skip to main | skip to sidebar

About me

My Photo
Mariana
Indonesian muslimah, Backpacker, Photography Lover, Dreamer, and Believer to these phrases: "whoever seeks they will find" & "there's no useless effort" - So, keep on going!
View my complete profile

Archive

  • ► 2008 (13)
    • ► June (1)
    • ► July (3)
    • ► August (2)
    • ► September (2)
    • ► November (2)
    • ► December (3)
  • ► 2009 (13)
    • ► January (2)
    • ► February (1)
    • ► March (2)
    • ► May (1)
    • ► August (1)
    • ► September (3)
    • ► December (3)
  • ► 2010 (20)
    • ► January (3)
    • ► February (3)
    • ► April (1)
    • ► June (1)
    • ► July (1)
    • ► August (9)
    • ► September (1)
    • ► November (1)
  • ► 2011 (10)
    • ► February (2)
    • ► June (3)
    • ► August (4)
    • ► October (1)
  • ► 2012 (5)
    • ► January (1)
    • ► March (1)
    • ► August (1)
    • ► September (1)
    • ► November (1)
  • ► 2013 (16)
    • ► January (1)
    • ► March (1)
    • ► June (6)
    • ► July (1)
    • ► August (4)
    • ► September (2)
    • ► October (1)
  • ► 2014 (13)
    • ► January (1)
    • ► February (1)
    • ► March (2)
    • ► May (2)
    • ► June (1)
    • ► August (1)
    • ► September (1)
    • ► October (1)
    • ► November (3)
  • ► 2015 (15)
    • ► February (1)
    • ► March (1)
    • ► July (1)
    • ► August (3)
    • ► October (4)
    • ► November (1)
    • ► December (4)
  • ► 2016 (6)
    • ► January (2)
    • ► February (2)
    • ► March (2)
  • ► 2017 (3)
    • ► April (1)
    • ► June (1)
    • ► July (1)
  • ► 2020 (5)
    • ► October (2)
    • ► November (3)
  • ▼ 2021 (9)
    • ► January (1)
    • ► February (2)
    • ► April (3)
    • ► July (2)
    • ▼ September (1)
      • Alhamdulillah I'm Pregnant

Labels

  • backpacking
  • blog design
  • capturing moments
  • cerita-cerita
  • cuap-cuap
  • family matters
  • hikmah
  • hot stuff
  • inspirasi
  • kata-kata
  • kerja dan belajar
  • korean drama
  • masak memasak
  • quotes
  • relationship
  • review
  • selingan
  • tausyiah
  • wonderful

What I'm Into

Interior & Architecture

  • Arc Space
  • Arch Daily
  • Archinect
  • Architonic
  • Copy Cat Chic
  • Design Glossary
  • Design Milk
  • Dezeen
  • Enlighter Magazine
  • Famous Architects
  • HGTV
  • Houzz
  • How About Orange
  • IALD
  • IKEA Hackers
  • Interior Design Magazine
  • Karim Rashid
  • Lighting Design Magazine
  • Meade Design Group
  • Mondo Arc
  • Philippe Starck
  • Print and Pattern
  • Samantha Pynn
  • Summer Allen
  • Suzanne Dimma
  • Top 50 Interior Websites

All About Design

  • Eat Drink Chic
  • Goodnight Little Spoon
  • Josh Lafayette
  • Paper Toys
  • Pixel Girl
  • Pugly Pixel
  • Pugly Pixel Blog
  • The Cool Hunter

Let's Go Green

  • groovy green
  • inhabitat
  • sustainablog
  • world changing

Inspiring Blogs

  • Febrianti Almeera
  • Islamic Articles
  • Jamil Azzaini
  • Salim A. Fillah

I Read This

Bidadari Bidadari Surga
Mengarungi 'Arsy Allah
Gadis Pantai
Confessions of a Shopaholic
Rembulan Tenggelam Di Wajahmu
Kupinang Engkau dengan Hamdalah
The Da Vinci Code
A Very Yuppy Wedding
Menyelam ke Samudera Jiwa dan Ruh
Bumi Cinta
Cinta Brontosaurus
The Alchemist - Sang Alkemis
Kambing Jantan: Sebuah Catatan Harian Pelajar Bodoh
Life of Pi
Why Men Don't Listen and Women Can't Read Maps: Mengungkap Perbedaan Pikiran Pria dan Wanita Agar Sukses Membina Hubungan
divortiare
Ketika Cinta Bertasbih
The Right to Lead
How to Win Friends and Influence People
Virus of the Mind: The New Science of the Meme


Mariana's favorite books »

For A Better Life!

Blog Readers

Stats

free counters

simply,

bla bla bla in my mind...

Showing posts with label cuap-cuap. Show all posts
Showing posts with label cuap-cuap. Show all posts

24 April 2017

2017

Holaaa my dear readers,,,,, I'm back again after more than a year since my last post in this blog. Anyone miss me? :D

Anyway I was wondering whether I should write this in English or Bahasa. Maybe campur-campur aja kali ya, hahaa.. Udah setahun ga nulis, berasa banget langsung mandek pas mau nulis lagi. Ada yang pernah ngerasain? Buat saya menulis itu gampang-gampang susah, saya harus mencari waktu dan mood yang pas buat nulis. Sekalinya dapat, semua yang mau ditulis sejak lama bisa mengalir begitu aja. Tapi kalau ga dapet mood-nya, mau sebanyak apa pun ide yang ada di kepala bakalan stuck ga akan bisa dikeluarin. Ujung-ujungnya akhirnya ga jadi nulis deh. :P

Well by the way, sekarang udah tahun 2017. Yayy, ga berasa ya waktu cepat sekali berlalu. Setelah sekian lama saya ga pernah muncul di dunia maya karena berusaha menahan diri dari... yaa you know just read my last post, sometimes I wonder ada ga ya yang kangen dengan dirikuu. Hahaa ga penting ya, tapi well in fact I do really think about it a few times. "Will anyone miss me if I'm gone?" This kind of thought came to mind. And surprisingly, just a few days ago there was someone that really did miss me a lot. Agak ngagetin juga sih, masalahnya I always think that I'm nobody, siapa jg yang bakal inget sama saya. Tapi ternyata ada loh.... >,< *tears* Jadi gini ceritanya, beberapa hari yang lalu saya dateng ke sebuah acara. Nah disitulah saya bertemu dengan salah satu kerabat yang udah sekian tahun ga pernah ketemu. Sekalinya ketemu, suddenly she hugged me then shed tears while saying she missed me a lot. ;') Saya juga kangen banget sama kerabat saya tersebut, alhamdulillah masih bisa bertemu kembali setelah sekian lama.

Bicara soal lama, tahu tidak saya mulai nulis di blog ini udah dari tahun 2008 loh, jadi udah hampir 10 tahun saya menulis. Amazing ya, saya sendiri takjub ternyata hobi nulis saya udah terpupuk sekian lama. Well sebenarnya, awal mula saya suka nulis udah lebih lama lagi dari itu. Dari kecil saya suka banget nulis diary alias buku harian. xD *big grin* Bahkan hobi mengisi diary itu saya lanjutkan hingga ke jenjang kuliah. Lalu hobi itu sedikit demi sedikit mulai terhenti semenjak berkembangnya teknologi smart phone yang menggoda saya dan masyarakat luas pastinya untuk curhat di media sosial. Actually there's nothing wrong about following the latest trend, tapi baru-baru ini saya menyadari ternyata kegiatan curhat di medsos tersebut banyak sekali mudharatnya. Salah satunya adalah terkikisnya kemampuan menulis saya yang udah dipupuk sekian lama. *tears* *banjir air mata* T_T

Saya baru banget sadar dan terbuka mata lebar-lebar pas kemarin ini saya mengikuti sebuah tes menulis. Jadi di tes itu saya diberikan tugas untuk membahas sebuah topik. Topiknya sangat mudah sebenarnya, hanya hal sederhana nan remeh temeh yang terjadi di sekitar kita sehari-hari. Tapi entah kenapa karena udah lama banget saya ga melatih kemampuan menulis saya untuk membahas sesuatu panjang lebar, akhirnya di tes tersebut saya mandek, benar-benar stuck ga bisa mengeluarkan apapun dari kepala saya. Untuk menulis paragraf pembuka saja bahkan butuh sekian puluh menit. Fiuuh... Saya sampai berpikir, kenapa ya saya begini, apa karena saya sudah mulai tua kah. Saya sampai kehilangan kepercayaan diri hanya karena tidak bisa menulis saat itu. Karena itu akhirnya saya memutuskan mulai sekarang saya akan menulis lagi insyaa Allah, jika tidak ada halangan, agar kepercayaan diri saya bangkit kembali. Yayy, merdeka!!

So... nantikan cerita-cerita hangat dari saya selanjutnya di blog tercinta ini. Okaay. See yaa..


"I can shake off everything as I write; my sorrows disappear, my courage is reborn."
- Anne Frank

Posted by Mariana at 1:00 AM 0 comments
Labels: cerita-cerita, cuap-cuap, kata-kata

27 March 2016

Social Media Rules (Part 2)

Setelah mengamati beberapa waktu belakangan, saya lihat sepertinya masih banyak yang bertanya-tanya, kenapa sih ga boleh ini itu di social media? Terus posting apa dong di socmed? Buat apa punya social media tapi ga bisa ngapa-ngapain? Sebenarnya bukan tidak boleh, apa yang mau kita posting atau seperti apa kita mau menggunakan social media yang kita punya itu adalah hak masing-masing. :) Saya jelas tidak punya hak mengatur, saya hanya sekedar menyampaikan apa yang saya baca di artikel-artikel atau tausyiah yang pernah saya dengar. Hanya sekedar mengingatkan, sebagai bentuk amar ma'ruf - nahi mungkar. Mengingatkan pada kebaikan dan mencegah dari perbuatan buruk. Semata-mata demi kebaikan bersama, terutama untuk yang seiman atau satu keyakinan, yaitu sesama muslim. Di luar itu ya kembali pada kepercayaan masing-masing.


يَابُنَيَّ أَقِمِ الصَّلَاةَ وَأْمُرْ بِالْمَعْرُوفِ وَانْهَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَاصْبِرْ عَلَى مَا أَصَابَكَ إِنَّ ذَلِكَ مِنْ عَزْمِ الْأُمُورِ

Wahai anakku! Laksanakanlah shalat dan suruhlah (manusia) berbuat yang makruf dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpamu, sesungguhnya yang demikian itu termasuk perkara yang penting. (QS: Luqman ayat 17)


وَلاَتُصَعِّر خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلاَتَمشِ فِي الأَرضِ مَرَحًا إِنَّ اللهَ لاَيُحِبُّ كُلَّ مُختَالٍ فَخُورٍ

Dan janganlah kamu memalingkan wajah dari manusia (karena sombong) dan janganlah berjalan di bumi dengan angkuh. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan diri. (QS: Luqman ayat 18)


Jujur, saya sendiri juga masih banyak kekurangan ketika menggunakan social media. Karena dulu terbiasa memposting status tanpa pikir panjang, jadi terkadang masih suka kebablasan. Makan makanan yang enak langsung difoto terus diposting, lagi jalan-jalan kemana karena excited langsung pengen update status plus sharing location, dan sebagainya. Seringkali saya sendiri juga suka menjadikan berbagai alasan sebagai excuse alias pembenaran atas apa yang saya lakukan.

"Toh saya bukan ustad, ga apa-apa lah sesekali posting ini itu, toh itu bukan saya yang pertama kali nulis soal nasihat posting di social media, itu kan kata-katanya ustad ini, itu kan nasihatnya si penulis yang itu, yang penting niatnya ketika posting, mau dianggep apa itu bukan urusan saya, ini kan socmed saya terserah saya mau posting apa" dan berbagai alasan lainnya yang saya sendiri masih suka jadikan itu sebagai excuse.

Seperti yang sudah saya tulis sebelum-sebelumnya, postingan di blog ini sesungguhnya semata-mata untuk mengingatkan diri saya sendiri mostly. ".... So if  I forgot who I were back then, I can find myself again through my journal." Ini kata-kata yang saya tulis beberapa tahun yang lalu. Tapi jikalau kebetulan tulisan saya ternyata ada yang mirip kasusnya dengan siapapun yang baca blog ini, then I deeply apologize for the inconvenience caused.

Anyway, kembali ke topik mengenai social media. Disini saya mau share sedikit sumber-sumber referensi yang saya temui berkaitan dengan dunia social media. Kenapa saya sebutkan di postingan sebelumnya bahwa socmed itu sangat kompleks ternyata keterkaitannya dengan banyak hal. Ini bukan hanya mengenai kita mau posting apa, apakah itu pamer atau bukan, isi dari postingan bermanfaat atau bukan, sebenernya social media is more than what we've ever think of. Bukannya paranoid atau mikirnya negatif terus, tapi it's the reality. Ada berbagai hal yang ternyata tidak sesimpel yang kita pikirkan.

Tapi lagi-lagi kembali ke diri kita sendiri bagaimana menyikapinya. Apakah kita mau concern kemudian wisely using the tools (socmed), atau we want to be used by the tools. Whether we want to close our eyes or not to this fact, it's totally up to us. And don't worry about people's judgement, I won't judge either. 'Cause I'm not even better and I pretty much understand about the world we live in.

So here it is, ini beberapa referensi yang saya temui terkait dengan social media dan teknologi smart phone yang kita gunakan.


Ini dari Ted Talks :

"It’s really important that people understand that there are computational techniques that will reveal all kinds of information about you that you’re not aware that you’re sharing.” Jennifer Golbeck

“The point is, we really don’t know how this information will be used.” Alessandro Acquisti

Bahasan lengkapnya bisa dibaca disini :
http://ideas.ted.com/do-you-know-what-youre-revealing-online-much-more-than-you-think/


Ini artikel dari ABC mengenai handphone yang ternyata bisa digunakan sebagai tracking device :
http://www.abc.net.au/news/2015-08-16/metadata-retention-privacy-phone-will-ockenden/6694152


Berikut video yang kebetulan saya temui tentang Cyber Privacy Parable (privasi di dunia maya dan bagaimana informasi yang kita share online ternyata bisa digunakan oleh pihak-pihak lain tanpa sepengetahuan kita).






Yang berikut video ilustrasi pandangan dari sisi Islam mengenai bagaimana kita menyikapi informasi, videonya cukup bagus, jelas, dan mudah dimengerti. Visualnya juga menarik. Sayang ga bisa muncul di blogger, berikut link-nya.

https://www.facebook.com/andini.pratiwi/videos/10152819527673197/



Yang berikutnya video yang membahas tentang ghibah. Ternyata di-ghibahi bisa menambah pahala atau bisa membuat kita memberikan dosa-dosa kita kepada orang-orang yang menghibahi kita.




Kalau begitu lalu apa yang bisa kita posting? Nah hal ini sudah saya rangkumkan dalam postingan sebelumnya : Social Media Rules (Part 1)


Saya melihat masih banyak manfaat dari social media, antara lain bisa digunakan sebagai :
- media syi'ar atau dakwah
- menjalin silaturahim
- mendapatkan berita atau informasi secara aktual
- untuk menambah pengetahuan
- untuk memotivasi ke arah yang baik
- untuk berdagang atau jualan online
- mencari pekerjaan, relasi, network
- mencari inspirasi atau ide
- sharing hal-hal yang bermanfaat
- sharing hobi, interest, kesukaan, cerita (selain ghibah, aib, keluh kesah)
- dan lain sebagainya


Karena itu saya belum ada niatan untuk menutup social media yang saya miliki, karena ternyata manfaatnya masih banyak dibandingkan mudharatnya insyaa Allah. Tinggal bagaimana kita menggunakannya secara bijak. Oya khususnya untuk yang sudah memiliki anak, mungkin bisa lebih berhati-hati ketika akan memposting foto anaknya atau dimana lokasi anaknya. Karena itu bisa membahayakan keselamatan anak dan keluarga kita sendiri. Seperti apa bahayanya, bisa di search di google. Bahkan sekarang di salah satu negara di Eropa sudah dilarang untuk memposting foto anak, karena hal itu bisa membahayakan keselamatan anak tersebut.

Mungkin sekian yang bisa saya share hasil dari pengamatan sana sini. Untuk lebih jelasnya bisa coba baca-baca postingan dari penulis Tere Liye di facebook page berikut : https://www.facebook.com/tereliyewriter/?fref=nf. Bagus-bagus nasehat yang disampaikan, mostly concern-nya tentang moral dan akhlak generasi di jaman sekarang.

Terakhir, ada satu quote yang bagus dari Rumi. Mungkin bisa jadi bahan renungan ketika menggunakan social media,

Raise your words, not voice. It is rain that grows flowers, not thunder.

Posted by Mariana at 3:25 PM 0 comments
Labels: cerita-cerita, cuap-cuap, selingan, tausyiah

17 February 2016

Significant Other


Sometimes I feel very upset and annoyed so much by married couples. Not because I feel jealous or envy with them who already found the one. But how they treated me that made me somehow very annoyed.

For example when I attended a wedding alone, I noticed that some women tried to shoo me away by looking at me with their sharp stare when they're together with their spouse. Even if it's my own friends. I could feel their fear and anxiety whenever a woman just a meter away from their man. I felt like, hellooo your man is not a Calvin Klein model and I'm not interested anyway with your man even though it's true he's a model. I also have my pride. And I'm not a b**** who likes to seduce man here and there.


To be honest, I feel very insulted with them and it makes me angry. If the case were the man had a crush on me, then it's not my fault right? It's their man's fault why they can like other woman whereas they're already married. And it's not my fault either if I'm pretty, though I never think I'm that pretty anyway. Should I wear a mask then so nobody can look at my face? Huh?? Thanks but I don't want to. It's not my problem, it's your problem having a negative prejudice on others.


Sometimes I noticed as well that if I put a little bit nice profile pictures, the women started to freak out. As if their lover will fall for me right away. Ridiculous isn't it? Well if that's the case, I suggest to all married men not to add or follow any single woman's social media accounts but their wife and their family only.

I feel weird whenever I see this happened. I'm someone who also agree that a married man must not pay attention to other women other than their wife. Nor should look at them. Vice versa with the wife.

I understand why they did that, they merely want to protect their family from any disturbance from outsiders. But should you hurt others for your heaven's sake? Couldn't you be more considerate with other people's feeling? While you're already married and they're single it's already an enough thing to bear alone for them. For me. No need to scrub the pain all over our faces. Otherwise you just want to show off then you'd better go to psychologist to treat that narcissistic cum social personality disorder of yours.



People can be very cruel sometimes when it comes to their happiness. For me who grew up in a broken family, I know very well what pain is. I know how it feels to be hurt by others. I experienced it myself when my family being ruined cruelly. So I feel enough with that suspicious look in people's eyes, I also don't want to be someone who ruin other people's family. Because I know exactly how it feels to be ruined.

It's painful, hurt, suffering, and it lasts for a lifetime. Do you think I'm crazy enough to do such thing? Even if it's a legal polygamy, I will refuse to do it. Do you know what it means when other woman comes in between a married couple? It will be a hell for the first woman.

That's why I prefer to stay away from any taken man, I don't want to have anything to do with them other than professional work only. I also avoided any wedding party nowadays if there's no companion, it's more comfortable that way. Now I know how it feels to be a single woman in their mid life age, hahaa. So this is how it feels.

It's not that I don't want to get married. Who doesn't want to get married? Is there any woman in this world who doesn't want to get married? It's just that I haven't found my significant other. Actually when I was in college, I really wanted to get married as soon as possible. I had a wish to get married after I graduated from college. But unfortunately, nobody proposed me by the time I graduated. Hahahaa....

So here I am, a happy free single lady who can do whatever she wants.

Just wish me luck throughout the year, hopefully I can meet my significant other. I don't want to be forever alone though however. But don't worry I won't screw other people's bond if 'till the end there's no significant sign. Sigh, what a life.

It's getting late now, time to go. Arrivederci!



Posted by Mariana at 2:59 AM 0 comments
Labels: cerita-cerita, cuap-cuap, family matters, relationship

18 January 2016

Social Media Rules (Part 1)

Sejak baca-baca berbagai artikel, tausyiah, atau nasehat mengenai dunia social media, sekarang saya jadi jauh lebih berhati-hati ketika akan memposting sesuatu. Dunia social media tidak sesimpel dan se-fun yang saya pikirkan. Setelah ditelusuri dan diamati, social media ternyata sangat kompleks keterkaitannya dengan banyak hal. Dan itu bisa mempengaruhi banyak hal juga. Pusing bacanya? Haha saya juga bingung nulisnya saking kompleksnya. Tapi semua kekompleksitasan tersebut sudah saya buat simpel dalam poin-poin di bawah ini, hasil rangkuman setelah menjajali dan mengamati beberapa waktu belakangan.


Hal-hal yg sebaiknya tidak di posting di socmed :
- hal2 yg bersifat pribadi
- keluh kesah
- doa pribadi yg sebaiknya hanya kita & Tuhan yg tahu
- gosip / ghibah / aib org lain, teman, maupun keluarga
- informasi yg belum pasti
- opini / berita tanpa disertai sumber / referensi
- postingan yg bersifat riya' / pamer (bs berupa foto makanan lezat, barang mahal yg kita beli, harta benda, kemesraan dgn pasangan, pamer sedekah & amal ibadah, foto anak dgn prestasinya, dll)
- hal2 yg bs membuat org iri / hasad / dengki (bs berupa foto jalan2 ke luar negri, tamasya, foto anak, foto keluarga, foto kuliah di univ ternama, foto kantor & papan jabatan, foto lg umrah atau haji, dll)
- sharing location
- foto selfie


Hal-hal yg boleh di posting di socmed :
- sharing info yg bermanfaat
- tausyiah saling mengingatkan ajaran agama
- status positif spt menulis kegiatan yg ada hikmahnya
- ajakan utk kegiatan sosial
- sharing info infaq / sedekah
- sharing ilmu yg pernah kita pelajari & dirasa bermanfaat bagi sesama
- syi'ar / pengumuman sudah berkeluarga
- foto dgn pasangan yg sah
- foto kegiatan positif
- jualan produk / jasa (yg tdk bertentangan dgn syariat)
- undangan acara (nikah, pengajian, akikah, dll)


Tips-tips dalam bersocial media :

  • buat friend list dgn tujuan siapa aja yg bs liat status yg kita sharing / klasifikasi status (misal friend list di fb yg mengelompokkan akhwat semua atau ikhwan semua, list khusus teman2 yg seagama, list khusus utk berbagi tausyiah, list khusus keluarga inti, list khusus utk sharing jualan, dll)
  • gunakan fitur utk mengatur privacy (spt di facebook sblm kita update status selalu ada pilihan utk setting privacy kita mau share ke siapa aja, disitu kita bs pilih dari friend list yg udh kita buat)
  • ketika sharing hal2 pribadi pastikan kita udh set privacy-nya hanya utk keluarga inti atau org2 terdekat & terpercaya saja
  • ketika akan memposting foto, pastikan untuk akhwat tidak terlihat auratnya meski hanya ada rambut sedikit mengintip dari balik hijab sebaiknya diedit dulu atau cari foto yang tidak terlihat rambutnya. Juga foto yang memperlihatkan bentuk badan. Saya suka kasihan melihat akhwat memposting fotonya berhijab syar'i, tapi bahan hijabnya menjeplak badan, jadi di foto terlihat jelas jeplakan bentuk dadanya. Memang tidak banyak yang sadar atau sejeli itu dalam memperhatikan foto, tapi yakin pasti ada satu atau dua orang yang sadar. Dulu atasan saya pernah memberikan nasihat yang bagus, dia bilang, "if you can see the mistake, other people can see it too"
  • jangan terlalu vokal dalam menyampaikan pendapat, kita bisa dianggap terlalu ekstrim dan tidak fleksibel (kecuali dalam urusan yg prinsip seperti akidah, syahadat, dll). Always open a space where you can accept other possibilities.


Karena kebanyakan baca rules-rules di atas, sekarang saya bingung mesti posting apa di social media. :'D Sedih juga sih, jadi ga eksis kalau ga update status. Tapi demi kemaslahatan diri sendiri dan bersama, saya harus lebih selektif untuk mempublikasikan sesuatu. Anggap aja kayak artis, mesti jaga image yang bagus. Hehee... Saya udah beberapa kali kejadian, karena terlalu 'caper' di socmed, saya jadi dideketin orang-orang. Bahkan sampai di-stalking sana sini, hahaa. Tapi begitulah, namanya orang kan kita ga pernah tau apa yang mereka pikirkan. Kalau saya sih agak males nge-stalking di dunia maya, kalau ingin mengenal seseorang saya lebih suka ketemu langsung terus ngobrol banyak hal sambil mengamati ekspresinya layaknya Dr. Cal Lightman di film Lie To Me yang bisa menganalisis micro expression. Karena body languange dan facial expression ga bisa bohong. Tapi social media, everyone can manipulate it.

Sebenernya kalau di dunia social media saya paling suka posting foto kuliner, selain foto diri sendiri yang imut. Hehee... Soalnya kalo nemu makanan yang enak rasanya pengen sharing, terus bilang "ini enak banget loh mesti cobaiiin". Tapi bbrp waktu yang lalu nemu artikel yang bahas kalau di dunia maya sana bisa jadi ada orang-orang yang kelaperan atau mungkin ga terlalu mampu untuk afford makanan yang fancy. Bisa makan aja udah syukur, meski aneh juga sih kalau bisa socmed-an harusnya bisa beli makan juga. Tapi jaman sekarang gitu loh, internet lebih penting daripada makanan. xD Jadi ya everything is possible.

Terus foto diri sendiri, hmm sebenernya suka banget selfie apalagi semenjak hadirnya aplikasi-aplikasi amazing yang bisa bikin muka keliatan mulus, badan jadi lebih tinggi dan kurus, woww. Bahkan ada juga aplikasi yang bisa edit muka pakai make up, ada pilihan warna warni lipstick dan eyeshadow-nya lagi. Seru banget. Hahaa, tapi lagi-lagi di mendengar dakwah sana sini bilangin ga bagus loh posting foto selfie. Karena selfie adalah riya' terselubung. Hikss..ㅠ.ㅠ  I just wanna have fun.

Foto cincin muriah meriah, hahaa, jamin ga ada yang ngiri. Cuma 15 ribuan.
Tapi keliatan kayak jutaan ya shiningnya. :D

Posting foto kopi yang enak, salah satu hobi saya di dunia socmed


Kalau foto jalan-jalan, udah jelas ya itu pasti bikin jamaah per-internetan sejagad raya ngiri. Saya aja sering banget ngiri meski cuma ngeliat foto ustad yang lagi umroh di Mekah terus mampir pulangnya ke Turki. T_T Mungkin ini karma saya karena dulu sering posting foto jalan-jalan backpackingan kesana kemari, jadi bikin banyak orang yg ga sengaja ngeliat foto jd ngiri. Hahaa, jadi deh sekarang saya yang sering ngiri ngeliat orang jalan-jalan. Nasib, memang karma ga pernah salah alamat. :P


Ini versi saya aja tentang rules di social media. Intinya sih cuma satu dari sekian panjang tulisan di atas, jangan pamer! Udah itu aja. Hahaa... Untuk lebih detail dan lebih jelasnya kenapa sih ga boleh ini ga boleh itu di social media, bisa coba baca-baca postingannya Tere Liye di facebook, bagus juga itu suka dibahas dengan contoh cerita yang real, based on true story.

Oke deh sekian dulu postingan kali ini. Ciaoo..





PS : sorry banget buat pihak-pihak yang pernah tersinggung dengan postingan saya di socmed, atau mungkin pernah saya unfollow atau unfriend, itu semata-mata demi kemaslahatan diri sendiri dan bersama, dan beberapa pertimbangan lainnya yg tidak bisa disebutkan. Yang pasti tidak ada niat memutus silaturahim. Okayy.. *kiss kiss*


Posted by Mariana at 3:38 PM 0 comments
Labels: cerita-cerita, cuap-cuap, selingan, tausyiah

31 October 2015

Jae Hyon Si Anak Kucing & Binatang Peliharaan Lainnya

Alkisah ada satu kucing liar betina yang demen banget tinggal di halaman belakang rumah. Terutama pas dia lagi hamil. -__-" Jadi selama masa kehamilan, si kucing betina ini selalu tinggal di halaman belakang rumah sampai dia melahirkan. Dia udah beberapa kali diam-diam melahirkan anak-anak kucingnya di taman belakang. Luar biasa jg si betina ini loh, sekali melahirkan ga cuma satu yg keluar anaknya. Tapi bisa ada 3 sampai 4 anak sekaligus. Dan ga cuma sekali aja ngelahirin, dia udah beberapa kali melahirkan anak2 hasil hubungan gelapnya dengan kucing2 jantan di luar sana yang pernah saya temui.

Nah masalahnya, abis dia melahirkan si betina ini ga langsung pergi. Tapi dia suka bikin heboh satu rumah. Pernah sewaktu-waktu dia diem2 masuk ke rumah ketika pintu terbuka lebar dan tidak ada yg menyadari, lalu membawa serta anak-anaknya yang baru aja dilahirkan dan diumpetin entah dimana. Alhasil kita kelimpungan nyariin dimana itu anak-anaknya diumpetin, karena tiba2 ada suara meong-meong saling bersahutan di tengah heningnya suasana rumah. Bener-bener deh si betina ini, diam2 menghanyutkan. Mana galak banget lagi, tiap diusir malah pengen nyakar. Galakan dia daripada yang punya rumah. -___-"

Setelah bisa kita temukan dimana anak-anaknya diumpetin, sayang sekali ada satu atau dua yang ga bisa bertahan hidup. Entah karena ketemu tikus besar pas diumpetin atau karena kekurangan gizi. Terus ga lama setelah itu, karena saudara2nya ada yang tewas alhasil anak2nya yang lain jadi sedih dan ga lama kemudian mereka juga ikut tewas. Tragis sekaliii, tapi si betina ini pantang menyerah. Ga lama setelah kehilangan semua anak-anaknya, si betina bunting lagi!!

Kali ini alhamdulillah dari sekian banyak anaknya yang lahir, akhirnya ada jg satu yang bisa bertahan hidup. Sisanya kalah oleh seleksi alam. Si anak kucing ini akhirnya saya kasih nama Jae Hyon, sesuai dengan nama aktor favorit saya yang lagi naik daun waktu itu. Hahahaa..... Si Jae Hyon ini lucu bangeeet, warnanya kuning belang-belang coklat. Satu keluarga saya suka manggil dia Si Kuning. Klo mama saya manggil di Si Kalung, karena dia dikasih kalung sama mama saya buat pemanis. Hahaha....

Jae Hyon sewaktu kecil

Waktu si Jae Hyon masih kecil emang lucunya maksimal, rasanya pengen diajak main terus. Tapi pas agak gedean dikit, si Jae Hyon ini mulai annoying. Selalu nempel kemana-mana kita pergi, terus ngeong-ngeong mulu. Rusuh deh pokoknya. Nah suatu hari, si Jae Hyon ini bener-bener ngeselin karena udah mulai nakal suka masuk-masuk ke dalam rumah. Beberapa kali saya pengen buang si Jae Hyon ini keluar biar dia gabung aja sama kucing-kucing liar lainnya di luar sana, siapa tau klo di luar dia bisa dapet makanan lebih banyak dari tetangga-tetangga sebelah atau dari sisa-sisa makanan di tempat sampah. Tapi sama mama saya ga pernah dibolehin, mama saya suka kasihan karena masih kecil. Nah kebetulan waktu itu mama saya lagi ga ada di rumah, si betina mamanya Jae Hyon juga lagi ga ada di halaman belakang. Kebetulan nih saya pikir, langsung aja si Jae Hyon saya bawa keluar terus saya lepas di depan jalan rumah saya.

Kejam juga sih kalo dipikir-pikir, hehe abis nakal banget sih si Jae Hyon ini. Satu rumah suka kesel karena dia suka nempel-nempel kemana aja kita pergi. Tapi entah kenapa malam harinya saya merasa sangat bersalah. Mama saya juga langsung terlihat sedih seharian pas saya kasi tahu kalo si Jae Hyon udah saya buang keluar. Kata mama saya dia seperti mendengar suara ngeong-ngeong si Jae Hyon dari luar. Mungkin Jae Hyon kedinginan :( Duh saya jadi khawatir semalaman itu, mana si betina mamanya Jae Hyon juga terlihat kelimpungan pas balik ke rumah dan ngeliat anaknya udah ga ada. Hiksss... maafkan daku Jae Hyon...... T___T

Hari itu saya bener-bener merasa bersalah, belum pernah saya merasa semenyesal itu sebelumnya. Lalu keesokan harinya saya bangun tidur seperti biasa. Tapi kala itu ada sedikit rasa hampa di hati, hahaa.... Seperti kehilangan belahan jiwa, wkwkk..... Pas saya ke halaman belakang, tiba-tiba ada yang membuat saya terkejut. Si Jae Hyon ada lagi di situuu, hahahaa..... Ternyata dia balik lagi ke rumah dibawa sama si betina mamanya. Kyknya si betina mendengar suara ngeong-ngeong si Jae Hyon di malam hari, lalu keluar nyariin. Untung ketemu, dan entah kenapa dibawa lagi ke rumah saya. Fiuuuh, saya pura-pura kesal di depan yang lain karena si Jae Hyon dateng lagi. Tapi sebenernya dalam hati saya merasa lega juga akhirnya dia bisa balik ke rumah. Hehehee..... *jadi malu, malu-malu kucing* :"D


Jae Hyon dan si betina mamanya

Sekarang si Jae Hyon udah agak besar, dia udah ngerti setelah diajarin dikit-dikit. Dia udah ga suka nempel-nempel lagi kayak dulu. Dan kalo kita lagi makan, dia udah ga pernah bawel lagi pengen ikutan makan. Dia bakal nunggu dengan manis sampai kita selesai makan, baru kita kasih sisa-sisa makanannya buat dia. Yang paling lucu itu kalau kita abis pergi keluar rumah, si Jae Hyon pasti dengan setia menunggu di depan teras sampai kita balik. Nah pas kita udah sampai depan pager, dia langsung nyamperin seperti menyambut kita datang. Hahaa, ngegemesin banget.

Jae Hyon sudah agak besar

Belum lama belakangan ini, si betina mamanya Jae Hyon bunting lagi dan melahirkan anak-anaknya seperti biasa. Anak-anaknya yang baru warnanya abu-abu belang-belang putih. Mirip sama si betina mamanya Jae Hyon. Anaknya ada dua yang bertahan hidup, tapi ga lama akhirnya yang satu mati entah kenapa. Jadi sekarang cuma ada satu yang hidup nemenin si Jae Hyon. Mereka suka main bareng dan akur banget ga pernah berantem.

Sebenernya satu keluarga ga pernah ada rencana buat melihara si anak-anak kucing yang dibawa si betina ke rumah. Tapi karena kasihan dan udah nyaman juga anak-anaknya di halaman belakang, akhirnya sama mama saya dipelihara juga. Pernah sewaktu-waktu ada kucing jantan warna kuning, bulunya tebel banget keren seperti kucing Garfield, tiba-tiba dateng ke halaman belakang rumah. Kayaknya si Garfield ini bapak dari anak-anaknya si betina, karena pas dia dateng dia elus-elus si Jae Hyon dan adiknya. Kita sih seneng-seneng aja klo mereka bisa kumpul bareng sekeluarga di halaman belakang, hahaa, tapi alhamdulillah si betina dan si jantan sadar diri ga mau lama-lama tinggal di belakang. Si betina setelah selesai menyusui dan melihat anaknya udah agak gedean dikit, pasti dia pergi keluar entah kemana. Nanti baru balik ke rumah kalau dia bunting lagi. Si jantan juga, dia cuma dateng sesekali aja, ga pernah sampai nginep seharian. Hahaa, paling cuma mampir sejam dua jam buat ngeliat anak-anaknya abis itu pergi lagi. Ada-ada aja ya kelakuan kucing, kocak juga kalo dipikir-pikir.

Happy Kitty Family
(ada si jantan kucing Garfield, diduga bapaknya si anak-anak kucing)

Sebenernya ini bukan pertama kali keluarga saya memelihara binatang. Waktu saya masih kecil dulu, pas saya masi duduk di bangku Taman Kanak-Kanak (TK), kami pernah memelihara anjing. Waktu itu keluarga saya belum begitu ngerti agama, hehee, jadi entah kenapa orang tua saya memutuskan untuk memelihara dua ekor anjing di rumah. Namanya Blackie dan Lessie. Karena saya masih kecil, saya ga begitu ingat kenangan apa saja yang pernah kami miliki dengan dua ekor anjing tersebut. Tapi seingat saya, mereka ga pernah boleh masuk ke dalam rumah. Jadi cuma boleh tinggal di teras luar rumah saja. Dan dulu ada juga Burung Kakak Tua, tapi saya lupa siapa namanya. Burungnya lucu bisa ngomong, hehe, suka kita gangguin kalo lagi iseng.

Lalu ketika saya udah agak besar, sewaktu saya duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) kami pernah memelihara Kelinci dan Iguana. Tapi dua-duanya ga bertahan lama, akhirnya entah bagaimana keduanya tewas ga lama setelah di pelihara di rumah.

Pas saya duduk di bangku SMP, kakak saya memutuskan untuk memelihara Hamster. Tapi ga bertahan lama juga nasibnya.

Lalu pas saya beranjak SMA, binatang peliharaan di rumah semakin variatif layaknya kebun binatang. Hahahaa... Kita sempat punya :
- dua ekor Ayam Kalkun (namanya si Jack & Emma)
- seekor Ayam Betina (namanya Carsini)
- sepasang ayam kampung (namanya Kocar & Kacir)
- dua ekor Bebek (namanya si Kwik & Kwek)
- dua ekor Angsa (lupa siapa namanya)
- dan satu ekor Burung Hantu kecil (namanya Hedwig)

Hahaa, rame banget yaaa. Itu semua dipelihara di halaman belakang rumah. Tiap pagi rame banget suaranya, si ayam pada berkokok sahut-sahutan, si Kalkun juga bunyinya kluk-kluk-kluk-kluk, si bebek & angsa bunyi ngoik-ngoik, dan si burung hantu entah gimana bunyinya ajaib dah pokoknya. Hahahaa, ga ada alarm semerdu mereka kalo lagi sahut-sahutan. Tapi saya paling ga berani megang binatang-binatang itu, yang berani megang cuma mama saya aja. Saya dan yang lainnya sukanya cuma gangguin aja, terutama gangguin si Kalkun. Hehee, kalo udah marah paling lucu soalnya. Janggutnya langsung merah, mukanya jadi biru, dan langsung ngembangin bulu-bulunya kayak ngajak berantem. Hahaa, kocak banget ngeliatnya. Ini dia si kalkun dan si ayam jago yang suka kejar-kejaran.

Si Kalkun & Si Ayam Jago

Si Kwik - Kwek

Sekarang akhirnya dari sekian banyak binatang peliharaan, tinggal dua ekor kucing aja di belakang rumah. Yaitu Jae Hyon dan adiknya yg saya beri nama Lee Sang Yoon. Yah begitulah kisah binatang peliharaan di rumah. Oya sama ada satu lagi, sekarang ada Tokek di plafon rumah yang suka bunyi-bunyi sendiri. Wkwkw...

Oke deh sekian dulu cerita selingan tentang para penghuni kebun belakang yang udah seperti keluarga sendiri. Kapan-kapan cerita lagi kalo ada penghuni kebon yang bertambah. Xixixiii, see yaaa.......


Posted by Mariana at 1:40 AM 0 comments
Labels: capturing moments, cerita-cerita, cuap-cuap, family matters, selingan, wonderful

18 August 2015

Beach or Mountain?

Finally the korean drama I've been following these days has reached its final episode. I have posted before the short synopsis here. As expected, the story ended exactly as what I guessed from the first. They're finally getting married and live happily ever after. Yeay!! xD

Don't laugh, haha I know it's so cheesy. But I can't help to like it. x'D Especially the scenes when Choi Won proposed Ha Na. I like the way Choi Won asked Ha Na to get married, his words were so relax and free from any burden that used to be associated with marriage. It's not full of excessive promises nor too much poetic words which giving us headache when hearing it, but rather he's bringing it nicely by asking her to have fun and play with him forever.



This scene makes me remember a psychological test to see whether we're being serious when we're in relationship or not. So one day one of my friend tested me, I know he's trying to figure out what kind of girl I am, hahaha, but I didn't tell him that I know about the meaning of the test. So he asked me, if I were given a choice to choose between mountains and beaches which one that I prefer the most. Then I answered, I like beaches more. Then he got shocked by my answer, hahaa.... Then I explained to him, actually in reality I went to the mountains more frequent than I went to the beaches. I've hiked Papandayan mountain, having a trip to Bromo, Ijen Crater, Dieng Plateau, Ngarai Sianok, and a few more places above the sea level. While I only went to the beaches a few times. It's such a rare chance for me to explore the beauty of seashore, sandy beaches, and the blue water of the sea. So that's why if I have a chance, I would like to explore beaches more and enjoy the warm day with ice coconut drinks. :D

Oh such a paradise, ohohoo.... But actually, in that test if we choose beaches over the mountains, it means that we are a type of person who's not serious in a relationship. Otherwise, if we choose mountains, meaning we're ready to settle down.

Ridiculous isn't it? Hahaha.. :D

These days I've been posting about the topic of love & relationship, but please don't call me pathetic. :p  Actually I'm not in a rush to settle down nor jealous with people who have finally found the one. But I can't deny that I envy it, hahaa... *what's the bloody hell different* 

Anyway I've been thinking these days, I think it's fun to have a foreign spouse whose language is different from me. So I can practice everyday to talk differently, since I'm a bit bored and sick these days with my own country. Ooh my dear, my country is getting worse day by day. The currency rates is terrible compare to dollar, and now we're getting out of stock for beef. The butchers have stop selling beef everywhere, then the fuel price still high, fiuuhh so many things to concern. I've been thinking in moving to UK, South Korea, Singapore or any place that more stable to live in and to have fun of course. Who knows I may find the one there. *I wish* ;P

By the way, a few days ago I just attended my cousin's wedding. And it's very nice to meet other family members whom I haven't seen for a very long time. And the excited part was for the first time I got a proper make up done by a make up artist. Actually it's not the first time, I've got two times getting a make up by a make up artist when I was attended a wedding party as well, but this time is the nicest one that properly done. I really like the result. :)

Do you know what I like the most from wedding party? Beside the nice foods and drinks, I can see people wearing nice clothes. Women wear beautiful dresses and men wear nice suits, people look more decent in nice clothes. But I don't like the after effect when the euphoria ended. Suddenly you feel empty after a bunch of excitements. Just like when we hike a mountain, we'll get too much excitements when we finally reach the peak, but when we continue again the journey the excitements suddenly gone.

That's why I like beaches more than mountains. I like the atmosphere when we go to the beach, people are more relax and free of worries. People tend to enjoy the present time rather than worrying about the future or thinking about the past. To me, I want to have that kind of happiness which allowed me to just enjoy the present moment. So I can be more grateful and useful for others. La dolce de la vita. 


Posted by Mariana at 4:08 AM 0 comments
Labels: cuap-cuap, relationship, review, selingan

26 July 2015

NDE (bagian 2)

Holaaa dear my lovely blog, udah sekian lama saya ga pernah menulis panjang lebar disini karena kesibukan yang tiada henti. Antara senang dan sedih terhanyut dalam kesibukan, senang karena pertama, saya bisa tenggelam dalam aktivitas baru saya yaitu berjualan online (hohoo... ga elit banget ya, but that's my new life recently, although some people somehow finding it cool & success, ahahaaa.... padahal tagihan udah menumpuk disana-sini) tapi that's okay. Kedua, senang karena dengan sibuknya saya ini saya bisa melupakan kejamnya cobaan hidup yang terus datang silih berganti, salah satunya termasuk status jomblo ting-ting yang masih saya pegang hingga detik ini, hiksss...... rasanya ingin lari saja dari kenyataan hidup, huhuuww..... x'((((( But once again, I found a way to be okay with it.... karena jodoh adalah misteri, hahaaa...... *tertawa miris*

Lalu kenapa saya sedih dengan banyaknya aktivitas ini yang membuat saya sibuk kesana-kemari? Pertama, sedih karena saking sibuknya & banyaknya pesanan (tsaaah...., padahal jumlahnya masi bisa diitung pake jari, hahahaa... tragiss.... x'D) saya jadi kekurangan waktu 'me' time (cieeh 'me' time udh kayak ibu2 aja butuh 'me' time), kekekeke....... Kedua, sedih karena saya hampir tidak ada waktu lagi untuk menulis disini untuk berbagi pengalaman hidup & hikmah yang bisa dipetik dari hasil pengalaman tersebut, atau istilahnya 'words of wisdom'. Hehehee... penting banget ya? Penting dong. gini-gini saya suka berbagi cerita walau ga ada yang baca. xD

Tapi alhamdulillah, alam kita sudah disetting secara otomatis oleh Sang Pencipta, ketika ada sesuatu yang tidak 'balance' atau tidak seimbang, alam akan berusaha menyesuaikan ketidakseimbangan itu dengan cara-cara yang tidak terduga.

Seperti kali ini, ketika saya sudah terlalu letih bekerja & sangat lelah dengan cobaan hidup, xixixiii, entah bagaimana tiba2 saya dipaksa 'berhenti' secara otomatis supaya bisa pulih kembali.

Seperti judul dari postingan saya kali ini yang baru-baru ini saya rasakan, yaitu NDE atau kepanjangan dari istilah (Near Death Experience), membuat saya terpaksa mau tidak mau harus berhenti sejenak dari aktivitas yang overloaded. NDE sebenarnya adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan situasi atau keadaan seseorang yang dianggap sudah mendekati kematian tapi akhirnya ga jadi. Serem yaaa.... Tapi kurang lebih itu yang baru-baru ini saya rasakan. Walau tidak dalam artian sebenarnya seperti orang yang mati suri, koma, atau sejenisnya, tapi perasaan yang saya rasakan ketika itu rasanya seperti mau mati saja.

Jadi baru-baru ini saya entah bagaimana tiba-tiba pinggang saya terasa sakit bukan main, seperti nyeri dan perih tapi tidak tau dari mana sumbernya, Di kulit terasa nyeri, di dalamnya juga terasa sakit. Walau tidak separah kondisi saya sewaktu NDE bagian 1 (tentu ada cerita bagian 1-nya, hahaa.... :D ga mungkin tiba2 langsung bagian 2, xixixiii......). Di bagian 1 juga begitu, setelah terlalu overloaded dan lelah dengan pekerjaan kantor, akhirnya saya collapse hingga harus dirawat di rumah sakit selama 3 minggu lebih (wuuahh, lama banget ya... hahaa.. I considered it like a holiday gift to me actually, hihiii iya lah 3 minggu leyeh-leyeh di kasur aja cuma nonton tivi, makan di anterin, nutrisi dijaga siang dan malam, plus gratis lagi biaya ditanggung asuransi, tentu rasanya seperti liburan dan tinggal di hotel full service xD). Begitulah ketika ada yang tidak seimbang, otomatis alam akan menyesuaikan dengan caranya sendiri, begitu juga kali ini. Sakitnya mirip2 NDE bagian 1, tapi kali ini saya ga keracunan makanan lagi alhamdulillah, saya hanya kurang minum menurut dokter dan mengalami pegal linu di bagian pinggang karena kecapekan mengangkat beban berat (beban hidup terutama, tsaaah....wkwkw). Tadinya saya pikir saya mengalami penyakit yang serius seperti usus buntu, sakit ginjal, dan sejenisnya. Sampai saya berandai-andai harus di operasi saking sakitnya, tapi ternyata tidak alhamdulillah setelah dicek oleh dokter yang baik hati. :) Dokter perempuan tenang saja, hehehe.... Mungkin sugesti juga, setelah dicek oleh dokter yang baik hati tiba-tiba rasa sakitnya mulai hilang sedikit demi sedikit. 

Maybe what we need beside a good medicine, is a good doctor who can make us feel better with their sincere care and smile. :)

Karena sakit ini saya terpaksa harus berhenti bekerja sejenak dan menikmati masa-masa libur lebaran yang masih tersisa bersama keluarga, alhamdulillah. Walaupun masih banyak pe-er yang tersisa dan cobaan hidup yang mesti diselesaikan, tapi rehat sejenak kali ini mudah-mudahan bisa menambah sedikit energi untuk mengatasi itu semua. Aamiiiiiin.............

Oya meski agak terlambat, saya pribadi yang banyak salah, ngeselin, dan suka bikin heboh ini... ingin mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri, 1 Syawal 1436 H. Mohon maaf lahir & batin atas segala khilaf dan kekurangan. Mohon maaf yang sebesar-besarnya dari lubuk hati yang paling dalam, buat siapa saja yang pernah merasa terzhalimi baik sadar maupun tidak. Kalau ada hal-hal yang perlu diselesaikan bisa disampaikan secara personal, kalau ada hutang yang terlupakan bisa diutarakan atau diikhlaskan saja jika ada harta berlebih :p ..... Insyaa Allah yang ada salah sama saya juga sedang saya usahakan untuk diikhlaskan (masih diusahakan loh ya, belum sepenuhnya ikhlas, hahahaa.... kecuali ada yang mau nraktir Bebek Bengil spesial dari Bali atau Bolu Meranti satu truk dari Medan, wkwkwk).

See you again in another posting insyaa Allah.....

Ciaoooo..... Good night.......


Posted by Mariana at 2:16 AM 2 comments
Labels: cerita-cerita, cuap-cuap, hikmah, wonderful

18 August 2014

Life Purpose

Yesterday my sister came to my room in the middle of the night, she was hearing a sound like a scary woman crying. She wanted to check the source of the sound from my room, then when she opened the door she found me laughing out loud instead of a ghost crying. And she was like -___-"

Hahaha... So yesterday I was reading a very funny article from my friend that made me unstoppable laughing 'till my throat got hurt. 'Cause I really feel the same thing like the article says. I would like to share it here, so anyone can laugh as well. :D


Gw baru pulang dari menghadiri undangan nikahan teman. Seminggu ini udah mulai antri undangan, dari nikah hingga akikah. Kayaknya bulan syawal memang afdol untuk menggelar hajatan. Tapi ini masih mending sih dibandingkan bulan lalu sebelum ramadhan. Di bulan itu ada satu hari di mana gw mesti menghadiri lima undangan sekaligus di tempat-tempat yang berbeda. Pejabat aja bisa keki kalo ngelihat gw. Anak gw sampe gak kerasa tau-tau udah gede aja di kondangan.

Di acara nikah semalam pengantinnya tampak semringah. Sesekali bercanda, towel-towelan, bahagia banget kayaknya. Ya iyalah, nikah gitu loh. Otomatis beres lagi satu jawaban dari dua pertanyaan menyebalkan dalam hidup, di antara pertanyaan "kapan nikah" dan "kapan wisuda".

Dan para jomblo yang baca tulisan ini pun mulai was-was arahnya ke mana nih tulisan. Kampret nih si Arham, pasti ujung-ujungnya kita dibully lagi nih. Hihihi.. tenang aja bray.. Don't be a person who gets annoyed easily. Harus diakui kalo jomblo itu memang bullyable, topik yang gak ada matinya, dan paling enak dicari punch line-nya.
Tapi insyaallah kali ini gw berusaha obyektif, dengan bertutur berdasarkan pengalaman.
Bukan apa-apa sih, tadi barusan liat gambar cover majalah Hidayah "Menghina Jomblo, Jenazah Susah Dikebumikan". Hiiiy, walaupun gw tau itu gambar editan tapi tetap merinding juga bacanya.

Ngomongin jomblo, gw jadi flashback masa-masa menderita saat masih menyandang status jomblo istiqomah dulu. Kebetulan waktu itu gw boleh di bilang Jokowi (Jomblo Koordinator Wilayah) di daerah gw. Maksudnya tersisa gw doang di angkatan seusia yang masih jomblo. Teman-teman sekolah udah nikah semua. Para mantan malah sudah pada punya anak.
Awkward moment banget kalo berpapasan mantan di jalan yang lagi gandengan ama suami dan anak-anak, perihnya itu sampe ke ulu hati. Untuk sekadar menyapa aja lidah jadi kelu, bibir kaku. Tenggorokan kering, dan susah buang air besar.

Yang paling terasa itu susah tidur. Gak enak banget..
Untuk bisa tidur nyenyak, gak jarang gw bela-belain ke mini market dulu. Gak beli apa-apa. Cuma pengen dapet ucapan "met malem" dari mbak-mbak kasirnya, trus pulang.
Yang penting ada yang ucapin. Ngenes lah pokoknya. Waktu itu gw perkirakan mbak-mbak kasirnya bergumam: kasian ni orang. Udah jomblo, insomnia lagi.

Di pagi hari, melihat orang pacaran beli sarapan dua bungkus, gw juga ikutan beli dua bungkus. Bukan untuk siapa-siapa. Tapi satu buat dimakan sendiri, satunya lagi buat dipanasi untuk makan siang.

Gitu juga kalo ngisi pulsa, paling-paling hanya untuk ngikut kuis-kuis gak jelas, dukungan premium untuk idol-idol di tivi, atau hanya untuk memperpanjang masa aktif kartu. Lagian mau SMSan ama siapa juga? Bahkan saking lamanya menjomblo, masuk ke inbox SMS togel dan operator telkomsel pun buru-buru gw balas: tau nomerku dari mana? Hadehh..

Saat menghadiri kondangan tanpa bawa partner, seolah terasing di keramaian. Ibarat nun mati di antara idgam bilagunnah, terlihat tapi dianggap gak ada.
Jadi jomblo memang hampir gak ada benernya. Pledoi gw mentah di mata orang-orang. Kalo gw membela diri dengan mengatakan jomblo itu free, mereka jawab iya freehatin.
Kalo gw bilang biar jomblo yang penting kece, mereka jawab iya kecepian.
Kalo gw bilang lagi jomblo itu pilihan, mereka jawab yang pilihan itu single, bukan jomblo. Kalo jomblo itu bukan pilihan, tapi puluhan. Puluhan yang nolak. Aaaarghhh...
Tapi emang ada benernya juga sih. Teman-teman wanita gw sebenarnya banyak, tapi rata-rata sebastian (sebatas teman tanpa kepastian). Padahal dalam hubungan itu kan harus ada feed back, dua-duanya harus ada usaha. Kalo gw doang yang usaha itu namanya wira usaha.
Gw nyaris depresi gara-gara ini. Kalo gagal ginjal itu penyebab kematian nomor dua, maka penyebab kematian nomor satu itu gagal jadian.

Malam minggu bukan hanya jadi malam yang panjang, tapi panjang dan menyeramkan. Kadang merasa bosan, kadang merasa sendiri, dan kadang juga merasa bosan sendiri.
Orang pacaran tatap-tatapan mata, orang Long Distance Relationship tatap-tatapan foto, gw malah tatap-tatapan dengan bulan. Mending kalo bulannya supermoon kayak kemarin malam, kan enak dilihat, lah ini bulannya udah eneg dilihat. Emak gw jadi cemas kalo keseringan menatap bulan trus tiba-tiba kuku gw jadi panjang, badan berbulu, dan berubah jadi serigala, meskipun gak ganteng-ganteng. Kan gak lucu..

Atas kekuatiran emak gw itu juga sampe emak sendiri yang inisiatif membentuk tim untuk mengakhiri kemarau asmara yang gw alami. Keluarga besar dikerahkan demi mencarikan gw pasangan hidup. Pokoknya gerakannya terstruktur, sistematis, dan masif.
Saat tau ada wanita khilaf yang mau, emak gw sampe tumpengan. Acara nikahan digelar di dua propinsi berbeda. Mungkin pernikahan gw dianggap sebagai prestasi terbesar dalam hidup. Hiks..
Kisah ini sempat gw jadikan buku, judulnya Dumba-Dumba Gleter, terbitan Gramedia Pustaka Utama, tahun 2010. Tapi sekarang bukunya udah gak beredar dan gak diproduksi lagi, karena disinyalir mengandung konten LGBT (Langsung Gemas Begitu Terbaca). Halah, garing...

Jadi intinya sebenarnya mari meminimalisir status jomblo. Seruan ini khususnya untuk laki-laki. Kalo perempuan kan tinggal menerima doang. Jangan kebanyakan milih lah, ntar lagi kiamat loh. Gak usah pake standar tinggi kalo gak mau jatuhnya sakit.
Sebelum menetapkan tipe orang yang menurutmu ideal buatmu, sebaiknya pikirkan dulu satu hal: apa kira-kira orang seperti itu mau sama kamu?
Jangan-jangan lu ngarep kayak Nabilah, karena kelamaan milih ntar dapatnya Nauzubillah.
Tanamkan keseriusan. Jadi laki-laki itu harus punya prinsip atau pegangan hidup. Bukan yang dipegang langsung hidup loh ya..
Yang perempuan juga jangan mau digantung, jemuran aja kalo digantung lama pasti hilang, apalagi perasaan.
Kalo udah pacaran, jangan jaim tanya kepastian, biar gak kelamaan pacarannya, karena dampak positif kelamaan pacaran itu hanya satu, yaitu positif hamil. Sorry to say..

Tapi, apapun itu, tetaplah 3-B: Berusaha, Berdoa, dan sesekali Bercermin.
Jangan sungkan untuk minta bantuan ke orang-orang terdekat.
Kalo udah ada niat baik, insyaallah pasti dimudahkan.
Yakinlah, jodoh pasti bertemu, kalopun gak jodoh ya masih bisa bertamu..


HAHAHAA....... it's funny isn't it? xD

Still can't stop laughing myself every time I read it.

Well I don't know if it's coincidence or not, but tonight my mom asked me 'The Question' about the same topic like the article above. My mom asked me what kind of person I want to marry. Then she asked me to do some effort about it, like finding your soul mate in the internet for example. Mmmm... haha I think I need to get things straight.

First thing, about what kind of person I want to marry.

My mom asked whether I want a foreigner or a local or what kind of man I am looking for. Well, I don't know why my mom suddenly asked this question. Is my mom planning to gather a team like the story above to find me someone to get married with? :D She said I need to have a purpose in life, including about finding the right one. I know my mom starts to worry about me, since I'm almost thirty in a couple of years and I haven't show any significant sign of 'having a purpose'.

My mom keeps seeing me enjoying the life, I watch movies, hanging around, I eat nice food, laying on my bed for hours, maybe to her I don't look like having a purpose in life. Anyone who sees it would say the same thing, I don't doubt it. But actually I do have a purpose in my life, it's just that recently I tried to enjoy the life since I just went through a lot of hardship. So I feel like having a vacation. Back to the topic of what kind of man I want to marry. To be honest, I don't know how to answer if someone ask what kind of person that suitable for me. I'm afraid to have a purpose of what kind of man I should marry, because I don't really know what is best for me. I believe Allah knows the best for me, so I trust that Allah has prepared something good. All I need to do is to be patient and pray while waiting for the time to come.

Talking about soul mate, I do have some preferences about what kind of man that I like. ;) If my preference that my mom was meant about by asking this 'purpose' thing, then sure I have purposes. First thing first, he has to be a moslem. I cannot marry a man with a different religion, it's not allowed in Islam. Especially for woman, we obligate to marry someone who has the same religion so he can lead us to the right way. Looking for a moslem man to be marry is a main thing, then the important thing after finding it is he has to practice 5 times prayer. There's no excuse, all of moslem are obligate to pray 5 times a day. Then next is I expect he can read Al-Qur'an. I like to hear someone who recites Al-Qur'an nicely, it feels peaceful and soothing. We need more men in this world who can lead the family with the guidance of Qur'an and Hadist.

Then about the race, I don't limit myself specifying what race I am looking for. Any kind of race will do, people are the same in front of Allah SWT, what makes us different is our hearts and deeds. It is said that the most pious person among us is the one who is more obedient to Allah SWT, isn't it?

Next thing is about habits and behavior. I think it's better to be with someone who's not smoking. It is healthier to live with a person who can appreciate a good air to breath and knows how to be grateful for the perfect lung that Allah has given to us by not ruin it with poisonous smoke. And personally, I have an asthma. It gets worse if I breath polluted, dusty, and humid air. I will need oxygen and medication.

Talking about physic, I like someone who is taller than me. :) Since I'm a bit short, so I kinda like to see a tall man. Like many others, of course I like a good looking companion for me to see everyday. I know this good looking thing is very relative, someone says that beauty lies in the eye of the beholder. It's true, but by looking at my background from the art department, I can't deny that I'm a very visual person. Visual does matter to me. I know that I'm not a Victoria's Secret angel who should expect a Calvin Klein model to be with me. At least, every time I see him I feel at ease.

Sometimes I feel not ready to get married because I kinda bit afraid about sharing the burden together. Honestly, I already have my own burden. I'm not ready and I don't think I'm capable to have another burden to add. Living in a family without a man to protect us, has given me a lot of things to do. Since my dad already passed away, so now the responsible seems like coming to me. My vision about a soul mate is someone who can take that burden and do something about it. That's my version of the man I needed, the one who won't let a woman carry the load by herself.

"Arrijalu Qawwamuna 'Ala Nisa" (man is the protector of women) - QS. An-Nisa : 34

I always wanted to travel the world, to see beautiful places and experience different cultures, people, stories. And I know I cannot do it alone, how lonely it would be to travel by yourself. I've experienced it once when I went to West Sumatra by myself. It was cool, I acted like I was brave enough and pretended that going alone is okay. But deep in my heart, I knew that the journey would be better if I had someone to talk to along the way. The trip was nice, but I was so lonely. The trip didn't leave any memorable impression but me walking by myself.

So I am hoping that by getting married I will have someone to enjoy the journey together.


Second thing, about my effort to get married that my mom asked me to do, for example like finding it in the internet. Haha, I wish I could just type 'who is my soul mate' in google search and enter. :D

I did my findings by going through some acquaintanceship, my friends many times helped me by introducing their friends, my family also helped me several times, but still haven't got anything from there. I know that marriage required process, and process takes time. So, if it's meant to be then it will be. If it's not then it's not destined to be.

But I won't do the process through dating, I prefer to do it with ta'aruf (a process of introducing each other by mediator in order to get married in Islam). Ta'aruf is a fair process, both sides have an equal position in the introduction process. It's like a business, both sides may give requirements of what criteria they're expecting, and both sides should provide their complete profile so the mediator can provide the candidates based on the criteria and backgrounds. So I may say it's like a business proposal. Even though cannot be denied that the man has the first turn to choose candidate, but the woman has the right to accept it or not. If she accepts it then the introduction will continue in more serious acquaintanceship. Ta'aruf has time limit, it cannot occur too long. The time limit is only 3 or 6 months in standard, and maximum 1 year. So if it looks like things aren't work out well, then the process will be stopped for good. If it looks like it's good, then both sides will be suggested to make the process of marriage faster to minimize the tension and avoid anything bad occurred.

Ta'aruf process doesn't require love to get married, it required a person who is ready for marriage. Whether it is the financial, the physic, or mentality that is ready for marriage. Otherwise, the candidate will be seen as not eligible to be considered.

It's very different with dating. Dating is an unfair process, it's not an equal way of process to get married. One side can take advantage of another side without giving any assurance. And this dating process of acknowledging each other has no time limit. So it can take a thousand years in dating just to find out whether he or she is the one. And it tends to fail if it takes longer, the only thing positive is pregnant if it takes too long just what the article above said. Haha, no offence.

I keep talking about marriage but actually I know nothing about it since I haven't got married. ;) But I have learnt a lot from my parents, so it makes me more cautious. The more you learnt, the more scared you become. It's true that if we don't know anything, it gives us more happiness. Stupid people are the happiest. That's why the happiness level in Indonesia is quite high among other countries. We may proud about this. Hahaha.... xD

Well, I don't know what my future will be. I just hope that there's someone who can accept me and love me for who I am, the miserable complicated perfectionist me. With all my effort I hope that I can accept and love him too. Vise Versa.


Posted by Mariana at 10:00 PM 0 comments
Labels: cuap-cuap, wonderful

31 May 2014

My Guilty Pleasure


I should've shared it in facebook or instagram, but now it's kinda too crowded there. Haha.. So thinking 'bout moving here since I like a quite and peaceful place.

Anyway, this is one of my favourite food. Lasagna! Yummy!!! Cheesy food always meets my satisfaction.

I think I will survive well if I live in western world, their world is like a cheese paradise for cheese lovers. But hey, not sure actually if their chesees are halal. Sigh... Lost my interest suddenly.

Hmm.. I'm kinda busy these days and pretty stress with a bunch of things. To overcome my roller-coaster mood, I used to find any kind of nice food. Delicious meals make my mood better, I may say food is my guilty pleasure. Yumm... *now I'm looking at my bloaty belly*


Usually I used to drink coffee when I got stress, but these days I can't take it anymore. My heart beats very fast if I drink coffee now. Is it a sign I'm getting old? 


Or else, I go shopping. Women like shopping, and it get worse when they are stress.


Well oh well, it's already late now. Time to sleep, chao!


Posted by Mariana at 12:51 AM 0 comments
Labels: cuap-cuap, selingan

11 March 2014

Edisi Galau

"Selamat Pagi.
Bagiku waktu selalu pagi. Di antara potongan dua puluh empat jam sehari, bagiku pagi adalah waktu paling indah. Ketika janji-janji baru muncul seiring embun menggelayut di ujung dedaunan. Ketika harapan-harapan baru merekah bersama kabut yang mengambang di persawahan hingga nun jauh di kaki pegunungan. Pagi, berarti satu hari yang melelahkan terlampaui lagi. Pagi, berarti satu malam dengan mimpi-mimpi yang menyesakkan terlewati lagi; malam-malam panjang, gerakan tubuh resah, kerinduan, dan helaan napas tertahan."

"Apakah dunia memang begitu? Kita tidak akan pernah mendapatkan sesuatu jika kita terlalu menginginkannya. Kita tidak akan pernah mengerti hakikat memiliki, jika kita terlalu ingin memilikinya."

"Tahukah kau, Tegar, untuk membuat seseorang menyadari apa yang dirasakannya, justru cara terbaik melalui hal-hal menyakitkan. Misalnya kau pergi. Saat kau pergi, seseorang baru akan merasa kehilangan, dan dia mulai bisa menjelaskan apa yang sesungguhnya dia rasakan."
- Sunset Bersama Rosie - Darwis Tere-Liye


Edisi galau setelah sekian lamaa ga pernah baca novel. Eh salah, ralat ralat, setelah sekian lamaa ga pernah baca buku. Hahaa. Ending di novel ini mirip kayak film Boys Before Flowers. Itu loh film korea (again!) yg lumayan hits di jamannya, yg bikin Lee Min Ho booming pertama kali. Hahaha mudah-mudahan kalian ga eneg ya saya ngebahas film korea terus... xD

Di ending film itu juga begitu, tokoh Jae Gyong yg jadi tunangannya Jun Pyo (diperankan oleh Lee Min Ho) pada akhirnya membatalkan pernikahannya atas keinginannya sendiri setelah sadar bahwa Jun Pyo cinta mati sama Jan Di. Filmnya kocak meskipun ceritanya masih seputar romance. Genre-nya memang Comedy Romance. Bikin ketagihan nontonnya, selain kocak ceritanya tentunya ga bosen2 ngeliat tokoh Jun Pyo disana. Hihiii... ;P

Intinya baik di cerita novel maupun di film tersebut, pengorbanan memang bukan hal yg mudah. Perlu kebesaran hati untuk memberikan apa yang kita cintai kepada orang lain. (usap air mata dulu, hiikss..) Pasti kita akan ngerasain, "enak di lo, ga enak di gw" ketika memberikan sesuatu yang amat kita sukai dan merelakannya (dgn ikhlas maupun terpaksa). Tapi ketika bisa melakukannya, maka akan tumbuh pembelajaran yg baik buat diri kita sendiri, yaitu bagaimana menahan keinginan diri dan bersabar untuk sesuatu yang lebih baik di kemudian hari.

Always remember satu pepatah bijak ini, "You can loose the battle, but win the war!" ;)


Posted by Mariana at 4:11 PM 0 comments
Labels: cuap-cuap, korean drama

08 March 2014

Business In 3 Words

Saya mendapatkan nasehat bisnis yg sangat bagus dan begitu simpel di radio kesukaan saya, Brava Radio. Nasehat ini didapatkan dari seorang narasumber yg berprofesi sebagai wirausahawan, namun saya lupa namanya mohon maaf. :D

Nasehat dari beliau simpel sekali, bisnis bagi beliau dalam 3 kata yaitu :
"DO YOUR BEST"

Ketika menjalankan sesuatu, apapun itu, pastikan bahwa kita sudah melakukan yg terbaik yg kita bisa. Hasilnya seperti apa kita serahkan saja kepada Allah SWT. Karena semuanya semata-mata adalah dengan seijin-Nya maka bisa terjadi. Meskipun kita sudah melakukan yg terbaik, bisa saja tidak berhasil jika tanpa seijin Allah SWT. Apalagi jika kita tidak melakukan yg terbaik. :)

So, do your best that you can do! Semangaat!!

Posted by Mariana at 6:58 PM 0 comments
Labels: cuap-cuap, inspirasi

14 August 2013

Maaf - Memaafkan

Bulan Ramadhan baru saja berlalu dan kini telah masuk bulan Syawal. Alhamdulillah saya masih diberikan umur untuk menjalani hari Raya Idul Fitri baru-baru ini. Bagaimana suasana Idul Fitri / Lebaran kemarin kawan-kawan? :D Semoga menyenangkan ya seperti yang saya jalani bersama dengan keluarga.

Alhamdulillah pada tahun ini saya tidak kena pertanyaan "kapan" dari keluarga seperti tahun-tahun sebelumnya... ;D Sepertinya tahun ini semua perhatian keluarga saya tercurahkan pada si kecil anggota keluarga baru kami, yaitu Aira atau Aya ponakan kecil saya yang sangat imut dan menggemaskan. Hehe. 

Oya sebelum saya lupa, saya ingin mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1434 H pada teman-teman sekalian dan para pembaca blog yang budiman. Taqabbalallahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum. Ja'alanallahu Minal Aidin wal Faizin. Mohon maaf atas perbuatan, perkataan, ataupun postingan yang tiada berkenan, mohon dibukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya. Mari kita menjalin kembali silaturahmi dengan awal yang baik, insyaa Allah. :)

Saya jadi ingin berceloteh sedikit tentang perihal maaf-maafan ini. Meminta maaf memang bukan hal yang mudah. Saya sendiri sadar saya punya banyak sekali kesalahan karena keterbatasan saya sendiri. Untuk memulai mengatakan maaf rasanya berat banget, gimana tidak, ketika meminta maaf kita berarti mengakui bahwa kita salah. Adalah orang-orang yang berjiwa besar menurut saya yang berani meminta maaf dan mengakui kesalahannya.

Tapi tidak begitu menurut Tao Ming Tse di Meteor Garden. Katanya : "kalau maaf bisa menyelesaikan masalah, lalu buat apa ada polisi?!?" Hahaha, sedikit nostalgia film lawas dari negeri Taiwan. :D 

Kembali lagi ke soal maaf-maafan. Menurut saya ada lagi yang lebih berat dilakukan setelah meminta maaf, yaitu memaafkan. Baik memaafkan diri sendiri maupun orang-orang yang telah menyakiti. Luar biasa orang-orang yang mampu memaafkan dengan penuh keikhlasan dan tetap berprasangka baik pada orang yang telah berbuat salah. Tapi diatas itu, ada lagi yang lebih luar biasa. Yaitu yang mampu memaafkan tanpa perlu menerima permintaan maaf dari orang yang telah berbuat salah. Seperti halnya Rasulullah SAW, beliau memang benar-benar teladan yang luar biasa. Meski diperlakukan dengan tidak baik oleh seorang pengemis buta dengan kata-katanya yang mengejek, namun beliau tidak membalas bahkan berbuat baik pada pengemis tersebut dengan menyuapinya makanan setiap kali bertemu dengan pengemis tersebut. Hingga akhirnya ketika pengemis tersebut mengetahui apa yang dilakukan oleh Rasulullah SAW, pengemis itu pun sampai menangis tersedu-sedu. Saya sendiri terharu tiap kali mengingat kisah tersebut. :') 

Honestly speaking, saya sendiri adalah orang yang sulit memaafkan. :/ Kalau udah kesal, bisa lama kesalnya. Kalau kata orang Sunda teh, saya ini suka pundungan (suka ngambek). xD Saya memang mesti banyak belajar untuk memaafkan. Benar kata peribahasa, orang yang bisa melupakan kesalahan orang lain adalah orang yang paling bahagia. Bahagia karena bisa melupakan kesalahan orang lain tanpa perlu menyimpan perasaan yang tidak enak di hati.

Ada yang pernah berkata bahwa hati kita itu luasnya seluas samudera jika kita mau untuk membukanya. Meski ditumpahi tinta sebanyak apapun, hati itu tetap lapang dan jernih kembali. Asik ya jika kita bisa seperti itu.

Saya jadi ingat film korea "I Hear Your Voice" yang baru-baru ini saya tonton. Di film itu seorang ibu menasehati anaknya untuk tidak membalas perlakuan buruk dari orang lain, layaknya sebuah peribahasa, "an eye for an eye will make the whole world blind." Ibu itu tidak ingin sang anak hidup dengan menyimpan perasaan benci sepanjang hidupnya hanya karena perbuatan buruk dari orang lain. Waktu yang kita miliki untuk hidup saling mencintai saja tidak pernah cukup, apalagi diisi dengan membenci orang lain. Tentu tidak enak hidup dengan menyimpan perasaan membenci terus menerus, benar nasehat sang ibu tersebut. Lebih baik kita lupakan kesalahan orang lain dan berusaha untuk memaafkan seiring berjalannya waktu.

Berhubungan dengan maaf-memafkan, sepanjang Lebaran kemarin saya membaca beberapa postingan ucapan Hari Raya dengan untaian kata-kata yang bagus di jaringan sosial media. Saya ingin berbagi disini beberapa quotes atau kutipan yang saya simpan yang berhubungan dengan permintaan maaf.

"The first to apologize is the bravest,
the first to forgive is the strongest,
and the first to forget is the happiest." ― Unknown

“To forgive is to set a prisoner free
and discover that the prisoner was you.” ― Lewis B. Smedes

"dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. ― (QS. An-Nur : 22)


Ada satu lagi permintaan maaf yang tidak boleh kita lewati, yaitu meminta maaf pada Tuhan atas kesalahan-kesalahan yang sering kita lakukan, kewajiban yang terlalaikan, dan tak terhitung banyaknya dosa yang sadar maupun tidak sadar kita lakukan. Semoga Allah SWT mengampuni dan memaafkan kesalahan-kesalahan kita yang telah lalu dan yang akan datang. Aamiin...

Yuk kita saling memaafkan dan jalani hari bersama dengan keceriaan yang baru. Let us forgive each other so that Allah may forgive us. :)



Posted by Mariana at 3:43 AM 0 comments
Labels: cuap-cuap, kata-kata

26 June 2013

One Fine Day

When I'm done with all the things that needed to be done, I want to spend my time doing what I like to do.

Hmm actually, what are the things that I really want to do and could spend the rest of the time with it? Wanna know? :D

Here are the list of the things that I've been dreaming to do :

1. Learning about photography and how to process a photo in a dark room

Dark Room
I like photography, I really like taking pictures with a camera or a phone camera. I want to take a course to learn well how to take a good pictures. And maybe later I can join for some competition and having my works presented in an exhibition. I did it once a few years ago, my photo had been selected for a travelling photography exhibition. I took the photo only with a pocket camera when I went to Ijen Crater in East Java with my backpacker buddies. Haha, never imagine at all I could be selected. And it feels soooo good seeing your photo being presented well in a nice frame. :D Hopefully I can do it again one day.

My photograph was on displayed in an exhibition (the 2nd from the top right).
The photo title is "Serpihan Jiwa"

2. Learning at least 3 different languanges

Mastering other languange gives you more confidence and satisfaction about yourself. I feel good about myself if I can understand other languange. Right now the only foreign languange I know is English. I was quite interested when I learnt it, and using it frequently whenever I could - even just translating a song lyrics, I did it wholeheartedly. I don't have any difficulties in learning languange. So if I have time, I want to learn at least 3 other languanges. Maybe it will be Arab, French, Korean Hangeul, Japanese, and Germany. Just like my father, he understood 4 languanges. It was Germany, English, Chinese, and Bahasa Indonesia. I don't really interested in learning Chinese, though I am half Chinese. :P It's just not cool speaking with a languange which required you to produce a shrilling annoying sound. Haha, no offence. :D Just my two cents. 

3. Travelling or backpacking around the world

That's one of my never ending passion. Seeing the beauty of this world that Allah has created to us. :D I think it's such a pitty if you have time, money, and healthy body but you don't want to see the beauty of the world. So, I promise to myself that one day I must go travelling around the world. Seeing nature, mountain, beach, crater, river, forest, village, cities, civilization, culture, all the beauty things in this world I want to see. You can learn many things from your journey, experiencing new things, discovering something you never imagine, having an unforgetful adventure, meeting new inspiring people, and some people say you can find yourself from your journey. :) And another thing, of course you can hunt and take some good pictures while having your journey. :D Sounds nice, right? Hopefully I can do it with my lifetime partner. Should be a lifetime partner, because I want to spend most of my time doing this. Hopefully the partner have the same desire. :)

4. Learning how to read Al-Qur'an correctly and to memorize it

Al-Qur'an Al-Kareem
I can read Al-Qur'an, I learnt it since I was a kid. I have a very kind private teacher who taught me patiently how to read Al-Qur'an from the very beginning. But I know that I haven't fully learn it because I only had a very short time in learning it and I didn't go to Islamic school at all. I studied in a Christian school since I was in a kindergarden until highschool. I just really started to know Islam when I went to university. So I still need to continue my study in reading Al-Qur'an correctly. And if it's possible, I want to memorize it too as many as I could. I wish that one day I can have a small family who regularly read Al-Qur'an together and share the meaning of it. I wish that I can teach my children how to read Al-Qur'an correctly too. :)

5. Crafting or creating some nice artworks

Since I was a kid, I like to do craft. I have a good hand, I'm good in doing handicraft like quilting, knitting, anything. I like to paint on a canvas too. If I have time, I want to do some nice artworks in my art room. Maybe I will sell it or just collecting it in one room. Expressing yourself in art will make you see the beauty of colors and teach you how to appreciate it. I love art and love being a part of it.

6. Learning how to bake and cook

I cook occasionally, rarely, only if there's a good reason in doing so. I'm very lazy in cooking, because I don't like the mess and the long time required to do it. When someday I have a family, I know that I should be able to cook however. If I may choose, I prefer baking to cooking. Baking is more fun to me. Anyway, if there's a time better I learn both, baking and cooking. So I can feed all the people I love with my own food.

7. Gardening flower, fruits, and vegetables

I have a dream for so long that I want to have a large land so I can gardening many kind of flowers, fruits, and vegetables. Then in the middle I will build a green house where I can do my experiments or just hanging around. And somewhere in the corner or in the middle too it's okay, I will put a gazebo to take a rest alone or together with my family and have lunch while viewing the garden. Lovely, isn't it? :D

8. Doing sports like basketball, swimming, baseball, and martial art

Ever heard in a healthy body there's a good soul? That's true. So I want to keep my soul in a good spirit by regularly doing sports. It's fun and will make your body healthy.


Those are some of the things that I want to do if I have spare time one day. Hopefully, wish me luck!

Posted by Mariana at 3:36 AM 0 comments
Labels: cuap-cuap, selingan, wonderful
Older Posts Home
Subscribe to: Posts (Atom)

Blog Design by Gisele Jaquenod - edited by Mariana