skip to main | skip to sidebar

About me

My Photo
Mariana
Indonesian muslimah, Backpacker, Photography Lover, Dreamer, and Believer to these phrases: "whoever seeks they will find" & "there's no useless effort" - So, keep on going!
View my complete profile

Archive

  • ▼ 2008 (13)
    • ► June (1)
    • ▼ July (3)
      • Mencoba dan Mencoba
      • Pedagang Asongan di Perjalanan Pulang
      • Forward!
    • ► August (2)
    • ► September (2)
    • ► November (2)
    • ► December (3)
  • ► 2009 (13)
    • ► January (2)
    • ► February (1)
    • ► March (2)
    • ► May (1)
    • ► August (1)
    • ► September (3)
    • ► December (3)
  • ► 2010 (20)
    • ► January (3)
    • ► February (3)
    • ► April (1)
    • ► June (1)
    • ► July (1)
    • ► August (9)
    • ► September (1)
    • ► November (1)
  • ► 2011 (10)
    • ► February (2)
    • ► June (3)
    • ► August (4)
    • ► October (1)
  • ► 2012 (5)
    • ► January (1)
    • ► March (1)
    • ► August (1)
    • ► September (1)
    • ► November (1)
  • ► 2013 (16)
    • ► January (1)
    • ► March (1)
    • ► June (6)
    • ► July (1)
    • ► August (4)
    • ► September (2)
    • ► October (1)
  • ► 2014 (13)
    • ► January (1)
    • ► February (1)
    • ► March (2)
    • ► May (2)
    • ► June (1)
    • ► August (1)
    • ► September (1)
    • ► October (1)
    • ► November (3)
  • ► 2015 (15)
    • ► February (1)
    • ► March (1)
    • ► July (1)
    • ► August (3)
    • ► October (4)
    • ► November (1)
    • ► December (4)
  • ► 2016 (6)
    • ► January (2)
    • ► February (2)
    • ► March (2)
  • ► 2017 (3)
    • ► April (1)
    • ► June (1)
    • ► July (1)
  • ► 2020 (5)
    • ► October (2)
    • ► November (3)
  • ► 2021 (9)
    • ► January (1)
    • ► February (2)
    • ► April (3)
    • ► July (2)
    • ► September (1)

Labels

  • backpacking
  • blog design
  • capturing moments
  • cerita-cerita
  • cuap-cuap
  • family matters
  • hikmah
  • hot stuff
  • inspirasi
  • kata-kata
  • kerja dan belajar
  • korean drama
  • masak memasak
  • quotes
  • relationship
  • review
  • selingan
  • tausyiah
  • wonderful

What I'm Into

Interior & Architecture

  • Arc Space
  • Arch Daily
  • Archinect
  • Architonic
  • Copy Cat Chic
  • Design Glossary
  • Design Milk
  • Dezeen
  • Enlighter Magazine
  • Famous Architects
  • HGTV
  • Houzz
  • How About Orange
  • IALD
  • IKEA Hackers
  • Interior Design Magazine
  • Karim Rashid
  • Lighting Design Magazine
  • Meade Design Group
  • Mondo Arc
  • Philippe Starck
  • Print and Pattern
  • Samantha Pynn
  • Summer Allen
  • Suzanne Dimma
  • Top 50 Interior Websites

All About Design

  • Eat Drink Chic
  • Goodnight Little Spoon
  • Josh Lafayette
  • Paper Toys
  • Pixel Girl
  • Pugly Pixel
  • Pugly Pixel Blog
  • The Cool Hunter

Let's Go Green

  • groovy green
  • inhabitat
  • sustainablog
  • world changing

Inspiring Blogs

  • Febrianti Almeera
  • Islamic Articles
  • Jamil Azzaini
  • Salim A. Fillah

I Read This

Bidadari Bidadari Surga
Mengarungi 'Arsy Allah
Gadis Pantai
Confessions of a Shopaholic
Rembulan Tenggelam Di Wajahmu
Kupinang Engkau dengan Hamdalah
The Da Vinci Code
A Very Yuppy Wedding
Menyelam ke Samudera Jiwa dan Ruh
Bumi Cinta
Cinta Brontosaurus
The Alchemist - Sang Alkemis
Kambing Jantan: Sebuah Catatan Harian Pelajar Bodoh
Life of Pi
Why Men Don't Listen and Women Can't Read Maps: Mengungkap Perbedaan Pikiran Pria dan Wanita Agar Sukses Membina Hubungan
divortiare
Ketika Cinta Bertasbih
The Right to Lead
How to Win Friends and Influence People
Virus of the Mind: The New Science of the Meme


Mariana's favorite books »

For A Better Life!

Blog Readers

Stats

free counters

simply,

bla bla bla in my mind...

24 July 2008

Forward!

Recently I just watched Ratatouille, a Disney movie that already favored to win the best animated feature oscar - to be nominated for best picture, in my free time. And I got sparkled with a simple conversation between Remy the rat and his dad when he suddenly choosed his own path. This is the dialogue that turns me on. Here it goes...




Remy : Dad, are you tryin' to say that our future cannot be more than this?
(Remy and his dad talked in front of the death mice, which had been killed by human)

Dad : Remy, our nature is not to change, but to follow the rules. That's our future.

Remy : Change is Nature, Dad. It happens when we decide.
(Remy moved toward his dad)

Dad : Where you going?

Remy : With luck, forward!




Wish me luck, I'm going forward from now on. ;)
Posted by Mariana at 3:38 PM 0 comments
Labels: inspirasi

17 July 2008

Pedagang Asongan di Perjalanan Pulang

Bertemu dengan orang asing dalam keseharian saya adalah hal yang biasa. Lalu lalang orang-orang ketika berjalan, bertanya arah pada bapak tua yang sedang bersantai di tepian jalan, membeli sesuatu di sebuah toko, sampai membayar makanan pada penjaga kasir membuat saya menemui berbagai macam orang dengan latar dan pekerjaan yang berbeda-beda. Semua pada awalnya adalah seseorang yang asing bagi saya. Tapi diantara keasingan itu, sesekali saya beruntung dapat bersinggungan dengan orang yang mengesankan disaat-saat tertentu. Saya menyebut mereka 'the great anonymous'.

Sore tadi saya berjalan-jalan di Pasar Baru yang berada di Kota Bandung. Cuaca sore itu begitu menyenangkan. Begitu pula suasana hati, karena siangnya saya baru saja menikmati makan siang bersama manusia bumi, seseorang yang sangat mengesankan langit... Tujuan saya ke Pasar Baru tidak lain adalah untuk belanja pernak-pernik untuk wisuda sabtu besok. Ini untuk menghormati dunia fashion dan seni. Saya tidak boleh menimbulkan 'polusi pemandangan' diantara wisudawan yang cantik dan tampan. Hehe, sedikit membela keinginan pribadi untuk tampil menarik.

Setelah daftar belanja terpenuhi satu per satu, saya memutuskan untuk kembali pulang ke kosan terindah saya di daerah Tubagus Ismail. Bicara tentang pulang, sebenarnya dua hari sebelum hari Sabtu ini adalah hari-hari terakhir saya di Bandung. Sebentar lagi saya akan kembali menjajakkan kaki di Jakarta bersama dengan pendatang lainnya, berjuang mencari kehidupan untuk hari esok yang cerah (baca: panas.. panas.. panas.. Jakarta PANAS!!). Jadi detik-detik di tanah parijs van java yang tidak ada paris-parisnya ini harus saya nikmati senikmat-nikmatnya sebelum Sabtu. Seperti makan tiramisu Cizz siang ini, ngemil pisang berbagai rasa di Simpang Dago kemarin malam, mondar mandir kosan-kampus, tampil stylish
segaya mungkin di detik-detik saya, belanja tentunya tidak boleh dilewatkan seperti sore ini - mengingat harga-harga di Bandung lebih bersahabat dibanding Ibukota, dan puncaknya adalah Sabtu - Hari Super Gaya!

Kembali pada perjalanan pulang dari Pasar Baru ke kosan. Saya memutuskan untuk menunggu angkutan umum Bus Damri jurusan Dago - Leuwi Panjang. Sebenarnya ada beberapa angkot yang menuju atau dekat dengan tujuan Dago, daerah sebelah kosan saya, tapi saya memutuskan untuk menunggu Damri, alasannya adalah saya ingin menghemat beberapa rupiah. Ada unsur pelit, sedikit. Penyakit turunan susah untuk disembuhkan. Ini bawaan genetika ras suku tertentu yang menjajah sebagian besar perekonomian di Indonesia. Dalam episode pulang ke kosan ini, saya berjumpa dengan pedagang asongan yang menjual minuman, rokok, permen, dan pernak-pernik andalan lain miliknya. Kami berkenalan secara sengaja. Saya bertanya perihal keberadaan bus Damri ini di sore menjelang malam padanya. Untuk sekedar memastikan. Dan menurutnya bus tersebut masih berkeliaran, namun agak lama munculnya. Niat hati hanya ingin bertanya, tapi disambut dengan obrolan basa-basi yang membuat saya sebenarnya malas untuk menanggapi. Menit demi menit berlalu. Lumayan lama juga saya menunggu. Ditemani oleh pedagang asongan tersebut yang masih ingin berbicara, tepatnya bertanya ini itu.

Lalu sampailah pada percakapan yang memperlihatkan bahwa ia simpati. Pedagang ini diawal-awal pembicaraan sempat menawarkan saya air mineral jajakannya, secara gratis. Saya tak sanggup menerima. Tidak enak hati, dan agak curiga dengan kebaikan cuma-cuma. Ada nasehat yang cukup baik agar kita berjaga-jaga, "Hati-hati menerima kebaikan dari orang yang tidak dikenal". Nasehat ini mendorong saya untuk tidak menerima pemberiannya. Lalu ditengah-tengah pembicaraan, ia mencurigai saya tidak memiliki uang yang cukup untuk naik angkot, karena saya rela menunggu lama. Beginilah saya, lebih baik menunggu lama untuk berhemat beberapa rupiah daripada berhemat berbelanja barang-barang yang seringkali tidak terlalu diperlukan. Penyakit gender. Di akhir-akhir pembicaraan, pedagang asongan yang tidak terlalu muda ini menawarkan saya beberapa rupiah untuk ongkos pulang. Ia terlihat kasihan melihat saya pegal berdiri demi Damri yang tak kunjung muncul. Saya jadi merasa tidak enak. Seandainya ia tahu saya baru saja berbelanja sesuka hati dan makan tiramisu, mungkin ia tidak akan menawarkan rupiah-rupiah itu. Tapi saya dibuatnya terkesan dengan kejadian ini. Ia orang yang tidak saya kenal, bahkan telah menjadi korban buruk sangka saya, ternyata memiliki kebaikan hati yang luar biasa. Ia tidak memakai jas atau baru saja turun dari Jazz, ia menggendong jualannya sepanjang hari di lehernya, ia termasuk orang-orang yang kita anggap 'orang sulit' yang berdiri disamping saya, namun masih mampu menawarkan bantuan untuk meringankan kesulitan. Luar biasa. Ia adalah 'the great anonymous' saya hari ini.
Posted by Mariana at 9:05 PM 0 comments
Labels: cerita-cerita

03 July 2008

Mencoba dan Mencoba

Jika saya menyukai sesuatu, saya akan memiliki rasa penasaran terhadap hal tersebut. Semakin saya mencari tahu, semakin saya menyukainya. Hingga saya benar-benar mengenalnya dan menerima hal tersebut apa adanya.


Hal ini yang baru saja saya alami ketika saya mulai benar-benar berinteraksi dengan V-Ray. Sebuah plug-in rendering untuk software 3D. Sudah lama sebenarnya saya mengetahui keberadaannya, namun saya hanya mengenalnya sebatas 'permukaan'. Beberapa kali bekerjasama dengannya tanpa pengetahuan, hanya mencoba.


Ketika saya dihadapkan pada jadwal mengajar yang mengharuskan saya mengenalkan ia pada murid-murid saya, barulah saya melakukan pendekatan secara perlahan yang membuat saya kagum dan menyukainya begitu saja. Saya belajar untuk menghadapi V-Ray dari sebuah file tutorial berbentuk PDF dengan judul 'V-Ray for Sketch-Up Manual' yang benar-benar dapat membantu saya.


Gambar kursi di atas adalah hasil render yang kedua yang saya lakukan sambil membaca-baca tutorialnya. Tanpa pencahayaan buatan atau hanya bermodalkan GI (Global Illumination) dan aplikasi material dengan refleksi yang sangat standar, jadilah gambar tersebut. Hasil tersebut menggugah rasa penasaran saya untuk mencoba lagi menghasilkan gambar dengan efek yang berbeda. Saya mulai tertarik padanya.


Saya mencoba lagi hingga menghasilkan gambar kelima yang saya render seperti terlihat pada gambar disamping. Kali ini ia memiliki bayangan yang terjadi dari penerapan cahaya buatan V-Ray Rectangular Light. Pada tahapan ini saya diharuskan mempelajari cara menghaluskan bayangan karena ada salah satu murid yang bertanya mengenai hal tersebut. Spontan saya langsung membaca tutorialnya dan menemukan subdivs yang mampu menjawab pertanyaannya. Jika subdivs pada lighting saya perbesar nominalnya, maka ia akan menghasilkan bayangan yang lebih halus. Tapi saya masih penasaran untuk mengetahui cara membuat warna bayangannya tidak begitu pekat dan bagaimana cara untuk menyembunyikan refleksi lampu sehingga tidak terlihat ketika di-render. Pada gambar disamping, lampu terlihat dibagian bawah yang berwarna putih, agak mengganggu penampilan.


Setelah itu, saya mencoba efek transparansi pada benda. Jika pada material standar kita berbicara opacity untuk memberi efek transparan, sedangkan pada material V-Ray kita akan berhadapan dengan refraction. Cukup menyenangkan ketika mencobanya, ada rasa ingin segera melihat hasilnya. Dengan reflection dan refraction, objek disamping terlihat seperti terbuat dari plastik. Hmm..ini seru. Lalu saya tergoda untuk mencoba yang lain.


Kali ini jauh lebih seru. Efek displacement. Saya baru saja menemukannya. Sepertinya saya sangat terlambat baru mengetahui ada displacement di V-Ray. Pengaturan displacement ini dapat membuat efek material bitmap yang timbul dan menonjol seperti relief. COntoh displacement terlihat pada kursi paling kiri yang saya berikan material batu. Kalau berlebihan memasukkan nilai untuk displacement ini, yang ada adalah kita akan mendapatkan hasil material seperti kulit monster. Hiiiii.....


Singkatnya, akhirnya saya mencoba hingga ke efek caustics pada benda yang dapat memantulkan cahaya. Dikombinasikan dengan pengaturan depth of field pada kamera V-Ray yang diatur fokusnya. Sungguh, kali ini saya hanya coba sana coba sini. Tanpa ilmu yang benar, karena di tutorialnya tidak begitu jelas pemaparan tentang bahasan depth of field. Lagipula sebenarnya itu tutorial untuk V-Ray Sketch-Up, sedangkan saya menjajal ini di 3DS Max. Namun inti prinsipnya tetap sama. Cuma tampilan pengaturannya saja yang berbeda. Gambar disamping adalah hasil percobaan ke-29. Hmm... banyak sekali cobaannya ya hanya untuk berdekatan dengan V-Ray. Haha =D

Seperti halnya kehidupan ini, penuh dengan cobaan. Tapi kita harus mencoba dan mencoba terus untuk mendapatkan kursi ternyaman di dunia ini, juga akhirat jangan lupa. Hohoo. See ya.

Posted by Mariana at 5:22 PM 0 comments
Labels: kerja dan belajar
Newer Posts Older Posts Home
Subscribe to: Posts (Atom)

Blog Design by Gisele Jaquenod - edited by Mariana