skip to main | skip to sidebar

About me

My Photo
Mariana
Indonesian muslimah, Backpacker, Photography Lover, Dreamer, and Believer to these phrases: "whoever seeks they will find" & "there's no useless effort" - So, keep on going!
View my complete profile

Archive

  • ► 2008 (13)
    • ► June (1)
    • ► July (3)
    • ► August (2)
    • ► September (2)
    • ► November (2)
    • ► December (3)
  • ► 2009 (13)
    • ► January (2)
    • ► February (1)
    • ► March (2)
    • ► May (1)
    • ► August (1)
    • ► September (3)
    • ► December (3)
  • ► 2010 (20)
    • ► January (3)
    • ► February (3)
    • ► April (1)
    • ► June (1)
    • ► July (1)
    • ► August (9)
    • ► September (1)
    • ► November (1)
  • ► 2011 (10)
    • ► February (2)
    • ► June (3)
    • ► August (4)
    • ► October (1)
  • ► 2012 (5)
    • ► January (1)
    • ► March (1)
    • ► August (1)
    • ► September (1)
    • ► November (1)
  • ► 2013 (16)
    • ► January (1)
    • ► March (1)
    • ► June (6)
    • ► July (1)
    • ► August (4)
    • ► September (2)
    • ► October (1)
  • ► 2014 (13)
    • ► January (1)
    • ► February (1)
    • ► March (2)
    • ► May (2)
    • ► June (1)
    • ► August (1)
    • ► September (1)
    • ► October (1)
    • ► November (3)
  • ► 2015 (15)
    • ► February (1)
    • ► March (1)
    • ► July (1)
    • ► August (3)
    • ► October (4)
    • ► November (1)
    • ► December (4)
  • ► 2016 (6)
    • ► January (2)
    • ► February (2)
    • ► March (2)
  • ► 2017 (3)
    • ► April (1)
    • ► June (1)
    • ► July (1)
  • ► 2020 (5)
    • ► October (2)
    • ► November (3)
  • ▼ 2021 (9)
    • ► January (1)
    • ► February (2)
    • ► April (3)
    • ► July (2)
    • ▼ September (1)
      • Alhamdulillah I'm Pregnant

Labels

  • backpacking
  • blog design
  • capturing moments
  • cerita-cerita
  • cuap-cuap
  • family matters
  • hikmah
  • hot stuff
  • inspirasi
  • kata-kata
  • kerja dan belajar
  • korean drama
  • masak memasak
  • quotes
  • relationship
  • review
  • selingan
  • tausyiah
  • wonderful

What I'm Into

Interior & Architecture

  • Arc Space
  • Arch Daily
  • Archinect
  • Architonic
  • Copy Cat Chic
  • Design Glossary
  • Design Milk
  • Dezeen
  • Enlighter Magazine
  • Famous Architects
  • HGTV
  • Houzz
  • How About Orange
  • IALD
  • IKEA Hackers
  • Interior Design Magazine
  • Karim Rashid
  • Lighting Design Magazine
  • Meade Design Group
  • Mondo Arc
  • Philippe Starck
  • Print and Pattern
  • Samantha Pynn
  • Summer Allen
  • Suzanne Dimma
  • Top 50 Interior Websites

All About Design

  • Eat Drink Chic
  • Goodnight Little Spoon
  • Josh Lafayette
  • Paper Toys
  • Pixel Girl
  • Pugly Pixel
  • Pugly Pixel Blog
  • The Cool Hunter

Let's Go Green

  • groovy green
  • inhabitat
  • sustainablog
  • world changing

Inspiring Blogs

  • Febrianti Almeera
  • Islamic Articles
  • Jamil Azzaini
  • Salim A. Fillah

I Read This

Bidadari Bidadari Surga
Mengarungi 'Arsy Allah
Gadis Pantai
Confessions of a Shopaholic
Rembulan Tenggelam Di Wajahmu
Kupinang Engkau dengan Hamdalah
The Da Vinci Code
A Very Yuppy Wedding
Menyelam ke Samudera Jiwa dan Ruh
Bumi Cinta
Cinta Brontosaurus
The Alchemist - Sang Alkemis
Kambing Jantan: Sebuah Catatan Harian Pelajar Bodoh
Life of Pi
Why Men Don't Listen and Women Can't Read Maps: Mengungkap Perbedaan Pikiran Pria dan Wanita Agar Sukses Membina Hubungan
divortiare
Ketika Cinta Bertasbih
The Right to Lead
How to Win Friends and Influence People
Virus of the Mind: The New Science of the Meme


Mariana's favorite books »

For A Better Life!

Blog Readers

Stats

free counters

simply,

bla bla bla in my mind...

Showing posts with label wonderful. Show all posts
Showing posts with label wonderful. Show all posts

09 March 2016

Gerhana Matahari

Holaaa everyone..... Senang sekali hari ini di negeri tercinta Indonesia ku terjadi satu fenomena alam yang bersejarah di dunia. Saya merasakan euforia suka cita dan antusiasme orang-orang. :D Tepat pada pagi hari ini sekitar jam 6-8 pagi tadi terjadi Gerhana Matahari Total (disingkat GMT) atau disebut juga Solar Eclipse. Momen ini sangat bersejarah sekali karena jarang-jarang bisa terjadi, dan kebetulan sekali fenomena ini hanya bisa dilihat di negara lndonesia saja karena posisi negara kita lagi pas sekali di tengah-tengah garis lurus ketika bulan menutupi matahari.

Saya sendiri sebenarnya tidak ada rencana dari kemarin untuk menyaksikan gerhana, bahkan sebetulnya tidak terlalu 'ngeh' bahwa ini adalah fenomena yang luar biasa yang hanya terjadi sekian puluh tahun sekali. Maklum dari kemarin saya lagi banyak pikiran jadi isi kepala saya penuh dengan berbagai hal. :P Sampai hal besar seperti gerhana matahari bisa ga masuk di kepala. Sedih banget yak, hiiksss... TT___TT

Tapi tidak apa-apa, alhamdulillah peristiwa hari ini bisa bikin saya kembali bersemangat. Pancaran energi positif dari orang-orang yang menyaksikan gerhana membuat saya ikut ter-charge lagi energinya. Hehe kayak batere handphone butuh di charge... :D

Mau tau bagaimana pengalaman saya menyaksikan gerhana? Luar biasa masyaa Allah. Belum pernah saya menyaksikan fenomena yang sedemikian rupa. Saya tidak bisa melihat apa-apa sebenarnya karena ketika awal-awal terjadi gerhana, cahaya mataharinya sangat silau sekali. Benar-benar terang sinarnya sampai rasanya menusuk mata. Awalnya tadi pagi saya hanya ingin buka jendela rumah saja, tapi tidak disangka pas saya buka jendelanya ternyata mataharinya persis berada di depan saya. Aaah.... refleks karena terlalu silau dan panas langsung saya tutup lagi jendelanya. Belum pernah seumur hidup saya melihat matahari sedemikian tajam dan terang intensitas cahayanya.

Lalu karena penasaran saya coba ngintip dari balik jendela, saya pikir mungkin saya hanya kaget tadi karena tiba-tiba silau. Saya beranikan ngintip pelan-pelan, tapi aaah... ternyata benar memang sangat amat silau. Untuk ngintip saja bahkan tidak sanggup. Saya coba lagi menyampingkan badan lalu melihat dari ujung mata... tapi tetap sama saja tidak bisa dilihat, padahal lapisan kaca jendelanya lumayan gelap, benar-benar hebat masyaa Allah. Allahu Akbar...!

Lalu karena takut berbahaya cahaya mataharinya, akhirnya jendelanya saya tutup pakai korden. Itupun masih terang bisa menembus kain gorden yang lumayan tebal. Hebat, luar biasa, masyaa Allah kebesaran Tuhan. Ini hanya sebagian kecil dari tanda-tanda kebesaran-Nya, bagaimana mungkin kita makhluk yang lemah ini bisa meragukan dan sering tidak bersyukur pada Sang Pencipta setelah melihat keagungan-Nya. :(

Fenomena gerhana ini membuat saya jadi teringat ayat Al-Qur'an di Surat An-Nur ayat 35-38 yang menjelaskan tentang cahaya Allah Subhanahu Wa Ta'ala.


35. Allah (pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya-Nya, seperti sebuah lubang yang tidak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam tabung kaca, (dan) tabung kaca itu bagaikan bintang yang berkilauan, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang diberkahi, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di timur dan tidak pula di barat, yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah memberi petunjuk kepada cahaya-Nya bagi orang yang Dia kehendaki, dan Allah membuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.


36. (Cahaya itu) di rumah-rumah yang di sana telah diperintahkan Allah untuk memuliakan dan menyebut nama-Nya, di sana bertasbih (menyucikan) nama-Nya pada waktu pagi dan petang,


37. orang yang tidak dilalaikan oleh perdagangan dan jual beli dari mengingat Allah, melaksanakan salat, dan menunaikan zakat. Mereka takut kepada hari ketika hati dan penglihatan menjadi guncang (hari Kiamat),


38. (mereka melakukan itu) agar Allah memberi balasan kepada mereka dengan yang lebih baik daripada apa yang telah mereka kerjakan, dan agar Dia menambah karunia-Nya kepada mereka. Dan Allah memberi rezeki kepada siapa saja yang Dia kehendaki tanpa batas.



Ketika terjadi gerhana matahari kita disunnahkan untuk mengerjakan shalat 2 rakaat, Ini termasuk salah satu sunnah Muakkad (sunnah yang sangat ditekankan). Tata cara shalatnya sebagai berikut :

1) Berniat dalam hati untuk sholat gerhana karena Allah ta’ala, melafazkannya termasuk bid’ah (mengada-ada dalam agama)

2) Takbiratul ihram.


3) Membaca istiftah, ta’awwudz, dan basmalah secara pelan.


4) Membaca Al-Fatihah dan surat lain secara keras, dan hendaklah memanjangkan bacaan, yaitu memlih surat yang panjang.


5) Bertakbir lalu ruku’ dan memanjangkan ruku’, yaitu membaca bacaan ruku’ dengan mengulang-ngulangnya.


6) Kemudian bangkit dari ruku’ seraya mengucapkan, ”Sami’allahu liman hamidah,” jika badan sudah berdiri tegak membaca, ”Rabbana walakal hamdu.”


7) Setelah itu tidak turun sujud, namun kembali membaca Al-Fatihah dan surat panjang, akan tetapi lebih pendek dari yang pertama.


8) Bertakbir lalu ruku’ dengan ruku’ yang panjang, namun lebih pendek dari ruku’ yang pertama.


9) Kemudian bangkit dari ruku’ seraya mengucapkan, ”Sami’allahu liman hamidah,” jika badan sudah berdiri tegak membaca, ”Rabbana walakal hamdu.” Dan hendaklah memanjangkan berdiri I’tidal ini


10) Bertakbir lalu sujud dengan sujud yang panjang, yaitu dengan mengulang-ngulang bacaan sujud.


11) Kemudian bangkit untuk duduk di antara dua sujud seraya bertakbir, lalu duduk iftirasy dan hendaklah memanjangkan duduknya.


12) Kemudian sujud kembali seraya bertakbir dan hendaklah memanjangkan sujud, namun lebih pendek dari sujud sebelumnya.


13) Bangkit ke raka’at kedua seraya bertakbir, setelah berdiri untuk rakaat kedua maka lakukanlah seperti pada raka’at yang pertama, namun lebih pendek dari raka’at yang pertama


14) Kemudian duduk tasyahhud, membaca shalawat, dan salam ke kanan dan ke kiri.


15) Setelah itu disunnahkan bagi imam berkhutbah kepada manusia untuk mengingatkan mereka bahwa gerhana matahari dan bulan adalah tanda-tanda kebesaran dan keagungan Allah untuk mempertakuti hamba-hamba-Nya dan agar mereka memperbanyak dzikir dan sedekah.


16) Waktu melakukan sholat gerhana adalah selama terjadinya gerhana, apabila gerhana telah selesai sedang sholatnya belum selesai maka hendaklah sholatnya dipendekkan dan tetap disempurnakan, namun tidak lagi dipanjangkan (Lihat Majmu’ Fatawa wa Rosaail Asy-Syaikh Ibnil ‘Utsaimin rahimahullah: 8241).


17) Apabila sholat selesai namun gerhana belum selesai maka tidak disyari’atkan untuk mengulang sholatnya, tapi hendaklah melakukan sholat sunnah yang biasa dikerjakan, atau memperbanyak dzikir dan do’a sampai gerhana selesai (Lihat Majmu’ Fatawa wa Rosaail Asy-Syaikh Ibnil ‘Utsaimin rahimahullah: 9241).


18) Disyari’atkan untuk melakukannya secara berjama’ah di masjid. Dan dibolehkan untuk melakukannya di rumah, namun lebih baik di masjid (Lihat Majmu’ Fatawa wa Rosaail Asy-Syaikh Ibnil ‘Utsaimin rahimahullah: 4041, 5041).


19) Disunnahkan menyeru manusia untuk sholat dengan ucapan, “Ash-Sholaatu Jaami’ah.” Tidak ada adzan dan iqomah untuk sholat gerhana selain seruan tersebut, dan boleh diserukan berulang-ulang (Lihat Majmu’ Fatawa wa Rosaail Asy-Syaikh Ibnil ‘Utsaimin rahimahullah: 2241).


20) Apabila bertemu waktu sholat wajib dan sholat gerhana maka didahulukan sholat wajib (Lihat Majmu’ Fatawa wa Rosaail Asy-Syaikh Ibnil ‘Utsaimin rahimahullah: 9931).


21) Boleh mengerjakan sholat gerhana meski di waktu-waktu terlarang, karena pendapat yang kuat insya Allah, yang terlarang hanyalah sholat-sholat sunnah mutlak, yang tidak memiliki sebab (Lihat Majmu’ Fatawa wa Rosaail Asy-Syaikh Ibnil ‘Utsaimin rahimahullah: 0341, 1341).


22) Apabila makmum tidak mendapatkan ruku’ yang pertama maka ia tidak mendapatkan raka’at tersebut, hendaklah ia menyempurnakannya setelah imam salam dengan raka’at yang sempurna, yaitu tiap raka’at terdiri dari dua ruku’ (Lihat Majmu’ Fatawa wa Rosaail Asy-Syaikh Ibnil ‘Utsaimin rahimahullah: 9141).


وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم


Sumber: http://sofyanruray.info/ringkasan-tata-cara-sholat-gerhana/



Gara-gara saya iseng ngintip tidak pakai kaca mata filter atau kaca mata hitam, mata saya sesaat terasa perih. Karena itu sangat tidak dianjurkan untuk melihat gerhana dengan mata telanjang, karena sangat berbahaya. Bisa dibaca disini artikelnya mengenai bahaya gerhana matahari bagi kesehatan mata : http://perdami.or.id/new/?p=8659

Saya baca di berita ada berbagai cara orang-orang ketika melihat gerhana, dari cara yang sederhana sampai cara yang benar-benar menakjubkan. Hehehe. Yang paling umum rata-rata orang-orang menggunakan kaca mata hitam atau kaca mata filter. Saya sempat nyoba juga pakai kaca mata hitam, tapi tetep tidak sanggup menahan tajamnya intensitas cahaya matahari. Ada juga yang menggunakan cara sederhana yaitu dengan menggunakan kardus atau nama ilmiahnya Proyeksi Lubang Jarum. Hehe, keren banget ya istilahnya. Jadi kardusnya dilubangi lalu kepala kita dimasukkan kedalam kardus, tapi kita menghadap membelakangi matahari, jadi kita hanya melihat proyeksinya atau pantulan sinarnya saja melalui lubang tersebut. Konsepnya seperti menonton film di bioskop, proyektor berada di belakang kursi penonton, jadi penonton menonton film melalui layar di depan proyektor tersebut. Ilmiah sekali ya. :D

Cara lainnya yang paling menarik menyaksikan gerhana ini yaitu lewat kaca jendela mobil yang dilapisi kaca film super black. Cara yang satu ini cukup menarik karena pas saya lihat di televisi orang-orang yang melakukannya terlihat seperti sedang mengintip lewat kaca jendela sambil jongkok memegang pintu mobil. Susah dijelaskan, tapi ketika dilihat di televisi entah kenapa terlihat kocak. :P

Saya sempat mengabadikan beberapa momen ketika awal-awal terjadi gerhana. Saya memotret suasana langitnya saja, karena untuk memotret mataharinya secara langsung tidak memungkinkan. Yang saya ingat langitnya terlihat terang benderang, lalu pantulan sinar matahari yang mengenai pohon, daun, dan benda-benda lainnya terlihat berbeda dari biasanya. Warnanya seperti kuning keemasan, kuningnya terlihat teduh. Cantik sekali pantulannya. Saya coba abadikan dengan kamera hp jadi tidak terlalu terlihat. Kurang lebih seperti ini.

Daun-daun terkena pantulan sinar matahari menjelang gerhana

Pemandangan menjelang gerhana matahari

Kondisi langit di awal-awal gerhana,
bagian yang putih sebelah kanan bagian langit yang dekat dengan matahari


Walaupun di Jakarta tidak dapat menyaksikan gerhana matahari secara total sampai berbentuk cincin, tapi saya merasa bersyukur alhamdulillah setidaknya bisa melihat sedikit bagian dari fenomena kebesaran Tuhan ini. Daerah di Indonesia yang bisa melihat gerhana total yang paling bagus bentuknya yaitu di Palu, daerah lainnya yang juga terlihat bentuk cincinnya yaitu di Ternate dan Belitong. Diperkirakan gerhana matahari selanjutnya di Indonesia dapat disaksikan insyaa Allah sekitar tahun 2023, 2042, dan 2049. (Sumber : http://www.jawapos.com/read/2016/03/09/20406/gerhana-matahari-total-tahun-2023-lebih-dahsyat-ini-sebabnya/1)

Seperti biasa ketika ada peristiwa besar, di social media terutama di Indonesia pasti langsung bermunculan banyolan-banyolan seputar peristiwa tersebut. Tidak terkecuali gerhana matahari. Banyolan-banyolan yang muncul mulai dari foto pemeran film 'Gerhana', wajan ibu-ibu di dapur yang bentuknya seperti gerhana matahari, sampai foto novel 'Eclipse' karangan Stephenie Meyer yang difoto berdampingan dengan tulisan 'Solar' di SPBU menjadi hits. Rakyat Indonesia memang luar biasa tidak pernah kehilangan rasa humor dalam segala situasi. Like always... :D

Oke deh sekian dulu reportase aktual dari peristiwa hari ini. Mudah-mudahan kita semua masih diberikan umur hingga gerhana matahari selanjutnya, yang tidak kalah penting semoga kita masih diberikan kesempatan untuk bertaubat sebelum matahari terbit dari sebelah barat. Aamiin....

Sampai jumpa!


Posted by Mariana at 11:35 PM 0 comments
Labels: capturing moments, hikmah, wonderful

23 December 2015

Speaker & Masjid

Di dekat rumah saya ada sebuah masjid kecil yang selalu mengumandangkan adzan. Tiap menjelang adzan Maghrib, masjid ini selalu melantunkan dzikir atau sholawat. Terkadang saya suka tersentuh dengan alunan dzikir dan sholawatnya, bahkan saking indahnya bisa membuat saya terharu hingga mata berkaca-kaca. Saya sempat merekam alunannya untuk saya putar lagi sewaktu-waktu.

Berikut alunan dzikir yang sempat saya rekam.

Dzikir Subhanallah Walhamdulillah
Dzikir Allahumma Sholli 'Ala Muhammad

Namun entah kenapa akhir-akhir ini orang yang biasa melantukan dzikir dengan suara yang bagus tidak terdengar lagi. Pelantunnya digantikan oleh anak-anak kecil.

Seperti yang kita tahu, anak-anak memiliki suara yang nyaring dan seringkali cempreng. Suara yang masih belum sempurna seperti ini, entah kenapa diberikan kepercayaan untuk melantunkan dzikir & sholawat yang sifatnya sakral. Bahkan seringkali anak-anak tersebut sambil bercanda dengan teman-temannya dan tertawa-tawa ketika melantunkan dzikir yang seharusnya terdengar indah. Suara mereka yang melengking dan sangat cempreng itu terdengar kemana-mana selama setengah jam hingga empat puluh lima menit sebelum adzan Maghrib.

Bukannya saya tidak suka anak-anak, tapi semestinya para pengurus masjid lebih bijak ketika menentukan siapa yang akan melantunkan dzikir. Apalagi ini bukan sekedar membaca dzikir seperti di majelis pengajian, tapi ini lantunannya menggunakan speaker (pengeras suara) yang nyaring terdengar keseluruh kompleks perumahan dan jalanan. Membiasakan anak-anak untuk berdzikir itu hal yang bagus, tapi memberikan mereka microphone dengan speaker di usia mereka yang belum mengerti bagaimana seharusnya bersikap itu bukanlah hal tepat. Apalagi terkadang mereka juga mengumandangkan adzan.

Sedih bercampur kesal rasanya mendengar suara anak-anak tersebut, karena dengan suara anak-anak yang seperti ini yang terdengar bermain-main, membuat image agama Islam semakin minus dimata masyarakat. Kita hanya memperdengarkan kegaduhan bukan lantunan yang semestinya bisa menyentuh hati tiap orang yang mendengar.

Dulu di jaman Rasulullah Saw., orang yang diberi kepercayaan untuk mengumandangkan adzan hanyalah orang-orang terpilih saja yang memang pantas melantunkan adzan. Yaitu orang-orang yang bisa membaca, mengerti, dan hafal Al-Qur'an, Bukan sembarang orang bisa berada di mimbar adzan dengan pengeras suara.

Mungkin ini salah satu sebab mengapa sempat ada wacana untuk melarang adzan dengan pengeras suara, walaupun memang ini bukan sebab utamanya. Tapi ini bisa dijadikan alasan untuk melarang di kemudian hari. Jangan sampai kita seperti negara sekuler yang sama sekali tidak boleh melantunkan adzan dengan pengeras suara, adzan hanya boleh di dalam masjid saja. Alhamdulillah kita masih diberikan kebebasan beragama dan beribadah.

Mungkin saran saya, jika tidak ada orang yang bisa melantunkan dzikir atau adzan, sebaiknya gunakan rekaman saja. Itu lebih baik dan lebih enak didengar daripada suara anak-anak yang melengking. Ini hanya pendapat saya saja, bisa benar bisa salah. Yang paling benar bisa ditanyakan pada ulama.

Saya jadi teringat dulu sewaktu saya masih kuliah, saya suka sekali menghabiskan waktu di area Masjid Salman. Selain dekat dengan kampus, masjid ini memiliki atmosfer yang tenang. Saya merasakan pancaran energi positif tiap kali berada disana, rasanya hati lebih nyaman dan tenang. Bila mendengar adzan dari Masjid Salman, entah kenapa hati ini rasanya jadi ingin ikut sholat berjamaah. Adzan yang dilantunkan terdengar indah, nyaman dan adem rasanya di hati ini.

Yang saya lihat sangat menarik dari masjid ini, selain fungsi utamanya digunakan untuk ibadah sholat, Masjid Salman juga digunakan untuk mengaji, menuntut ilmu, berkolaborasi, berkreasi, bahkan juga untuk berdagang dan bekerja. Disana lengkap semua kegiatan ada. Benar-benar seperti gambaran masjid di jaman Rasulullah Saw., yaitu masjid sebagai pusat peradaban.

Karena saking sukanya dengan masjid ini, saya sampai punya cita-cita suatu hari saya ingin sekali tinggal di sekitar area yang dekat dengan Masjid Salman. Saya ingin menghabiskan waktu saya disini, saya ingin mendaftar untuk belajar Al-Qur'an, baik tahsin maupun tahfidz. Seminggu bisa dua sampai tiga kali pertemuan. Lalu saya ingin mentoring / mengaji lagi dengan para murobbi yang berwawasan luas tapi tetap rendah hati. Kemudian di akhir pekan saya mau ikut kegiatan ekstrakurikuler yang dimiliki masjid ini, dulu yang saya ingat sempat ada ekskul pencak silat, klub baca, dan lain-lain saya lupa apa saja. Lalu mungkin jika saya masih belum menikah juga, hehe, saya ingin mendaftarkan diri untuk ta'aruf. :")

Tiap beberapa bulan sekali, disana juga suka ada pameran. Seperti pameran buku islami, bazaar, dan lain-lain. Mungkin jika saya masih menggeluti usaha hijab, saya ingin buka stand kecil-kecilan menjual hijab dan perlengkapan muslimah lainnya. Dan satu hal lainnya yang saya suka sekali dengan Masjid Salman, yaitu makanan yang dijual di sekitar masjid maupun di kantinnya enak-enaakkk. Luar biasa, subhanallah banyak sekali berkahnya baik di dalam maupun di luar Masjid ini.

Yah mudah-mudahan, insyaa Allah jika ada umur, rejeki, dan kesempatan, cita-cita saya ini mudah-mudahan bisa terkabul. Aamiin yaa Rabbal 'Alamiin.....


Posted by Mariana at 2:09 AM 0 comments
Labels: cerita-cerita, wonderful

17 December 2015

Favorite Authors

Recently my friend just tagged me in facebook to write 15 authors of my favorite. It's quite fun because these days people in this generation started to forget to read books. So I think it's pretty smart to ask people to write in their status whose their favorite authors are to remind us again there are many authors have written so many good books to read out there. Books are the window to open our mind to see the world.

So here's the list of mine......

My favourite authors :
1. Dan Brown (suka bgt Inferno sama Da Vinci Code-nya)
2. Habiburrahman El Shirazi (bisa bgt ngegabungin novel roman, sejarah, & fikih)
3. Hanum Salsabila Rais (abis baca bukunya lgsg pengen jalan2)
4. Ika Natassa (cerita2nya cosmopolitan bgt, fresh)
5. Erwandi Tarmizi (penulis buku fikih muammalah, jarang yg ahli di bidang ini)
6. Agus Mustofa (bukunya mostly about science and religion)
7. Paulo Coelho (dalem banget tulisannya, alchemist still the best)
8. Sophie Kinsella (novel girly buat yg suka shopping, haha)
9. Pramoedya Ananta Toer (what a legend!)
10. J.K. Rowling (ga pernah baca bukunya, tp suka bgt nonton harry potter)
11. Dewi Lestari (satu2nya yg pernah dibaca baru Madre, tp lgsg suka gaya ceritanya, jd pengen baca semua novelnya dr supernova, petir, rectoverso, dll)
12. Hermawan Kartajaya (Marketing in Venus is my favorite)
13. John C Maxwell (The Right To Lead is a must-read piece)
14. Raditya Dika (buku2nya bs jd teman yg menghibur di saat galau, hahaha)
15. Felix Siauw (bagus bgt buku2 dakwahnya karena disertai grafis2 yg menarik, terutama buku "Yuk Berhijab!" inspiring bgt)

And of course on top of everything, my one and only favorite book all the time, written by The Greatest Author in the entire universe, which I'll keep reading over and over again, insyaa Allah, will always be Al-Qur'an.

:)

So what's yours?
Posted by Mariana at 1:31 AM 0 comments
Labels: inspirasi, kata-kata, review, selingan, wonderful

Hangugo (한국어)

Long long time ago, my English teacher told us in a classroom that if we could talk in English in our dream (while we're sleeping) it means that we already mastered the English language. Then after a couple years since my teacher told us that, finally I got the dream! Hahaha, I was so happy believing that I have mastered my English language.

Of course it's not true, hahaa, I still lack in conversation and sometimes got mixed up in using tenses up to now. Hikss.... But one thing I'm certain of, that dream showed that I already into the language and I got the confidence in using it anytime. (even with lots of mistake) *big grin*

So what's the relation with Hangugo? What is Hangugo? Hangugo (한국어) means Korean Language.

As you know, these days I've been very keen about Hangul (Korean Alphabets). If there's a blank paper, I feel like always want to write Hangul. Maybe due to this new habit, yesterday night I got a very absurd dream. I dreamt speaking in Korean languange. :D I remember I said the words :
- 'saram' (사람) means someone
- 'saramdeuri' (사람들이) means people
- and 'banmal' (반말) means informal speech or casual speech


Yayy, does it mean I have really mastered Korean? Hahaha, hopefully... someday... *cross finger*

Here are a couple of my hangul handwriting, my small notebook is now full of my hangul writings, just like an elementary student's assignment book. Very messy, but I kinda like it. :D

writing quotes in Hangul

괜찮아요 (it's okay) & 화이팅! (fighting)

할말이 없어요 (I don't have anything to say)

봤어요 (I saw it) & 이따봐요 (see you later)

착한

한국 나이로 (Korean Age) & 미국 나이로 (American Age)

Native Korean Numbers & Sino Korean Numbers

너는 아직도 내가 알고있는 같은 사람이야
(you are still the same person that I knew)

사람이 꽃보다 아름다워
(a person is more beautiful than flower)

가족 회원들
(family members)

Posted by Mariana at 12:53 AM 0 comments
Labels: quotes, review, selingan, wonderful

11 November 2015

Just Like A Teenager

Can't help to share this lovely scene from a movie I just watched. So cute :"D




I really like how honest Ji Ahn (the teenage boy) told Song Yi (the teenage girl) that he doesn't have a lot of  money to spend to have a fancy date, but he has some ideas how they can still have fun together even with a little money they have.

In the previous scenes, Song Yi already confessed first that she likes him. Ji Ahn likes her too, but he rejected to date her. He told her he couldn't be more than a friend. But actually it was a lie, he didn't want to go out with her due to his financial state. He didn't want her to suffer dating a guy like him. Moreover Song Yi's economy state is not even better than him. So he thought that it would be better if she meets someone who can take care of her.

Then it took awhile for Ji Ahn to gather his courage, finally, to tell her the reason why. If she's okay to date even it's not a luxurious one, then he would like to go out with her. It's so sweet isn't it, the way Ji Ahn asked her to go out with him. :") Ji Ahn is so cuuutee...... Can't help to adore him, I really like his deep voice. :P Oh no, I feel like a noona fans already. (noona = older sister in Korean)

Actually there's a boy who likes Song Yi too, his name is Yoon Tae Oh. They were friends since a kid. His condition is way better than Ji Ahn. He's rich, handsome, witty, and really care about Song Yi. If she's in trouble, Tae Oh will help her as much as he could. He's always there for her in most of her difficult times. But Song Yi doesn't have any feeling to Tae Oh. So Tae Oh doesn't have any plan as well to date her because he's still want to have fun in his youthful age.

I know dating is not allowed in my religion, unless it's a date after we're married. But I'm sure in our youthful age, we were once ever had a crush on someone, a foolish love, or maybe a first love like in this movie. However, I only want to bring out the good meaning from the scene above. I see this scene somehow tells us the wisdom about happiness. Just like a teenage boy who plainly asks someone he likes to have fun together even only with a little money they have.

By the way, I'm not suggesting teenagers to have a date like this, no no no... Don't get it wrong. :P If you're still a teenager, the best way to have fun is to achieve good grades in school. Don't go out for a date, it's very dangerous. It could ruin your future if you don't have any self-restraint then lose control. It's much better to work hard while you're young, achieve good grades, and get a nice hobby. When you grow up, you can enjoy the result of the hard works you earned while you're still young, then you can have fun as much as you like. ;)

Back to the movie. Actually for a woman, it's better to chose a man like Yoon Tae Oh. Someone who has the ability to take care, and someone who loves her more. That way at least she would not be wasted. If she chose someone like Ji Ahn, she needs to be ready to live a long way of struggling life. There's nothing wrong of living a struggling life, we're all struggling in any way. Many people can still be happy even with the very least of what they have. But if only we're given a choice to choose between the two, choose someone who loves us and has the ability to take care. That's one wisdom I used to heard from married people. Anyway Tae Oh is not bad at all, he's very cute. Hahahaa...

I'm aware as well that love cannot be forced. There are times when we like someone like Ji Ahn in reality. Though he's not perfect, doesn't have much money, still struggling, but out of nowhere we like him. Maybe that's what it called 'chemistry'. It connects people into one big scenario called destiny. It works just like a magnet. But I wouldn't mind if my magnet appears like Ji Ahn. Who would? :D

Anyway, here's the soundtrack from the movie. I keep listening it these days, sounds good. It makes me feel young again. Can you guess which one is Yoon Tae Oh from this video clip?




Posted by Mariana at 11:27 PM 0 comments
Labels: korean drama, relationship, review, selingan, wonderful

31 October 2015

Jae Hyon Si Anak Kucing & Binatang Peliharaan Lainnya

Alkisah ada satu kucing liar betina yang demen banget tinggal di halaman belakang rumah. Terutama pas dia lagi hamil. -__-" Jadi selama masa kehamilan, si kucing betina ini selalu tinggal di halaman belakang rumah sampai dia melahirkan. Dia udah beberapa kali diam-diam melahirkan anak-anak kucingnya di taman belakang. Luar biasa jg si betina ini loh, sekali melahirkan ga cuma satu yg keluar anaknya. Tapi bisa ada 3 sampai 4 anak sekaligus. Dan ga cuma sekali aja ngelahirin, dia udah beberapa kali melahirkan anak2 hasil hubungan gelapnya dengan kucing2 jantan di luar sana yang pernah saya temui.

Nah masalahnya, abis dia melahirkan si betina ini ga langsung pergi. Tapi dia suka bikin heboh satu rumah. Pernah sewaktu-waktu dia diem2 masuk ke rumah ketika pintu terbuka lebar dan tidak ada yg menyadari, lalu membawa serta anak-anaknya yang baru aja dilahirkan dan diumpetin entah dimana. Alhasil kita kelimpungan nyariin dimana itu anak-anaknya diumpetin, karena tiba2 ada suara meong-meong saling bersahutan di tengah heningnya suasana rumah. Bener-bener deh si betina ini, diam2 menghanyutkan. Mana galak banget lagi, tiap diusir malah pengen nyakar. Galakan dia daripada yang punya rumah. -___-"

Setelah bisa kita temukan dimana anak-anaknya diumpetin, sayang sekali ada satu atau dua yang ga bisa bertahan hidup. Entah karena ketemu tikus besar pas diumpetin atau karena kekurangan gizi. Terus ga lama setelah itu, karena saudara2nya ada yang tewas alhasil anak2nya yang lain jadi sedih dan ga lama kemudian mereka juga ikut tewas. Tragis sekaliii, tapi si betina ini pantang menyerah. Ga lama setelah kehilangan semua anak-anaknya, si betina bunting lagi!!

Kali ini alhamdulillah dari sekian banyak anaknya yang lahir, akhirnya ada jg satu yang bisa bertahan hidup. Sisanya kalah oleh seleksi alam. Si anak kucing ini akhirnya saya kasih nama Jae Hyon, sesuai dengan nama aktor favorit saya yang lagi naik daun waktu itu. Hahahaa..... Si Jae Hyon ini lucu bangeeet, warnanya kuning belang-belang coklat. Satu keluarga saya suka manggil dia Si Kuning. Klo mama saya manggil di Si Kalung, karena dia dikasih kalung sama mama saya buat pemanis. Hahaha....

Jae Hyon sewaktu kecil

Waktu si Jae Hyon masih kecil emang lucunya maksimal, rasanya pengen diajak main terus. Tapi pas agak gedean dikit, si Jae Hyon ini mulai annoying. Selalu nempel kemana-mana kita pergi, terus ngeong-ngeong mulu. Rusuh deh pokoknya. Nah suatu hari, si Jae Hyon ini bener-bener ngeselin karena udah mulai nakal suka masuk-masuk ke dalam rumah. Beberapa kali saya pengen buang si Jae Hyon ini keluar biar dia gabung aja sama kucing-kucing liar lainnya di luar sana, siapa tau klo di luar dia bisa dapet makanan lebih banyak dari tetangga-tetangga sebelah atau dari sisa-sisa makanan di tempat sampah. Tapi sama mama saya ga pernah dibolehin, mama saya suka kasihan karena masih kecil. Nah kebetulan waktu itu mama saya lagi ga ada di rumah, si betina mamanya Jae Hyon juga lagi ga ada di halaman belakang. Kebetulan nih saya pikir, langsung aja si Jae Hyon saya bawa keluar terus saya lepas di depan jalan rumah saya.

Kejam juga sih kalo dipikir-pikir, hehe abis nakal banget sih si Jae Hyon ini. Satu rumah suka kesel karena dia suka nempel-nempel kemana aja kita pergi. Tapi entah kenapa malam harinya saya merasa sangat bersalah. Mama saya juga langsung terlihat sedih seharian pas saya kasi tahu kalo si Jae Hyon udah saya buang keluar. Kata mama saya dia seperti mendengar suara ngeong-ngeong si Jae Hyon dari luar. Mungkin Jae Hyon kedinginan :( Duh saya jadi khawatir semalaman itu, mana si betina mamanya Jae Hyon juga terlihat kelimpungan pas balik ke rumah dan ngeliat anaknya udah ga ada. Hiksss... maafkan daku Jae Hyon...... T___T

Hari itu saya bener-bener merasa bersalah, belum pernah saya merasa semenyesal itu sebelumnya. Lalu keesokan harinya saya bangun tidur seperti biasa. Tapi kala itu ada sedikit rasa hampa di hati, hahaa.... Seperti kehilangan belahan jiwa, wkwkk..... Pas saya ke halaman belakang, tiba-tiba ada yang membuat saya terkejut. Si Jae Hyon ada lagi di situuu, hahahaa..... Ternyata dia balik lagi ke rumah dibawa sama si betina mamanya. Kyknya si betina mendengar suara ngeong-ngeong si Jae Hyon di malam hari, lalu keluar nyariin. Untung ketemu, dan entah kenapa dibawa lagi ke rumah saya. Fiuuuh, saya pura-pura kesal di depan yang lain karena si Jae Hyon dateng lagi. Tapi sebenernya dalam hati saya merasa lega juga akhirnya dia bisa balik ke rumah. Hehehee..... *jadi malu, malu-malu kucing* :"D


Jae Hyon dan si betina mamanya

Sekarang si Jae Hyon udah agak besar, dia udah ngerti setelah diajarin dikit-dikit. Dia udah ga suka nempel-nempel lagi kayak dulu. Dan kalo kita lagi makan, dia udah ga pernah bawel lagi pengen ikutan makan. Dia bakal nunggu dengan manis sampai kita selesai makan, baru kita kasih sisa-sisa makanannya buat dia. Yang paling lucu itu kalau kita abis pergi keluar rumah, si Jae Hyon pasti dengan setia menunggu di depan teras sampai kita balik. Nah pas kita udah sampai depan pager, dia langsung nyamperin seperti menyambut kita datang. Hahaa, ngegemesin banget.

Jae Hyon sudah agak besar

Belum lama belakangan ini, si betina mamanya Jae Hyon bunting lagi dan melahirkan anak-anaknya seperti biasa. Anak-anaknya yang baru warnanya abu-abu belang-belang putih. Mirip sama si betina mamanya Jae Hyon. Anaknya ada dua yang bertahan hidup, tapi ga lama akhirnya yang satu mati entah kenapa. Jadi sekarang cuma ada satu yang hidup nemenin si Jae Hyon. Mereka suka main bareng dan akur banget ga pernah berantem.

Sebenernya satu keluarga ga pernah ada rencana buat melihara si anak-anak kucing yang dibawa si betina ke rumah. Tapi karena kasihan dan udah nyaman juga anak-anaknya di halaman belakang, akhirnya sama mama saya dipelihara juga. Pernah sewaktu-waktu ada kucing jantan warna kuning, bulunya tebel banget keren seperti kucing Garfield, tiba-tiba dateng ke halaman belakang rumah. Kayaknya si Garfield ini bapak dari anak-anaknya si betina, karena pas dia dateng dia elus-elus si Jae Hyon dan adiknya. Kita sih seneng-seneng aja klo mereka bisa kumpul bareng sekeluarga di halaman belakang, hahaa, tapi alhamdulillah si betina dan si jantan sadar diri ga mau lama-lama tinggal di belakang. Si betina setelah selesai menyusui dan melihat anaknya udah agak gedean dikit, pasti dia pergi keluar entah kemana. Nanti baru balik ke rumah kalau dia bunting lagi. Si jantan juga, dia cuma dateng sesekali aja, ga pernah sampai nginep seharian. Hahaa, paling cuma mampir sejam dua jam buat ngeliat anak-anaknya abis itu pergi lagi. Ada-ada aja ya kelakuan kucing, kocak juga kalo dipikir-pikir.

Happy Kitty Family
(ada si jantan kucing Garfield, diduga bapaknya si anak-anak kucing)

Sebenernya ini bukan pertama kali keluarga saya memelihara binatang. Waktu saya masih kecil dulu, pas saya masi duduk di bangku Taman Kanak-Kanak (TK), kami pernah memelihara anjing. Waktu itu keluarga saya belum begitu ngerti agama, hehee, jadi entah kenapa orang tua saya memutuskan untuk memelihara dua ekor anjing di rumah. Namanya Blackie dan Lessie. Karena saya masih kecil, saya ga begitu ingat kenangan apa saja yang pernah kami miliki dengan dua ekor anjing tersebut. Tapi seingat saya, mereka ga pernah boleh masuk ke dalam rumah. Jadi cuma boleh tinggal di teras luar rumah saja. Dan dulu ada juga Burung Kakak Tua, tapi saya lupa siapa namanya. Burungnya lucu bisa ngomong, hehe, suka kita gangguin kalo lagi iseng.

Lalu ketika saya udah agak besar, sewaktu saya duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) kami pernah memelihara Kelinci dan Iguana. Tapi dua-duanya ga bertahan lama, akhirnya entah bagaimana keduanya tewas ga lama setelah di pelihara di rumah.

Pas saya duduk di bangku SMP, kakak saya memutuskan untuk memelihara Hamster. Tapi ga bertahan lama juga nasibnya.

Lalu pas saya beranjak SMA, binatang peliharaan di rumah semakin variatif layaknya kebun binatang. Hahahaa... Kita sempat punya :
- dua ekor Ayam Kalkun (namanya si Jack & Emma)
- seekor Ayam Betina (namanya Carsini)
- sepasang ayam kampung (namanya Kocar & Kacir)
- dua ekor Bebek (namanya si Kwik & Kwek)
- dua ekor Angsa (lupa siapa namanya)
- dan satu ekor Burung Hantu kecil (namanya Hedwig)

Hahaa, rame banget yaaa. Itu semua dipelihara di halaman belakang rumah. Tiap pagi rame banget suaranya, si ayam pada berkokok sahut-sahutan, si Kalkun juga bunyinya kluk-kluk-kluk-kluk, si bebek & angsa bunyi ngoik-ngoik, dan si burung hantu entah gimana bunyinya ajaib dah pokoknya. Hahahaa, ga ada alarm semerdu mereka kalo lagi sahut-sahutan. Tapi saya paling ga berani megang binatang-binatang itu, yang berani megang cuma mama saya aja. Saya dan yang lainnya sukanya cuma gangguin aja, terutama gangguin si Kalkun. Hehee, kalo udah marah paling lucu soalnya. Janggutnya langsung merah, mukanya jadi biru, dan langsung ngembangin bulu-bulunya kayak ngajak berantem. Hahaa, kocak banget ngeliatnya. Ini dia si kalkun dan si ayam jago yang suka kejar-kejaran.

Si Kalkun & Si Ayam Jago

Si Kwik - Kwek

Sekarang akhirnya dari sekian banyak binatang peliharaan, tinggal dua ekor kucing aja di belakang rumah. Yaitu Jae Hyon dan adiknya yg saya beri nama Lee Sang Yoon. Yah begitulah kisah binatang peliharaan di rumah. Oya sama ada satu lagi, sekarang ada Tokek di plafon rumah yang suka bunyi-bunyi sendiri. Wkwkw...

Oke deh sekian dulu cerita selingan tentang para penghuni kebun belakang yang udah seperti keluarga sendiri. Kapan-kapan cerita lagi kalo ada penghuni kebon yang bertambah. Xixixiii, see yaaa.......


Posted by Mariana at 1:40 AM 0 comments
Labels: capturing moments, cerita-cerita, cuap-cuap, family matters, selingan, wonderful

14 October 2015

Hangul

Recently I'm really fond of Hangul letters. Hangul is Korean alphabet that usually used to write Korean words. I learnt Korean language for the first time when I was in college. And since then I became fond in anything about Korea. :D Yeah as you can see, mostly what I wrote in this blog has something to do with Korean dramas. Hahaha...

I learnt Korean language from a Korean teacher directly. He's a very kind person, he really loves Indonesia so that's why he stayed in Indonesia for a couple of years with his family. Then during his busyness, he spared one or two days a week to teach Korean language voluntarily to college students who really keen in learning Korean. So me and my friends every week visited his house to study together. It's very fun, sometimes his wife also helped him to teach us a couple of words. And sometimes their cute little son played with us as we learnt some phrases. :D There was a time also when we had some guests from Korean college students, we played together like kindergarten kids while learning Korean language. We were singing together and playing some games 'till evening.

I never had any language lesson as fun as that time ever in my life. So the good feeling about Korea still lingering in my mind up to now.

Anyway, here are a couple of my Hangul handwriting. I used to practice by writing some music lyrics or some nice quotes. It's quite fun doing it since I really like it. :)


엔젤 아이즈 송
(ost Angel Eyes)

7급 공무원 송
(ost Seventh Grade Civil Servant)







"친절함은 귀머거리라도 들을 수 있고 소경도 볼 수 있는 언어이다."

"Kindness is a language which the deaf can hear and the blind can see."

- Mark Twain


Posted by Mariana at 1:32 AM 0 comments
Labels: quotes, review, selingan, wonderful

06 October 2015

While There Is Life, There Is Hope


If I could live once again in the future, I would want to be a doctor. :)

Since I was a kid, I always like the hospital environment. I always hope I could get hospitalized so I could get all the hospital services that I had dreamed of. But it never got realized since I never got any serious illness or injury at that time that needed to be hospitalized. Though I really like to be in a hospital, but I didn't have enough confidence to be a doctor because my science grade was not so good. I always got low grades for all science subjects, such as Biology, Chemicals, Physics, and even Mathematics. I couldn't believe it as well because my father was an Alchemist and my mother was a Pharmacist. Both of my parents were science people, but I don't inherit any of their brains. =/ Somehow I turned out to be more talented in social, arts, and language.

Though I never got hospitalized when I was a kid, but I do have some memories being treated in a hospital. The worst case I got into a hospital, was when I had a bad injury on my head that I got from fighting with my younger brother. So that time we had a big fight like cats and dogs, me and my brother were pushing a big chair to each other. It was a such a big chair for elementary kids like us to play around, at the top of the chair there was a sharp carving made of wood. So we're pushing the chair to each other because we're both didn't want to lose the fight, but then I lost my grip and my brother pushed it so hard so the chair hit me from in front, the chair fell down onto me and the sharp carving stabbed right into my front head. I didn't cry when it happened, thankfully I was still conscious and the carving didn't get deeper, so right away with my reflex I pulled it out and saw something coming out. Sounds scary isn't it? It's even scarier when I saw the hole on my head in the mirror, that's when I cried out loud. Then my mom brought me to the hospital, and I got stitched painfully since the doctor didn't put me to sleep. I remember there were a few people holding my hands and legs while the doctor was stitching me, because I was struggling a lot and crying out loud. But after that we went back home since I didn't have to stay in hospital.

A few injuries also happened when I grew up as a teenager, but none of it made me even stay a night in a hospital. I've ever fainted twice, one when I was attending a school ceremony and second one when I was having a small meeting in front of the class room. The first one is quite memorable because my face hit the school field's ground, I could hear people talking to save me a few moments after I collapsed and laid on the ground. Then I could feel a few people were carrying me together to the treatment room. I didn't injure that much, I only got some bruises on my face, hands, and legs. The worst part was my lips, it was bleeding a bit and got swollen later on. But I received people's care and attention that made me feel the pain less.

Then in high school, I've ever sicked once when I got too exhausted due to the tight training schedule of my marching band activity as we're about to enter a championship. I got a typhoid illness and made me have to rest for 2 to 3 weeks. But amazingly it didn't make me stay in a hospital as I was expected for so long. My dad treated me at house, he made some soups that could help the healing process and gave me the medicine day and night. My dad was quite good in treating me whenever I was sick. I didn't know where he learnt the theory on how to treat illness, but his treatments work all the time. I really like his homemade porridge, it tasted good I could even finish one full pot. :)

Anyway, lately I've been following one nice serial movies called D-Day. This movie told about a tragedy of earthquake that caused many people injured in a city. This disaster had caused the medical staffs in a hospital to struggle saving all the victims who got injured. Among those medical personnel, there's one doctor who would take any risks to save the victims no matter what it takes. Unlike other doctors who were so cautious to take the responsibility, Lee Hae Sung was there to carry all the load in every critical case in order to save the patient's life.


I got touched by one scene above when the doctor told his colleague why he saved the patient whereas it was clearly shown that the patient only got a very small chance to live because his injury was terrible and the hospital was run out of medical supplies and they couldn't do any blood transfusion since there's no stock of blood. Then the doctor answered that he would do anything even there's only 1% chance of survival because he's a doctor.

This scene reminds me again of one good doctor who treated me when I was in a critical moment when I had food poisoned about 3 years ago. There's a doctor who visited me at night after I got hospitalized. It's my first time staying in a hospital, finally my wish to get hospitalized came true. But I was all alone since I came by myself without any family when I lived abroad, and I was in an emergency situation to tell my friends about me getting sick at that moment. So this kind doctor visited me while I was sleeping, then I got half-awake a bit after hearing the doctor and the nurse were talking. I heard the nurse said something like "this patient was all alone, no family, the condition was critical", and so on explaining the situations to the doctor. While the nurse explaining, I was still shivering in a cold, I could feel my entire body was a bit shaking due to the cold. Then I remember suddenly the doctor held my right hand for a moment to calm me then rubbed it like... you know when someone pity on you or feel bad on you then they show their caring and sympathy by holding your hand. Not just holding but actually giving their sincere care. I didn't see the doctor's face since I was half-conscious, but I felt all of the caring through the warm hand which holding me that night.

I wish the doctor would be someone like in the movie above, then I definitely would be his number one fan. :)

It was Alexandra Hospital the place where I got hospitalized for the first time in my life. The place where I met the doctor who made me feel cared as a human. All the medical personnel who treated me in that hospital were so nice. They're warm and caring just like a family. There was a kind doctor as well who visited me after I got a little bit better, she talked to me nicely and smiled to me while reminding me not to forget to drink a lot since I lost many fluids. I didn't remember there was someone who has spoken as nice as that in the country since I lived there, and also the nurses treated me so well and never even once being harsh like what we've often seen in the movies. I remember there's a nurse who kept helping me going to the bathroom since I have to carry all the fluids and the medical equipment. If I felt hurt whenever I had to go to the bathroom, the nurse would encouraged me patiently,"hey don't cry, it's okay...".

image source : http://brightsparks.com.sg/profile/jhs/alexandraHospital.php

I felt thankful while being treated there, it's the first time I feel being taken care of by many people. My friends also visited me while I was there, they're all very kind sparing their time in their busy work life. There's also a friend who stayed all night for me even though I told her to go home since she has to work. I felt really touched by their caring somehow. If I get a chance I will pay their kindness one day. :)

My mom and my auntie also visited me once, they flew right away after hearing the news that I got sicked. I kinda miss my auntie, she was very nice and kind. But unfortunately she already passed away, just a few months after my father's funeral. I feel deeply saddened by her leaving. When I was a kid, I also have a very kind auntie who taught me some handmade crafts. I learned how to paint a shirt and canvas bag, make a miniature from gypsum, and how to make some crafts from paper. She would like to teach me how to bake a Brownies as well, sometimes she told me some stories about her hometown on how nice it was. I always remember the time when I was about to go to a party with my friends, she was there smiling at me and said "have fun!" But sadly one day she got a terminal cancer, I visited her in a hospital with my dad. She looked so pale and weak. I asked her whether it was hurt, then she smiled weakly and said yes it was hurt but it's okay. I still remember it until now how she smiled at me who was still a teenager, not even an adult, but she answered me nicely even though she was sicked. Unfortunately not long after that, she passed away. We all felt deeply saddened by her leaving. Why some nice and kind people I've known left so fast and leave their memories with us? No matter how hard to let them go, I feel very grateful that I could known some nice and kind people like them in my life.

Anyway about a year ago, my mother just got a surgery. It was the first time in my life waiting for someone in a hospital. It felt very different with the feeling when I got hospitalized. When you were there to look up for someone you know who got treated, it felt very uneasy. I couldn't sleep well while waiting there. Right on the day when the surgery held, we're all felt anxious while waiting in front of the operation room. I felt like, "oh so this is how it feels waiting for someone you know getting a surgery". While we were waiting, there was another family as well who waited for their family member in another operation room. I saw their family member once before he's taken into the operation room. I coincidentally saw him in front of the elevator when I was taking a break. He was laying on a bed with eyes weakly open but the gaze was blank. He's not moving at all, only staring somewhere blankly. He got a priority to board the elevator first, along with the medical personnel who accompanied him.

Then after he went upstairs, I boarded the elevator as well going to the same floor as where he would have the surgery. I didn't know before that he was an emergency patient because it didn't appear like it was critical since his appearance was fine and looked so calm for a patient who would get a surgery. Unlike my mother, even before entering the operation room she was so nervous and couldn't calm at all. I just knew later on then what happened to the patient I met in front of the elevator. A little while after we waited, there's a rushing of people coming in and out from the operation room where the patient was taken. The family member who waited there also looked even more anxious than before. The patient's operation room was located right in front of the waiting room, so we could see slightly the activity inside there. Even without explanation, people could tell that the doctors and nurses were struggling there. This panics situation made us feel uneasy as well, because my mother was still having her surgery. Then suddenly after awhile, someone came and talked to the patient's family member. It was silent for a moment and all we could hear was the voice of that person who talked to the family member, but I didn't hear clearly what he said. Then after he talked, suddenly the family members shouted and cried out loud.

Then later on we just knew that the patient whom I met in front of the elevator couldn't make it, he passed away in the operation room. I had no idea at all that I just saw someone who's dying. I couldn't believe it that someone I just met with eyes clearly open and awake, suddenly died in a few minutes later. If I remember it again, I still can't believe it. That day I just learned, so that's how human's life is. It could gone just in a minute.

My mother's surgery went well alhamdulillah, her surgery finished just a few moment later. She has recovered and getting better up to now. While I was waiting for my mother in a hospital after the surgery, I spent some time to look around the hospital building. It's a nice hospital, I like the staff's cafeteria that located down stair. I used to have breakfast there, I loved to hear the medical staffs talking about medical things while drinking my coffee. The coffee served there was fabulous, they would give one medium size pot so we can refill it by our self. Maybe because the staffs there need to stay awake while doing their job, so they would give not only one cup but one pot of coffee. Hehehe.

Coffee Latte ~ or we call it here as “Kopi Susu”
The table cloth underneath really reminds me of my unforgettable school uniform

I see that some people finding it hard to stay around in a hospital. Some are worry to check up their illness, some others are unwilling to see their loved ones getting through the pain, many others are even having it difficult dealing with the medical bills, and some are having a hard time to see their family's gone. But on the other side no matter how hard it is, I can feel the hopes that people keep holding inside, the expectations, the prayers, the willingness to stay alive. This is why I really like to stay around in a hospital, to see people's hopes and their relentless struggle for a life.

Anyone who has one reason to live, he can endure almost all the things.

― Unknown

"However bad life may seem, there is always something you can do, and succeed at. While there's life, there is hope.” 

― Stephen Hawking


Posted by Mariana at 2:29 PM 0 comments
Labels: quotes, review, wonderful

14 August 2015

Beyond What The Eyes Can See

A week ago I just read a very touching article about a woman who has survived from a fire disaster. Almost 60 percent of her body burned severely, even she had to lose her fingers both right and left hand. But what I found incredible in this incident is that she doesn't give up and drown in misery. She continue her life, keeps on going through the difficult times, though her outer physical will never be the same anymore.

Finding the fact that she was a model, named Turia Pitt, made me adore her fighting spirit even more. But there's something more amazing that I read from the news, that made my heart melt into pieces.

Turia Pitt before the incident

She has someone who stayed beside her even her appearance has changed totally. Before she got into this incident, she has a boyfriend that she dated. From the story that she told in the video below, her boyfriend didn't left her since day 1 after she got burned. He accompanied her going through the difficult times and still stay beside her until now. I'm amazed in the fact that he didn't break up with her after the incident. When a man dated a model, he must be attracted with her outer physical, such as her beauty face, good shape of body, etc. And every single man in this world has a physical desire, which cannot be put aside, in need of a woman who can fulfill his needs. Moreover in the modern lifestyle nowadays, especially in western culture, where free lifestyle is happening, man needs a beautiful and healthy woman to be with him. But amazingly, he didn't leave her behind. Nor scared of seeing her outer appearance after being burned.

Here's the article that I read :

Australian ex-model Turia Pitt suffered burns to 65 percent of her body

The Australian ex-model Turia Pitt suffered burns to 65 percent of her body, lost her fingers and thumb on her right hand and spent five months in hospital after she was trapped by a grassfire in a 100 kilometre ultra-marathon in the Kimberley. Her boyfriend decided to quit his job to care for her recovery. Days ago, in an interview for CNN they asked him:

“Did you at any moment think about leaving her and hiring someone to take care of her and moving on with your life?”

His reply touched the world:

“I married her soul, her character, and she’s the only woman that will continue to fulfill my dreams.”

Source: Daily Mail
Picture: Richard Dobson

Turia Pitt with her boyfriend

Turia Pitt's telling her story at radio station


Turia with her boyfriend, have gone through the difficult times


She told her struggling story here :
http://fridaymagazine.ae/real-life/turia-pitt-i-was-healed-by-love-1.1363235

See as well her full story and documentary video here :
http://www.dailymail.co.uk/news/article-2996539/We-thought-gone-Family-feared-inspirational-burns-survivor-Turia-Pitt-DEAD-stopped-breathing-surgery-new-nose.html#v-3679234238001

News when the incident happened :
http://www.dailymail.co.uk/news/article-2137279/Australian-ultramarathon-runners-scarred-life-2011-bushfire-evidence-race-organisers.html

And follow her facebook here to see her recent activities  :
https://www.facebook.com/turia.pitt


Somehow I rarely find this kind of amazing story in my own country. Beautiful story like this usually comes from overseas. Or maybe it's just me who are outdated from reading domestic news in my country. What I can easily find these days in my hometown are the news of celebrities getting divorced or a pious scholar got polygamy. It's not that I'm expecting that much of a beautiful romance story to hear, nor against polygamy, but I'm just wondering why it's very hard to find a good man like this. :D




How wonderful isn't it looking at their pictures together, despite the religion, good and bad, and other barriers that might be on the way. If I were to asked whether I can look at someone beyond what the eyes can see, big probability I'm not be able to do so like this man does. That's why I think it's very hard to find someone like this nowadays who can see beyond what the eyes can see and going through what the mind can accept.

But somehow I'm sure deep in each and everyone's heart, we want to be loved not because of our physical appearance, our family background, financial state, or our social status. Even myself, I want somewhat to be loved because of my soul, my heart, my personality, and who I really am. Not because of how pretty I am, how religious I become, or how successful my work is. But on the other hand, I'm not confident enough to say that I have a good soul, a good personality, or a good character that worth to be loved. I know how complicated myself is that people may finding it hard to understand.

So in order for people to understand us, somehow we have to be able to show that we are worth of love. And from what I learnt, it can only be obtained if we are able to fulfill people's expectations, for example people like to see someone who is well groomed, has achieved high education, has certain work in promising field or industry, well mannered, friendly, has wider knowledge, a good believer, etc etc. Somewhat we are expected to push our own limits to extent the possibility of being loved sincerely, as a reward of our struggling hardships. When we have finally checked all the criteria based on our standard and preferences, then there where our heart and soul may start to open and accept.

Though the theory said that love can go through any barriers, even time and space, but we cannot disregard the fact that unconditional love between strangers can only happened when the basic requirements has been passed through. Unless the love of a mother to her child, love still required a settled condition to grow well. and love itself could change as the time goes by doesn't it?

Anyway, knowing the story of Turia Pitt made me realize how lack of gratitude I am all this time. I forgot how to be thankful to Allah SWT who blessed me with so many good things more than I deserved... Thank you Yaa Allah, you still let me live until this moment and giving more than I ever asked, thank you for the perfect body You have given me while out there many people are lacked of.

I will do my best to be a better person that I could be.... So I am worth of love and sincerity like this person has showed us.

"Everyone dies, but not everyone lives".  - David Mesnard (master freediver)



Posted by Mariana at 3:33 AM 0 comments
Labels: wonderful

26 July 2015

NDE (bagian 2)

Holaaa dear my lovely blog, udah sekian lama saya ga pernah menulis panjang lebar disini karena kesibukan yang tiada henti. Antara senang dan sedih terhanyut dalam kesibukan, senang karena pertama, saya bisa tenggelam dalam aktivitas baru saya yaitu berjualan online (hohoo... ga elit banget ya, but that's my new life recently, although some people somehow finding it cool & success, ahahaaa.... padahal tagihan udah menumpuk disana-sini) tapi that's okay. Kedua, senang karena dengan sibuknya saya ini saya bisa melupakan kejamnya cobaan hidup yang terus datang silih berganti, salah satunya termasuk status jomblo ting-ting yang masih saya pegang hingga detik ini, hiksss...... rasanya ingin lari saja dari kenyataan hidup, huhuuww..... x'((((( But once again, I found a way to be okay with it.... karena jodoh adalah misteri, hahaaa...... *tertawa miris*

Lalu kenapa saya sedih dengan banyaknya aktivitas ini yang membuat saya sibuk kesana-kemari? Pertama, sedih karena saking sibuknya & banyaknya pesanan (tsaaah...., padahal jumlahnya masi bisa diitung pake jari, hahahaa... tragiss.... x'D) saya jadi kekurangan waktu 'me' time (cieeh 'me' time udh kayak ibu2 aja butuh 'me' time), kekekeke....... Kedua, sedih karena saya hampir tidak ada waktu lagi untuk menulis disini untuk berbagi pengalaman hidup & hikmah yang bisa dipetik dari hasil pengalaman tersebut, atau istilahnya 'words of wisdom'. Hehehee... penting banget ya? Penting dong. gini-gini saya suka berbagi cerita walau ga ada yang baca. xD

Tapi alhamdulillah, alam kita sudah disetting secara otomatis oleh Sang Pencipta, ketika ada sesuatu yang tidak 'balance' atau tidak seimbang, alam akan berusaha menyesuaikan ketidakseimbangan itu dengan cara-cara yang tidak terduga.

Seperti kali ini, ketika saya sudah terlalu letih bekerja & sangat lelah dengan cobaan hidup, xixixiii, entah bagaimana tiba2 saya dipaksa 'berhenti' secara otomatis supaya bisa pulih kembali.

Seperti judul dari postingan saya kali ini yang baru-baru ini saya rasakan, yaitu NDE atau kepanjangan dari istilah (Near Death Experience), membuat saya terpaksa mau tidak mau harus berhenti sejenak dari aktivitas yang overloaded. NDE sebenarnya adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan situasi atau keadaan seseorang yang dianggap sudah mendekati kematian tapi akhirnya ga jadi. Serem yaaa.... Tapi kurang lebih itu yang baru-baru ini saya rasakan. Walau tidak dalam artian sebenarnya seperti orang yang mati suri, koma, atau sejenisnya, tapi perasaan yang saya rasakan ketika itu rasanya seperti mau mati saja.

Jadi baru-baru ini saya entah bagaimana tiba-tiba pinggang saya terasa sakit bukan main, seperti nyeri dan perih tapi tidak tau dari mana sumbernya, Di kulit terasa nyeri, di dalamnya juga terasa sakit. Walau tidak separah kondisi saya sewaktu NDE bagian 1 (tentu ada cerita bagian 1-nya, hahaa.... :D ga mungkin tiba2 langsung bagian 2, xixixiii......). Di bagian 1 juga begitu, setelah terlalu overloaded dan lelah dengan pekerjaan kantor, akhirnya saya collapse hingga harus dirawat di rumah sakit selama 3 minggu lebih (wuuahh, lama banget ya... hahaa.. I considered it like a holiday gift to me actually, hihiii iya lah 3 minggu leyeh-leyeh di kasur aja cuma nonton tivi, makan di anterin, nutrisi dijaga siang dan malam, plus gratis lagi biaya ditanggung asuransi, tentu rasanya seperti liburan dan tinggal di hotel full service xD). Begitulah ketika ada yang tidak seimbang, otomatis alam akan menyesuaikan dengan caranya sendiri, begitu juga kali ini. Sakitnya mirip2 NDE bagian 1, tapi kali ini saya ga keracunan makanan lagi alhamdulillah, saya hanya kurang minum menurut dokter dan mengalami pegal linu di bagian pinggang karena kecapekan mengangkat beban berat (beban hidup terutama, tsaaah....wkwkw). Tadinya saya pikir saya mengalami penyakit yang serius seperti usus buntu, sakit ginjal, dan sejenisnya. Sampai saya berandai-andai harus di operasi saking sakitnya, tapi ternyata tidak alhamdulillah setelah dicek oleh dokter yang baik hati. :) Dokter perempuan tenang saja, hehehe.... Mungkin sugesti juga, setelah dicek oleh dokter yang baik hati tiba-tiba rasa sakitnya mulai hilang sedikit demi sedikit. 

Maybe what we need beside a good medicine, is a good doctor who can make us feel better with their sincere care and smile. :)

Karena sakit ini saya terpaksa harus berhenti bekerja sejenak dan menikmati masa-masa libur lebaran yang masih tersisa bersama keluarga, alhamdulillah. Walaupun masih banyak pe-er yang tersisa dan cobaan hidup yang mesti diselesaikan, tapi rehat sejenak kali ini mudah-mudahan bisa menambah sedikit energi untuk mengatasi itu semua. Aamiiiiiin.............

Oya meski agak terlambat, saya pribadi yang banyak salah, ngeselin, dan suka bikin heboh ini... ingin mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri, 1 Syawal 1436 H. Mohon maaf lahir & batin atas segala khilaf dan kekurangan. Mohon maaf yang sebesar-besarnya dari lubuk hati yang paling dalam, buat siapa saja yang pernah merasa terzhalimi baik sadar maupun tidak. Kalau ada hal-hal yang perlu diselesaikan bisa disampaikan secara personal, kalau ada hutang yang terlupakan bisa diutarakan atau diikhlaskan saja jika ada harta berlebih :p ..... Insyaa Allah yang ada salah sama saya juga sedang saya usahakan untuk diikhlaskan (masih diusahakan loh ya, belum sepenuhnya ikhlas, hahahaa.... kecuali ada yang mau nraktir Bebek Bengil spesial dari Bali atau Bolu Meranti satu truk dari Medan, wkwkwk).

See you again in another posting insyaa Allah.....

Ciaoooo..... Good night.......


Posted by Mariana at 2:16 AM 2 comments
Labels: cerita-cerita, cuap-cuap, hikmah, wonderful
Older Posts Home
Subscribe to: Posts (Atom)

Blog Design by Gisele Jaquenod - edited by Mariana