skip to main | skip to sidebar

About me

My Photo
Mariana
Indonesian muslimah, Backpacker, Photography Lover, Dreamer, and Believer to these phrases: "whoever seeks they will find" & "there's no useless effort" - So, keep on going!
View my complete profile

Archive

  • ► 2008 (13)
    • ► June (1)
    • ► July (3)
    • ► August (2)
    • ► September (2)
    • ► November (2)
    • ► December (3)
  • ► 2009 (13)
    • ► January (2)
    • ► February (1)
    • ► March (2)
    • ► May (1)
    • ► August (1)
    • ► September (3)
    • ► December (3)
  • ► 2010 (20)
    • ► January (3)
    • ► February (3)
    • ► April (1)
    • ► June (1)
    • ► July (1)
    • ► August (9)
    • ► September (1)
    • ► November (1)
  • ► 2011 (10)
    • ► February (2)
    • ► June (3)
    • ► August (4)
    • ► October (1)
  • ► 2012 (5)
    • ► January (1)
    • ► March (1)
    • ► August (1)
    • ► September (1)
    • ► November (1)
  • ► 2013 (16)
    • ► January (1)
    • ► March (1)
    • ► June (6)
    • ► July (1)
    • ► August (4)
    • ► September (2)
    • ► October (1)
  • ► 2014 (13)
    • ► January (1)
    • ► February (1)
    • ► March (2)
    • ► May (2)
    • ► June (1)
    • ► August (1)
    • ► September (1)
    • ► October (1)
    • ► November (3)
  • ► 2015 (15)
    • ► February (1)
    • ► March (1)
    • ► July (1)
    • ► August (3)
    • ► October (4)
    • ► November (1)
    • ► December (4)
  • ► 2016 (6)
    • ► January (2)
    • ► February (2)
    • ► March (2)
  • ► 2017 (3)
    • ► April (1)
    • ► June (1)
    • ► July (1)
  • ► 2020 (5)
    • ► October (2)
    • ► November (3)
  • ▼ 2021 (9)
    • ► January (1)
    • ► February (2)
    • ► April (3)
    • ► July (2)
    • ▼ September (1)
      • Alhamdulillah I'm Pregnant

Labels

  • backpacking
  • blog design
  • capturing moments
  • cerita-cerita
  • cuap-cuap
  • family matters
  • hikmah
  • hot stuff
  • inspirasi
  • kata-kata
  • kerja dan belajar
  • korean drama
  • masak memasak
  • quotes
  • relationship
  • review
  • selingan
  • tausyiah
  • wonderful

What I'm Into

Interior & Architecture

  • Arc Space
  • Arch Daily
  • Archinect
  • Architonic
  • Copy Cat Chic
  • Design Glossary
  • Design Milk
  • Dezeen
  • Enlighter Magazine
  • Famous Architects
  • HGTV
  • Houzz
  • How About Orange
  • IALD
  • IKEA Hackers
  • Interior Design Magazine
  • Karim Rashid
  • Lighting Design Magazine
  • Meade Design Group
  • Mondo Arc
  • Philippe Starck
  • Print and Pattern
  • Samantha Pynn
  • Summer Allen
  • Suzanne Dimma
  • Top 50 Interior Websites

All About Design

  • Eat Drink Chic
  • Goodnight Little Spoon
  • Josh Lafayette
  • Paper Toys
  • Pixel Girl
  • Pugly Pixel
  • Pugly Pixel Blog
  • The Cool Hunter

Let's Go Green

  • groovy green
  • inhabitat
  • sustainablog
  • world changing

Inspiring Blogs

  • Febrianti Almeera
  • Islamic Articles
  • Jamil Azzaini
  • Salim A. Fillah

I Read This

Bidadari Bidadari Surga
Mengarungi 'Arsy Allah
Gadis Pantai
Confessions of a Shopaholic
Rembulan Tenggelam Di Wajahmu
Kupinang Engkau dengan Hamdalah
The Da Vinci Code
A Very Yuppy Wedding
Menyelam ke Samudera Jiwa dan Ruh
Bumi Cinta
Cinta Brontosaurus
The Alchemist - Sang Alkemis
Kambing Jantan: Sebuah Catatan Harian Pelajar Bodoh
Life of Pi
Why Men Don't Listen and Women Can't Read Maps: Mengungkap Perbedaan Pikiran Pria dan Wanita Agar Sukses Membina Hubungan
divortiare
Ketika Cinta Bertasbih
The Right to Lead
How to Win Friends and Influence People
Virus of the Mind: The New Science of the Meme


Mariana's favorite books »

For A Better Life!

Blog Readers

Stats

free counters

simply,

bla bla bla in my mind...

Showing posts with label cerita-cerita. Show all posts
Showing posts with label cerita-cerita. Show all posts

10 June 2017

A Blessing In Disguise

Beberapa waktu yang lalu saya membaca postingan status mbak Hanum Rais di facebook. Postingan tersebut membuka pikiran saya untuk bisa melihat hal lain dari kejadian yang tak terduga. Oya mungkin ada yang belum tahu, mbak Hanum Rais ini adalah anak dari Amien Rais, mantan ketua MPR periode 1999-2004. Saya mengikuti sosial media mbak Hanum bukan karena saya mendukung aliran politik tertentu, saya sebenarnya kurang begitu suka dengan hal-hal yang berhubungan dengan politik. Saya hanya kagum dengan beliau semenjak saya membaca bukunya yang berjudul "99 Cahaya di Langit Eropa" yang bercerita tentang pengalamannya menjelajahi Eropa dan menemukan jejak-jejak peninggalan Islam disana. Bukunya ini kemudian diangkat menjadi film layar lebar yang dibintangi oleh Acha Septriasa.

Prolog dari buku "99 Cahaya di Langit Eropa"

Kembali ke topik postingan status mbak Hanum yang saya baca, berikut saya copy-kan statusnya :


•Perisai Lahir Batin Amien Rais•

Saya sebenernya telah beresolusi akan mengurangi sosmed di bulan puasa ini (post terakhir tgl 21mei). Namun tuduhan yang dialamatkan pada Bapak akhir2 ini membuat banyak pesan pada saya, lewat WA, DM dll agar saya sebagai putrinya juga memberikan semacam klarifikasi.

Saya tidak akan memberikan klarifikasi terkait tuduhan tersebut, karena insyaAllah Bapak secara perwira akan menggelar konpers di kediaman JKT hari ini sebelum sholat Jum'at. Silahkan wartawan datang dan melansir jawaban beliau.

Saya hanya ingin berbagi bagaimana seorang Amien Rais menanggapi badai dan terjangan fitnah, deraan ujian, cobaan namun juga kebahagiaan. Mudah mudahan menjadi hikmah di bulan suci ini.
Terkembali kepada Anda yang menilai.

Di awal April 2017 lalu, Seorang Mantan jenderal yang duduk di posisi pemerintahan cukup strategis menemui Bapak. Ia mengatakan bahwa ia dikirim boss nya yang ingin bertemu Bapak. Ia ditugasi membuat titik temu & tempat. Bapak mengatakan "Monggo dengan senang hati, semua orang dari kalangan manapun saya temui, apalagi orang terhormat seperti bapak bos". Namun sang mantan jenderal mengatakan boss ingin bertemu di tempat rahasia, tidak tercium media, karena pembicaraan akan bersifat confidential. Bapak tercenung. Ini sesuatu yang aneh. Mengapa harus rahasia?

Singkat cerita Bapak menolak meski sang utusan berdalih: pertemuan penting yang tidak bisa jadi konsumsi publik. "Maaf, jika ingin bertemu silahkan tapi terbuka, biarkan media melansir, biarkan mereka tahu hasil pembicaraan, toh pasti terbaik untuk bangsa. Jika pertemuan rahasia, saya tahu, saya hanya akan jadi bangkai politik Anda".
Sang utusan mundur, pamit dalam kekecewaan. Saya mendengar dan melihatnya semua dari balik pintu di Joglo. Oh ini to Bapak Mantan Jenderal yang sering jadi penghubung itu.
Sepeninggal sang utusan, saya katakan pada Bapak. "Pak, beliau bos pasti akan tersinggung dengan jawaban Bapak. Dan it's just a matter of time, you'll be singled out. Hanya soal waktu Bapak akan diperkarakan entah bagaimana dan apa caranya."
Bapak mengangguk. Ia sangat paham.

Amien Rais, memang ayah saya. Tapi saya mengagumi bagaimana ia menerima suatu hal, yang bagi sebagian orang termasuk saya adalah musibah, tapi karena ia seorang insyaAllah rajulun shalih, ia menerimanya dengan lapang dada bahkan menganggap blessing in disguise, keberkahan yang terselip dalam sebuah ujian. Termasuk tuduhan menerima aliran dana. Ia tdk akan bersembunyi atau malah kabur. Blessing yg bagaimana? Silahkan nanti wartawan hadir.

Tdk hanya sekali ini sesungguhnya Bapak menerima tudingan ini. Yang bersifat seolah melanggar hukum, dicitrakan koruptif, hipokrit, dll yg muaranya satu: pembunuhan karakter krn manuver Bapak dianggap tdk kooperatif dgn para petinggi nasional. Hingga akhirnya saya menyimpulkan 'yang penting Amien Rais disebut dulu, diberitakan, dimunculkanlah opini dan bola liar fitnah yg keji di media, hingga kepingan2 tuduhan tersebut terbang tak terkontrol lalu setelah yakin the damage has been done, bahkan tdk akan terkoreksi lewat klarifikasi, selesai sudah misi. 36 tahun sy tahu benar bagaimana Bapak memberi perisai pd dirinya dalam kancah politik yg seringkali membuat orang lunglai karna tak kuat dirundung. Mereka adalah Salat, Puasa, tadarus, Dzikir, dan Sedekah.

Sama halnya ketika kemarin sy justru bersiasat bagaimana Bapak harus mengklarifikasi hal ini dengan ini dan itu, Bapak malah senyum dan hanya mengatakan: "yang terjadi pada Bapak semua atas ijin Allah The Almighty. Ini berkah! Ini berkah! Tdk sedikitpun bapak merasa ini hukuman atau ujian. Kamu kalau baca Al Quran, gak perlu berkelit atau takut. Hadapi dengan kejujuran"
Yah. Itulah saya, saya memang bukan Amien Rais. Saya masih anak-anak yang ketika terjadi suatu peristiwa yang memojokkan, justru terfikir bagaimana bersiasat agar tak jujur, atau membalasnya, atau malah ngelokro berputus asa. Memandang hal yg unfortunate dgn kacamata keberkahan, mgkn hanya bisa dirasa oleh orang yg maqom imannya sudah qualified.

Saya jd teringat suatu kali ketika saya ngelokro di kursi roda ketika selesai di kuretase keguguran. Bapak menggeledek saya dan tak henti hentinya saya menangis sambil saya gumam. "Saya sdh hopeless"

Bapak tampak tdk suka dengan kelemahan iman saya ini. Ia kemudian duduk menghadap saya "Num lihat ya rumah sakit ini.Lihat baik-baik. Ruangan-ruangannya, nursing stationnya, semuanya."
Saya memandang sekelebat tapi masih tak paham apa maksud Bapak. Masih menangis meratapi janin 11 minggu yg barusan dimakamkan. "Nduk, kamu keguguran itu memang sebuah kesedihan tapi lihatlah kabar baiknya: kamu bisa HAMIL! Setelah sekian tahun tanpa ada hasil! Kamu punya benih! Bahkan bisa menyimpan 3 embrio yg bisa digunakan lagi. Allah memberi kabar baik: kamu wanita yang bisa hamil. Bukan manusia yg disebut didalam Al Quran yg memang ditakdirkan Allah tdk diberi benih. Tinggal masalah waktu kamu harus terus mencoba."
Mataku yang sembab seketika sedikit melebar. Ada keberkahan yg luput dr kacamataku. Yang bisa dibaca Bapak. "Nduk, ingat suatu saat nanti Bapak akan menggeledek kamu melewati ruangan2 RS ini, melewati nursing station ini, dengan kamu yg tersenyum mendekap seorang bayi. Bapak yakin. InsyaAllah. Pulang dr RS ambil wudhu, sholat, dzikir, ngaji dan jgn lupa sedekahnya dikuatkan. It's just a matter of time you will have a baby."

Sekian tahun berikutnya, meski di RS yg berbeda, saya mendekap Sarahza dengan Bapak mendorong saya dikursi roda.
Mas Rangga pernah bilang kpd saya, setelah Sarahza lahir. "Num, kadang aku berpikir ekstrim ya mungkin kita berdua ini kan bukan org yang saleh-saleh amat. Ngadepin hidup sering naik turun kadar imannya, bahkan sering suudzon sama yang diatas. Mgkn doa kita selama ini tdk dikabulkan sama Allah. Tapi Allah mengabulkan doa Bapak untuk kita, lantaran ia adalah orang saleh."

Itulah Amien Rais. Di Jum'at Berkah ini, ia akan hadapi tudingan yg dialamatkan padanya itu dengan bersyukur dan tanpa sedikitpun rasa keder. Karena ia berperisai kesalihan dan keyakinan bahwa Allah selalu bersama hambaNya yg berserah diri.

(Foto: Bapak berdzikir saat menunggu operasi saya melahirkan Sarahza)
Original story from Instagram @hanumrais

Sumber : https://web.facebook.com/99CahayaOfficial/posts/1976371779257438:0


Pikiran saya seketika jadi tercerahkan ketika saya membaca sharing wisdom dari mbak Hanum diatas. Benar juga saya pikir-pikir, ketika kita mengalami musibah atau ujian seringkali kita merasa hopeless, sedih, merasa dihukum oleh Allah, sepertinya Allah tidak sayang pada kita, dan berbagai pikiran negatif lainnya.

Saya sendiri ketika ditimpa kesulitan tidak jarang saya langsung menganalisis dengan ke-sok-tahu-an saya bahwa ini adalah akibat dari dosa ini, dosa itu, karma ini, karma itu, dan berbagai suudzon lainnya yang saya alamatkan pada orang lain, diri sendiri, bahkan Tuhan. Padahal saya berkali-kali membaca untaian nasehat, hadist, juga ayat Al-Qur'an yang menjelaskan perihal ini, pun sudah berkali-kali menulis cerita hikmah, tausyiah, kebijaksanaan, etc... tapi ketika ujian itu datang tiba-tiba saya tidak tahu harus bersikap seperti apa. Sampai saya merasa apa saya ini munafik ya, bisa menulis kata-kata bijak tapi ketika diuji oleh Allah, semua kebijaksanaan itu hanya sekedar teori saja di kepala saya, pada prakteknya, saya tidak berbeda jauh dari orang yang masih tidak paham mengenai agama. Astaghfirullah... pardon me yaa Rabb...

Semoga kedepannya saya bisa seperti orang-orang shalih yang ketika tertimpa musibah mereka tetap bersyukur pada Allah, karena di balik setiap kesulitan yang terjadi pasti Allah selipkan keberkahan jika kita mampu bersabar dan tetap ikhtiar di jalan yang benar.



عَجَبًا ِلأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ لَهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَلِكَ ِلأَحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ، إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ، وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْراً لَهُ

“Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin, semua urusannya adalah baik baginya. Hal ini tidak didapatkan kecuali pada diri seorang mukmin. Apabila mendapatkan kesenangan, dia bersyukur, maka yang demikian itu merupakan kebaikan baginya. Sebaliknya apabila tertimpa kesusahan, dia pun bersabar, maka yang demikian itu merupakan kebaikan baginya.” (Hadits shohih. Diriwayatkan oleh Muslim, no. 2999 dari Abu Yahya Shuhaib bin Sinan radhiyallahu ‘anhu).

Sumber: https://muslim.or.id/7198-memahami-syukur.html



مَا يُصِيْبُ الْمُسْلِمَ مِنْ نَصَبٍ وَلَا وَصَبٍ وَلَا هَمٍّ وَلَا حُزْنٍ وَلَا أَذًى وَلَا غَمٍّ حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا إِلَّا كَفَّرَ اللَّهُ بِهَا مِنْ خَطَايَاهُ

“Tidaklah seorang muslim tertimpa kecelakaan, kemiskinan, kegundahan, kesedihan, kesakitan maupun keduka-citaan bahkan tertusuk duri sekalipun, niscaya Allah akan menghapus dosa-dosanya dengan apa yang menimpanya itu.” (HR. Bukhari)

Sumber : http://talimulquranalasror.blogspot.co.id/2015/03/kumpulan-hadits-tentang-cobaan-hidup.html


Anyway ada satu lagu yang lagi saya suka, agak nge-beat gitu sih. Hehe.. tapi jadi semangat dengerin liriknya. It's like being charged with super power energy, haha lebay. Sometimes I need some good affirmations to keep my brain positive, boleh dong ya even dari lagu. ;) It's Superheroes-nya The Script yang jadi mood booster di kala suntuk. Ini dia cuplikan liriknya, lagunya bisa di search sendiri ya di youtube. Okay see ya' in next postings...

She's got lions in her heart
A fire in her soul
He's got a beast in his belly
That's so hard to control
'Cause they've taken too much hits
Taking blow by blow
Now light a match, stand back, watch them explode

When you've been fighting for it all your life
You've been struggling to make things right
That's how a superhero learns to fly

("Superheroes" - The Script)


Posted by Mariana at 1:57 AM 0 comments
Labels: cerita-cerita, hikmah, tausyiah

24 April 2017

2017

Holaaa my dear readers,,,,, I'm back again after more than a year since my last post in this blog. Anyone miss me? :D

Anyway I was wondering whether I should write this in English or Bahasa. Maybe campur-campur aja kali ya, hahaa.. Udah setahun ga nulis, berasa banget langsung mandek pas mau nulis lagi. Ada yang pernah ngerasain? Buat saya menulis itu gampang-gampang susah, saya harus mencari waktu dan mood yang pas buat nulis. Sekalinya dapat, semua yang mau ditulis sejak lama bisa mengalir begitu aja. Tapi kalau ga dapet mood-nya, mau sebanyak apa pun ide yang ada di kepala bakalan stuck ga akan bisa dikeluarin. Ujung-ujungnya akhirnya ga jadi nulis deh. :P

Well by the way, sekarang udah tahun 2017. Yayy, ga berasa ya waktu cepat sekali berlalu. Setelah sekian lama saya ga pernah muncul di dunia maya karena berusaha menahan diri dari... yaa you know just read my last post, sometimes I wonder ada ga ya yang kangen dengan dirikuu. Hahaa ga penting ya, tapi well in fact I do really think about it a few times. "Will anyone miss me if I'm gone?" This kind of thought came to mind. And surprisingly, just a few days ago there was someone that really did miss me a lot. Agak ngagetin juga sih, masalahnya I always think that I'm nobody, siapa jg yang bakal inget sama saya. Tapi ternyata ada loh.... >,< *tears* Jadi gini ceritanya, beberapa hari yang lalu saya dateng ke sebuah acara. Nah disitulah saya bertemu dengan salah satu kerabat yang udah sekian tahun ga pernah ketemu. Sekalinya ketemu, suddenly she hugged me then shed tears while saying she missed me a lot. ;') Saya juga kangen banget sama kerabat saya tersebut, alhamdulillah masih bisa bertemu kembali setelah sekian lama.

Bicara soal lama, tahu tidak saya mulai nulis di blog ini udah dari tahun 2008 loh, jadi udah hampir 10 tahun saya menulis. Amazing ya, saya sendiri takjub ternyata hobi nulis saya udah terpupuk sekian lama. Well sebenarnya, awal mula saya suka nulis udah lebih lama lagi dari itu. Dari kecil saya suka banget nulis diary alias buku harian. xD *big grin* Bahkan hobi mengisi diary itu saya lanjutkan hingga ke jenjang kuliah. Lalu hobi itu sedikit demi sedikit mulai terhenti semenjak berkembangnya teknologi smart phone yang menggoda saya dan masyarakat luas pastinya untuk curhat di media sosial. Actually there's nothing wrong about following the latest trend, tapi baru-baru ini saya menyadari ternyata kegiatan curhat di medsos tersebut banyak sekali mudharatnya. Salah satunya adalah terkikisnya kemampuan menulis saya yang udah dipupuk sekian lama. *tears* *banjir air mata* T_T

Saya baru banget sadar dan terbuka mata lebar-lebar pas kemarin ini saya mengikuti sebuah tes menulis. Jadi di tes itu saya diberikan tugas untuk membahas sebuah topik. Topiknya sangat mudah sebenarnya, hanya hal sederhana nan remeh temeh yang terjadi di sekitar kita sehari-hari. Tapi entah kenapa karena udah lama banget saya ga melatih kemampuan menulis saya untuk membahas sesuatu panjang lebar, akhirnya di tes tersebut saya mandek, benar-benar stuck ga bisa mengeluarkan apapun dari kepala saya. Untuk menulis paragraf pembuka saja bahkan butuh sekian puluh menit. Fiuuh... Saya sampai berpikir, kenapa ya saya begini, apa karena saya sudah mulai tua kah. Saya sampai kehilangan kepercayaan diri hanya karena tidak bisa menulis saat itu. Karena itu akhirnya saya memutuskan mulai sekarang saya akan menulis lagi insyaa Allah, jika tidak ada halangan, agar kepercayaan diri saya bangkit kembali. Yayy, merdeka!!

So... nantikan cerita-cerita hangat dari saya selanjutnya di blog tercinta ini. Okaay. See yaa..


"I can shake off everything as I write; my sorrows disappear, my courage is reborn."
- Anne Frank

Posted by Mariana at 1:00 AM 0 comments
Labels: cerita-cerita, cuap-cuap, kata-kata

27 March 2016

Social Media Rules (Part 2)

Setelah mengamati beberapa waktu belakangan, saya lihat sepertinya masih banyak yang bertanya-tanya, kenapa sih ga boleh ini itu di social media? Terus posting apa dong di socmed? Buat apa punya social media tapi ga bisa ngapa-ngapain? Sebenarnya bukan tidak boleh, apa yang mau kita posting atau seperti apa kita mau menggunakan social media yang kita punya itu adalah hak masing-masing. :) Saya jelas tidak punya hak mengatur, saya hanya sekedar menyampaikan apa yang saya baca di artikel-artikel atau tausyiah yang pernah saya dengar. Hanya sekedar mengingatkan, sebagai bentuk amar ma'ruf - nahi mungkar. Mengingatkan pada kebaikan dan mencegah dari perbuatan buruk. Semata-mata demi kebaikan bersama, terutama untuk yang seiman atau satu keyakinan, yaitu sesama muslim. Di luar itu ya kembali pada kepercayaan masing-masing.


يَابُنَيَّ أَقِمِ الصَّلَاةَ وَأْمُرْ بِالْمَعْرُوفِ وَانْهَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَاصْبِرْ عَلَى مَا أَصَابَكَ إِنَّ ذَلِكَ مِنْ عَزْمِ الْأُمُورِ

Wahai anakku! Laksanakanlah shalat dan suruhlah (manusia) berbuat yang makruf dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpamu, sesungguhnya yang demikian itu termasuk perkara yang penting. (QS: Luqman ayat 17)


وَلاَتُصَعِّر خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلاَتَمشِ فِي الأَرضِ مَرَحًا إِنَّ اللهَ لاَيُحِبُّ كُلَّ مُختَالٍ فَخُورٍ

Dan janganlah kamu memalingkan wajah dari manusia (karena sombong) dan janganlah berjalan di bumi dengan angkuh. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan diri. (QS: Luqman ayat 18)


Jujur, saya sendiri juga masih banyak kekurangan ketika menggunakan social media. Karena dulu terbiasa memposting status tanpa pikir panjang, jadi terkadang masih suka kebablasan. Makan makanan yang enak langsung difoto terus diposting, lagi jalan-jalan kemana karena excited langsung pengen update status plus sharing location, dan sebagainya. Seringkali saya sendiri juga suka menjadikan berbagai alasan sebagai excuse alias pembenaran atas apa yang saya lakukan.

"Toh saya bukan ustad, ga apa-apa lah sesekali posting ini itu, toh itu bukan saya yang pertama kali nulis soal nasihat posting di social media, itu kan kata-katanya ustad ini, itu kan nasihatnya si penulis yang itu, yang penting niatnya ketika posting, mau dianggep apa itu bukan urusan saya, ini kan socmed saya terserah saya mau posting apa" dan berbagai alasan lainnya yang saya sendiri masih suka jadikan itu sebagai excuse.

Seperti yang sudah saya tulis sebelum-sebelumnya, postingan di blog ini sesungguhnya semata-mata untuk mengingatkan diri saya sendiri mostly. ".... So if  I forgot who I were back then, I can find myself again through my journal." Ini kata-kata yang saya tulis beberapa tahun yang lalu. Tapi jikalau kebetulan tulisan saya ternyata ada yang mirip kasusnya dengan siapapun yang baca blog ini, then I deeply apologize for the inconvenience caused.

Anyway, kembali ke topik mengenai social media. Disini saya mau share sedikit sumber-sumber referensi yang saya temui berkaitan dengan dunia social media. Kenapa saya sebutkan di postingan sebelumnya bahwa socmed itu sangat kompleks ternyata keterkaitannya dengan banyak hal. Ini bukan hanya mengenai kita mau posting apa, apakah itu pamer atau bukan, isi dari postingan bermanfaat atau bukan, sebenernya social media is more than what we've ever think of. Bukannya paranoid atau mikirnya negatif terus, tapi it's the reality. Ada berbagai hal yang ternyata tidak sesimpel yang kita pikirkan.

Tapi lagi-lagi kembali ke diri kita sendiri bagaimana menyikapinya. Apakah kita mau concern kemudian wisely using the tools (socmed), atau we want to be used by the tools. Whether we want to close our eyes or not to this fact, it's totally up to us. And don't worry about people's judgement, I won't judge either. 'Cause I'm not even better and I pretty much understand about the world we live in.

So here it is, ini beberapa referensi yang saya temui terkait dengan social media dan teknologi smart phone yang kita gunakan.


Ini dari Ted Talks :

"It’s really important that people understand that there are computational techniques that will reveal all kinds of information about you that you’re not aware that you’re sharing.” Jennifer Golbeck

“The point is, we really don’t know how this information will be used.” Alessandro Acquisti

Bahasan lengkapnya bisa dibaca disini :
http://ideas.ted.com/do-you-know-what-youre-revealing-online-much-more-than-you-think/


Ini artikel dari ABC mengenai handphone yang ternyata bisa digunakan sebagai tracking device :
http://www.abc.net.au/news/2015-08-16/metadata-retention-privacy-phone-will-ockenden/6694152


Berikut video yang kebetulan saya temui tentang Cyber Privacy Parable (privasi di dunia maya dan bagaimana informasi yang kita share online ternyata bisa digunakan oleh pihak-pihak lain tanpa sepengetahuan kita).






Yang berikut video ilustrasi pandangan dari sisi Islam mengenai bagaimana kita menyikapi informasi, videonya cukup bagus, jelas, dan mudah dimengerti. Visualnya juga menarik. Sayang ga bisa muncul di blogger, berikut link-nya.

https://www.facebook.com/andini.pratiwi/videos/10152819527673197/



Yang berikutnya video yang membahas tentang ghibah. Ternyata di-ghibahi bisa menambah pahala atau bisa membuat kita memberikan dosa-dosa kita kepada orang-orang yang menghibahi kita.




Kalau begitu lalu apa yang bisa kita posting? Nah hal ini sudah saya rangkumkan dalam postingan sebelumnya : Social Media Rules (Part 1)


Saya melihat masih banyak manfaat dari social media, antara lain bisa digunakan sebagai :
- media syi'ar atau dakwah
- menjalin silaturahim
- mendapatkan berita atau informasi secara aktual
- untuk menambah pengetahuan
- untuk memotivasi ke arah yang baik
- untuk berdagang atau jualan online
- mencari pekerjaan, relasi, network
- mencari inspirasi atau ide
- sharing hal-hal yang bermanfaat
- sharing hobi, interest, kesukaan, cerita (selain ghibah, aib, keluh kesah)
- dan lain sebagainya


Karena itu saya belum ada niatan untuk menutup social media yang saya miliki, karena ternyata manfaatnya masih banyak dibandingkan mudharatnya insyaa Allah. Tinggal bagaimana kita menggunakannya secara bijak. Oya khususnya untuk yang sudah memiliki anak, mungkin bisa lebih berhati-hati ketika akan memposting foto anaknya atau dimana lokasi anaknya. Karena itu bisa membahayakan keselamatan anak dan keluarga kita sendiri. Seperti apa bahayanya, bisa di search di google. Bahkan sekarang di salah satu negara di Eropa sudah dilarang untuk memposting foto anak, karena hal itu bisa membahayakan keselamatan anak tersebut.

Mungkin sekian yang bisa saya share hasil dari pengamatan sana sini. Untuk lebih jelasnya bisa coba baca-baca postingan dari penulis Tere Liye di facebook page berikut : https://www.facebook.com/tereliyewriter/?fref=nf. Bagus-bagus nasehat yang disampaikan, mostly concern-nya tentang moral dan akhlak generasi di jaman sekarang.

Terakhir, ada satu quote yang bagus dari Rumi. Mungkin bisa jadi bahan renungan ketika menggunakan social media,

Raise your words, not voice. It is rain that grows flowers, not thunder.

Posted by Mariana at 3:25 PM 0 comments
Labels: cerita-cerita, cuap-cuap, selingan, tausyiah

17 February 2016

Significant Other


Sometimes I feel very upset and annoyed so much by married couples. Not because I feel jealous or envy with them who already found the one. But how they treated me that made me somehow very annoyed.

For example when I attended a wedding alone, I noticed that some women tried to shoo me away by looking at me with their sharp stare when they're together with their spouse. Even if it's my own friends. I could feel their fear and anxiety whenever a woman just a meter away from their man. I felt like, hellooo your man is not a Calvin Klein model and I'm not interested anyway with your man even though it's true he's a model. I also have my pride. And I'm not a b**** who likes to seduce man here and there.


To be honest, I feel very insulted with them and it makes me angry. If the case were the man had a crush on me, then it's not my fault right? It's their man's fault why they can like other woman whereas they're already married. And it's not my fault either if I'm pretty, though I never think I'm that pretty anyway. Should I wear a mask then so nobody can look at my face? Huh?? Thanks but I don't want to. It's not my problem, it's your problem having a negative prejudice on others.


Sometimes I noticed as well that if I put a little bit nice profile pictures, the women started to freak out. As if their lover will fall for me right away. Ridiculous isn't it? Well if that's the case, I suggest to all married men not to add or follow any single woman's social media accounts but their wife and their family only.

I feel weird whenever I see this happened. I'm someone who also agree that a married man must not pay attention to other women other than their wife. Nor should look at them. Vice versa with the wife.

I understand why they did that, they merely want to protect their family from any disturbance from outsiders. But should you hurt others for your heaven's sake? Couldn't you be more considerate with other people's feeling? While you're already married and they're single it's already an enough thing to bear alone for them. For me. No need to scrub the pain all over our faces. Otherwise you just want to show off then you'd better go to psychologist to treat that narcissistic cum social personality disorder of yours.



People can be very cruel sometimes when it comes to their happiness. For me who grew up in a broken family, I know very well what pain is. I know how it feels to be hurt by others. I experienced it myself when my family being ruined cruelly. So I feel enough with that suspicious look in people's eyes, I also don't want to be someone who ruin other people's family. Because I know exactly how it feels to be ruined.

It's painful, hurt, suffering, and it lasts for a lifetime. Do you think I'm crazy enough to do such thing? Even if it's a legal polygamy, I will refuse to do it. Do you know what it means when other woman comes in between a married couple? It will be a hell for the first woman.

That's why I prefer to stay away from any taken man, I don't want to have anything to do with them other than professional work only. I also avoided any wedding party nowadays if there's no companion, it's more comfortable that way. Now I know how it feels to be a single woman in their mid life age, hahaa. So this is how it feels.

It's not that I don't want to get married. Who doesn't want to get married? Is there any woman in this world who doesn't want to get married? It's just that I haven't found my significant other. Actually when I was in college, I really wanted to get married as soon as possible. I had a wish to get married after I graduated from college. But unfortunately, nobody proposed me by the time I graduated. Hahahaa....

So here I am, a happy free single lady who can do whatever she wants.

Just wish me luck throughout the year, hopefully I can meet my significant other. I don't want to be forever alone though however. But don't worry I won't screw other people's bond if 'till the end there's no significant sign. Sigh, what a life.

It's getting late now, time to go. Arrivederci!



Posted by Mariana at 2:59 AM 0 comments
Labels: cerita-cerita, cuap-cuap, family matters, relationship

18 January 2016

Social Media Rules (Part 1)

Sejak baca-baca berbagai artikel, tausyiah, atau nasehat mengenai dunia social media, sekarang saya jadi jauh lebih berhati-hati ketika akan memposting sesuatu. Dunia social media tidak sesimpel dan se-fun yang saya pikirkan. Setelah ditelusuri dan diamati, social media ternyata sangat kompleks keterkaitannya dengan banyak hal. Dan itu bisa mempengaruhi banyak hal juga. Pusing bacanya? Haha saya juga bingung nulisnya saking kompleksnya. Tapi semua kekompleksitasan tersebut sudah saya buat simpel dalam poin-poin di bawah ini, hasil rangkuman setelah menjajali dan mengamati beberapa waktu belakangan.


Hal-hal yg sebaiknya tidak di posting di socmed :
- hal2 yg bersifat pribadi
- keluh kesah
- doa pribadi yg sebaiknya hanya kita & Tuhan yg tahu
- gosip / ghibah / aib org lain, teman, maupun keluarga
- informasi yg belum pasti
- opini / berita tanpa disertai sumber / referensi
- postingan yg bersifat riya' / pamer (bs berupa foto makanan lezat, barang mahal yg kita beli, harta benda, kemesraan dgn pasangan, pamer sedekah & amal ibadah, foto anak dgn prestasinya, dll)
- hal2 yg bs membuat org iri / hasad / dengki (bs berupa foto jalan2 ke luar negri, tamasya, foto anak, foto keluarga, foto kuliah di univ ternama, foto kantor & papan jabatan, foto lg umrah atau haji, dll)
- sharing location
- foto selfie


Hal-hal yg boleh di posting di socmed :
- sharing info yg bermanfaat
- tausyiah saling mengingatkan ajaran agama
- status positif spt menulis kegiatan yg ada hikmahnya
- ajakan utk kegiatan sosial
- sharing info infaq / sedekah
- sharing ilmu yg pernah kita pelajari & dirasa bermanfaat bagi sesama
- syi'ar / pengumuman sudah berkeluarga
- foto dgn pasangan yg sah
- foto kegiatan positif
- jualan produk / jasa (yg tdk bertentangan dgn syariat)
- undangan acara (nikah, pengajian, akikah, dll)


Tips-tips dalam bersocial media :

  • buat friend list dgn tujuan siapa aja yg bs liat status yg kita sharing / klasifikasi status (misal friend list di fb yg mengelompokkan akhwat semua atau ikhwan semua, list khusus teman2 yg seagama, list khusus utk berbagi tausyiah, list khusus keluarga inti, list khusus utk sharing jualan, dll)
  • gunakan fitur utk mengatur privacy (spt di facebook sblm kita update status selalu ada pilihan utk setting privacy kita mau share ke siapa aja, disitu kita bs pilih dari friend list yg udh kita buat)
  • ketika sharing hal2 pribadi pastikan kita udh set privacy-nya hanya utk keluarga inti atau org2 terdekat & terpercaya saja
  • ketika akan memposting foto, pastikan untuk akhwat tidak terlihat auratnya meski hanya ada rambut sedikit mengintip dari balik hijab sebaiknya diedit dulu atau cari foto yang tidak terlihat rambutnya. Juga foto yang memperlihatkan bentuk badan. Saya suka kasihan melihat akhwat memposting fotonya berhijab syar'i, tapi bahan hijabnya menjeplak badan, jadi di foto terlihat jelas jeplakan bentuk dadanya. Memang tidak banyak yang sadar atau sejeli itu dalam memperhatikan foto, tapi yakin pasti ada satu atau dua orang yang sadar. Dulu atasan saya pernah memberikan nasihat yang bagus, dia bilang, "if you can see the mistake, other people can see it too"
  • jangan terlalu vokal dalam menyampaikan pendapat, kita bisa dianggap terlalu ekstrim dan tidak fleksibel (kecuali dalam urusan yg prinsip seperti akidah, syahadat, dll). Always open a space where you can accept other possibilities.


Karena kebanyakan baca rules-rules di atas, sekarang saya bingung mesti posting apa di social media. :'D Sedih juga sih, jadi ga eksis kalau ga update status. Tapi demi kemaslahatan diri sendiri dan bersama, saya harus lebih selektif untuk mempublikasikan sesuatu. Anggap aja kayak artis, mesti jaga image yang bagus. Hehee... Saya udah beberapa kali kejadian, karena terlalu 'caper' di socmed, saya jadi dideketin orang-orang. Bahkan sampai di-stalking sana sini, hahaa. Tapi begitulah, namanya orang kan kita ga pernah tau apa yang mereka pikirkan. Kalau saya sih agak males nge-stalking di dunia maya, kalau ingin mengenal seseorang saya lebih suka ketemu langsung terus ngobrol banyak hal sambil mengamati ekspresinya layaknya Dr. Cal Lightman di film Lie To Me yang bisa menganalisis micro expression. Karena body languange dan facial expression ga bisa bohong. Tapi social media, everyone can manipulate it.

Sebenernya kalau di dunia social media saya paling suka posting foto kuliner, selain foto diri sendiri yang imut. Hehee... Soalnya kalo nemu makanan yang enak rasanya pengen sharing, terus bilang "ini enak banget loh mesti cobaiiin". Tapi bbrp waktu yang lalu nemu artikel yang bahas kalau di dunia maya sana bisa jadi ada orang-orang yang kelaperan atau mungkin ga terlalu mampu untuk afford makanan yang fancy. Bisa makan aja udah syukur, meski aneh juga sih kalau bisa socmed-an harusnya bisa beli makan juga. Tapi jaman sekarang gitu loh, internet lebih penting daripada makanan. xD Jadi ya everything is possible.

Terus foto diri sendiri, hmm sebenernya suka banget selfie apalagi semenjak hadirnya aplikasi-aplikasi amazing yang bisa bikin muka keliatan mulus, badan jadi lebih tinggi dan kurus, woww. Bahkan ada juga aplikasi yang bisa edit muka pakai make up, ada pilihan warna warni lipstick dan eyeshadow-nya lagi. Seru banget. Hahaa, tapi lagi-lagi di mendengar dakwah sana sini bilangin ga bagus loh posting foto selfie. Karena selfie adalah riya' terselubung. Hikss..ㅠ.ㅠ  I just wanna have fun.

Foto cincin muriah meriah, hahaa, jamin ga ada yang ngiri. Cuma 15 ribuan.
Tapi keliatan kayak jutaan ya shiningnya. :D

Posting foto kopi yang enak, salah satu hobi saya di dunia socmed


Kalau foto jalan-jalan, udah jelas ya itu pasti bikin jamaah per-internetan sejagad raya ngiri. Saya aja sering banget ngiri meski cuma ngeliat foto ustad yang lagi umroh di Mekah terus mampir pulangnya ke Turki. T_T Mungkin ini karma saya karena dulu sering posting foto jalan-jalan backpackingan kesana kemari, jadi bikin banyak orang yg ga sengaja ngeliat foto jd ngiri. Hahaa, jadi deh sekarang saya yang sering ngiri ngeliat orang jalan-jalan. Nasib, memang karma ga pernah salah alamat. :P


Ini versi saya aja tentang rules di social media. Intinya sih cuma satu dari sekian panjang tulisan di atas, jangan pamer! Udah itu aja. Hahaa... Untuk lebih detail dan lebih jelasnya kenapa sih ga boleh ini ga boleh itu di social media, bisa coba baca-baca postingannya Tere Liye di facebook, bagus juga itu suka dibahas dengan contoh cerita yang real, based on true story.

Oke deh sekian dulu postingan kali ini. Ciaoo..





PS : sorry banget buat pihak-pihak yang pernah tersinggung dengan postingan saya di socmed, atau mungkin pernah saya unfollow atau unfriend, itu semata-mata demi kemaslahatan diri sendiri dan bersama, dan beberapa pertimbangan lainnya yg tidak bisa disebutkan. Yang pasti tidak ada niat memutus silaturahim. Okayy.. *kiss kiss*


Posted by Mariana at 3:38 PM 0 comments
Labels: cerita-cerita, cuap-cuap, selingan, tausyiah

10 January 2016

Niatnya Shalat Dzuhur, Akhirnya Jadi Shalat Jenazah

Beberapa waktu yang lalu saya sempat terbesit dalam hati, ingin deh menghadiri pemakaman supaya saya lebih ingat akhirat dan lebih mensyukuri hidup. Ketika melayat seseorang, entah kenapa pasti langsung teringat bahwa "oh ya, dunia ini sementara ya", "kita hidup ga lama kok", "ga ada yang abadi di dunia ini", "untuk apa menimbun materi, pada akhirnya kita akan mati juga tanpa membawa apa-apa", "oh ya harusnya aku lebih banyak bersyukur masih hidup", "jangan lupa untuk beramal baik", dan berbagai pikiran lainnya yang membuat saya tersadarkan setelah tenggelam begitu lama dalam urusan duniawi. Materi. Pencapaian yang tidak ada habisnya.

Tapi sayangnya tidak ada satupun pemakaman yang bisa saya hadiri. Bukannya mengharapkan seseorang untuk meninggal, tidak tentu saja. Saya hanya ingin tersadarkan dan lebih mensyukuri hidup.

Entah bagaimana, seperti kebetulan atau mungkin doa saya terjawab alhamdulillah, beberapa hari yang lalu saya mendapat kesempatan untuk melayat. Sebenarnya tidak diniatkan untuk melayat, tapi takdir membawa saya ke tempat tersebut.

Jadi ceritanya beberapa hari yang lalu saya ada urusan untuk pergi ke suatu tempat. Ketika sampai di tempat itu, sudah masuk waktu Shalat Dzuhur. Sebenarnya saya agak ragu apakah saya shalat dulu atau saya selesaikan dulu urusan saya. Meski agak berat melangkah, tapi akhirnya saya dahulukan shalat, entah bagaimana tiba-tiba kaki ingin ke masjid. Kebetulan waktu itu masjidnya ada di depan saya, langsung saja saya masuk, wudhu, lalu naik ke atas ke area shalat.

Nah pas sekali ketika saya sudah masuk area shalat, tiba-tiba di belakang saya ada rombongan masuk membawa keranda jenazah. Ternyata ada salah seorang warga di dekat situ yang meninggal. Niat awalnya tadi saya mau Shalat Dzuhur, tapi melihat orang-orang sudah berkumpul untuk Shalat Jenazah, akhirnya saya ikutan juga untuk menghormati jenazah tersebut.

Saya kurang paham juga sebenarnya kalau dalam situasi seperti itu sebaiknya Shalat Dzuhur dulu atau ikut Shalat Jenazah dulu. Saat itu saya lihat keranda jenazahnya sudah diletakkan di depan area shalat, saya pikir kalau saya Shalat Dzuhur dulu nanti ketika sujud jadinya saya sujud pada jenazah, meski niatnya tidak seperti itu. Tapi kenyataannya jenazahnya sudah ada di depan. Dalam Shalat Jenazah pun tidak ada sujudnya, semua bacaan dilakukan berdiri tanpa rukuk dan sujud. Jadi saya cari yang amannya saja, akhirnya saya putuskan ikut Shalat Jenazah dulu.

Setelah selesai shalat, kemudian jenazah tersebut dibawa keluar. Baru setelah itu saya bisa Shalat Dzuhur.

Meski saya tidak kenal dengan sang Jenazah, tapi besitan perasaan seperti yang saya sebutkan diatas ketika melihat jenazah selalu ada. Kali ini yang terbesit dalam benak saya yaitu "bagaimana ya kalau aku yang ada di keranda itu", "udah siap belum ya kalau dipanggil tiba-tiba seperti itu", "berapa banyak ya orang yang akan menshalati aku", "amalnya udah cukup belum ya kalau udah dipanggil duluan", "apa ya yang orang-orang akan ingat tentang aku nanti", dan berbagai pikiran lainnya seketika melintas.

Pelajaran yang bisa dipetik dari kejadian ini tidak lain adalah, kematian tidak mengenal waktu. Takdir akan membawa kita ke tempat yang akan kita tuju sesuai dengan jalan takdir tersebut. Sehebat apapun kita, pada akhirnya kita akan dibaringkan di pembaringan terakhir. Yang orang-orang ingat bukan sehebat apakah kita, prestasi apa saja yang sudah kita peroleh, tapi perbuatan baik kita yang akan melekat di benak setiap orang. Dan kebaikan itu yang membuat orang merindukan kehadiran kita. Pun sebaliknya, perbuatan buruk kita juga menorehkan bekas yang tidak terhapuskan di benak setiap orang. Semua hal-hal yang menyakitkan yang pernah kita perbuat pada orang lain, akan diingat hingga ke liang kubur.

Alhamdulillah setelah melakukan Shalat Jenazah saat itu, saya merasa bersyukur masih hidup dan diberikan kesempatan untuk memperbaiki kesalahan. Entah kenapa diri ini susah sekali bersyukur, padahal nikmat yang tidak boleh disepelekan adalah hidup itu sendiri. Apalagi masih sehat walafiat, tidak ada penyakit serius, akal pun masih jalan, sudah seharusnya saya lebih bersyukur bukan? Alhamdulillahilladzi bi ni'matihi tattimush sholihaat... Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya segala kebaikan menjadi sempurna.


Posted by Mariana at 2:13 AM 0 comments
Labels: cerita-cerita, hikmah, tausyiah

23 December 2015

Speaker & Masjid

Di dekat rumah saya ada sebuah masjid kecil yang selalu mengumandangkan adzan. Tiap menjelang adzan Maghrib, masjid ini selalu melantunkan dzikir atau sholawat. Terkadang saya suka tersentuh dengan alunan dzikir dan sholawatnya, bahkan saking indahnya bisa membuat saya terharu hingga mata berkaca-kaca. Saya sempat merekam alunannya untuk saya putar lagi sewaktu-waktu.

Berikut alunan dzikir yang sempat saya rekam.

Dzikir Subhanallah Walhamdulillah
Dzikir Allahumma Sholli 'Ala Muhammad

Namun entah kenapa akhir-akhir ini orang yang biasa melantukan dzikir dengan suara yang bagus tidak terdengar lagi. Pelantunnya digantikan oleh anak-anak kecil.

Seperti yang kita tahu, anak-anak memiliki suara yang nyaring dan seringkali cempreng. Suara yang masih belum sempurna seperti ini, entah kenapa diberikan kepercayaan untuk melantunkan dzikir & sholawat yang sifatnya sakral. Bahkan seringkali anak-anak tersebut sambil bercanda dengan teman-temannya dan tertawa-tawa ketika melantunkan dzikir yang seharusnya terdengar indah. Suara mereka yang melengking dan sangat cempreng itu terdengar kemana-mana selama setengah jam hingga empat puluh lima menit sebelum adzan Maghrib.

Bukannya saya tidak suka anak-anak, tapi semestinya para pengurus masjid lebih bijak ketika menentukan siapa yang akan melantunkan dzikir. Apalagi ini bukan sekedar membaca dzikir seperti di majelis pengajian, tapi ini lantunannya menggunakan speaker (pengeras suara) yang nyaring terdengar keseluruh kompleks perumahan dan jalanan. Membiasakan anak-anak untuk berdzikir itu hal yang bagus, tapi memberikan mereka microphone dengan speaker di usia mereka yang belum mengerti bagaimana seharusnya bersikap itu bukanlah hal tepat. Apalagi terkadang mereka juga mengumandangkan adzan.

Sedih bercampur kesal rasanya mendengar suara anak-anak tersebut, karena dengan suara anak-anak yang seperti ini yang terdengar bermain-main, membuat image agama Islam semakin minus dimata masyarakat. Kita hanya memperdengarkan kegaduhan bukan lantunan yang semestinya bisa menyentuh hati tiap orang yang mendengar.

Dulu di jaman Rasulullah Saw., orang yang diberi kepercayaan untuk mengumandangkan adzan hanyalah orang-orang terpilih saja yang memang pantas melantunkan adzan. Yaitu orang-orang yang bisa membaca, mengerti, dan hafal Al-Qur'an, Bukan sembarang orang bisa berada di mimbar adzan dengan pengeras suara.

Mungkin ini salah satu sebab mengapa sempat ada wacana untuk melarang adzan dengan pengeras suara, walaupun memang ini bukan sebab utamanya. Tapi ini bisa dijadikan alasan untuk melarang di kemudian hari. Jangan sampai kita seperti negara sekuler yang sama sekali tidak boleh melantunkan adzan dengan pengeras suara, adzan hanya boleh di dalam masjid saja. Alhamdulillah kita masih diberikan kebebasan beragama dan beribadah.

Mungkin saran saya, jika tidak ada orang yang bisa melantunkan dzikir atau adzan, sebaiknya gunakan rekaman saja. Itu lebih baik dan lebih enak didengar daripada suara anak-anak yang melengking. Ini hanya pendapat saya saja, bisa benar bisa salah. Yang paling benar bisa ditanyakan pada ulama.

Saya jadi teringat dulu sewaktu saya masih kuliah, saya suka sekali menghabiskan waktu di area Masjid Salman. Selain dekat dengan kampus, masjid ini memiliki atmosfer yang tenang. Saya merasakan pancaran energi positif tiap kali berada disana, rasanya hati lebih nyaman dan tenang. Bila mendengar adzan dari Masjid Salman, entah kenapa hati ini rasanya jadi ingin ikut sholat berjamaah. Adzan yang dilantunkan terdengar indah, nyaman dan adem rasanya di hati ini.

Yang saya lihat sangat menarik dari masjid ini, selain fungsi utamanya digunakan untuk ibadah sholat, Masjid Salman juga digunakan untuk mengaji, menuntut ilmu, berkolaborasi, berkreasi, bahkan juga untuk berdagang dan bekerja. Disana lengkap semua kegiatan ada. Benar-benar seperti gambaran masjid di jaman Rasulullah Saw., yaitu masjid sebagai pusat peradaban.

Karena saking sukanya dengan masjid ini, saya sampai punya cita-cita suatu hari saya ingin sekali tinggal di sekitar area yang dekat dengan Masjid Salman. Saya ingin menghabiskan waktu saya disini, saya ingin mendaftar untuk belajar Al-Qur'an, baik tahsin maupun tahfidz. Seminggu bisa dua sampai tiga kali pertemuan. Lalu saya ingin mentoring / mengaji lagi dengan para murobbi yang berwawasan luas tapi tetap rendah hati. Kemudian di akhir pekan saya mau ikut kegiatan ekstrakurikuler yang dimiliki masjid ini, dulu yang saya ingat sempat ada ekskul pencak silat, klub baca, dan lain-lain saya lupa apa saja. Lalu mungkin jika saya masih belum menikah juga, hehe, saya ingin mendaftarkan diri untuk ta'aruf. :")

Tiap beberapa bulan sekali, disana juga suka ada pameran. Seperti pameran buku islami, bazaar, dan lain-lain. Mungkin jika saya masih menggeluti usaha hijab, saya ingin buka stand kecil-kecilan menjual hijab dan perlengkapan muslimah lainnya. Dan satu hal lainnya yang saya suka sekali dengan Masjid Salman, yaitu makanan yang dijual di sekitar masjid maupun di kantinnya enak-enaakkk. Luar biasa, subhanallah banyak sekali berkahnya baik di dalam maupun di luar Masjid ini.

Yah mudah-mudahan, insyaa Allah jika ada umur, rejeki, dan kesempatan, cita-cita saya ini mudah-mudahan bisa terkabul. Aamiin yaa Rabbal 'Alamiin.....


Posted by Mariana at 2:09 AM 0 comments
Labels: cerita-cerita, wonderful

31 October 2015

Jae Hyon Si Anak Kucing & Binatang Peliharaan Lainnya

Alkisah ada satu kucing liar betina yang demen banget tinggal di halaman belakang rumah. Terutama pas dia lagi hamil. -__-" Jadi selama masa kehamilan, si kucing betina ini selalu tinggal di halaman belakang rumah sampai dia melahirkan. Dia udah beberapa kali diam-diam melahirkan anak-anak kucingnya di taman belakang. Luar biasa jg si betina ini loh, sekali melahirkan ga cuma satu yg keluar anaknya. Tapi bisa ada 3 sampai 4 anak sekaligus. Dan ga cuma sekali aja ngelahirin, dia udah beberapa kali melahirkan anak2 hasil hubungan gelapnya dengan kucing2 jantan di luar sana yang pernah saya temui.

Nah masalahnya, abis dia melahirkan si betina ini ga langsung pergi. Tapi dia suka bikin heboh satu rumah. Pernah sewaktu-waktu dia diem2 masuk ke rumah ketika pintu terbuka lebar dan tidak ada yg menyadari, lalu membawa serta anak-anaknya yang baru aja dilahirkan dan diumpetin entah dimana. Alhasil kita kelimpungan nyariin dimana itu anak-anaknya diumpetin, karena tiba2 ada suara meong-meong saling bersahutan di tengah heningnya suasana rumah. Bener-bener deh si betina ini, diam2 menghanyutkan. Mana galak banget lagi, tiap diusir malah pengen nyakar. Galakan dia daripada yang punya rumah. -___-"

Setelah bisa kita temukan dimana anak-anaknya diumpetin, sayang sekali ada satu atau dua yang ga bisa bertahan hidup. Entah karena ketemu tikus besar pas diumpetin atau karena kekurangan gizi. Terus ga lama setelah itu, karena saudara2nya ada yang tewas alhasil anak2nya yang lain jadi sedih dan ga lama kemudian mereka juga ikut tewas. Tragis sekaliii, tapi si betina ini pantang menyerah. Ga lama setelah kehilangan semua anak-anaknya, si betina bunting lagi!!

Kali ini alhamdulillah dari sekian banyak anaknya yang lahir, akhirnya ada jg satu yang bisa bertahan hidup. Sisanya kalah oleh seleksi alam. Si anak kucing ini akhirnya saya kasih nama Jae Hyon, sesuai dengan nama aktor favorit saya yang lagi naik daun waktu itu. Hahahaa..... Si Jae Hyon ini lucu bangeeet, warnanya kuning belang-belang coklat. Satu keluarga saya suka manggil dia Si Kuning. Klo mama saya manggil di Si Kalung, karena dia dikasih kalung sama mama saya buat pemanis. Hahaha....

Jae Hyon sewaktu kecil

Waktu si Jae Hyon masih kecil emang lucunya maksimal, rasanya pengen diajak main terus. Tapi pas agak gedean dikit, si Jae Hyon ini mulai annoying. Selalu nempel kemana-mana kita pergi, terus ngeong-ngeong mulu. Rusuh deh pokoknya. Nah suatu hari, si Jae Hyon ini bener-bener ngeselin karena udah mulai nakal suka masuk-masuk ke dalam rumah. Beberapa kali saya pengen buang si Jae Hyon ini keluar biar dia gabung aja sama kucing-kucing liar lainnya di luar sana, siapa tau klo di luar dia bisa dapet makanan lebih banyak dari tetangga-tetangga sebelah atau dari sisa-sisa makanan di tempat sampah. Tapi sama mama saya ga pernah dibolehin, mama saya suka kasihan karena masih kecil. Nah kebetulan waktu itu mama saya lagi ga ada di rumah, si betina mamanya Jae Hyon juga lagi ga ada di halaman belakang. Kebetulan nih saya pikir, langsung aja si Jae Hyon saya bawa keluar terus saya lepas di depan jalan rumah saya.

Kejam juga sih kalo dipikir-pikir, hehe abis nakal banget sih si Jae Hyon ini. Satu rumah suka kesel karena dia suka nempel-nempel kemana aja kita pergi. Tapi entah kenapa malam harinya saya merasa sangat bersalah. Mama saya juga langsung terlihat sedih seharian pas saya kasi tahu kalo si Jae Hyon udah saya buang keluar. Kata mama saya dia seperti mendengar suara ngeong-ngeong si Jae Hyon dari luar. Mungkin Jae Hyon kedinginan :( Duh saya jadi khawatir semalaman itu, mana si betina mamanya Jae Hyon juga terlihat kelimpungan pas balik ke rumah dan ngeliat anaknya udah ga ada. Hiksss... maafkan daku Jae Hyon...... T___T

Hari itu saya bener-bener merasa bersalah, belum pernah saya merasa semenyesal itu sebelumnya. Lalu keesokan harinya saya bangun tidur seperti biasa. Tapi kala itu ada sedikit rasa hampa di hati, hahaa.... Seperti kehilangan belahan jiwa, wkwkk..... Pas saya ke halaman belakang, tiba-tiba ada yang membuat saya terkejut. Si Jae Hyon ada lagi di situuu, hahahaa..... Ternyata dia balik lagi ke rumah dibawa sama si betina mamanya. Kyknya si betina mendengar suara ngeong-ngeong si Jae Hyon di malam hari, lalu keluar nyariin. Untung ketemu, dan entah kenapa dibawa lagi ke rumah saya. Fiuuuh, saya pura-pura kesal di depan yang lain karena si Jae Hyon dateng lagi. Tapi sebenernya dalam hati saya merasa lega juga akhirnya dia bisa balik ke rumah. Hehehee..... *jadi malu, malu-malu kucing* :"D


Jae Hyon dan si betina mamanya

Sekarang si Jae Hyon udah agak besar, dia udah ngerti setelah diajarin dikit-dikit. Dia udah ga suka nempel-nempel lagi kayak dulu. Dan kalo kita lagi makan, dia udah ga pernah bawel lagi pengen ikutan makan. Dia bakal nunggu dengan manis sampai kita selesai makan, baru kita kasih sisa-sisa makanannya buat dia. Yang paling lucu itu kalau kita abis pergi keluar rumah, si Jae Hyon pasti dengan setia menunggu di depan teras sampai kita balik. Nah pas kita udah sampai depan pager, dia langsung nyamperin seperti menyambut kita datang. Hahaa, ngegemesin banget.

Jae Hyon sudah agak besar

Belum lama belakangan ini, si betina mamanya Jae Hyon bunting lagi dan melahirkan anak-anaknya seperti biasa. Anak-anaknya yang baru warnanya abu-abu belang-belang putih. Mirip sama si betina mamanya Jae Hyon. Anaknya ada dua yang bertahan hidup, tapi ga lama akhirnya yang satu mati entah kenapa. Jadi sekarang cuma ada satu yang hidup nemenin si Jae Hyon. Mereka suka main bareng dan akur banget ga pernah berantem.

Sebenernya satu keluarga ga pernah ada rencana buat melihara si anak-anak kucing yang dibawa si betina ke rumah. Tapi karena kasihan dan udah nyaman juga anak-anaknya di halaman belakang, akhirnya sama mama saya dipelihara juga. Pernah sewaktu-waktu ada kucing jantan warna kuning, bulunya tebel banget keren seperti kucing Garfield, tiba-tiba dateng ke halaman belakang rumah. Kayaknya si Garfield ini bapak dari anak-anaknya si betina, karena pas dia dateng dia elus-elus si Jae Hyon dan adiknya. Kita sih seneng-seneng aja klo mereka bisa kumpul bareng sekeluarga di halaman belakang, hahaa, tapi alhamdulillah si betina dan si jantan sadar diri ga mau lama-lama tinggal di belakang. Si betina setelah selesai menyusui dan melihat anaknya udah agak gedean dikit, pasti dia pergi keluar entah kemana. Nanti baru balik ke rumah kalau dia bunting lagi. Si jantan juga, dia cuma dateng sesekali aja, ga pernah sampai nginep seharian. Hahaa, paling cuma mampir sejam dua jam buat ngeliat anak-anaknya abis itu pergi lagi. Ada-ada aja ya kelakuan kucing, kocak juga kalo dipikir-pikir.

Happy Kitty Family
(ada si jantan kucing Garfield, diduga bapaknya si anak-anak kucing)

Sebenernya ini bukan pertama kali keluarga saya memelihara binatang. Waktu saya masih kecil dulu, pas saya masi duduk di bangku Taman Kanak-Kanak (TK), kami pernah memelihara anjing. Waktu itu keluarga saya belum begitu ngerti agama, hehee, jadi entah kenapa orang tua saya memutuskan untuk memelihara dua ekor anjing di rumah. Namanya Blackie dan Lessie. Karena saya masih kecil, saya ga begitu ingat kenangan apa saja yang pernah kami miliki dengan dua ekor anjing tersebut. Tapi seingat saya, mereka ga pernah boleh masuk ke dalam rumah. Jadi cuma boleh tinggal di teras luar rumah saja. Dan dulu ada juga Burung Kakak Tua, tapi saya lupa siapa namanya. Burungnya lucu bisa ngomong, hehe, suka kita gangguin kalo lagi iseng.

Lalu ketika saya udah agak besar, sewaktu saya duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) kami pernah memelihara Kelinci dan Iguana. Tapi dua-duanya ga bertahan lama, akhirnya entah bagaimana keduanya tewas ga lama setelah di pelihara di rumah.

Pas saya duduk di bangku SMP, kakak saya memutuskan untuk memelihara Hamster. Tapi ga bertahan lama juga nasibnya.

Lalu pas saya beranjak SMA, binatang peliharaan di rumah semakin variatif layaknya kebun binatang. Hahahaa... Kita sempat punya :
- dua ekor Ayam Kalkun (namanya si Jack & Emma)
- seekor Ayam Betina (namanya Carsini)
- sepasang ayam kampung (namanya Kocar & Kacir)
- dua ekor Bebek (namanya si Kwik & Kwek)
- dua ekor Angsa (lupa siapa namanya)
- dan satu ekor Burung Hantu kecil (namanya Hedwig)

Hahaa, rame banget yaaa. Itu semua dipelihara di halaman belakang rumah. Tiap pagi rame banget suaranya, si ayam pada berkokok sahut-sahutan, si Kalkun juga bunyinya kluk-kluk-kluk-kluk, si bebek & angsa bunyi ngoik-ngoik, dan si burung hantu entah gimana bunyinya ajaib dah pokoknya. Hahahaa, ga ada alarm semerdu mereka kalo lagi sahut-sahutan. Tapi saya paling ga berani megang binatang-binatang itu, yang berani megang cuma mama saya aja. Saya dan yang lainnya sukanya cuma gangguin aja, terutama gangguin si Kalkun. Hehee, kalo udah marah paling lucu soalnya. Janggutnya langsung merah, mukanya jadi biru, dan langsung ngembangin bulu-bulunya kayak ngajak berantem. Hahaa, kocak banget ngeliatnya. Ini dia si kalkun dan si ayam jago yang suka kejar-kejaran.

Si Kalkun & Si Ayam Jago

Si Kwik - Kwek

Sekarang akhirnya dari sekian banyak binatang peliharaan, tinggal dua ekor kucing aja di belakang rumah. Yaitu Jae Hyon dan adiknya yg saya beri nama Lee Sang Yoon. Yah begitulah kisah binatang peliharaan di rumah. Oya sama ada satu lagi, sekarang ada Tokek di plafon rumah yang suka bunyi-bunyi sendiri. Wkwkw...

Oke deh sekian dulu cerita selingan tentang para penghuni kebun belakang yang udah seperti keluarga sendiri. Kapan-kapan cerita lagi kalo ada penghuni kebon yang bertambah. Xixixiii, see yaaa.......


Posted by Mariana at 1:40 AM 0 comments
Labels: capturing moments, cerita-cerita, cuap-cuap, family matters, selingan, wonderful

13 August 2015

Opposite Best Friend

Since last week, I got a very bad cough. And yesterday it kept me awake all night, I couldn't sleep well due to the cough. So I decided to wake up and do something else in the middle of the night.

When I woke up, I remembered I was curious about something, not so important but I kinda bit interested to find out. Recently I've been following another Korean romantic drama, and I really like the story and the actor who played it. The film brought me back to the times in my younger age when I had some romantic moments that made my heart fluttering and my stomach filled with a bunch of butterflies. The feeling when we're in love kinda thing that I had again when I was watching "The Time That I Loved You".


The story is about two best friends, a man and a woman, who have been together in a good friendship for 17 years but not yet realized nor admitted they have feelings for each other. It's kinda cheesy story, I know... ;D that over and over reproduced in a movie. But somehow watching it again doesn't feel that bad, it's quite nice to watch. Since it's a very light topic which people often easily find it as well in real life.

Actually, I'm one of a few who find it hard to believe that men and woman can be best friends. One of them must have a feeling for the other, or even both of them could have feelings for each other. How can a man and a woman just having a casual relationship without getting attracted for so long? Though I know maybe out there it could be possible, but I won't naively believe it since I never have a male best friend. Hahaa....

Back to the drama, when I really like the character in any movie that I watched, I will start googling about the real actor who played it. I want to know further how is the real character of the actor, is he really as charming as his character in the drama? Is he as nice and as handsome as it seems on screen? What kind of person he is actually? So from this I would like to decide whether I'm going to admire him further or just leave it be in the movie only. Hahaa, don't mock me for this.

So my curiosity ended up after I watched "Strong Heart" variety shows, episode 125 and 126 where the real actor, Lee Jin Wook, who played the drama showed his real character. I couldn't stop laughing all night when I watched this two episodes, it's really funny and silly to hear about the actor's life stories.



Strong Heart Ep.125


Strong Heart Ep.126


From this variety shows, rather than his real love stories it's more interested to hear about his friendship that has been occurred for 10 years with his best friend which is also an actor, Kim Ji Seok. Both of them are admirable and handsome, I really envy their friendship that could lasts for years and still close until now. They said they did everything together from shopping, travelling, eating, enlisting military, sharing schedule, even living together. People in the variety shows even misunderstood their close friendship, they thought both of them were gay, hahahaa.... But it's not true, they clarified it in the end. Lee Jin Wook said "I think aside from kissing we did everything" x'D *LOL*


Lee Jin Wook and Kim Ji Seok

Shopping together

From what I saw, they have opposite personality. Jin Wook oppa is more calm, stiff, persuasive, and serious. While Ji Seok oppa is wittier, funny, talkative, easy going, and cheerful. This might be an advantage for both of them, so they can complete each other as best friends. Oh how nice isn't it to have someone you can share everything with in your daily life. I envy you both oppa! :D

Okay, it's getting very late and I'm so sleepy. Time to sleep.... *yawn*

Last but not least, let me share this two soundtracks below from the drama. I really like it. It's very nice to hear, it brings back the good memories again. Especially when we're in love... :)


Kyuhyun (Super Junior) - The Time We Loved (우리가 사랑한 시간) 


Suzy (Miss A) - Why Am I Like This (왜 이럴까)

Posted by Mariana at 3:33 AM 0 comments
Labels: cerita-cerita, korean drama, review, selingan

26 July 2015

NDE (bagian 2)

Holaaa dear my lovely blog, udah sekian lama saya ga pernah menulis panjang lebar disini karena kesibukan yang tiada henti. Antara senang dan sedih terhanyut dalam kesibukan, senang karena pertama, saya bisa tenggelam dalam aktivitas baru saya yaitu berjualan online (hohoo... ga elit banget ya, but that's my new life recently, although some people somehow finding it cool & success, ahahaaa.... padahal tagihan udah menumpuk disana-sini) tapi that's okay. Kedua, senang karena dengan sibuknya saya ini saya bisa melupakan kejamnya cobaan hidup yang terus datang silih berganti, salah satunya termasuk status jomblo ting-ting yang masih saya pegang hingga detik ini, hiksss...... rasanya ingin lari saja dari kenyataan hidup, huhuuww..... x'((((( But once again, I found a way to be okay with it.... karena jodoh adalah misteri, hahaaa...... *tertawa miris*

Lalu kenapa saya sedih dengan banyaknya aktivitas ini yang membuat saya sibuk kesana-kemari? Pertama, sedih karena saking sibuknya & banyaknya pesanan (tsaaah...., padahal jumlahnya masi bisa diitung pake jari, hahahaa... tragiss.... x'D) saya jadi kekurangan waktu 'me' time (cieeh 'me' time udh kayak ibu2 aja butuh 'me' time), kekekeke....... Kedua, sedih karena saya hampir tidak ada waktu lagi untuk menulis disini untuk berbagi pengalaman hidup & hikmah yang bisa dipetik dari hasil pengalaman tersebut, atau istilahnya 'words of wisdom'. Hehehee... penting banget ya? Penting dong. gini-gini saya suka berbagi cerita walau ga ada yang baca. xD

Tapi alhamdulillah, alam kita sudah disetting secara otomatis oleh Sang Pencipta, ketika ada sesuatu yang tidak 'balance' atau tidak seimbang, alam akan berusaha menyesuaikan ketidakseimbangan itu dengan cara-cara yang tidak terduga.

Seperti kali ini, ketika saya sudah terlalu letih bekerja & sangat lelah dengan cobaan hidup, xixixiii, entah bagaimana tiba2 saya dipaksa 'berhenti' secara otomatis supaya bisa pulih kembali.

Seperti judul dari postingan saya kali ini yang baru-baru ini saya rasakan, yaitu NDE atau kepanjangan dari istilah (Near Death Experience), membuat saya terpaksa mau tidak mau harus berhenti sejenak dari aktivitas yang overloaded. NDE sebenarnya adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan situasi atau keadaan seseorang yang dianggap sudah mendekati kematian tapi akhirnya ga jadi. Serem yaaa.... Tapi kurang lebih itu yang baru-baru ini saya rasakan. Walau tidak dalam artian sebenarnya seperti orang yang mati suri, koma, atau sejenisnya, tapi perasaan yang saya rasakan ketika itu rasanya seperti mau mati saja.

Jadi baru-baru ini saya entah bagaimana tiba-tiba pinggang saya terasa sakit bukan main, seperti nyeri dan perih tapi tidak tau dari mana sumbernya, Di kulit terasa nyeri, di dalamnya juga terasa sakit. Walau tidak separah kondisi saya sewaktu NDE bagian 1 (tentu ada cerita bagian 1-nya, hahaa.... :D ga mungkin tiba2 langsung bagian 2, xixixiii......). Di bagian 1 juga begitu, setelah terlalu overloaded dan lelah dengan pekerjaan kantor, akhirnya saya collapse hingga harus dirawat di rumah sakit selama 3 minggu lebih (wuuahh, lama banget ya... hahaa.. I considered it like a holiday gift to me actually, hihiii iya lah 3 minggu leyeh-leyeh di kasur aja cuma nonton tivi, makan di anterin, nutrisi dijaga siang dan malam, plus gratis lagi biaya ditanggung asuransi, tentu rasanya seperti liburan dan tinggal di hotel full service xD). Begitulah ketika ada yang tidak seimbang, otomatis alam akan menyesuaikan dengan caranya sendiri, begitu juga kali ini. Sakitnya mirip2 NDE bagian 1, tapi kali ini saya ga keracunan makanan lagi alhamdulillah, saya hanya kurang minum menurut dokter dan mengalami pegal linu di bagian pinggang karena kecapekan mengangkat beban berat (beban hidup terutama, tsaaah....wkwkw). Tadinya saya pikir saya mengalami penyakit yang serius seperti usus buntu, sakit ginjal, dan sejenisnya. Sampai saya berandai-andai harus di operasi saking sakitnya, tapi ternyata tidak alhamdulillah setelah dicek oleh dokter yang baik hati. :) Dokter perempuan tenang saja, hehehe.... Mungkin sugesti juga, setelah dicek oleh dokter yang baik hati tiba-tiba rasa sakitnya mulai hilang sedikit demi sedikit. 

Maybe what we need beside a good medicine, is a good doctor who can make us feel better with their sincere care and smile. :)

Karena sakit ini saya terpaksa harus berhenti bekerja sejenak dan menikmati masa-masa libur lebaran yang masih tersisa bersama keluarga, alhamdulillah. Walaupun masih banyak pe-er yang tersisa dan cobaan hidup yang mesti diselesaikan, tapi rehat sejenak kali ini mudah-mudahan bisa menambah sedikit energi untuk mengatasi itu semua. Aamiiiiiin.............

Oya meski agak terlambat, saya pribadi yang banyak salah, ngeselin, dan suka bikin heboh ini... ingin mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri, 1 Syawal 1436 H. Mohon maaf lahir & batin atas segala khilaf dan kekurangan. Mohon maaf yang sebesar-besarnya dari lubuk hati yang paling dalam, buat siapa saja yang pernah merasa terzhalimi baik sadar maupun tidak. Kalau ada hal-hal yang perlu diselesaikan bisa disampaikan secara personal, kalau ada hutang yang terlupakan bisa diutarakan atau diikhlaskan saja jika ada harta berlebih :p ..... Insyaa Allah yang ada salah sama saya juga sedang saya usahakan untuk diikhlaskan (masih diusahakan loh ya, belum sepenuhnya ikhlas, hahahaa.... kecuali ada yang mau nraktir Bebek Bengil spesial dari Bali atau Bolu Meranti satu truk dari Medan, wkwkwk).

See you again in another posting insyaa Allah.....

Ciaoooo..... Good night.......


Posted by Mariana at 2:16 AM 2 comments
Labels: cerita-cerita, cuap-cuap, hikmah, wonderful

28 June 2014

How If You're Going To Die Tomorrow

Baru aja saya dapat kabar bahwa salah satu keluarga dekat saya ada yg berpulang, innalillahi wa innailaihi raaji'un... Setiap yang bernyawa pasti akan kembali untuk menghadap Sang Pencipta. Bagaimana jika itu adalah kita sendiri suatu hari nanti? Sudah siapkah kita?

Mendengar kabar ini membuat saya kaget, karena benar2 tidak disangka sama sekali. Benarlah bahwa maut itu bisa datang kapan saja, tidak mengenal umur, waktu, jam, ataupun tempat. Sama seperti sewaktu ayah saya pergi, seminggu sebelumnya benar2 sehat bugar bahkan sempat mengantar saya pergi ke airport. Pun sehari sebelumnya masih saling mengirimkan SMS, tiba2 keesokan harinya tanpa disangka berpulang ke Rahmatullah.

Saya jadi ingin bercerita, baru2 ini saya sempat bermimpi yang mungkin karena kebodohan saya, saya menafsirkan sendiri mimpi itu. Saya berpikir mimpi saya itu memiliki arti bahwa ajal saya mungkin sudah dekat. Saya bahkan menafsirkan sendiri tanggalnya, astaghfirullah... Padahal jika saya ingat baik2 ayat berikut ini dari Surat Lukman, saya tidak akan berpikir demikian :

"...... Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal." (QS Al Luqman: 34)

Karena kejadian salah tafsir itu, alhamdulillah saya dapat pelajaran yang sangat berharga. Jadi ceritanya begini, berhubung saya tafsirkan sendiri tanggal berapa saya kemungkinan berpulang, beberapa hari sebelumnya saya udah menyiapkan diri. Semua kerjaan, pesanan customer, semuanya saya bereskan sebelum tanggal tafsiran saya itu. Saya tidak mau ada hutang pekerjaan ataupun hutang apapun jika saya pergi nanti. Bahkan sampai di tanggal tafsiran saya mau berpulang itu, saya sempatkan bagaimanapun juga untuk mengirimkan pesanan customer. Lalu di rumah sudah saya tinggalkan secarik kertas yang berisi semua password ke akses akun pribadi saya yang mungkin berguna untuk yang ditinggalkan. Belajar dari pengalaman ketika ayah saya meninggal, alhamdulillah beliau selalu menuliskan password atau pin dari akun pribadinya di tempat yg bisa diketahui oleh anak2. Jadi ketika ayah saya pergi, sama sekali tidak menyulitkan orang-orang yg ditinggalkan ketika harus mengurus keperluan administrasi beliau.

Lalu dari segi fisik, saya pernah baca di suatu artikel jika kita mengetahui tanda2 bahwa ajal sudah dekat, maka kita disunnah-kan untuk berpuasa sehari sebelumnya untuk memudahkan orang yang memandikan jenazah kita nanti. Jadi ketika dibersihkan, sudah tidak ada lagi kotoran yang perlu dikeluarkan dari tubuh kita karena kita sudah mengosongkan isi perut. Jika memungkinkan, kita juga sebaiknya membersihkan diri dengan mandi secara menyeluruh.

Kemudian yang terakhir, dari segi spiritual. Nah ini yang sungguh berat, ketika itu saya menyadari bahwa yang namanya hidayah itu memang suatu anugerah yang luar biasa. Ketika seseorang diberikan hikmah untuk berbuat baik di akhir hidupnya, itu benar2 suatu karunia yang sungguh besar dari Allah SWT kepada hamba-Nya. Di hari itu, saya akui saya sama sekali tidak merasakan apa2, atau memiliki keinginan untuk beribadah lebih. Saya lebih merasa takut, sedih, dan tidak siap sama sekali jika memang benar itu adalah harinya saya pergi. Saya mencoba untuk mendengarkan bacaan Al-Qur'an, sholat dengan khusyuk, dll tapi hasilnya nihil. Pikiran saya menerawang kemana-mana, saya sibuk sendiri dengan perasaan takut jika saya benar akan meninggal dalam waktu dekat. Saya jadi berpikir sendiri, apakah sakit ketika sakaratul maut, amal ibadah saya udah cukup belum ya untuk menutupi dosa-dosa yang saya punya, saya sampai lupa untuk IKHLAS dengan kehendak Allah seperti doa yang tiap hari kita baca di awal sholat.

اِنَّ صَلاَتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي ِﷲِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
Inna shalaatii wanusukii wamahyaaya wamamaatii lillaahi rabbil 'aalamiin
Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam

Baru berpikir akan berpulang saja sudah sebegitu dahsyatnya, apalagi benar-benar terjadi. Astaghfirullah ya Rabbi...

Saya langsung sedih sendiri memikirkan hidup saya ketika itu, apa saja yang sudah saya perbuat ketika saya hidup, apakah saya sudah menggunakan hidup saya dengan sebaik-baiknya, saya sedih karena belum berbuat banyak, dan betapa kurang bersyukurnya saya selama ini, ibadah juga tidak sempurna, saya tidak tahu bagaimana harus menghadap Allah SWT jika saya harus pergi saat itu juga. Amal apa yang akan saya bawa nanti sebagai hamba-Nya yang sudah diberikan nikmat yang begitu berlimpah, kesempatan yang begitu banyak, waktu juga sudah diberikan, tapi saya masih belum punya apa-apa sebagai bentuk ketakwaan pada-Nya, sebagai wujud kepatuhan pada Allah, juga sebagai wujud rasa syukur saya belum berbuat apa-apa. Pun tidak ada orang yang mengingat saya sepertinya, bahkan saya merasa gagal sebagai seorang teman, seorang sahabat, seorang anak, seorang adik, seorang kakak, seorang muslimah, saya merasa belum bisa memberikan apa-apa untuk orang-orang di sekitar saya.

Saya jadi teringat sebuah film yang pernah saya tonton beberapa tahun yg lalu. Judulnya 49 Days. Film serial fiktif yang bercerita tentang seorang wanita yang mengalami koma selama 49 hari. Selama 49 hari itu, ceritanya arwah wanita itu diberikan kesempatan oleh malaikat maut untuk bisa hidup kembali, asalkan dalam 49 hari itu ada 3 orang yang menangis ketika mengingat dia. Ternyata hingga menjelang habisnya 49 hari masih belum ada juga orang yang menangis karena ketidakhadiran dia. Barulah ia sadar selama hidupnya itu apa yang telah ia perbuat hingga tidak ada satupun orang yang merasa kehilangan dengan ketidakhadiran dia. Di bagian ini saya sampai nangis nontonnya, mengingat saya sendiri juga mungkin seperti itu jika telah tiada, tidak meninggalkan bekas yang berarti di sekitar saya.

Tidak disangka kurang lebih setelah seminggu saya nonton film serial ini, malah ayah saya yang berpulang. Kalau ayah saya justru meninggalkan banyak kesan untuk orang-orang di sekitarnya, ayah saya orangnya outgoing dan senang menghibur orang-orang. Saya sendiri baru mengenal beliau lebih baik dari cerita kerabat-kerabatnya, teman-temannya, maupun rekan-rekan kerjanya.

Singkat cerita, apa yang saya alami karena salah tafsir mimpi saya sendiri, di akhir hari yang saya pikir saya akan berpulang itu, saya benar-benar baru menyadari betapa hidup itu suatu anugerah yang sungguh besar yang diberikan kepada kita. Di penghujung hari itu, saya sungguh merasa bersyukur karena masih diberikan kesempatan oleh Allah SWT untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan saya, untuk menambah amal kebaikan, untuk memperbaiki ibadah yang belum sempurna, untuk menjadi seseorang yang memiliki arti bagi sekitar, untuk berbuat lebih, dan untuk mensyukuri setiap detik yang diberikan. Alhamdulillah, terima kasih ya Allah...

Posted by Mariana at 2:03 AM 0 comments
Labels: cerita-cerita, hikmah

11 June 2013

A Story Behind My Name

Some people say your name represents who you are. Your name is a prayer from your parents when you were born. Since a prayer from parents certainly answered without any barrier, so it becomes a gift to you. I believe it without any doubt.

My parents gave a very nice name to me, alhamdulillah... :) My first name, Mariana, came from my grandmother's nick name when she was a child. She used to be called with this name. Then she got sick from time to time and nobody knows why. Then somebody suggested it might caused by her name. The name might be too heavy for her. So then my great-grandparents add another name to be her new nickname : Sifat. Since then she never sick anymore. My grandmother full name becomes Sifat Mariana Tanjung. She's from West Sumatra, so she has the Minang clan name.

Appearently, might be happened by having this name as well, I got sick or injured more often than my other siblings. I got hospitalized several times, like hitting an aircon when I was a child, got nails stuck in my foot, injured my front head by a classical profile chair when fighting with my brother, got thypus, a few times fainted in school, got food poisoned, having an asthma, and now I've been suffering for tinnitus (a permanent damage occured in my left ear causing a continous soft buzzing sound). I don't know whether the name is giving a burden to me or not, but one thing I know for sure that I still survive until today. Alhamdulillah.. :) Hopefully I don't get any serious illness or injury anymore in the future, aamiin.. 

Anyway, when I look-up on the internet behind the name Mariana, I found a very interesting fact that there's a deepest part of the world's oceans called Mariana Trench. It is located in the western Pacific Ocean, to the east of the Mariana Islands. The sea depth of Mariana Trench is able to submerge the highest mountain in the world, the Mount Everest in the Himalayas. Wow, feeling excited finding something cool exists in this world called with your name. :D

(click on the image above for a better resolution)

The original languange of Mariana comes from Spanish. Maybe it comes from the history of The Mariana Islands that were claimed by Spain in 1668. Spain established a colony there and gave the islands the official title of Las Marianas in honor of Spanish Queen Mariana of Austria.

The meaning of Mariana itself after discovering from world wide web are :
- a family speaker (maybe sometimes, but usually not)
- a sympathetic (incorrect, often being careless :-/)
- kind (well.. :D)
- always blessed (alhamdulillah..)
- decision maker (yes, correct)
- brave (will do whatever it takes to reach determination)
- stubborn (sometimes it's true :D)
- original, not artificial (prefer to be true expressing what I feel)
- unique (many of my friends told me that I'm weird, a freak, whatever -_-)
- has a leader soul (driven to lead somehow, finding it hard to follow and being dictated)
- a risk taker (might be closely to insane)

My last name is Rahman. It comes from my father's name. My father is a muallaf, he converts to Islam before marrying my mother. When he did the syahadat (a convert ceremonial of saying faithfully that we believe that There is no God but Allah, and Prophet Muhammad is the messenger), his name changed to be Abdulrahman Tanara, means God's Servant. This name was given by Buya Hamka, a national ulama (scholar/pious) who founded Al-Azhar in Indonesia. My father is a Chinese, so he has the Chinese clan name Tan, in Indonesia name becomes Tanara.

The Rahman name itself, comes from one of The 99 Allah's Name (Asmaul Husna) : Ar-Rahman, which means The Most Gracious. This name is one of the main characteristic of Allah that we as a muslim always call it in every single prayer. Bismmillahirrahmanirrahim : In the name of Allah, The Most Gracious, The Most Merciful.

I remember an Islamic proverb says : Man arafa nafsahu, arafa Rabbahu (whoever know themself, know their God). I hope by writing about my name, I will know a little about myself. By knowing about who I am, hopefully there's a chance insyaa Allah of knowing about our God, no other but Allah.

Then the last thing about my name is my nickname. It is taken right from the middle of my first name, maRIAna. Correct, that's my nickname. I used to be called with the nickname : Ria. :D My mother told me that this nickname means cheerful, came from the original Indonesian word Ceria. She hopes that I will always be cheerful just as my name. Aamiin. :)

Okay that's all a short story behind my name. I hope you get to know me a little bit better. See ya! ;D


Posted by Mariana at 3:38 PM 0 comments
Labels: cerita-cerita, family matters, hot stuff, kata-kata, review, wonderful
Older Posts Home
Subscribe to: Posts (Atom)

Blog Design by Gisele Jaquenod - edited by Mariana