skip to main | skip to sidebar

About me

My Photo
Mariana
Indonesian muslimah, Backpacker, Photography Lover, Dreamer, and Believer to these phrases: "whoever seeks they will find" & "there's no useless effort" - So, keep on going!
View my complete profile

Archive

  • ► 2008 (13)
    • ► June (1)
    • ► July (3)
    • ► August (2)
    • ► September (2)
    • ► November (2)
    • ► December (3)
  • ► 2009 (13)
    • ► January (2)
    • ► February (1)
    • ► March (2)
    • ► May (1)
    • ► August (1)
    • ► September (3)
    • ► December (3)
  • ► 2010 (20)
    • ► January (3)
    • ► February (3)
    • ► April (1)
    • ► June (1)
    • ► July (1)
    • ► August (9)
    • ► September (1)
    • ► November (1)
  • ► 2011 (10)
    • ► February (2)
    • ► June (3)
    • ► August (4)
    • ► October (1)
  • ► 2012 (5)
    • ► January (1)
    • ► March (1)
    • ► August (1)
    • ► September (1)
    • ► November (1)
  • ► 2013 (16)
    • ► January (1)
    • ► March (1)
    • ► June (6)
    • ► July (1)
    • ► August (4)
    • ► September (2)
    • ► October (1)
  • ► 2014 (13)
    • ► January (1)
    • ► February (1)
    • ► March (2)
    • ► May (2)
    • ► June (1)
    • ► August (1)
    • ► September (1)
    • ► October (1)
    • ► November (3)
  • ► 2015 (15)
    • ► February (1)
    • ► March (1)
    • ► July (1)
    • ► August (3)
    • ► October (4)
    • ► November (1)
    • ► December (4)
  • ► 2016 (6)
    • ► January (2)
    • ► February (2)
    • ► March (2)
  • ► 2017 (3)
    • ► April (1)
    • ► June (1)
    • ► July (1)
  • ► 2020 (5)
    • ► October (2)
    • ► November (3)
  • ▼ 2021 (9)
    • ► January (1)
    • ► February (2)
    • ► April (3)
    • ► July (2)
    • ▼ September (1)
      • Alhamdulillah I'm Pregnant

Labels

  • backpacking
  • blog design
  • capturing moments
  • cerita-cerita
  • cuap-cuap
  • family matters
  • hikmah
  • hot stuff
  • inspirasi
  • kata-kata
  • kerja dan belajar
  • korean drama
  • masak memasak
  • quotes
  • relationship
  • review
  • selingan
  • tausyiah
  • wonderful

What I'm Into

Interior & Architecture

  • Arc Space
  • Arch Daily
  • Archinect
  • Architonic
  • Copy Cat Chic
  • Design Glossary
  • Design Milk
  • Dezeen
  • Enlighter Magazine
  • Famous Architects
  • HGTV
  • Houzz
  • How About Orange
  • IALD
  • IKEA Hackers
  • Interior Design Magazine
  • Karim Rashid
  • Lighting Design Magazine
  • Meade Design Group
  • Mondo Arc
  • Philippe Starck
  • Print and Pattern
  • Samantha Pynn
  • Summer Allen
  • Suzanne Dimma
  • Top 50 Interior Websites

All About Design

  • Eat Drink Chic
  • Goodnight Little Spoon
  • Josh Lafayette
  • Paper Toys
  • Pixel Girl
  • Pugly Pixel
  • Pugly Pixel Blog
  • The Cool Hunter

Let's Go Green

  • groovy green
  • inhabitat
  • sustainablog
  • world changing

Inspiring Blogs

  • Febrianti Almeera
  • Islamic Articles
  • Jamil Azzaini
  • Salim A. Fillah

I Read This

Bidadari Bidadari Surga
Mengarungi 'Arsy Allah
Gadis Pantai
Confessions of a Shopaholic
Rembulan Tenggelam Di Wajahmu
Kupinang Engkau dengan Hamdalah
The Da Vinci Code
A Very Yuppy Wedding
Menyelam ke Samudera Jiwa dan Ruh
Bumi Cinta
Cinta Brontosaurus
The Alchemist - Sang Alkemis
Kambing Jantan: Sebuah Catatan Harian Pelajar Bodoh
Life of Pi
Why Men Don't Listen and Women Can't Read Maps: Mengungkap Perbedaan Pikiran Pria dan Wanita Agar Sukses Membina Hubungan
divortiare
Ketika Cinta Bertasbih
The Right to Lead
How to Win Friends and Influence People
Virus of the Mind: The New Science of the Meme


Mariana's favorite books »

For A Better Life!

Blog Readers

Stats

free counters

simply,

bla bla bla in my mind...

Showing posts with label selingan. Show all posts
Showing posts with label selingan. Show all posts

27 March 2016

Social Media Rules (Part 2)

Setelah mengamati beberapa waktu belakangan, saya lihat sepertinya masih banyak yang bertanya-tanya, kenapa sih ga boleh ini itu di social media? Terus posting apa dong di socmed? Buat apa punya social media tapi ga bisa ngapa-ngapain? Sebenarnya bukan tidak boleh, apa yang mau kita posting atau seperti apa kita mau menggunakan social media yang kita punya itu adalah hak masing-masing. :) Saya jelas tidak punya hak mengatur, saya hanya sekedar menyampaikan apa yang saya baca di artikel-artikel atau tausyiah yang pernah saya dengar. Hanya sekedar mengingatkan, sebagai bentuk amar ma'ruf - nahi mungkar. Mengingatkan pada kebaikan dan mencegah dari perbuatan buruk. Semata-mata demi kebaikan bersama, terutama untuk yang seiman atau satu keyakinan, yaitu sesama muslim. Di luar itu ya kembali pada kepercayaan masing-masing.


يَابُنَيَّ أَقِمِ الصَّلَاةَ وَأْمُرْ بِالْمَعْرُوفِ وَانْهَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَاصْبِرْ عَلَى مَا أَصَابَكَ إِنَّ ذَلِكَ مِنْ عَزْمِ الْأُمُورِ

Wahai anakku! Laksanakanlah shalat dan suruhlah (manusia) berbuat yang makruf dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpamu, sesungguhnya yang demikian itu termasuk perkara yang penting. (QS: Luqman ayat 17)


وَلاَتُصَعِّر خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلاَتَمشِ فِي الأَرضِ مَرَحًا إِنَّ اللهَ لاَيُحِبُّ كُلَّ مُختَالٍ فَخُورٍ

Dan janganlah kamu memalingkan wajah dari manusia (karena sombong) dan janganlah berjalan di bumi dengan angkuh. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan diri. (QS: Luqman ayat 18)


Jujur, saya sendiri juga masih banyak kekurangan ketika menggunakan social media. Karena dulu terbiasa memposting status tanpa pikir panjang, jadi terkadang masih suka kebablasan. Makan makanan yang enak langsung difoto terus diposting, lagi jalan-jalan kemana karena excited langsung pengen update status plus sharing location, dan sebagainya. Seringkali saya sendiri juga suka menjadikan berbagai alasan sebagai excuse alias pembenaran atas apa yang saya lakukan.

"Toh saya bukan ustad, ga apa-apa lah sesekali posting ini itu, toh itu bukan saya yang pertama kali nulis soal nasihat posting di social media, itu kan kata-katanya ustad ini, itu kan nasihatnya si penulis yang itu, yang penting niatnya ketika posting, mau dianggep apa itu bukan urusan saya, ini kan socmed saya terserah saya mau posting apa" dan berbagai alasan lainnya yang saya sendiri masih suka jadikan itu sebagai excuse.

Seperti yang sudah saya tulis sebelum-sebelumnya, postingan di blog ini sesungguhnya semata-mata untuk mengingatkan diri saya sendiri mostly. ".... So if  I forgot who I were back then, I can find myself again through my journal." Ini kata-kata yang saya tulis beberapa tahun yang lalu. Tapi jikalau kebetulan tulisan saya ternyata ada yang mirip kasusnya dengan siapapun yang baca blog ini, then I deeply apologize for the inconvenience caused.

Anyway, kembali ke topik mengenai social media. Disini saya mau share sedikit sumber-sumber referensi yang saya temui berkaitan dengan dunia social media. Kenapa saya sebutkan di postingan sebelumnya bahwa socmed itu sangat kompleks ternyata keterkaitannya dengan banyak hal. Ini bukan hanya mengenai kita mau posting apa, apakah itu pamer atau bukan, isi dari postingan bermanfaat atau bukan, sebenernya social media is more than what we've ever think of. Bukannya paranoid atau mikirnya negatif terus, tapi it's the reality. Ada berbagai hal yang ternyata tidak sesimpel yang kita pikirkan.

Tapi lagi-lagi kembali ke diri kita sendiri bagaimana menyikapinya. Apakah kita mau concern kemudian wisely using the tools (socmed), atau we want to be used by the tools. Whether we want to close our eyes or not to this fact, it's totally up to us. And don't worry about people's judgement, I won't judge either. 'Cause I'm not even better and I pretty much understand about the world we live in.

So here it is, ini beberapa referensi yang saya temui terkait dengan social media dan teknologi smart phone yang kita gunakan.


Ini dari Ted Talks :

"It’s really important that people understand that there are computational techniques that will reveal all kinds of information about you that you’re not aware that you’re sharing.” Jennifer Golbeck

“The point is, we really don’t know how this information will be used.” Alessandro Acquisti

Bahasan lengkapnya bisa dibaca disini :
http://ideas.ted.com/do-you-know-what-youre-revealing-online-much-more-than-you-think/


Ini artikel dari ABC mengenai handphone yang ternyata bisa digunakan sebagai tracking device :
http://www.abc.net.au/news/2015-08-16/metadata-retention-privacy-phone-will-ockenden/6694152


Berikut video yang kebetulan saya temui tentang Cyber Privacy Parable (privasi di dunia maya dan bagaimana informasi yang kita share online ternyata bisa digunakan oleh pihak-pihak lain tanpa sepengetahuan kita).






Yang berikut video ilustrasi pandangan dari sisi Islam mengenai bagaimana kita menyikapi informasi, videonya cukup bagus, jelas, dan mudah dimengerti. Visualnya juga menarik. Sayang ga bisa muncul di blogger, berikut link-nya.

https://www.facebook.com/andini.pratiwi/videos/10152819527673197/



Yang berikutnya video yang membahas tentang ghibah. Ternyata di-ghibahi bisa menambah pahala atau bisa membuat kita memberikan dosa-dosa kita kepada orang-orang yang menghibahi kita.




Kalau begitu lalu apa yang bisa kita posting? Nah hal ini sudah saya rangkumkan dalam postingan sebelumnya : Social Media Rules (Part 1)


Saya melihat masih banyak manfaat dari social media, antara lain bisa digunakan sebagai :
- media syi'ar atau dakwah
- menjalin silaturahim
- mendapatkan berita atau informasi secara aktual
- untuk menambah pengetahuan
- untuk memotivasi ke arah yang baik
- untuk berdagang atau jualan online
- mencari pekerjaan, relasi, network
- mencari inspirasi atau ide
- sharing hal-hal yang bermanfaat
- sharing hobi, interest, kesukaan, cerita (selain ghibah, aib, keluh kesah)
- dan lain sebagainya


Karena itu saya belum ada niatan untuk menutup social media yang saya miliki, karena ternyata manfaatnya masih banyak dibandingkan mudharatnya insyaa Allah. Tinggal bagaimana kita menggunakannya secara bijak. Oya khususnya untuk yang sudah memiliki anak, mungkin bisa lebih berhati-hati ketika akan memposting foto anaknya atau dimana lokasi anaknya. Karena itu bisa membahayakan keselamatan anak dan keluarga kita sendiri. Seperti apa bahayanya, bisa di search di google. Bahkan sekarang di salah satu negara di Eropa sudah dilarang untuk memposting foto anak, karena hal itu bisa membahayakan keselamatan anak tersebut.

Mungkin sekian yang bisa saya share hasil dari pengamatan sana sini. Untuk lebih jelasnya bisa coba baca-baca postingan dari penulis Tere Liye di facebook page berikut : https://www.facebook.com/tereliyewriter/?fref=nf. Bagus-bagus nasehat yang disampaikan, mostly concern-nya tentang moral dan akhlak generasi di jaman sekarang.

Terakhir, ada satu quote yang bagus dari Rumi. Mungkin bisa jadi bahan renungan ketika menggunakan social media,

Raise your words, not voice. It is rain that grows flowers, not thunder.

Posted by Mariana at 3:25 PM 0 comments
Labels: cerita-cerita, cuap-cuap, selingan, tausyiah

18 January 2016

Social Media Rules (Part 1)

Sejak baca-baca berbagai artikel, tausyiah, atau nasehat mengenai dunia social media, sekarang saya jadi jauh lebih berhati-hati ketika akan memposting sesuatu. Dunia social media tidak sesimpel dan se-fun yang saya pikirkan. Setelah ditelusuri dan diamati, social media ternyata sangat kompleks keterkaitannya dengan banyak hal. Dan itu bisa mempengaruhi banyak hal juga. Pusing bacanya? Haha saya juga bingung nulisnya saking kompleksnya. Tapi semua kekompleksitasan tersebut sudah saya buat simpel dalam poin-poin di bawah ini, hasil rangkuman setelah menjajali dan mengamati beberapa waktu belakangan.


Hal-hal yg sebaiknya tidak di posting di socmed :
- hal2 yg bersifat pribadi
- keluh kesah
- doa pribadi yg sebaiknya hanya kita & Tuhan yg tahu
- gosip / ghibah / aib org lain, teman, maupun keluarga
- informasi yg belum pasti
- opini / berita tanpa disertai sumber / referensi
- postingan yg bersifat riya' / pamer (bs berupa foto makanan lezat, barang mahal yg kita beli, harta benda, kemesraan dgn pasangan, pamer sedekah & amal ibadah, foto anak dgn prestasinya, dll)
- hal2 yg bs membuat org iri / hasad / dengki (bs berupa foto jalan2 ke luar negri, tamasya, foto anak, foto keluarga, foto kuliah di univ ternama, foto kantor & papan jabatan, foto lg umrah atau haji, dll)
- sharing location
- foto selfie


Hal-hal yg boleh di posting di socmed :
- sharing info yg bermanfaat
- tausyiah saling mengingatkan ajaran agama
- status positif spt menulis kegiatan yg ada hikmahnya
- ajakan utk kegiatan sosial
- sharing info infaq / sedekah
- sharing ilmu yg pernah kita pelajari & dirasa bermanfaat bagi sesama
- syi'ar / pengumuman sudah berkeluarga
- foto dgn pasangan yg sah
- foto kegiatan positif
- jualan produk / jasa (yg tdk bertentangan dgn syariat)
- undangan acara (nikah, pengajian, akikah, dll)


Tips-tips dalam bersocial media :

  • buat friend list dgn tujuan siapa aja yg bs liat status yg kita sharing / klasifikasi status (misal friend list di fb yg mengelompokkan akhwat semua atau ikhwan semua, list khusus teman2 yg seagama, list khusus utk berbagi tausyiah, list khusus keluarga inti, list khusus utk sharing jualan, dll)
  • gunakan fitur utk mengatur privacy (spt di facebook sblm kita update status selalu ada pilihan utk setting privacy kita mau share ke siapa aja, disitu kita bs pilih dari friend list yg udh kita buat)
  • ketika sharing hal2 pribadi pastikan kita udh set privacy-nya hanya utk keluarga inti atau org2 terdekat & terpercaya saja
  • ketika akan memposting foto, pastikan untuk akhwat tidak terlihat auratnya meski hanya ada rambut sedikit mengintip dari balik hijab sebaiknya diedit dulu atau cari foto yang tidak terlihat rambutnya. Juga foto yang memperlihatkan bentuk badan. Saya suka kasihan melihat akhwat memposting fotonya berhijab syar'i, tapi bahan hijabnya menjeplak badan, jadi di foto terlihat jelas jeplakan bentuk dadanya. Memang tidak banyak yang sadar atau sejeli itu dalam memperhatikan foto, tapi yakin pasti ada satu atau dua orang yang sadar. Dulu atasan saya pernah memberikan nasihat yang bagus, dia bilang, "if you can see the mistake, other people can see it too"
  • jangan terlalu vokal dalam menyampaikan pendapat, kita bisa dianggap terlalu ekstrim dan tidak fleksibel (kecuali dalam urusan yg prinsip seperti akidah, syahadat, dll). Always open a space where you can accept other possibilities.


Karena kebanyakan baca rules-rules di atas, sekarang saya bingung mesti posting apa di social media. :'D Sedih juga sih, jadi ga eksis kalau ga update status. Tapi demi kemaslahatan diri sendiri dan bersama, saya harus lebih selektif untuk mempublikasikan sesuatu. Anggap aja kayak artis, mesti jaga image yang bagus. Hehee... Saya udah beberapa kali kejadian, karena terlalu 'caper' di socmed, saya jadi dideketin orang-orang. Bahkan sampai di-stalking sana sini, hahaa. Tapi begitulah, namanya orang kan kita ga pernah tau apa yang mereka pikirkan. Kalau saya sih agak males nge-stalking di dunia maya, kalau ingin mengenal seseorang saya lebih suka ketemu langsung terus ngobrol banyak hal sambil mengamati ekspresinya layaknya Dr. Cal Lightman di film Lie To Me yang bisa menganalisis micro expression. Karena body languange dan facial expression ga bisa bohong. Tapi social media, everyone can manipulate it.

Sebenernya kalau di dunia social media saya paling suka posting foto kuliner, selain foto diri sendiri yang imut. Hehee... Soalnya kalo nemu makanan yang enak rasanya pengen sharing, terus bilang "ini enak banget loh mesti cobaiiin". Tapi bbrp waktu yang lalu nemu artikel yang bahas kalau di dunia maya sana bisa jadi ada orang-orang yang kelaperan atau mungkin ga terlalu mampu untuk afford makanan yang fancy. Bisa makan aja udah syukur, meski aneh juga sih kalau bisa socmed-an harusnya bisa beli makan juga. Tapi jaman sekarang gitu loh, internet lebih penting daripada makanan. xD Jadi ya everything is possible.

Terus foto diri sendiri, hmm sebenernya suka banget selfie apalagi semenjak hadirnya aplikasi-aplikasi amazing yang bisa bikin muka keliatan mulus, badan jadi lebih tinggi dan kurus, woww. Bahkan ada juga aplikasi yang bisa edit muka pakai make up, ada pilihan warna warni lipstick dan eyeshadow-nya lagi. Seru banget. Hahaa, tapi lagi-lagi di mendengar dakwah sana sini bilangin ga bagus loh posting foto selfie. Karena selfie adalah riya' terselubung. Hikss..ㅠ.ㅠ  I just wanna have fun.

Foto cincin muriah meriah, hahaa, jamin ga ada yang ngiri. Cuma 15 ribuan.
Tapi keliatan kayak jutaan ya shiningnya. :D

Posting foto kopi yang enak, salah satu hobi saya di dunia socmed


Kalau foto jalan-jalan, udah jelas ya itu pasti bikin jamaah per-internetan sejagad raya ngiri. Saya aja sering banget ngiri meski cuma ngeliat foto ustad yang lagi umroh di Mekah terus mampir pulangnya ke Turki. T_T Mungkin ini karma saya karena dulu sering posting foto jalan-jalan backpackingan kesana kemari, jadi bikin banyak orang yg ga sengaja ngeliat foto jd ngiri. Hahaa, jadi deh sekarang saya yang sering ngiri ngeliat orang jalan-jalan. Nasib, memang karma ga pernah salah alamat. :P


Ini versi saya aja tentang rules di social media. Intinya sih cuma satu dari sekian panjang tulisan di atas, jangan pamer! Udah itu aja. Hahaa... Untuk lebih detail dan lebih jelasnya kenapa sih ga boleh ini ga boleh itu di social media, bisa coba baca-baca postingannya Tere Liye di facebook, bagus juga itu suka dibahas dengan contoh cerita yang real, based on true story.

Oke deh sekian dulu postingan kali ini. Ciaoo..





PS : sorry banget buat pihak-pihak yang pernah tersinggung dengan postingan saya di socmed, atau mungkin pernah saya unfollow atau unfriend, itu semata-mata demi kemaslahatan diri sendiri dan bersama, dan beberapa pertimbangan lainnya yg tidak bisa disebutkan. Yang pasti tidak ada niat memutus silaturahim. Okayy.. *kiss kiss*


Posted by Mariana at 3:38 PM 0 comments
Labels: cerita-cerita, cuap-cuap, selingan, tausyiah

17 December 2015

Favorite Authors

Recently my friend just tagged me in facebook to write 15 authors of my favorite. It's quite fun because these days people in this generation started to forget to read books. So I think it's pretty smart to ask people to write in their status whose their favorite authors are to remind us again there are many authors have written so many good books to read out there. Books are the window to open our mind to see the world.

So here's the list of mine......

My favourite authors :
1. Dan Brown (suka bgt Inferno sama Da Vinci Code-nya)
2. Habiburrahman El Shirazi (bisa bgt ngegabungin novel roman, sejarah, & fikih)
3. Hanum Salsabila Rais (abis baca bukunya lgsg pengen jalan2)
4. Ika Natassa (cerita2nya cosmopolitan bgt, fresh)
5. Erwandi Tarmizi (penulis buku fikih muammalah, jarang yg ahli di bidang ini)
6. Agus Mustofa (bukunya mostly about science and religion)
7. Paulo Coelho (dalem banget tulisannya, alchemist still the best)
8. Sophie Kinsella (novel girly buat yg suka shopping, haha)
9. Pramoedya Ananta Toer (what a legend!)
10. J.K. Rowling (ga pernah baca bukunya, tp suka bgt nonton harry potter)
11. Dewi Lestari (satu2nya yg pernah dibaca baru Madre, tp lgsg suka gaya ceritanya, jd pengen baca semua novelnya dr supernova, petir, rectoverso, dll)
12. Hermawan Kartajaya (Marketing in Venus is my favorite)
13. John C Maxwell (The Right To Lead is a must-read piece)
14. Raditya Dika (buku2nya bs jd teman yg menghibur di saat galau, hahaha)
15. Felix Siauw (bagus bgt buku2 dakwahnya karena disertai grafis2 yg menarik, terutama buku "Yuk Berhijab!" inspiring bgt)

And of course on top of everything, my one and only favorite book all the time, written by The Greatest Author in the entire universe, which I'll keep reading over and over again, insyaa Allah, will always be Al-Qur'an.

:)

So what's yours?
Posted by Mariana at 1:31 AM 0 comments
Labels: inspirasi, kata-kata, review, selingan, wonderful

Hangugo (한국어)

Long long time ago, my English teacher told us in a classroom that if we could talk in English in our dream (while we're sleeping) it means that we already mastered the English language. Then after a couple years since my teacher told us that, finally I got the dream! Hahaha, I was so happy believing that I have mastered my English language.

Of course it's not true, hahaa, I still lack in conversation and sometimes got mixed up in using tenses up to now. Hikss.... But one thing I'm certain of, that dream showed that I already into the language and I got the confidence in using it anytime. (even with lots of mistake) *big grin*

So what's the relation with Hangugo? What is Hangugo? Hangugo (한국어) means Korean Language.

As you know, these days I've been very keen about Hangul (Korean Alphabets). If there's a blank paper, I feel like always want to write Hangul. Maybe due to this new habit, yesterday night I got a very absurd dream. I dreamt speaking in Korean languange. :D I remember I said the words :
- 'saram' (사람) means someone
- 'saramdeuri' (사람들이) means people
- and 'banmal' (반말) means informal speech or casual speech


Yayy, does it mean I have really mastered Korean? Hahaha, hopefully... someday... *cross finger*

Here are a couple of my hangul handwriting, my small notebook is now full of my hangul writings, just like an elementary student's assignment book. Very messy, but I kinda like it. :D

writing quotes in Hangul

괜찮아요 (it's okay) & 화이팅! (fighting)

할말이 없어요 (I don't have anything to say)

봤어요 (I saw it) & 이따봐요 (see you later)

착한

한국 나이로 (Korean Age) & 미국 나이로 (American Age)

Native Korean Numbers & Sino Korean Numbers

너는 아직도 내가 알고있는 같은 사람이야
(you are still the same person that I knew)

사람이 꽃보다 아름다워
(a person is more beautiful than flower)

가족 회원들
(family members)

Posted by Mariana at 12:53 AM 0 comments
Labels: quotes, review, selingan, wonderful

11 November 2015

Just Like A Teenager

Can't help to share this lovely scene from a movie I just watched. So cute :"D




I really like how honest Ji Ahn (the teenage boy) told Song Yi (the teenage girl) that he doesn't have a lot of  money to spend to have a fancy date, but he has some ideas how they can still have fun together even with a little money they have.

In the previous scenes, Song Yi already confessed first that she likes him. Ji Ahn likes her too, but he rejected to date her. He told her he couldn't be more than a friend. But actually it was a lie, he didn't want to go out with her due to his financial state. He didn't want her to suffer dating a guy like him. Moreover Song Yi's economy state is not even better than him. So he thought that it would be better if she meets someone who can take care of her.

Then it took awhile for Ji Ahn to gather his courage, finally, to tell her the reason why. If she's okay to date even it's not a luxurious one, then he would like to go out with her. It's so sweet isn't it, the way Ji Ahn asked her to go out with him. :") Ji Ahn is so cuuutee...... Can't help to adore him, I really like his deep voice. :P Oh no, I feel like a noona fans already. (noona = older sister in Korean)

Actually there's a boy who likes Song Yi too, his name is Yoon Tae Oh. They were friends since a kid. His condition is way better than Ji Ahn. He's rich, handsome, witty, and really care about Song Yi. If she's in trouble, Tae Oh will help her as much as he could. He's always there for her in most of her difficult times. But Song Yi doesn't have any feeling to Tae Oh. So Tae Oh doesn't have any plan as well to date her because he's still want to have fun in his youthful age.

I know dating is not allowed in my religion, unless it's a date after we're married. But I'm sure in our youthful age, we were once ever had a crush on someone, a foolish love, or maybe a first love like in this movie. However, I only want to bring out the good meaning from the scene above. I see this scene somehow tells us the wisdom about happiness. Just like a teenage boy who plainly asks someone he likes to have fun together even only with a little money they have.

By the way, I'm not suggesting teenagers to have a date like this, no no no... Don't get it wrong. :P If you're still a teenager, the best way to have fun is to achieve good grades in school. Don't go out for a date, it's very dangerous. It could ruin your future if you don't have any self-restraint then lose control. It's much better to work hard while you're young, achieve good grades, and get a nice hobby. When you grow up, you can enjoy the result of the hard works you earned while you're still young, then you can have fun as much as you like. ;)

Back to the movie. Actually for a woman, it's better to chose a man like Yoon Tae Oh. Someone who has the ability to take care, and someone who loves her more. That way at least she would not be wasted. If she chose someone like Ji Ahn, she needs to be ready to live a long way of struggling life. There's nothing wrong of living a struggling life, we're all struggling in any way. Many people can still be happy even with the very least of what they have. But if only we're given a choice to choose between the two, choose someone who loves us and has the ability to take care. That's one wisdom I used to heard from married people. Anyway Tae Oh is not bad at all, he's very cute. Hahahaa...

I'm aware as well that love cannot be forced. There are times when we like someone like Ji Ahn in reality. Though he's not perfect, doesn't have much money, still struggling, but out of nowhere we like him. Maybe that's what it called 'chemistry'. It connects people into one big scenario called destiny. It works just like a magnet. But I wouldn't mind if my magnet appears like Ji Ahn. Who would? :D

Anyway, here's the soundtrack from the movie. I keep listening it these days, sounds good. It makes me feel young again. Can you guess which one is Yoon Tae Oh from this video clip?




Posted by Mariana at 11:27 PM 0 comments
Labels: korean drama, relationship, review, selingan, wonderful

31 October 2015

Jae Hyon Si Anak Kucing & Binatang Peliharaan Lainnya

Alkisah ada satu kucing liar betina yang demen banget tinggal di halaman belakang rumah. Terutama pas dia lagi hamil. -__-" Jadi selama masa kehamilan, si kucing betina ini selalu tinggal di halaman belakang rumah sampai dia melahirkan. Dia udah beberapa kali diam-diam melahirkan anak-anak kucingnya di taman belakang. Luar biasa jg si betina ini loh, sekali melahirkan ga cuma satu yg keluar anaknya. Tapi bisa ada 3 sampai 4 anak sekaligus. Dan ga cuma sekali aja ngelahirin, dia udah beberapa kali melahirkan anak2 hasil hubungan gelapnya dengan kucing2 jantan di luar sana yang pernah saya temui.

Nah masalahnya, abis dia melahirkan si betina ini ga langsung pergi. Tapi dia suka bikin heboh satu rumah. Pernah sewaktu-waktu dia diem2 masuk ke rumah ketika pintu terbuka lebar dan tidak ada yg menyadari, lalu membawa serta anak-anaknya yang baru aja dilahirkan dan diumpetin entah dimana. Alhasil kita kelimpungan nyariin dimana itu anak-anaknya diumpetin, karena tiba2 ada suara meong-meong saling bersahutan di tengah heningnya suasana rumah. Bener-bener deh si betina ini, diam2 menghanyutkan. Mana galak banget lagi, tiap diusir malah pengen nyakar. Galakan dia daripada yang punya rumah. -___-"

Setelah bisa kita temukan dimana anak-anaknya diumpetin, sayang sekali ada satu atau dua yang ga bisa bertahan hidup. Entah karena ketemu tikus besar pas diumpetin atau karena kekurangan gizi. Terus ga lama setelah itu, karena saudara2nya ada yang tewas alhasil anak2nya yang lain jadi sedih dan ga lama kemudian mereka juga ikut tewas. Tragis sekaliii, tapi si betina ini pantang menyerah. Ga lama setelah kehilangan semua anak-anaknya, si betina bunting lagi!!

Kali ini alhamdulillah dari sekian banyak anaknya yang lahir, akhirnya ada jg satu yang bisa bertahan hidup. Sisanya kalah oleh seleksi alam. Si anak kucing ini akhirnya saya kasih nama Jae Hyon, sesuai dengan nama aktor favorit saya yang lagi naik daun waktu itu. Hahahaa..... Si Jae Hyon ini lucu bangeeet, warnanya kuning belang-belang coklat. Satu keluarga saya suka manggil dia Si Kuning. Klo mama saya manggil di Si Kalung, karena dia dikasih kalung sama mama saya buat pemanis. Hahaha....

Jae Hyon sewaktu kecil

Waktu si Jae Hyon masih kecil emang lucunya maksimal, rasanya pengen diajak main terus. Tapi pas agak gedean dikit, si Jae Hyon ini mulai annoying. Selalu nempel kemana-mana kita pergi, terus ngeong-ngeong mulu. Rusuh deh pokoknya. Nah suatu hari, si Jae Hyon ini bener-bener ngeselin karena udah mulai nakal suka masuk-masuk ke dalam rumah. Beberapa kali saya pengen buang si Jae Hyon ini keluar biar dia gabung aja sama kucing-kucing liar lainnya di luar sana, siapa tau klo di luar dia bisa dapet makanan lebih banyak dari tetangga-tetangga sebelah atau dari sisa-sisa makanan di tempat sampah. Tapi sama mama saya ga pernah dibolehin, mama saya suka kasihan karena masih kecil. Nah kebetulan waktu itu mama saya lagi ga ada di rumah, si betina mamanya Jae Hyon juga lagi ga ada di halaman belakang. Kebetulan nih saya pikir, langsung aja si Jae Hyon saya bawa keluar terus saya lepas di depan jalan rumah saya.

Kejam juga sih kalo dipikir-pikir, hehe abis nakal banget sih si Jae Hyon ini. Satu rumah suka kesel karena dia suka nempel-nempel kemana aja kita pergi. Tapi entah kenapa malam harinya saya merasa sangat bersalah. Mama saya juga langsung terlihat sedih seharian pas saya kasi tahu kalo si Jae Hyon udah saya buang keluar. Kata mama saya dia seperti mendengar suara ngeong-ngeong si Jae Hyon dari luar. Mungkin Jae Hyon kedinginan :( Duh saya jadi khawatir semalaman itu, mana si betina mamanya Jae Hyon juga terlihat kelimpungan pas balik ke rumah dan ngeliat anaknya udah ga ada. Hiksss... maafkan daku Jae Hyon...... T___T

Hari itu saya bener-bener merasa bersalah, belum pernah saya merasa semenyesal itu sebelumnya. Lalu keesokan harinya saya bangun tidur seperti biasa. Tapi kala itu ada sedikit rasa hampa di hati, hahaa.... Seperti kehilangan belahan jiwa, wkwkk..... Pas saya ke halaman belakang, tiba-tiba ada yang membuat saya terkejut. Si Jae Hyon ada lagi di situuu, hahahaa..... Ternyata dia balik lagi ke rumah dibawa sama si betina mamanya. Kyknya si betina mendengar suara ngeong-ngeong si Jae Hyon di malam hari, lalu keluar nyariin. Untung ketemu, dan entah kenapa dibawa lagi ke rumah saya. Fiuuuh, saya pura-pura kesal di depan yang lain karena si Jae Hyon dateng lagi. Tapi sebenernya dalam hati saya merasa lega juga akhirnya dia bisa balik ke rumah. Hehehee..... *jadi malu, malu-malu kucing* :"D


Jae Hyon dan si betina mamanya

Sekarang si Jae Hyon udah agak besar, dia udah ngerti setelah diajarin dikit-dikit. Dia udah ga suka nempel-nempel lagi kayak dulu. Dan kalo kita lagi makan, dia udah ga pernah bawel lagi pengen ikutan makan. Dia bakal nunggu dengan manis sampai kita selesai makan, baru kita kasih sisa-sisa makanannya buat dia. Yang paling lucu itu kalau kita abis pergi keluar rumah, si Jae Hyon pasti dengan setia menunggu di depan teras sampai kita balik. Nah pas kita udah sampai depan pager, dia langsung nyamperin seperti menyambut kita datang. Hahaa, ngegemesin banget.

Jae Hyon sudah agak besar

Belum lama belakangan ini, si betina mamanya Jae Hyon bunting lagi dan melahirkan anak-anaknya seperti biasa. Anak-anaknya yang baru warnanya abu-abu belang-belang putih. Mirip sama si betina mamanya Jae Hyon. Anaknya ada dua yang bertahan hidup, tapi ga lama akhirnya yang satu mati entah kenapa. Jadi sekarang cuma ada satu yang hidup nemenin si Jae Hyon. Mereka suka main bareng dan akur banget ga pernah berantem.

Sebenernya satu keluarga ga pernah ada rencana buat melihara si anak-anak kucing yang dibawa si betina ke rumah. Tapi karena kasihan dan udah nyaman juga anak-anaknya di halaman belakang, akhirnya sama mama saya dipelihara juga. Pernah sewaktu-waktu ada kucing jantan warna kuning, bulunya tebel banget keren seperti kucing Garfield, tiba-tiba dateng ke halaman belakang rumah. Kayaknya si Garfield ini bapak dari anak-anaknya si betina, karena pas dia dateng dia elus-elus si Jae Hyon dan adiknya. Kita sih seneng-seneng aja klo mereka bisa kumpul bareng sekeluarga di halaman belakang, hahaa, tapi alhamdulillah si betina dan si jantan sadar diri ga mau lama-lama tinggal di belakang. Si betina setelah selesai menyusui dan melihat anaknya udah agak gedean dikit, pasti dia pergi keluar entah kemana. Nanti baru balik ke rumah kalau dia bunting lagi. Si jantan juga, dia cuma dateng sesekali aja, ga pernah sampai nginep seharian. Hahaa, paling cuma mampir sejam dua jam buat ngeliat anak-anaknya abis itu pergi lagi. Ada-ada aja ya kelakuan kucing, kocak juga kalo dipikir-pikir.

Happy Kitty Family
(ada si jantan kucing Garfield, diduga bapaknya si anak-anak kucing)

Sebenernya ini bukan pertama kali keluarga saya memelihara binatang. Waktu saya masih kecil dulu, pas saya masi duduk di bangku Taman Kanak-Kanak (TK), kami pernah memelihara anjing. Waktu itu keluarga saya belum begitu ngerti agama, hehee, jadi entah kenapa orang tua saya memutuskan untuk memelihara dua ekor anjing di rumah. Namanya Blackie dan Lessie. Karena saya masih kecil, saya ga begitu ingat kenangan apa saja yang pernah kami miliki dengan dua ekor anjing tersebut. Tapi seingat saya, mereka ga pernah boleh masuk ke dalam rumah. Jadi cuma boleh tinggal di teras luar rumah saja. Dan dulu ada juga Burung Kakak Tua, tapi saya lupa siapa namanya. Burungnya lucu bisa ngomong, hehe, suka kita gangguin kalo lagi iseng.

Lalu ketika saya udah agak besar, sewaktu saya duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) kami pernah memelihara Kelinci dan Iguana. Tapi dua-duanya ga bertahan lama, akhirnya entah bagaimana keduanya tewas ga lama setelah di pelihara di rumah.

Pas saya duduk di bangku SMP, kakak saya memutuskan untuk memelihara Hamster. Tapi ga bertahan lama juga nasibnya.

Lalu pas saya beranjak SMA, binatang peliharaan di rumah semakin variatif layaknya kebun binatang. Hahahaa... Kita sempat punya :
- dua ekor Ayam Kalkun (namanya si Jack & Emma)
- seekor Ayam Betina (namanya Carsini)
- sepasang ayam kampung (namanya Kocar & Kacir)
- dua ekor Bebek (namanya si Kwik & Kwek)
- dua ekor Angsa (lupa siapa namanya)
- dan satu ekor Burung Hantu kecil (namanya Hedwig)

Hahaa, rame banget yaaa. Itu semua dipelihara di halaman belakang rumah. Tiap pagi rame banget suaranya, si ayam pada berkokok sahut-sahutan, si Kalkun juga bunyinya kluk-kluk-kluk-kluk, si bebek & angsa bunyi ngoik-ngoik, dan si burung hantu entah gimana bunyinya ajaib dah pokoknya. Hahahaa, ga ada alarm semerdu mereka kalo lagi sahut-sahutan. Tapi saya paling ga berani megang binatang-binatang itu, yang berani megang cuma mama saya aja. Saya dan yang lainnya sukanya cuma gangguin aja, terutama gangguin si Kalkun. Hehee, kalo udah marah paling lucu soalnya. Janggutnya langsung merah, mukanya jadi biru, dan langsung ngembangin bulu-bulunya kayak ngajak berantem. Hahaa, kocak banget ngeliatnya. Ini dia si kalkun dan si ayam jago yang suka kejar-kejaran.

Si Kalkun & Si Ayam Jago

Si Kwik - Kwek

Sekarang akhirnya dari sekian banyak binatang peliharaan, tinggal dua ekor kucing aja di belakang rumah. Yaitu Jae Hyon dan adiknya yg saya beri nama Lee Sang Yoon. Yah begitulah kisah binatang peliharaan di rumah. Oya sama ada satu lagi, sekarang ada Tokek di plafon rumah yang suka bunyi-bunyi sendiri. Wkwkw...

Oke deh sekian dulu cerita selingan tentang para penghuni kebun belakang yang udah seperti keluarga sendiri. Kapan-kapan cerita lagi kalo ada penghuni kebon yang bertambah. Xixixiii, see yaaa.......


Posted by Mariana at 1:40 AM 0 comments
Labels: capturing moments, cerita-cerita, cuap-cuap, family matters, selingan, wonderful

14 October 2015

Hangul

Recently I'm really fond of Hangul letters. Hangul is Korean alphabet that usually used to write Korean words. I learnt Korean language for the first time when I was in college. And since then I became fond in anything about Korea. :D Yeah as you can see, mostly what I wrote in this blog has something to do with Korean dramas. Hahaha...

I learnt Korean language from a Korean teacher directly. He's a very kind person, he really loves Indonesia so that's why he stayed in Indonesia for a couple of years with his family. Then during his busyness, he spared one or two days a week to teach Korean language voluntarily to college students who really keen in learning Korean. So me and my friends every week visited his house to study together. It's very fun, sometimes his wife also helped him to teach us a couple of words. And sometimes their cute little son played with us as we learnt some phrases. :D There was a time also when we had some guests from Korean college students, we played together like kindergarten kids while learning Korean language. We were singing together and playing some games 'till evening.

I never had any language lesson as fun as that time ever in my life. So the good feeling about Korea still lingering in my mind up to now.

Anyway, here are a couple of my Hangul handwriting. I used to practice by writing some music lyrics or some nice quotes. It's quite fun doing it since I really like it. :)


엔젤 아이즈 송
(ost Angel Eyes)

7급 공무원 송
(ost Seventh Grade Civil Servant)







"친절함은 귀머거리라도 들을 수 있고 소경도 볼 수 있는 언어이다."

"Kindness is a language which the deaf can hear and the blind can see."

- Mark Twain


Posted by Mariana at 1:32 AM 0 comments
Labels: quotes, review, selingan, wonderful

18 August 2015

Beach or Mountain?

Finally the korean drama I've been following these days has reached its final episode. I have posted before the short synopsis here. As expected, the story ended exactly as what I guessed from the first. They're finally getting married and live happily ever after. Yeay!! xD

Don't laugh, haha I know it's so cheesy. But I can't help to like it. x'D Especially the scenes when Choi Won proposed Ha Na. I like the way Choi Won asked Ha Na to get married, his words were so relax and free from any burden that used to be associated with marriage. It's not full of excessive promises nor too much poetic words which giving us headache when hearing it, but rather he's bringing it nicely by asking her to have fun and play with him forever.



This scene makes me remember a psychological test to see whether we're being serious when we're in relationship or not. So one day one of my friend tested me, I know he's trying to figure out what kind of girl I am, hahaha, but I didn't tell him that I know about the meaning of the test. So he asked me, if I were given a choice to choose between mountains and beaches which one that I prefer the most. Then I answered, I like beaches more. Then he got shocked by my answer, hahaa.... Then I explained to him, actually in reality I went to the mountains more frequent than I went to the beaches. I've hiked Papandayan mountain, having a trip to Bromo, Ijen Crater, Dieng Plateau, Ngarai Sianok, and a few more places above the sea level. While I only went to the beaches a few times. It's such a rare chance for me to explore the beauty of seashore, sandy beaches, and the blue water of the sea. So that's why if I have a chance, I would like to explore beaches more and enjoy the warm day with ice coconut drinks. :D

Oh such a paradise, ohohoo.... But actually, in that test if we choose beaches over the mountains, it means that we are a type of person who's not serious in a relationship. Otherwise, if we choose mountains, meaning we're ready to settle down.

Ridiculous isn't it? Hahaha.. :D

These days I've been posting about the topic of love & relationship, but please don't call me pathetic. :p  Actually I'm not in a rush to settle down nor jealous with people who have finally found the one. But I can't deny that I envy it, hahaa... *what's the bloody hell different* 

Anyway I've been thinking these days, I think it's fun to have a foreign spouse whose language is different from me. So I can practice everyday to talk differently, since I'm a bit bored and sick these days with my own country. Ooh my dear, my country is getting worse day by day. The currency rates is terrible compare to dollar, and now we're getting out of stock for beef. The butchers have stop selling beef everywhere, then the fuel price still high, fiuuhh so many things to concern. I've been thinking in moving to UK, South Korea, Singapore or any place that more stable to live in and to have fun of course. Who knows I may find the one there. *I wish* ;P

By the way, a few days ago I just attended my cousin's wedding. And it's very nice to meet other family members whom I haven't seen for a very long time. And the excited part was for the first time I got a proper make up done by a make up artist. Actually it's not the first time, I've got two times getting a make up by a make up artist when I was attended a wedding party as well, but this time is the nicest one that properly done. I really like the result. :)

Do you know what I like the most from wedding party? Beside the nice foods and drinks, I can see people wearing nice clothes. Women wear beautiful dresses and men wear nice suits, people look more decent in nice clothes. But I don't like the after effect when the euphoria ended. Suddenly you feel empty after a bunch of excitements. Just like when we hike a mountain, we'll get too much excitements when we finally reach the peak, but when we continue again the journey the excitements suddenly gone.

That's why I like beaches more than mountains. I like the atmosphere when we go to the beach, people are more relax and free of worries. People tend to enjoy the present time rather than worrying about the future or thinking about the past. To me, I want to have that kind of happiness which allowed me to just enjoy the present moment. So I can be more grateful and useful for others. La dolce de la vita. 


Posted by Mariana at 4:08 AM 0 comments
Labels: cuap-cuap, relationship, review, selingan

13 August 2015

Opposite Best Friend

Since last week, I got a very bad cough. And yesterday it kept me awake all night, I couldn't sleep well due to the cough. So I decided to wake up and do something else in the middle of the night.

When I woke up, I remembered I was curious about something, not so important but I kinda bit interested to find out. Recently I've been following another Korean romantic drama, and I really like the story and the actor who played it. The film brought me back to the times in my younger age when I had some romantic moments that made my heart fluttering and my stomach filled with a bunch of butterflies. The feeling when we're in love kinda thing that I had again when I was watching "The Time That I Loved You".


The story is about two best friends, a man and a woman, who have been together in a good friendship for 17 years but not yet realized nor admitted they have feelings for each other. It's kinda cheesy story, I know... ;D that over and over reproduced in a movie. But somehow watching it again doesn't feel that bad, it's quite nice to watch. Since it's a very light topic which people often easily find it as well in real life.

Actually, I'm one of a few who find it hard to believe that men and woman can be best friends. One of them must have a feeling for the other, or even both of them could have feelings for each other. How can a man and a woman just having a casual relationship without getting attracted for so long? Though I know maybe out there it could be possible, but I won't naively believe it since I never have a male best friend. Hahaa....

Back to the drama, when I really like the character in any movie that I watched, I will start googling about the real actor who played it. I want to know further how is the real character of the actor, is he really as charming as his character in the drama? Is he as nice and as handsome as it seems on screen? What kind of person he is actually? So from this I would like to decide whether I'm going to admire him further or just leave it be in the movie only. Hahaa, don't mock me for this.

So my curiosity ended up after I watched "Strong Heart" variety shows, episode 125 and 126 where the real actor, Lee Jin Wook, who played the drama showed his real character. I couldn't stop laughing all night when I watched this two episodes, it's really funny and silly to hear about the actor's life stories.



Strong Heart Ep.125


Strong Heart Ep.126


From this variety shows, rather than his real love stories it's more interested to hear about his friendship that has been occurred for 10 years with his best friend which is also an actor, Kim Ji Seok. Both of them are admirable and handsome, I really envy their friendship that could lasts for years and still close until now. They said they did everything together from shopping, travelling, eating, enlisting military, sharing schedule, even living together. People in the variety shows even misunderstood their close friendship, they thought both of them were gay, hahahaa.... But it's not true, they clarified it in the end. Lee Jin Wook said "I think aside from kissing we did everything" x'D *LOL*


Lee Jin Wook and Kim Ji Seok

Shopping together

From what I saw, they have opposite personality. Jin Wook oppa is more calm, stiff, persuasive, and serious. While Ji Seok oppa is wittier, funny, talkative, easy going, and cheerful. This might be an advantage for both of them, so they can complete each other as best friends. Oh how nice isn't it to have someone you can share everything with in your daily life. I envy you both oppa! :D

Okay, it's getting very late and I'm so sleepy. Time to sleep.... *yawn*

Last but not least, let me share this two soundtracks below from the drama. I really like it. It's very nice to hear, it brings back the good memories again. Especially when we're in love... :)


Kyuhyun (Super Junior) - The Time We Loved (우리가 사랑한 시간) 


Suzy (Miss A) - Why Am I Like This (왜 이럴까)

Posted by Mariana at 3:33 AM 0 comments
Labels: cerita-cerita, korean drama, review, selingan

17 November 2014

20 Facts About Me + 5 More Facts

I have posted this in my instagram and tumblr, and now I want to post it again here. 'Cause it's quite fun to share, hehe.


#20factsaboutme


1. I’m a perfectionist person, but I’m also an ignorant. So I got a contradiction of personality.

2. When I was a kid, my dad locked me in a bathroom as a punishment for being rebel. I was so freakin’ terrific. That incident made me trauma, I can’t stand staying too long in a small space until now. Is it what we call claustrophobia?.

3. When I was in kinder garden, my teacher also gave the same punishment like my dad did. She asked me to lock myself in a chicken cage, then she gave me the key so I could do it myself. Haha, unbeliveable. No wonder I became a claustrophobic.

4. I like colors and patterns, I can’t imagine my life without colors.

5. I think I have an OCD (Obsessive Compulsive Disorder), one of interviewer detected me having this after seeing how I layout my portfolio. OCD is a kind of physcological disorder where someone gets so obsessive about something. As for me, I obsessed with arrangement of stuffs, colors, and hygiene. Most of visual people got this.

6. Since I’m an ignorant person, I find it hard to read signals. And I can’t read mind. So if someone uses this methode to communicate with me, definitely it won’t work. I prefer straight-forward conversation.

7. I have a silly dream singing and playing music in a small café wearing a nice dress

8. I ever stayed in a house located right in front of general cemetery. Many of our past neighbours wondered how we lived back then. We lived just like normal people, the only difference was we heard ambulance everyday carrying a new tenant.

9. I cannot cook, haha. I ended up poisoned people with my disaster food.

10. I used to be a melancholic choleric person, but now I become a sanguin plegmatic.

11. I’m not a science person, I’m very lack in Math, Physics, Chemicals. I’m good in languange, art, and social.

12. I can remember people’s name easily.

13. Got obsessed with certified halal products since I follow halal corner twitter and join ‘my halal kitchen’ group in fb

14. I always think Lancer Evo is handsome, I feel curious to try the speed. In demo it beats VW Golf, Ford, Subaru, and even BMW.


Evo vs BMW, Evo totally rocks!!!


Versus Subaru Impreza, oh not even there Subaru!


Almost there Ford Focus, but still Evo wins!


Last piece, versus VW Golf. No doubt, Evo is the winner!!!



15. I like Nasi Kucing, Nasi Padang, Gudeg, Krecek, Nasi Langgi, Roti Cane, Air Mata Kucing, Sekoteng, and any kind of traditional foods and drinks. In fact I like any kind of food, especially spicy food.

16. I love drinking Coffee and eating cakes, it makes me happy.

Halal Coffee and Cake

17. I'm a mix tribe of Sundanese, Minang, and Chinese. But I cannot speak any of those languanges.

18. I like flowers.

19. I like to watch Korean movies, haha pardon me.

20. I'm a type of person who can laugh suddenly at something that already past. And I can really rolling on the floor laughing if I found something really funny.



Plus another 5 more facts :


21. I can drive a car, and I like to race in a toll road. I really want to learn how to drive a motorcycle too, but my mom never allowed me.

22. I'm a big fan of Korean actors and actresses, my favorite actors and actresses are Kim Soo Hyun, Ahn Jae Hyun, So Ji Sub, Suzy, IU, Kim Min Jae, and Cha Seung Won. Hohohoo.. I might be old at age, but my soul is still young... xD

Our Soo Hyun oppa, gyaa gyaa.... xD

23. I was a big fan of Leonardo DiCaprio when I was a teenager. Even I collected his posters and pin ups, I have one big folder full of my collections. B-)

24. I have a little bit social phobia, I don't really like to be in a crowd. I don't know why. I prefer hanging around with a small group of friends.

25. I'm doing an online shop recently, and I feel enjoy doing it alhamdulillah. *big grin* :D

Posted by Mariana at 12:28 AM 0 comments
Labels: hot stuff, selingan

31 May 2014

My Guilty Pleasure


I should've shared it in facebook or instagram, but now it's kinda too crowded there. Haha.. So thinking 'bout moving here since I like a quite and peaceful place.

Anyway, this is one of my favourite food. Lasagna! Yummy!!! Cheesy food always meets my satisfaction.

I think I will survive well if I live in western world, their world is like a cheese paradise for cheese lovers. But hey, not sure actually if their chesees are halal. Sigh... Lost my interest suddenly.

Hmm.. I'm kinda busy these days and pretty stress with a bunch of things. To overcome my roller-coaster mood, I used to find any kind of nice food. Delicious meals make my mood better, I may say food is my guilty pleasure. Yumm... *now I'm looking at my bloaty belly*


Usually I used to drink coffee when I got stress, but these days I can't take it anymore. My heart beats very fast if I drink coffee now. Is it a sign I'm getting old? 


Or else, I go shopping. Women like shopping, and it get worse when they are stress.


Well oh well, it's already late now. Time to sleep, chao!


Posted by Mariana at 12:51 AM 0 comments
Labels: cuap-cuap, selingan

20 July 2013

Renungan di Bulan Ramadhan

Alhamdulillah kembali kita bertemu dengan bulan yang penuh berkah, bulan Ramadhan. Satu bulan yang di dalamnya terdapat satu malam yang lebih baik dari malam seribu bulan. Sebulan penuh yang dengannya kita diwajibkan berpuasa, lalu berikhtiar untuk memperbanyak ibadah, semata untuk mencari ridho-Nya.

Berbicara mengenai bulan Ramadhan, memori saya seketika teringat akan lagu-lagu Religi yang dahulu sering diputar di stasiun-stasiun televisi lokal. Dari lagu-lagu Bimbo, Chrisye, Gigi, Ungu, Novita Kolopaking, dan banyak lagi, yang menambah kekhusyukan dalam mengingat Sang Pencipta.

Dari sekian lagu yang saya ingat, pikiran saya tertuju pada sebuah lagu yang dibawakan oleh Chrisye dan Ahmad Dhani yang berjudul "Jika Surga Dan Neraka Tak Pernah Ada". Dalam lagu tersebut tersimpan makna yang begitu dalam yang mempertanyakan mengenai keikhlasan kita dalam beribadah. Mempertanyakan niat yang sebenarnya dibalik kekhusyuan kita menyembah Sang Pencipta. Isi lirik ini cukup bagus untuk dihayati, seperti berikut :

Apakah kita semua
Benar-benar tulus
Menyembah pada-Nya
Atau mungkin kita hanya
Takut pada neraka
Dan inginkan surga

Jika surga dan neraka tak pernah ada
Masihkan kau bersujud kepada-Nya
Jika surga dan neraka tak pernah ada
Masihkah kau menyebut nama-Nya

Bisakah kita semua
Benar-benar sujud sepenuh hati
Kar`na sungguh memang Dia
Memang pantas disembah
Memang pantas dipuja


Jika surga dan neraka tak pernah ada, pernahkah kita terlintas apakah kita akan tulus beribadah padaNya? Tulus tanpa pamrih, tulus karena timbul kesadaran dalam diri bahwa kita bukanlah siapa-siapa tanpa Sang Pencipta. Mudah-mudahan dengan ini perlahan kita dapat memahami hakikat yang sesungguhnya dalam beribadah, hakikat yang menjadi inti dari peribadatan, inti dari kehidupan ini. Ketika tiba waktunya, mudah-mudahan pula kita memahami bahwa sesungguhnya tiadalah kita diciptakan selain untuk menyembah-Nya.


اِنَّ صَلاَتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي ِﷲِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
Inna shalaatii wanusukii wamahyaaya wamamaatii lillaahi rabbil 'aalamiin
Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam



Posted by Mariana at 2:11 AM 0 comments
Labels: hikmah, selingan

29 June 2013

Foodilicious

I want to share some photos of my meals I consumed while I was in Singapore from 2010 - 2012. One of the thing that makes me always wanted to go back home as often as I could when I was there is that Singapore food doesn't really click with my appetite. To me, most of the food there was tasteless. Compare to Indonesian food which very rich of taste. Maybe it's because their government always suggest them to live a healthy life, and one of the way is by telling people that less salt is better. Seriously? Yes, very much serious. Haha, interesting right? So, everytime I found some nice food or drink, I captured it with my mobile camera. Here are the pictures of my lovely delicious meals I eat in Singapore. Enjoy! :D

Breakfast in my office canteen at Sentosa. I had a big breakfast every morning to fill up my energy. xD

Hainan Chicken Rice, one of my favourite lunch. It's a Chinese local food. Quite tasty. Yummy.

Nasi Goreng Kampong (Kampong Fried Rice). I used to eat it as my dinner in an Indian restaurant nearby my flat. They cooked it with egg and anchovy.
Padang Fried Rice. I used to eat it every morning, the restaurant was near to my office headquarter in Neil Road. I like the chili. Tasted very much like Malay chili.

Cheese and Egg Prata. Aah, I miss it very much! It's so yummy yummy yummy! My favourite midnight snack.

Seafood MuyFun. You can find it in restaurant at URA. I like the gravy sauce. Filled up my stomach a lot. If you want to have it with noodle, without rice, you can order it as Seafood HorFun. The lady there ever called me a BIG EATER by ordering this food. Hahaha. Because no one ordered it with rice! xD

Fried Chicken Rice at Indian restaurant nearby my HDB / flat. The super big chicken really boost my appetite.

Grilled Chicken Rice at Kopitiam Hawker Centre in Plaza Singapura. My friend introduced me this food once because it's quite cheap, since then I started to look for it everytime I went to this place. Highly recommended!

Roti John or John Bread. This looks like martabak telor in Indonesia. The different is they use bread and beef. Again, I eat it in Indian restaurant nearby my flat. Haha, they have various of nice foods there.

Indian Fried Snack. I forgot the name. But it's likely nice to eat too.

Indian Kwetiau. They always put some ingredients which will make the food looks very red. The fried rice more or less looks as red as this too.

Briyani Fried Rice. It's a very famous Indian food. Rice mixed with carrot slices.

Tea Chino from Seah Im Food Centre. This drink tasted like Tarik Tea, it's just more sweet and nicer. I think they put somewhat like chocolate powder or something to make it delicious.

Hot Tea-O. This simple drink used to accompany me at late night after coming back from office. FYI, there are 4 kinds of tea in Singapore. You need to know it before ordering it. First is Tea (tea+milk+sugar) or people in Indonesia called it Teh Tarik. Second is Tea-O (tea+sugar). Third is Tea-O-Kosong or Tea-O-Peng (tea without sugar). And fourth is Tea-C, tea with Carnation Creamer which healthier (tasted like Teh Tarik, but less sweet). These four names also applicable for ordering coffee.

Those are some foods and drinks I like in Singapore. Just so you know, all of them are HALAL. :)
Now I begin starving by looking back these pictures again. Kinda miss eating it, maybe if I gotta chance I will visit this country again. Okay, that's all I got. Hope you like it! :D


Posted by Mariana at 9:12 PM 0 comments
Labels: capturing moments, hot stuff, review, selingan, wonderful
Older Posts Home
Subscribe to: Posts (Atom)

Blog Design by Gisele Jaquenod - edited by Mariana