes me amazed as well is that, she looks just like an ordinary woman, even now she lost her hairs due to some therapy I think. But her husband sincerely able to flatter her with words like saying that he's having a beautiful wife, calling her with miss that reminds her of their old times before married, and many others just to cheer his wife up.
I almost shed tears.. :')
It's 360 degrees from what I usually see. My family's not a kind of family that usually show our feelings to each other. We often fight and argue to show our careness, instead of being affectionate. Different family different ways for sure. Well but I prefer those couple's way of showing careness if I may choose, it's more warm and soothing. Isn't it?!? :P
These days when I often think that I better die, I don't wanna live long, I just want to vanish, then suddenly seeing those people wants to live so badly.. I feel a bit guilty. :-/ But hey, they have a reason to live. Well I do as well, of course (sounds like denying, yea right)... it's just that I'm not motivated that well. I'm so sorry dear God.. :'( for still needing small things from this world which could be huge to me.
Anyway, I remember some inspirative words came from them, which might be what they have been learned from their life and keep them positive :
"Be happy today to be happy tomorrow. If you happy today, tomorrow you will be happy. If you sad, tomorrow you will be sad."
"Instead of thinking how many days still left to stay alive, better I think how to enjoy the life as I can."
I just read a proverb of Lao Tzu saying that "Being loved gives you strength, Loving makes you brave", I think it's true. Obviously after watching this TV show. So, keep in love and enjoy the life! ;)
It's really late at night, and I can't even sleep, dad. Tomorrow I have to go work again, but there are a lot of things that keep me awake. Yesterday I dreamt you picked me up from all of this nightmare. I'm afraid. I'm all alone here. Seems like I've got many friends here, but I can't say who's really a friend. I miss you, dad... I miss to go out with you to Pizza Hut. I know you really like Pizza. I really miss eating your home-made delicious porridge. Sometimes when I go home, you'll take me to Ayam Kremes Restaurant because you know exactly I like it. You didn't mind at all when all I wanted was just being quite when I didn't want to tell anything happened to me. Instead you would tell me some stories to make me laugh or giving some advice and good words to make me feel better. You always picked me up anywhere I asked you to with your old rustic car. I don't mind riding on that car at all, because our family had so many memories there. We had it for a long time since we're all still together as a whole family. That green rustic car taught us so many things. You taught me so many things in that car with many stories. You taught me to live modestly, being honest wherever I am, and be grateful of what we have. You didn't fulfill everything that I wanted. But you always tried your very best to give what I really needed. Thank you dad... I always remember how you said no that day to something that I really wanted. And then I went to the bedroom crying. Then after awhile you asked me to dress up to buy that thing together, even though I knew we're in a difficult economic that time.
Two or three months ago before I left, you said that every moment only happened for once in our life. The moment when you used to drove me to the school everyday. The moment you used to wake up every morning to boil us a pan of hot water for me and my younger brother. So we could take a bath without getting cold, while you took the cold water. How worse I was that moment when I got late, I would angry to you because you didn't wake up early. And when you were praying, I knocked from outside telling you to get hurry. But you never mad to me. I am sorry, dad. I blamed you for everything that happened to us. How could I thought that this is all your fault, and you deserved to get all bad deeds from me. I am really sorry, dad.
I am so sorry that I got failed so many times, dad. Even here, I'm too ashamed to say that I can't make it well. I could have been failed again. These days here were very hard. I'm really tired, I'm so tired. Wish you were here to accompany me. Just like what we used to do, just watching movies together and laugh. Or hearing musics from our favorite radio station while sharing some stories.
I would like to send this by postcard with a good stamp that you might collect. But I'm too afraid to do this kind of sentimental thing. Because our family never used to do that. Dad, wherever you are... I always pray the best for you as you always pray the best for me. Thank you for taking care of me all of this time. I love you, daddy.
Ria,sdh seminggu Nadya sakit DB kemarin turun drastis trombositnya smpe 5000 jd dokter sarankan msk ICU krn takut perdarahan yg keluar dr pori2,dia bisa meninggal, krn batas berbahaya dr 19000 kebwh,untungnya dia gak ada perdarahan tp organ2 tubuhnya sdh kemasukan air. Semalam mama lht di ICU dia lg tidur tp trombositnya sdh naik jd 10000 jg tensinya stabil,sblmnya ga stabil krn dia nangis klo bangun lht sndrian di kmr ICU. kita doa kan sj cpt naik jd 50000 jd bs pindah ke kmr rwt inap ga di ICU lg.
Nad, sekarang gw bener-bener kangen sama lo. Cepetan sembuh nad. Ga lucu banget nih lo kenapa-kenapa pas gw lagi ga ada disana. Yang kuat yaa, keluarga Tanjung ga ada yang lemah. Ayoo semangat nad, bangun-banguuun...
Sepupu saya, si Nadya Naia, hari ini masuk ICU karena sakit demam berdarah dan thypus. Mohon doanya ya agar sepupu saya yang pintar masak ini bisa cepat sembuh.
Iya nad, sekarang gw kangen banget dah sama lo. Yang penting lo cepet sembuh. Obatnya diminum, dilawan penyakitnya. Ayoo, lo pasti bisa sembuh! Kan mau nyusul gw ke sini. Ntar lebaran dibawain coklat-coklat pesenan lo yang banyak. Mau Hersheys, Kinder, atau Ritter Sport? Hehee, Cepat sembuh lah nad. Belom nyobain sambel motahnya nih gw.
Spesial saya kasih pink, karena dia suka banget warna pink. Si princess pinky, get well soon!
Sekedar info ga penting, kami ini sama-sama keturunan Padang dengan marga Tanjung. Kami berdua punya kemiripan yang jadi ciri khas keluarga ini, yaitu sama-sama keras kepala dan kalau bicara ceplas-ceplos. To the point ke permasalahan, dan selalu punya pendiriannya masing-masing. Kalau kami dikumpulin jadi satu, langsung deh debat-debat ga jelas bakal terjadi, tapi tetep fun. Kami menikmati adu-adu pendapat ga penting itu, apalagi pas lebaran. Rame banget. Semua punya pemikirannya masing-masing. He he. Anyway, saya suka banget postingan blognya sepupu saya yang satu ini. Nyepet banget. He he. Nice one, sis'.