skip to main | skip to sidebar

About me

My Photo
Mariana
Indonesian muslimah, Backpacker, Photography Lover, Dreamer, and Believer to these phrases: "whoever seeks they will find" & "there's no useless effort" - So, keep on going!
View my complete profile

Archive

  • ▼ 2008 (13)
    • ► June (1)
      • Sebuah Awal di Akhir
    • ► July (3)
      • Mencoba dan Mencoba
      • Pedagang Asongan di Perjalanan Pulang
      • Forward!
    • ► August (2)
      • Resensi Divortiare
      • Change The World?
    • ► September (2)
      • Lapar - Sebuah Hikmah
      • Siaran Hidayah
    • ► November (2)
      • Catatan Kunjungan EHEF
      • Give Me Back My Old Hotmail!
    • ▼ December (3)
      • Marching Down The Memory Lane: A Piece Story of a ...
      • Libur Panjaaanngg
      • Selamat Tahun Baru Islam - 1 Muharam 1430 Hijriyah
  • ► 2009 (13)
    • ► January (2)
    • ► February (1)
    • ► March (2)
    • ► May (1)
    • ► August (1)
    • ► September (3)
    • ► December (3)
  • ► 2010 (20)
    • ► January (3)
    • ► February (3)
    • ► April (1)
    • ► June (1)
    • ► July (1)
    • ► August (9)
    • ► September (1)
    • ► November (1)
  • ► 2011 (10)
    • ► February (2)
    • ► June (3)
    • ► August (4)
    • ► October (1)
  • ► 2012 (5)
    • ► January (1)
    • ► March (1)
    • ► August (1)
    • ► September (1)
    • ► November (1)
  • ► 2013 (16)
    • ► January (1)
    • ► March (1)
    • ► June (6)
    • ► July (1)
    • ► August (4)
    • ► September (2)
    • ► October (1)
  • ► 2014 (13)
    • ► January (1)
    • ► February (1)
    • ► March (2)
    • ► May (2)
    • ► June (1)
    • ► August (1)
    • ► September (1)
    • ► October (1)
    • ► November (3)
  • ► 2015 (15)
    • ► February (1)
    • ► March (1)
    • ► July (1)
    • ► August (3)
    • ► October (4)
    • ► November (1)
    • ► December (4)
  • ► 2016 (6)
    • ► January (2)
    • ► February (2)
    • ► March (2)
  • ► 2017 (3)
    • ► April (1)
    • ► June (1)
    • ► July (1)
  • ► 2020 (5)
    • ► October (2)
    • ► November (3)
  • ► 2021 (9)
    • ► January (1)
    • ► February (2)
    • ► April (3)
    • ► July (2)
    • ► September (1)

Labels

  • backpacking
  • blog design
  • capturing moments
  • cerita-cerita
  • cuap-cuap
  • family matters
  • hikmah
  • hot stuff
  • inspirasi
  • kata-kata
  • kerja dan belajar
  • korean drama
  • masak memasak
  • quotes
  • relationship
  • review
  • selingan
  • tausyiah
  • wonderful

What I'm Into

Interior & Architecture

  • Arc Space
  • Arch Daily
  • Archinect
  • Architonic
  • Copy Cat Chic
  • Design Glossary
  • Design Milk
  • Dezeen
  • Enlighter Magazine
  • Famous Architects
  • HGTV
  • Houzz
  • How About Orange
  • IALD
  • IKEA Hackers
  • Interior Design Magazine
  • Karim Rashid
  • Lighting Design Magazine
  • Meade Design Group
  • Mondo Arc
  • Philippe Starck
  • Print and Pattern
  • Samantha Pynn
  • Summer Allen
  • Suzanne Dimma
  • Top 50 Interior Websites

All About Design

  • Eat Drink Chic
  • Goodnight Little Spoon
  • Josh Lafayette
  • Paper Toys
  • Pixel Girl
  • Pugly Pixel
  • Pugly Pixel Blog
  • The Cool Hunter

Let's Go Green

  • groovy green
  • inhabitat
  • sustainablog
  • world changing

Inspiring Blogs

  • Febrianti Almeera
  • Islamic Articles
  • Jamil Azzaini
  • Salim A. Fillah

I Read This

Bidadari Bidadari Surga
Mengarungi 'Arsy Allah
Gadis Pantai
Confessions of a Shopaholic
Rembulan Tenggelam Di Wajahmu
Kupinang Engkau dengan Hamdalah
The Da Vinci Code
A Very Yuppy Wedding
Menyelam ke Samudera Jiwa dan Ruh
Bumi Cinta
Cinta Brontosaurus
The Alchemist - Sang Alkemis
Kambing Jantan: Sebuah Catatan Harian Pelajar Bodoh
Life of Pi
Why Men Don't Listen and Women Can't Read Maps: Mengungkap Perbedaan Pikiran Pria dan Wanita Agar Sukses Membina Hubungan
divortiare
Ketika Cinta Bertasbih
The Right to Lead
How to Win Friends and Influence People
Virus of the Mind: The New Science of the Meme


Mariana's favorite books »

For A Better Life!

Blog Readers

Stats

free counters

simply,

bla bla bla in my mind...

29 December 2008

Selamat Tahun Baru Islam - 1 Muharam 1430 Hijriyah

Tak terasa momen pergantian Tahun sudah menjelang. Terutama pada hari ini, seluruh umat muslim merayakan Tahun Baru Islam yang jatuh tepat pada tanggal 1 Muharam 1430 Hijriyah atau menurut penanggalan masehi jatuh pada tanggal 29 Desember 2008.

Perhitungan penanggalan Islam diawali saat hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Mekkah ke Madinah, yaitu pada tahun 622 M. Namun penanggalan Hijriyah baru ditetapkan beberapa tahun setelah kejadian tersebut, yaitu pada masa pemerintahan Umar bin Khattab. Sedangkan peringatan Tahun Baru Islam sendiri baru dimulai sekitar tahun 1970-an yang berasal dari ide pertemuan cendekiawan Islam di AS yang kala itu terjadi fenomena maraknya dakwah, masjid-masjid dipenuhi jamaah, dan munculnya jilbab, hingga kemudian disebut sebagai kebangkitan Islam atau Islamic Revival.

Terkait dengan hal tersebut, kita selayaknya memaknai peristiwa hijrahnya Rasulullah sebagai momen bagi diri kita pula untuk hijrah ke hal-hal yang lebih baik di masa mendatang. Hijrah untuk kembali merefleksikan diri, tanpa ragu untuk kembali ke titik nol.

Terlepas dari itu semua, alangkah indahnya Tahun Baru Islam ini jika bisa terlewati tanpa ada peristiwa yang memprihatinkan seperti serangan Israel ke Palestina baru-baru ini di Jalur Gaza yang menewaskan 280 warga Palestina dan ratusan lainnya terluka hingga saat ini. Semoga warga Palestina selalu diberikan ketabahan dalam menghadapi rezim Zionis ini. Amin ya Allah.


mari kita bantu Palestina
Posted by Mariana at 2:47 PM 0 comments
Labels: hikmah

16 December 2008

Libur Panjaaanngg

Yuhuu, bentar lagi libur panjaaang. Yah walaupun mulai liburnya agak-agak telat, setelah tanggal 27 Desember - setelah dikejar-kejar deadline gambar, kirim gambar, meeting ini, telpon itu, dan seabrek kejutan kerjaan akhir tahun kejar setoran lainnya yang bakalan datang, fiuuh.. tapi ga apa-apa. Soalnya kantor saya bakalan libur sampai tanggal....



3?
tentu saja tidak.

5?
juga bukaaan. gyaa, ayo tebak tebak..

9?
ini sih hari jumat, nanggung banget. geser dikitt.

11?
yap, yippieee. sampai tanggal 11, tanggal 12 nya baru masuk.



HOREEEE!!!


Pertanyaan selanjutnya, ngapain ya enaknya? Hahaha.


Lagi mikir-mikir, pengennya sih pergi jauuuh. Jauuuh banget. Mumpung liburan. Waktunya istirahat di tempat yang tenang dan damaiiiiii. Hehehe. Kayak mau ke mana aja.



Denger-denger di Jawa Timur, kalau ga salah di Madiun, ada daerah yang masih asri. Dan pemandangannya di sana juga bagus. Sepertinya menarik. Boleh juga.

Atau...

Pergi ke daerah yang agak panas. Neraka? Astaghfirullah. Emang sih banyak dosa, cuma kayaknya kalau sekarang saya amat sangat belum siap. Kayaknya sampai kapanpun ga bakalan siap. Hix TT_TT



Kalau ke pantai? hmm.. boleh juga. Soalnya akhir-akhir ini entah kenapa banyak yang komentar tentang betapa albinonya saya. Haha, maklum. Ga ada aktivitas outdoor yang rutin sama sekali setahun penuh ini. Jadi saya berpikir ingin sekali sunbathing. Caelah, gayaaa. Apalagi pake kacamata item. Tinggal buka jasa pijet di pinggir pantai sambil nyeruput es kelapa muda. Seger segerr. Oh betapa.. betapa...

Tinggal pertanyaan terakhir nih.

Ada yang mau nampung saya ga? Huahuahua.

Posted by Mariana at 10:00 PM 8 comments
Labels: cuap-cuap

15 December 2008

Marching Down The Memory Lane: A Piece Story of a Whole Life Effect (Part Two - End)

Di mata saya, marching band Korps Putri Tarakanita (KPT) bukan sekedar organisasi ekstra kurikuler pengisi waktu luang setelah jam sekolah usai di masa SMA. Organisasi ini adalah titik penting dalam kehidupan saya yang telah banyak membentuk diri saya saat ini.


Dahulu sebelum masuk kedalam organisasi KPT, saya menjalani keseharian dengan biasa-biasa saja. Saya hanya seorang siswa yang mengikuti kegiatan sekolah seperti rutinitas sehari-hari yang terkadang sesekali mengikuti kegiatan ekstra kurikuler kesenian seperti menggambar untuk menyalurkan bakat dan hobi saya. Hal ini saya lakukan ketika saya duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP). Terkadang kegiatan sehari-hari ini saya seling dengan jadwal jalan-jalan bersama teman ataupun berkeliling ke suatu tempat sendiri. Benar-benar keseharian layaknya para siswa atau anak-anak ABG. Tak ada yang istimewa sepertinya, karena saya juga bukanlah bintang juara di kelas. Paling bagus juga saya mendapatkan ranking 5, itu pun hanya sekali seumur hidup. Sisanya ada yang ranking 8, ranking 10, dan seringnya tidak mendapat ranking. Entah karena faktor saya yang kurang giat belajar atau karena berada di sekolah swasta dengan standar pendidikan yang tinggi serta kebanyakan murid berotak cemerlang. Pun di luar akademis saya sama sekali tidak punya satu penghargaan yang bisa dibanggakan. Paling hanya satu yang saya punya, yaitu Juara 1 Lomba Mading ketika SMP. Dan juara itu juga diraih bersama-sama, bukan saya sendiri yang mendapatkan. Benar-benar anak yang sangat biasa.


Lalu ketika mulai memasuki masa SMA yang luar biasa diwarnai dengan senioritas tingkat tinggi (haha, boleh dikatakan ini ciri khas SMU Tarakanita 1, atau tarq, yang banyak membentuk kekuatan mental), saya juga mulai mengenal KPT. Melalui acara khusus open house – serupa ajang promosi ekstra kurikuler, saya menyaksikan permainan marching band ini yang membuat saya seketika jatuh hati. Saya dibuat terpana dengan musik-musik yang dimainkan para senior saat itu. Bukan hanya permainannya, tapi juga karisma yang terlihat di diri setiap anggota seperti menyinari lapangan sekolah yang menjadi tempat diadakannya show open house tersebut. Satu hal yang belum saya kenal saat itu, permainan indah itu keluar dari tempaan latihan konsisten berkali-kali dan pembelajaran yang begitu banyak.


Dari pandangan pertama, tekad untuk memasuki organisasi KPT ketika itu sudah bulat. Saya ingin menjadi bagian dari barisan itu. Disinilah awal saya belajar segalanya yang banyak menjadikan saya pribadi yang sekarang.


Sesuatu yang indah muncul dari perjuangan atas kesabaran dan usaha yang konsisten. Ini adalah satu hal yang mulai saya pelajari saat berada di KPT. Untuk dapat menghasilkan sebuah penampilan yang baik, kami selaku para calon anggota baru diharuskan memiliki komitmen untuk menjalani latihan alat musik maupun latihan baris berbaris selama empat kali dalam seminggu selama dua hingga tiga setengah jam. Bahkan jika ada acara khusus, jadwal latihan ini dapat ditambah sesuai kebutuhan. Sepertinya hampir seluruh waktu saya berada pada organisasi ini.


Kegiatan saya jika diingat-ingat saat itu cukup padat. Dalam waktu yang singkat, saya beserta calon anggota baru lainnya diharuskan untuk dapat menguasai alat musik kami masing-masing. Berdasarkan tes alat saat itu yang dilakukan oleh beberapa pelatih, salah satunya adalah Andy Dougherty, mantan suami Titi DJ, saya ternyata memiliki bakat pada alat musik tiup (horn). Namun beberapa kabar yang saya dengar juga ketka itu, saya ternyata juga memiliki kemampuan untuk menguasai alat musik perkusi (percussion). Semoga saja kabar tersebut memang benar adanya. Mungkin pihak-pihak yang mengetahui bisa memberikan konfirmasi disini. Hehe.


Jujur, kala itu saya sebenarnya sangat jatuh hati pada alat musik perkusi, terutama snare drum. Namun pada awal-awal saya diletakkan dibarisan horn line, yang memberikan saya kesempatan untuk mencoba memainkan, dan ternyata saya bisa. Perlahan-lahan tetapi pasti saya pun mulai menyukai alat tiup, terutama disaat itu adalah trumpet. Apalagi ketika saya bisa memainkan beberapa lagu, seperti Winter Games, Si Patokaan, Galih dan Ratna, You’ll Be In My Heart, Two Worlds, The Gorillas, dan lain-lain. Loh kok banyak ya. Hehehe. Bagaimana tidak semakin jatuh cinta, instrumen saya memegang nada-nada utama di setiap lagu (istilah musiknya saya lupa). Hal ini memudahkan dalam mengingat nada-nadanya dan membuat saya bersemangat untuk mewarnai setiap permainan lagu. Akhirnya dalam perjalanan selanjutnya, saya pun menjadi penghuni tetap barisan horn line. Hanya ketika memasuki tahun kedua disana, saya bermigrasi dari alat musik trumpet menjadi mellophone – masih sesama jajaran horn line. Hal ini terasa berat awalnya. Selain berat beban alat musiknya bertambah, dari trumpet yang 1 kg menjadi mellophone dengan berat 2 kg, juga berat untuk meninggalkan nada-nada utama itu lalu mulai menghafal dari nol semua lagu dengan nada yang berbeda. Plus cara memainkannya yang juga sedikit berbeda. Terbayang cuci otaknya. Setelah dipikir-pikir, saya justru merasa beruntung karena diberikan kesempatan untuk menguasai alat musik lain. Membuat saya memiliki kemampuan lebih. Akhirnya saya juga menyukai mellophone seperti saya menyukai trumpet. Keduanya memiliki keunikannya masing-masing.


Adapun jika di lain waktu di masa mendatang ada kesempatan untuk mempelajari perkusi, saya tidak akan menolak tentunya ;) Tapi sepertinya perkusi harus antri dulu, karena saya sangat amat ingin belajar piano. Setelah itu biola tentunya – saya merasa bersalah telah menelantarkan biola saya :(


Kembali ke KPT. Kewajiban untuk menguasai alat musik kami pun bukan lagi menjadi suatu beban. Secara tidak sadar saya berlatih karena saya menyukai apa yang saya lakukan. Meski seringkali saya tidak menampik kenyataan bahwa rasa malas dan sangat lelah itu memang ada. Namun itu bukan suatu penghalang untuk maju. Karena disana saya tidak sendiri. Saya berlatih bersama dengan teman-teman saya. Dan sangat beruntung saya memiliki para pelatih beserta senior yang begitu sabar dan hebat melatih kami dari nol hingga bisa memainkan lagu. Namun terkadang kelambatan saya dalam menangkap, juga seringkali buruknya permainan alat musik saya, membuat berang mereka. Hingga tak jarang saya pun harus merasakan bentakan, hukuman, dan omelan yang membuat perasaan takut, sedih, capek, semuanya campur baur.


Namun tempaan demi tempaan, maupun kaderisasi, serta waktu yang banyak tersita justru tidak membuat saya menghentikan langkah untuk terus berada di organisasi semi profesional ini. Meski harus bekerja keras untuk dapat bertahan, saya sama sekali tidak menyesalinya. Karena saya dapat merasakan pengalaman yang luar biasa bersama KPT. Salah satunya yaitu bersama-sama mengikuti GPMB (Grand Prix Marching Band), yaitu kompetisi marching band seluruh Indonesia, yang kemudian membuahkan hasil yang sangat memuaskan. Tim kami berhasil meraih Juara I untuk Divisi Sekolah. Saya merasa sangat beruntung karena dapat merasakannya hingga dua kali berada pada kompetisi ini bersama barisan KPT. Tidak hanya itu, kami juga sempat diberikan kehormatan untuk bermain pada acara Parade Senja di Istana Negara untuk menghibur para undangan yang bersuka cita merayakan Peringatan Hari Kemerdekaan Negeri ini.


Dari acara yang sangat formal hingga acara dengan atmosfer hiburan yang sangat fun, seperti show pada acara nonton bareng piala dunia atau acara pentas seni tahunan internal, pun kami hadiri. Inti semuanya adalah kebersamaan. Bila dikatakan latihan yang dijalani cukup berat, seperti datang pagi pulang sangat malam – hampir setiap hari, tidak menjadi masalah karena saya menjalaninya bersama dengan anggota yang lain.


Ada saat-saat emosional yang sangat indah menurut saya ketika berada di KPT. Saat-saat itu adalah momen pelantikan anggota. Biasanya sebelum pelantikan dilaksanakan., di siang harinya seluruh peserta pelantikan akan mengikuti kegiatan long march. Pada acara long march ini biasanya anggota harus menyusuri medan jalur setapak yang bisa sampai berkilo-kilo rutenya. Ada kalanya kami harus melewati lumpur, sawah, menyebrangi parit-parit, atau mungkin hanya berjalan pada jalan-jalan aspal. Hebatnya rasa lelah itu tidak terlalu kentara, lagi-lagi karena selalu dijalankan bersama. Bahkan terkadang diiringi dengan nyanyi-nyayi sepanjang jalan. Ooh, betapa menyenangkannya. Kapan lagi ya bisa merasakan kebersamaan seperti itu?


Lalu ketika semua medan telah dituntaskan, di malam harinya pelantikan pun dilaksanakan. Saat-saat yang mengharukan pun begitu merasuk dalamnya. Entah karena sudah letih sehingga semua perjuangan bertahan disana tiba-tiba terasa atau karena sakralnya upacara pelantikan hingga selalu mampu membuat para anggota menitikkan air mata haru. Disaat-saat ini seperti ada sebuah simpul ikatan yang semakin mengerat. Seperti persaudaraan. Amithya Dibya Agra Caradhigama – Gadis Jujur yang Penuh Semangat dan Berhati Mulia. Nama angkatan saya. Tempat kami disatukan layaknya saudara.


Satu hal yang begitu melekat di memori saya akan momen ini, yaitu api unggun. Saya sangat menyukainya karena mampu menghangatkan suasana di malam hari pelantikan.


Selain itu acara rutin lainnya yang saya sukai adalah pelantikan staff. Disinilah untuk pertama kalinya saya mendapatkan kepercayaan yang sangat besar. Suatu kehormatan yang besar pula artinya bagi saya. Belum pernah selama hidup ini saya mendapatkan kepercayaan untuk memegang tanggung jawab sebesar ketika saya berada di KPT. Bukan hanya meletakkan kepercayaan dan membuat saya merasa keberadaan saya dihargai, namun KPT mendidik saya menjadi manusia yang lebih baik. Pahit terkadang ketika menjalani masa-masa didikan disana, ada suka dan tidak sedikit dukanya. Tapi saya bisa merasakan manisnya saat ini.


Kepercayaan yang diberikan itu tidak lain adalah ketika saya dipercaya untuk menjadi Wakil Komandan Korps (setara dengan wakil ketua organisasi) setelah melewati waktu satu tahun. Lalu tahun berikutnya saya diangkat menjadi Komandan Korps yang setara dengan ketua organisasi. Saya yakin, saya masih jauh dari kriteria seorang ketua yang baik. Seperti telah saya utarakan diatas, sebelum masuk KPT saya bukan siapa-siapa, bukan bintang juara, apalagi ketua OSIS, tidak pernah menjadi pengurus apapun, juga hampir tidak pernah ikut kegiatan selain rutinitas sekolah. Lalu tiba-tiba ketika pelantikan staff diadakan, saya merasa terkejut dipilih untuk berada pada jajaran staf teratas.


Saya sendiri jika boleh berpendapat, sejujurnya merasa tidak sesuai dengan kedudukan tersebut. Masih banyak yang jauh lebih memenuhi kriteria. Kemampuan saya juga bisa dikatakan rata-rata. Tapi sebuah kepercayaan sebaiknya tidak disia-siakan. Di saat itulah saya untuk pertama kalinya belajar mengemban tanggung jawab. Saya selayaknya berterima kasih pada pendahulu saya yang telah mempercayakan dan meyakinkan saya bahwa saya bisa. Terima kasih untuk Alfra dan Ria, dua Komandan Korps sebelumnya yang sangat luar biasa di mata saya. Alfra yang sangat kharismatik, tegas, seorang pemimpin sejati, dan Ria seorang yang berhati mulia dan sangat keibuan di mata saya yang telah membawa saya menjadi diri saya yang saat ini. Terima kasih telah mendidik saya saat itu dikala saya tidak memiliki satu orang pun yang dapat mengajarkan saya tentang kehidupan. Disaat ketika keluarga saya tidak lagi sebaik dulu, disaat saya kehilangan sosok seorang ibu, dan disaat saya benar-benar membutuhkan seseorang untuk menguatkan setiap langkah saya. Saya merindukan orang-orang seperti kalian.


Terima kasih juga untuk Ria dan Tata yang telah memberikan sebuah buku pada pelantikan tersebut yang berjudul ‘Hak untuk Memimpin’ karangan John C. Maxwell yang banyak memberikan inspirasi untuk menjadi pemimpin yang sebaik-baiknya, meski hanya menjadi pemimpin bagi diri sendiri.


Pada KPT saya selalu menemukan tempat untuk belajar banyak hal. Saya belajar musik tentunya disana, saya mulai mengenal kata tanggung jawab beserta konsekuensinya, saya mengenal arti sebuah kepercayaan, saya juga belajar menjadi seorang wanita dengan tata krama (meski disadari banyak yang belum terimplementasi sepertinya), belajar berorganisasi, dan belajar banyak hal baik lainnya. KPT sepertinya telah banyak membentuk pribadi saya saat ini. Juga banyak mengeluarkan sisi koleris saya tentunya.


Di sisi-sisi kehidupan lainnya, KPT telah memberikan banyak efek pada diri saya. Saya menjadi terbiasa dengan berbagai macam aturan. Satu aturan yang cukup unik yaitu aturan makan. Kami dibiasakan untuk makan sehening mungkin. Suara-suara ketika makan sangat tidak ditoleransi. Bahkan suara alat makan pun harus ditahan agar tidak mengeluarkan bunyi. Berbicara selama prosesi makan berlangsung juga tidak dibenarkan, karena akan membuat kegaduhan dan memperlama waktu makan. Setiap ada hidangan yang akan mengeluarkan bunyi-bunyian ketika disantap, contohnya kerupuk, pasti akan diberikan hidangan pendampingnya seperti kuah sup. Sehingga kuah tadi harus disiramkan terlebih dahulu ke kerupuk sebelum dimakan untuk meredam bunyi. Setiap makanan yang dihidangkan wajib untuk dihabiskan. Jika tidak, maka akan diberi peringatan dan ditunggu hingga makanannya habis. Lalu aturan yang juga menjadi kebiasaan saat ini yaitu berusaha mencoblos air mineral gelas dengan sedotan, tanpa mengeluarkan suara. Setelah airnya habis, dibiasakan mengeletek tutup plastik gelas air mineral tersebut hingga bersih, sehingga gelas itu dapat digunakan lagi.


Aturan lainnya yang juga melekat hingga sekarang yaitu ketika berjalan suara sepatu harus ditahan hingga tidak mengeluarkan bunyi. Sangat tidak dibenarkan berjalan dengan cara menyeret alas sepatu, karena akan menimbulkan suara-suara. Entah kenapa kebiasaan hening dalam segala situasi ini bertahan hingga sekarang pada diri saya. Saya jadi terbiasa untuk tidak membuat keributan apapun itu. Konsentrasi saya bisa buyar jika banyak suara-suara gaduh. Ternyata KPT begitu mempengaruhi kehidupan saya ya ;)


Bagaimanapun juga, aturan-aturan itu saya yakini telah membuat manusia menjadi semakin beradab.


Dulu pelatih saya selalu berkata ‘Jangan pernah bermain (musik) dengan tujuan untuk menjadi juara, tetapi selalu bermainlah dengan sebaik-baiknya. Dan bermainlah dari hati.’ Hal ini yang selalu saya ingat dalam setiap kesempatan, untuk selalu memberikan yang terbaik yang saya bisa. Mungkin karena ucapan ini, saya terinspirasi untuk melakukan segala sesuatu dengan semaksimal mungkin, hingga salah satunya bisa meraih gelar Cum Laude ketika lulus kuliah, dan sempat menerima penghargaan sebagai mahasiswa dengan prestasi terbaik di jurusan. Terima kasih Korps Putri Tarakanita atas pelajaran yang sangat berharga dan kenangan yang begitu indah.


Viva Tar!



[m.r.]

Posted by Mariana at 12:35 PM 4 comments
Labels: cerita-cerita

05 November 2008

Give Me Back My Old Hotmail!

Do you have any Hotmail account? You gotta check out the latest Hotmail appearance. Geez, it's so Yahoo! I'm feelin like having another Yahoo! account. Okay, the layout looks easier and much better. Even now you can change the skin, they provided some nice looking design. But still, Yahoo! Hey, mr.behind-the-new-Hotmail, don't you guys have any better ideas? Or any DIFFERENT thought of changing the way your web goes? Maybe you should hire some people from Google, as you know they're breeding some ideas EVERYDAY. Well, I don't say that following is really really bad, as we all know that we learn something by following. But I think we need to innovate something that innovate-able. Something which having less of risks if we change it. Something that we can explore to something new.

However, who cares. It's free all the way. Ha ha.



* Well, I just knew that if we clik the ! on Yahoo! website banner, it would sound "Yahoooo!" So-late-knowing-this-by-now. Ha ha.


Posted by Mariana at 6:57 PM 4 comments
Labels: cuap-cuap

04 November 2008

Catatan Kunjungan EHEF

Untuk pertama kalinya di Indonesia, Sabtu dan Minggu (1-2 November 2008) kemarin diadakan pameran pendidikan tinggi di Eropa / EHEF (European Higher Education Fair) yang berlokasi di Balai Kartini, Jakarta. Antusias masyarakat terlihat tinggi menanggapi hadirnya pameran ini. Terbukti dengan begitu ramainya pengunjung selama pameran berlangsung. Bahkan pada hari kedua, goody bag yang berisi informasi umum mengenai keseluruhan pameran yang harusnya diterima oleh setiap pengunjung, seketika habis di pertengahan hari.


Ada untungnya juga saya datang pada hari kedua dan agak sore atau menjelang berakhirnya pameran. Suasana sudah tidak terlalu ramai pada saat itu, sehingga saya bisa mendapatkan informasi-informasi pendidikan dengan cukup santai. Keakraban dengan para penjaga stand pun bisa dirasakan, membuat para pengunjung bisa dengan leluasa menanyakan setiap detail informasi yang diinginkan.


Berikut ini catatan kunjungan saya dari EHEF yang lebih saya titik beratkan pada informasi mengenai sumber-sumber beasiswa.


SUMBER BEASISWA DI EROPA:


  1. ERASMUS MUNDUS

Sejak tahun 2004, lembaga ini memberikan beasiswa pendidikan tinggi di Eropa secara penuh kepada para pelamar. Kita dapat memilih sendiri universitas dan jurusan yang kita inginkan dengan melihat daftarnya beserta persyaratan yang diminta pada link ini:

http://ec.europa.eu/erasmus-mundus

http://ec.europa.eu/education


  1. BRITISH COUNCIL

Merupakan suatu lembaga yang berfungsi sebagai pusat informasi kebudayaan Inggris. Namun lembaga ini juga memiliki fungsi menjadi jembatan pemberian beasiswa khusus dari pemerintah Inggris kepada warga asing yang diberikan melalui program Chevening Awards. Program pemberian beasiswa ini diadakan setahun sekali tiap bulan November. Kebetulan saat ini sedang dibuka program Chevening Awards 2009/2010 yang pendaftarannya akan berakhir pada tanggal 30 November 2008. Satu catatan penting bagi yang tertarik ingin mengikuti program ini, yaitu pelamar minimal memiliki pengalaman kerja selama 2 tahun dan bidang / jurusan yang ingin dilamar terkait dengan jurusan pada jenjang pendidikan sebelumnya dan bidang pekerjaan saat ini.

Informasi lengkapnya bisa dilihat ke website ini:

http://www.chevening.or.id


  1. CAMPUS FRANCE

CampusFrance adalah sebuah lembaga di bawah naungan Kedutaan Besar Prancis yang menawarkan beberapa pelayanan informasi tentang sistem universitas Prancis sampai ke pemilihan perguruan tinggi bagi para siswa.

http://www.indonesia.campusfrance.org

http://www.campusfrance.org


Adapun sumber-sumber beasiswa ke Perancis dapat diperoleh dari:

  • Menteri Pendidikan Perancis

http://www.education.gouv.fr

  • Socrates / Erasmus and Leonardo Programs

http://europa.eu.int/comm/education/programmes/socrates/erasmus/erasmus_fr.html

  • Erasmus Mundus Program

http://europa.eu.int/education/programmes/mundus/index_fr.html

  • Grants from the Agence Universitaire de la Francophonie

http://www.auf.org/rubrique15.html

  • Grants from international institutions non governmental organizations and foundations  published by UNESCO

http://www.unesco.org/education/studyingabroad


Website-website yang berguna terkait dengan pendidikan di Perancis:

  • Ministry of Foreign Affairs

http://www.diplomatie.gouv.fr

  • Ministry of National Education

http://www.education.gouv.fr

  • Ministry of Higher Education and Research

http://www.enseignementsup-recherche.gouv.fr

  • European Union

http://europa.eu.int

  • Campus France

http://www.campusfrance.org

        • Engineering : http://www.campusingenierie.org

        • Law : http://www.campusdroit.org

        • Art network: http://www.campusart.org

        • Economics & Management

http://www.campusgestion.org

http://www.campuseconomie.org

        • Humanities : http://www.campushumanites.org

        • Mathematics : http://www.campusmaths.org

  • CNOUS (Centre National des Oeuvres Universitaires et Scolaires, The French National Student Service Agency)  Information on financial aid, university residence halls, student restaurants

http://www.cnous.fr

  • Egide : international mobility, scholarships

http://www.egide.asso.fr

  • Diplomas recognition : http://www.ciep.fr/enic_naricfr


Programs of Study:

  • Arts, Culture, & Architecture

http://www.culture.gouv.fr/culture/infospratiques/formations

  • Architecture  the 20 schools of architecture supervised by the French Ministry of Culture

http://www.archi.fr/ECOLES

INSA de Strasbourg

http://www.insa-strasbourg.fr/formation_initiale

Ecole speciale d’architecture:

http://www.esa-paris.fr

  • Directory of Regional Schools of Art

http://www.andea.fr

  • French Languange Proficiency : degrees and examinations alliance francaise

http://www.alliancefrancaise.fr

  • Destination in France

http://www.tourisme.fr

  • Bibliotheque Nationale de France (National Library of France)

Catalogue search : http://www.bnf.fr

  • Study in Paris

http://www.eduparis.net

  • http://www.ambafrance-id.org


  1. NUFFIC NESO (Netherlands Education Support Office)

Yaitu lembaga yang secara khusus menangani perihal informasi pendidikan di Belanda. Lembaga ini juga biasa memberikan beasiswa untuk warga asing yang ingin sekolah di Belanda. Prosedur untuk apply beasiswa melalui lembaga ini yaitu pertama-tama pelamar harus apply / mendaftar dahulu ke universitas dan jurusan yang ingin dituju (daftar sekolah di Belanda bebas biaya pendaftaran). Setelah itu jika diterima di universitas yang diinginkan tersebut, maka letter of acceptance yang kita terima dari universitas tersebut digunakan untuk mengajukan beasiswa ke NUFFIC NESO. Lengkapnya dapat dibaca di:

http://www.nesoindonesia.or.id

http://www.studyin.nl


  1. DAAD

Sebenarnya saya kurang begitu jelas mengenai lembaga ini karena saya tidak begitu memperhaikan informasi mengenai pendidikan di Jerman. Sejauh ini yang saya tahu DAAD merupakan lembaga yang secara khusus memberikan informasi mengenai kebudayaan (atau pendidikan?) di Jerman.


*Sedangkan untuk informasi pendidikan di Itali, saya juga tidak begitu memahami, mungkin jika ada yang memiliki informasi tersebut dapat ditambahkan disini. (Maaf put, kemarin lupa nyari yang ke Itali =P)

**Ada lagi link yang sempat saya catat selama pameran, namun saya benar-benar lupa perihal mengenai link ini. Daripada hilang tapi sebenarnya berguna, maka akan tetap saya cantumkan. Berikut ini linknya:

http://www.ie.edu

http://asiapacific.blogs.ie.edu




UNIVERSITAS DAN JURUSAN


Beberapa informasi mengenai program master bisnis dan manajemen:

  • ESC Lille School of Management (berlokasi di Paris)

http://www.esc-lille.fr

http://www.esc-lille.eu

  • Central European University

http://www.ceu.hu

http://www.ceu-budapest.edu

CEU Business School

http://www.ceubusiness.org

  • University of Leeds

Leeds University Business School

http://www.leeds.ac.uk/lubs/masters

  • London Metropolitan University

http://www.londonmet.ac.uk

  • Pre Masters

Program konversi lulusan yang ingin mengambil jurusan yang tidak sama dengan jurusan sebelumnya di program sarjana. Tersedia untuk program bisnis.

  • MBA

Syarat memasuki program ini adalah memiliki pengalaman manajerial min 2 tahun pada level yang sesuai setelah kelulusan sarjana.

Universitas ini juga menyediakan beasiswa yang sifatnya parsial, info lengkapnya dapat dilihat disini:

http://www.londonmet.ac.uk/international/howtoapply/scholarships/scholars.cfm


Beberapa informasi mengenai program master bisnis dan manajemen (berdasarkan rating):

  • Excellent:

  • University of Bath

  • Cranfield University

  • De Montford University

  • Kingston University

  • Lancaster University

  • London Business School

  • University of Manchaster

  • The University of Nottingham

and many more.....

  • Satisfactory:

  • University of Leicester

  • Cambridge University

  • University of East London

  • University of Lincoln

  • Middlesex University

  • University of Portsmouth

  • Queen Mary, University of London

  • Oxford University

  • The University of Salford

  • The University of Sheffield

and many more......


Beberapa informasi mengenai program master arsitektur:

  • Leeds Metropolitan University (in UK)

http://www.leedsmet.ac.uk

  • Domus Academy (in Italy)

Master in Urban Management and Architectural Design

http://www.domusacademy.it

contact: infourban@domusacademy.it

  • University of Genoa (Italy)

http://www.arch.unige.it

well, I need many other informations about master program in architecture, ‘cause I couldn’t find it, huh @_@


Beberapa informasi mengenai program master design:

  • Domus Academy (in Italy)

http://www.domusacademy.it

  • Master in Design

  • Master in I-Design

  • Master in Jewellery Design

  • Master in Cultural Experience Design and Management

  • Master in Business Design

  • Master in Interior and Living Design

hmm, even though I couldn’t find it that well too about this, but it’s ok. Not really interesting in design major (again!).


Beberapa informasi mengenai program master in music:

        • University of Leeds

http://www.leeds.ac.uk/music

Taught programmes:

  • composition

  • music

  • music technology and computer music

  • musicology

  • performance

(Cuma nemu ini put yg jurusan musik)



________________________________________________

Catatan ini saya sadari masih amat sangat berantakan. Tapi tujuan yang sebenarnya diadakan catatan ini yaitu agar data-data yang telah diperoleh tidak hilang begitu saja, meskipun data-data ini bukan sesuatu yang baru (setidaknya baru untuk saya). Feel free to add some other useful informations and CMIIW.



"Never loose your dreams through rainy and sunny days =)"



Posted by Mariana at 9:40 AM 0 comments
Labels: review

14 September 2008

Siaran Hidayah

Barusan saya abis mampir di blog seorang teman. Setelah membaca postingannya tentang jilbab, saya jadi teringat kata-kata Okky Asokawati tadi siang. Kata beliau, hidayah itu seperti saluran tv, selalu tersiar 24 jam dariNya. Tapi kalau tv kita ga dinyalain, tentunya siaran itu ga akan ketangkep satu pun. Sama halnya dengan hidayah. Jika kita ingin mendapatkannya, maka kita harus menyalakan pemancar hati kita pada hal-hal yang dapat mendekatkan diri kita padaNya. Semoga hati kita bisa selalu mengudara menangkap siaran hidayahNya. Amin.
Posted by Mariana at 4:16 PM 9 comments
Labels: inspirasi

06 September 2008

Lapar - Sebuah Hikmah

Beberapa waktu yang lalu saya sempat menulis postingan tentang betapa laparnya saya pada postingan lapar. Lalu beberapa saat selanjutnya, ketika sedang iseng membaca tentang Kisah Penciptaan & Tokoh-tokoh Sepanjang Jaman yang ditulis oleh Syaikh Muhammad Bin Ahmad Bin Iyas, saya menemukan cerita yang Subhanallah sulit saya ungkapkan tentang indahnya terkait dengan topik tersebut.


Saya menemukannya pada kisah Nabi Sulaiman A.S. Berikut ini ceritanya, saya kutip langsung dari buku tersebut (untuk mengurangi kesalahan kisah karena tidak pandainya saya menceritakan ulang =P). Selamat membaca. =)


Ada sebuah peristiwa aneh yang dinukilkan oleh Syaikh ‘Abdurrahman bin Salam al-Muqri dalam kitab al-‘Aqa’iq, bahwa setelah Sulaiman melihat Allah melapangkan dunia untuknya dan menjadikannya berada dalam genggamannya, dia berkata, “Ya Tuhanku, izinkanlah aku untuk memberi makan kepada semua makhluk selama setahun penuh.”




Allah mewahyukan kepadanya, ”Sesungguhnya engkau tidak akan mampu melakukan hal itu.”

Sulaiman berkata, “Seminggu.”

Allah berfirman, “Kamu tidak akan mampu.”

Sulaiman berkata, ”Sehari saja.”

Allah berfirman, “Kamu tidak akan mampu.”

Sulaiman berkata, “Ya Tuhanku, izinkanlah untuk sehari.”




Karena Sulaiman memaksa, maka Allah mengizinkannya. Sulaiman memerintahkan kepada jin dan manusia untuk mendatangkan semua yang ada di muka bumi, dari mulai sapi, kambing, semua jenis hewan dan burung yang suka dimakan, hingga yang lainnya. Setelah semua itu mereka kumpulkan, mereka diperintahkan membuat tempat memasak yang besar.


Kemudian semua binatang yang telah dikumpulkan disembelih dan dimasak. Sulaiman memerintahkan angin agar menghembuskan makanan hasil masakan tersebut agar tidak rusak. Setelah beres, makanan itu diletakkan di daratan. Hidangan makanan itu panjangnya sekitar menempuh perjalanan selama dua bulan dan lebarnya juga sekian.


Allah memerintahkan kepada Sulaiman, “Hai Sulaiman, makhluk mana yang pertama kali akan engkau beri makan?”

Sulaiman menjawab, “Aku akan memulai dari binatang laut.”

Maka Allah memerintahkan kepada seekor ikan dari al-Bahr al-Muhith untuk memakan jamuan dari Sulaiman.


Ikan tersebut mengangkat kepalanya dan berkata, “Hai Sulaiman, aku telah mendengar bahwa engkau akan memberikan jamuan makan. Jamuanku untuk hari ini telah diserahkan kepadamu.”

Sulaiman berkata, “Bawakan makanan, berikan kepada ikan ini!”


Ikan tersebut menyantap hidangan yang diberikan kepadanya. Setiap kali disodorkan, pasti disantapnya dan langsung habis.


Kemudian ikan tersebut menyeru, “Wahai Sulaiman, berikan aku makanan dan kenyangkan aku!”

Sulaiman berkata kepadanya, “Kamu telah memakan semuanya, tetapi engkau belum kenyang juga.”

Ikan itu menjawab, “Apakah seperti itu jawaban orang yang menjamu tamu. Ketahuilah wahai Sulaiman, setiap hari aku mendapatkan tiga kali lipat dari makanan yang telah engkau buat. Kamu adalah penyebab aku tidak mendapatkan jatahku untuk hari ini dan engkau telah menguranginya.”


Pada saat itu, Sulaiman bersujud kepada Allah dan berkata, “Mahasuci Zat yang menjamin rezeki semua makhluk dari arah yang tidak mereka ketahui.”



Lalu ada lagi kisah yang tidak kalah menariknya. Masih tentang Nabi Sulaiman A.S. Kali ini ia yang diundang oleh seekor burung Hud-hud untuk menghadiri jamuan makan. Seperti diceritakan pada kisah dibawah ini.




Ada sebuah cerita lucu yang diceritakan oleh Ibn al-Jauzi dalam kitab al-Adzkiya bahwa pada suatu hari burung Hud-hud berkata kepada Sulaiman, “Aku bermaksud untuk mengundang engkau menghadiri jamuanku pada hari anu (hari yang ditentukan).”


Sulaiman berkata, “Aku sendiri?”

Hud-hud menjawab, “Tidak, tetapi bersama bala tentaramu.”


Ketika hari yang dijanjikan itu tiba, Sulaiman dan bala tentaranya berangkat menuju jamuan burung Hud-hud. Setelah Sulaiman dan tentaranya sampai di tempat Hud-hud, ia terbang ke udara, menghilang untuk beberapa saat, kemudian dia datang lagi dengan seekor belalang di mulutnya. Ia cekik dan lemparkan belalang itu ke laut.


Lalu ia berkata kepada Sulaiman, “Wahai Nabiyallah, silakan maju beserta bala tentaramu dan makanlah, Siapa yang tidak kebagian dagingnya, maka dia hanya mendapatkan kuahnya.”


Sulaiman pun tertawa. Selanjutnya, setiap kali Sulaiman mengingat perjamuan itu, Sulaiman suka tertawa.


________________________________________________________

Oya, mengingat bulan Ramadhan sekarang ini, tak lengkap rasanya bila saya tidak mengucapkan Selamat Beribadah di bulan penuh berkah. Semoga Ramadhan kali ini tidak kalah indahnya dengan Ramadhan2 sebelumnya. Amiiin.




Posted by Mariana at 3:58 PM 2 comments
Labels: hikmah

29 August 2008

Change The World?

I think it's good to digest for our daily meal. I got this from 99.1 Delta FM, Jakarta.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------
"Dahulu aku ingin sekali mengubah dunia. Setelah usiaku senja, ternyata aku tak mampu mengubah dunia. Lalu aku memutuskan untuk mengubah negeriku. Setelah paruh baya telah ku lewati, aku tak juga mampu mengubah negeriku. Kemudian aku berpikir lebih baik aku mengubah keluargaku saja. Ternyata, aku juga tak bisa mengubah keluargaku. Setelah ajal mendekati, aku baru sadar, seandainya dulu yang pertama kali aku ubah adalah diriku sendiri, mungkin aku akan bisa menjadi panutan bagi keluargaku. Sehingga bisa saja setelah mendapat dukungan dan semangat dari keluargaku, aku bisa mengubah negeriku. Dan bukannya tidak mungkin juga aku dapat mengubah dunia setelah mengubah negeriku."
------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Let's change the world from ourself.
Posted by Mariana at 2:57 PM 2 comments
Labels: inspirasi

19 August 2008

Resensi Divortiare


Tidak butuh waktu yang lama untuk selesai membaca novel kedua karya Ika Natassa yang berjudul Divortiare, karena penulis yang sekaligus berprofesi sebagai Business Banker ini benar-benar piawai menggoda pembaca untuk mengikuti ceritanya. Bahkan pembaca yang tidak begitu suka fiksi seperti saya pun terjerumus dalam lembar karangannya.

Selama ini, ketika saya membaca buku-buku fiksi, apalagi yang isinya dekat dengan dunia mimpi, membuat saya berada pada persepsi kebohongan yang diciptakan pengarang. Karena itu tidak heran dinamakan sebagai cerita karangan.

Saya lebih memilih cerita-cerita yang based on true story atau sekalian yang benar-benar khayalan tingkat tinggi seperti Harry Potter atau dongeng-dongeng dari Hans Christian Andersen yang berhasil melewati berbagai generasi hingga sekarang. Bukannya saya tidak suka dengan dongeng rakyat nusantara yang sesungguhnya adalah salah satu kekayaan bangsa Indonesia, namun belum banyak yang menghadirkannya ke masyarakat dalam kemasan yang menarik. Padahal ini bisa menjadi komoditi industri kreatif yang patut diperhitungkan, melihat setiap daerah memiliki keunikan cerita yang tidak dimiliki dibelahan dunia manapun.

Saya pernah melihat salah satu contoh cerita rakyat yang berhasil dituangkan dalam karya tekstil Tugas Akhir salah satu anak Kriya Seni FSRD ITB – karya dari Yosepin Sri Ningsih dengan judul “Ilustrasi I La Galigo pada Media Tekstil” yang membawa alur cerita rakyat Sulawesi ini menjadi sangat mengesankan. Cerita ini dipadukan dalam konsep 4 dimensi (3 dimensi ruang dan 1 dimensi waktu) gambar anak dengan teknik jahitan untuk membuat ilustrasi kisah yang dapat dibaca. Ini baru satu contoh cerita rakyat, masih banyak lagi cerita-cerita lainnya yang dapat digali menjadi karya kreatif. Satu cerita bisa menjadi banyak karya, apalagi jika cerita rakyat yang kita miliki banyak. Tentu saja ini bisa dijadikan komoditi potensial. Jangan sampai kejadian ‘tarik-tarikan’ kain batik dengan ‘tetangga’ terulang lagi pada objek lain, seperti pada objek cerita rakyat ini. Sudah selayaknya pelaku industri kreatif serta para seniman selanjutnya menjaga warisan budaya yang mahal milik bangsa Indonesia. Bukan hanya menjaga, tapi juga menyampaikan dengan kreativitas pada warga dunia, baik dalam bentuk asli maupun metamorfosa, bahwa warisan itu adalah milik kita. Sehingga tidak perlu rebutan harta gono-gini kan. =P

Bicara tentang harta gono-gini, sudah tentu kita akan tahu asal usulnya yang merupakan sub topik dari perceraian – Divortiare dalam bahasa latin, yang juga adalah judul dari novel yang akan saya usung kali ini seperti telah saya singgung diatas. Novel ini boleh saya katakan jauh dari mimpi, justru sebaliknya. Ika Natassa membawa kita dekat pada realita. Novel ini sanggup menangkap fenomena kehidupan metropolitan yang menjadi tren saat ini. Salah satunya yaitu tren kasus perceraian. Tren ini semakin marak oleh infotainment yang kerap menjadikannya headline jika menimpa para selebriti. Saya jadi teringat tulisan pada kaos yang dikenakan Iwa K pada acara kuis “Karaoke Show Down” yang sepertinya mengutarakan isi hatinya: “Even God hates Infotainment”. Haha, it’s quite entertaining. All the way, Iwa K saat itu beruntung sekali membawa istrinya yang benar-benar merupakan seorang bintang, karena ia mampu menjawab dan menyanyikan semua lagu dengan fasih pada kuis tersebut. Tidak hanya sebagai penyanyi dangdut, Selvi – sang istri, mampu juga menjadi penyanyi lagu kontemporer. Tadinya agak meragukan mendengar berita Iwa K akan berkolaborasi dengan Selvi pada sebuah lagu, ini adalah perpaduan antara rap dan dangdut, dalam arti sebenar-benarnya. Tapi saya baru yakin, ia menjatuhkan pilihan yang tepat memutuskan berduet dengan sang istri. Sekali lagi, dalam arti yang sebenar-benarnya. Kualitasnya saya juga yakin akan mengagumkan. Membuat iri. Suatu hari bisa juga saya akan berduet, berbeda dengan Iwa K, kolaborasi saya akan berada pada dunia pembangunan. Membangun mimpi, membuat sebuah rumah tempat kembali, dihuni, untuk berbagi. Building a home to live, not a house to stay. It’s home sweet home, not house sweet house. Sedikit bermimpi, banyak mewujudkan.

Oke, lagi-lagi saya mengalihkan pembahasan dari Divortiare. Tapi tidak jauh-jauh, masih seputar marriage. See, I just talked about Iwa K and Selvi. It’s a marriage thing. Hope they won’t do the Divortiare just like in the novel. They’re about having a baby. Geez, what kind of infotainment girl I am. I know every gossip by now. I just need to put a post-it on my back: “I’m an infotainment girl. Just go on and ask me.”

Now, seriously I will end up in ‘Divortiare’. No, I’m not hoping myself one day will end up in ‘Divortiare’. Experienced once in your parent’s life in your life, which is affecting your life too, is more than enough. What I meant was I will talk about this ‘Divortiare’ novel.

Ini bukan novel melodrama berkubang air mata. Justru sangat berlawanan, saya banyak tertawa ketika membacanya. Banyak adegan-adegan sehari-hari yang ditampilkan dengan ringan dan kocak, tidak perlu banyak berpikir untuk mengerti maknanya. Straight to the point. Tidak banyak kiasan atau bahasa konotasi maupun kalimat ambigu sebagai selubung dalam penyampaian inti sebenarnya, yang sebenarnya itu sangat memusingkan, sungguh. Tapi kita tidak akan menemui pembahasan yang berat dalam novel ini, terutama bagi kaum metropolis. Karena cerita yang disajikan sangat akrab dengan dunia perkotaan.

Pada novel ini, diceritakan bahwa tokoh utama sempat mengalami sindrom awal-awal masa pernikahan, yaitu segala sesuatunya terasa berjalan dengan baik. At the beginning. Lalu lambat laun seiring berjalannya waktu, kesibukan memakan semua yang telah berjalan dengan baik tersebut. Ini terjadi ketika komunikasi tidak lancar dan ego mendominasi hubungan sang tokoh. Novel ini menyadarkan pembaca bahwa profesi ternyata adalah faktor yang penting dalam suatu hubungan. Sang tokoh yang adalah seorang banker mempunyai mantan suami seorang dokter bedah. Keduanya memiliki kesibukan tingkat tinggi. They seem didn’t have any chance to cross each other’s path when they were together. So, they both lost. Tapi uniknya, meskipun mereka sudah berpisah, mereka terlihat masih menyimpan kehadiran satu dan yang lainnya. Mereka masih tetap berhubungan secara profesional karena sang mantan suami adalah dokter pribadi sang tokoh utama. Namun setiap kali mereka berkesempatan untuk bertemu, pasti akan berakhir dengan komedi pertengkaran yang cukup menggelitik. Tanpa unsur sarkastik seperti yang dicontohkan sinetron-sinetron cengeng, konflik diantara mereka justru membuat alur cerita menjadi segar.

Novel ini cocok sekali bagi mereka yang ingin mempelajari kehidupan dunia pasca pernikahan. Saya sangat menganjurkan untuk mereka yang berencana melepas masa kesendirian (duh bahasanya…) untuk membaca novel ini. Kita bisa belajar banyak tentang kemungkinan-kemungkinan terburuk dalam suatu hubungan sebagai suatu bentuk pencegahan / antisipasi terhadap hal-hal yang bisa menimpa siapa saja, yaitu perceraian. Atau mungkin juga melalui novel ini kita bisa setidaknya mempersiapkan diri bila sewaktu-waktu hal tersebut terjadi.

Well, it doesn’t mean if I’m telling you this, that I fed myself enough with marriage. Which truly in fact, I haven’t married yet, ever, in my life. But trust me, I really know how bad it feels to be in a such situation. You’ll hear disputes, then screams, fights, clashes, and whatsoever, and all you wanna do is just shut your ears and don’t wanna know what’s goin’ on. It’s like having a traumatic scene at the moment. You would rather be in a bowl of lies than knowing the truth.

When things run on that way, perhaps one of them would say things like this, “If there’s a chance for me to leave you, I would leave. Better than hurting each other.” Well actually, it’s okay to spill those words when we’re trapped in a sort kind of case, only if you don’t have any kid. But it’s not a good manner to have it if you had children. It’ll sound selfish. You’ll definitely hurt them. They need both of their parents to grow up normally. Even though they still can live without them. Still, they need some affection to be a human.

Anyway, saya mesti berterima kasih pada Naia, my beautiful cousin (bisa narsis dia k’lo baca ini) yang udah meminjamkan saya novel ‘Divortiare’-nya yang saya temukan tergeletak di meja. Well, sebenarnya ini adalah novel kedua dari Ika Natassa. Saya belum membaca novel pertamanya yang berjudul ‘A Very Yuppy Wedding’. Sepertinya novel pertamanya tersebut tidak kalah bagus dengan novel kedua ini. But looks like I have to dig harder in your room, Naia, to find that book. Haha, a little suggestion to you, Nai, you should buy the third novel, the continue story of ‘Divortiare’, so I can borrow again from you. ;)

Last but not least, think thousand times before you decide to ‘DIvortiare’. ‘Cause it’s one of an allowable deed that God hates most.
Posted by Mariana at 12:46 PM 0 comments
Labels: review

24 July 2008

Forward!

Recently I just watched Ratatouille, a Disney movie that already favored to win the best animated feature oscar - to be nominated for best picture, in my free time. And I got sparkled with a simple conversation between Remy the rat and his dad when he suddenly choosed his own path. This is the dialogue that turns me on. Here it goes...




Remy : Dad, are you tryin' to say that our future cannot be more than this?
(Remy and his dad talked in front of the death mice, which had been killed by human)

Dad : Remy, our nature is not to change, but to follow the rules. That's our future.

Remy : Change is Nature, Dad. It happens when we decide.
(Remy moved toward his dad)

Dad : Where you going?

Remy : With luck, forward!




Wish me luck, I'm going forward from now on. ;)
Posted by Mariana at 3:38 PM 0 comments
Labels: inspirasi

17 July 2008

Pedagang Asongan di Perjalanan Pulang

Bertemu dengan orang asing dalam keseharian saya adalah hal yang biasa. Lalu lalang orang-orang ketika berjalan, bertanya arah pada bapak tua yang sedang bersantai di tepian jalan, membeli sesuatu di sebuah toko, sampai membayar makanan pada penjaga kasir membuat saya menemui berbagai macam orang dengan latar dan pekerjaan yang berbeda-beda. Semua pada awalnya adalah seseorang yang asing bagi saya. Tapi diantara keasingan itu, sesekali saya beruntung dapat bersinggungan dengan orang yang mengesankan disaat-saat tertentu. Saya menyebut mereka 'the great anonymous'.

Sore tadi saya berjalan-jalan di Pasar Baru yang berada di Kota Bandung. Cuaca sore itu begitu menyenangkan. Begitu pula suasana hati, karena siangnya saya baru saja menikmati makan siang bersama manusia bumi, seseorang yang sangat mengesankan langit... Tujuan saya ke Pasar Baru tidak lain adalah untuk belanja pernak-pernik untuk wisuda sabtu besok. Ini untuk menghormati dunia fashion dan seni. Saya tidak boleh menimbulkan 'polusi pemandangan' diantara wisudawan yang cantik dan tampan. Hehe, sedikit membela keinginan pribadi untuk tampil menarik.

Setelah daftar belanja terpenuhi satu per satu, saya memutuskan untuk kembali pulang ke kosan terindah saya di daerah Tubagus Ismail. Bicara tentang pulang, sebenarnya dua hari sebelum hari Sabtu ini adalah hari-hari terakhir saya di Bandung. Sebentar lagi saya akan kembali menjajakkan kaki di Jakarta bersama dengan pendatang lainnya, berjuang mencari kehidupan untuk hari esok yang cerah (baca: panas.. panas.. panas.. Jakarta PANAS!!). Jadi detik-detik di tanah parijs van java yang tidak ada paris-parisnya ini harus saya nikmati senikmat-nikmatnya sebelum Sabtu. Seperti makan tiramisu Cizz siang ini, ngemil pisang berbagai rasa di Simpang Dago kemarin malam, mondar mandir kosan-kampus, tampil stylish
segaya mungkin di detik-detik saya, belanja tentunya tidak boleh dilewatkan seperti sore ini - mengingat harga-harga di Bandung lebih bersahabat dibanding Ibukota, dan puncaknya adalah Sabtu - Hari Super Gaya!

Kembali pada perjalanan pulang dari Pasar Baru ke kosan. Saya memutuskan untuk menunggu angkutan umum Bus Damri jurusan Dago - Leuwi Panjang. Sebenarnya ada beberapa angkot yang menuju atau dekat dengan tujuan Dago, daerah sebelah kosan saya, tapi saya memutuskan untuk menunggu Damri, alasannya adalah saya ingin menghemat beberapa rupiah. Ada unsur pelit, sedikit. Penyakit turunan susah untuk disembuhkan. Ini bawaan genetika ras suku tertentu yang menjajah sebagian besar perekonomian di Indonesia. Dalam episode pulang ke kosan ini, saya berjumpa dengan pedagang asongan yang menjual minuman, rokok, permen, dan pernak-pernik andalan lain miliknya. Kami berkenalan secara sengaja. Saya bertanya perihal keberadaan bus Damri ini di sore menjelang malam padanya. Untuk sekedar memastikan. Dan menurutnya bus tersebut masih berkeliaran, namun agak lama munculnya. Niat hati hanya ingin bertanya, tapi disambut dengan obrolan basa-basi yang membuat saya sebenarnya malas untuk menanggapi. Menit demi menit berlalu. Lumayan lama juga saya menunggu. Ditemani oleh pedagang asongan tersebut yang masih ingin berbicara, tepatnya bertanya ini itu.

Lalu sampailah pada percakapan yang memperlihatkan bahwa ia simpati. Pedagang ini diawal-awal pembicaraan sempat menawarkan saya air mineral jajakannya, secara gratis. Saya tak sanggup menerima. Tidak enak hati, dan agak curiga dengan kebaikan cuma-cuma. Ada nasehat yang cukup baik agar kita berjaga-jaga, "Hati-hati menerima kebaikan dari orang yang tidak dikenal". Nasehat ini mendorong saya untuk tidak menerima pemberiannya. Lalu ditengah-tengah pembicaraan, ia mencurigai saya tidak memiliki uang yang cukup untuk naik angkot, karena saya rela menunggu lama. Beginilah saya, lebih baik menunggu lama untuk berhemat beberapa rupiah daripada berhemat berbelanja barang-barang yang seringkali tidak terlalu diperlukan. Penyakit gender. Di akhir-akhir pembicaraan, pedagang asongan yang tidak terlalu muda ini menawarkan saya beberapa rupiah untuk ongkos pulang. Ia terlihat kasihan melihat saya pegal berdiri demi Damri yang tak kunjung muncul. Saya jadi merasa tidak enak. Seandainya ia tahu saya baru saja berbelanja sesuka hati dan makan tiramisu, mungkin ia tidak akan menawarkan rupiah-rupiah itu. Tapi saya dibuatnya terkesan dengan kejadian ini. Ia orang yang tidak saya kenal, bahkan telah menjadi korban buruk sangka saya, ternyata memiliki kebaikan hati yang luar biasa. Ia tidak memakai jas atau baru saja turun dari Jazz, ia menggendong jualannya sepanjang hari di lehernya, ia termasuk orang-orang yang kita anggap 'orang sulit' yang berdiri disamping saya, namun masih mampu menawarkan bantuan untuk meringankan kesulitan. Luar biasa. Ia adalah 'the great anonymous' saya hari ini.
Posted by Mariana at 9:05 PM 0 comments
Labels: cerita-cerita

03 July 2008

Mencoba dan Mencoba

Jika saya menyukai sesuatu, saya akan memiliki rasa penasaran terhadap hal tersebut. Semakin saya mencari tahu, semakin saya menyukainya. Hingga saya benar-benar mengenalnya dan menerima hal tersebut apa adanya.


Hal ini yang baru saja saya alami ketika saya mulai benar-benar berinteraksi dengan V-Ray. Sebuah plug-in rendering untuk software 3D. Sudah lama sebenarnya saya mengetahui keberadaannya, namun saya hanya mengenalnya sebatas 'permukaan'. Beberapa kali bekerjasama dengannya tanpa pengetahuan, hanya mencoba.


Ketika saya dihadapkan pada jadwal mengajar yang mengharuskan saya mengenalkan ia pada murid-murid saya, barulah saya melakukan pendekatan secara perlahan yang membuat saya kagum dan menyukainya begitu saja. Saya belajar untuk menghadapi V-Ray dari sebuah file tutorial berbentuk PDF dengan judul 'V-Ray for Sketch-Up Manual' yang benar-benar dapat membantu saya.


Gambar kursi di atas adalah hasil render yang kedua yang saya lakukan sambil membaca-baca tutorialnya. Tanpa pencahayaan buatan atau hanya bermodalkan GI (Global Illumination) dan aplikasi material dengan refleksi yang sangat standar, jadilah gambar tersebut. Hasil tersebut menggugah rasa penasaran saya untuk mencoba lagi menghasilkan gambar dengan efek yang berbeda. Saya mulai tertarik padanya.


Saya mencoba lagi hingga menghasilkan gambar kelima yang saya render seperti terlihat pada gambar disamping. Kali ini ia memiliki bayangan yang terjadi dari penerapan cahaya buatan V-Ray Rectangular Light. Pada tahapan ini saya diharuskan mempelajari cara menghaluskan bayangan karena ada salah satu murid yang bertanya mengenai hal tersebut. Spontan saya langsung membaca tutorialnya dan menemukan subdivs yang mampu menjawab pertanyaannya. Jika subdivs pada lighting saya perbesar nominalnya, maka ia akan menghasilkan bayangan yang lebih halus. Tapi saya masih penasaran untuk mengetahui cara membuat warna bayangannya tidak begitu pekat dan bagaimana cara untuk menyembunyikan refleksi lampu sehingga tidak terlihat ketika di-render. Pada gambar disamping, lampu terlihat dibagian bawah yang berwarna putih, agak mengganggu penampilan.


Setelah itu, saya mencoba efek transparansi pada benda. Jika pada material standar kita berbicara opacity untuk memberi efek transparan, sedangkan pada material V-Ray kita akan berhadapan dengan refraction. Cukup menyenangkan ketika mencobanya, ada rasa ingin segera melihat hasilnya. Dengan reflection dan refraction, objek disamping terlihat seperti terbuat dari plastik. Hmm..ini seru. Lalu saya tergoda untuk mencoba yang lain.


Kali ini jauh lebih seru. Efek displacement. Saya baru saja menemukannya. Sepertinya saya sangat terlambat baru mengetahui ada displacement di V-Ray. Pengaturan displacement ini dapat membuat efek material bitmap yang timbul dan menonjol seperti relief. COntoh displacement terlihat pada kursi paling kiri yang saya berikan material batu. Kalau berlebihan memasukkan nilai untuk displacement ini, yang ada adalah kita akan mendapatkan hasil material seperti kulit monster. Hiiiii.....


Singkatnya, akhirnya saya mencoba hingga ke efek caustics pada benda yang dapat memantulkan cahaya. Dikombinasikan dengan pengaturan depth of field pada kamera V-Ray yang diatur fokusnya. Sungguh, kali ini saya hanya coba sana coba sini. Tanpa ilmu yang benar, karena di tutorialnya tidak begitu jelas pemaparan tentang bahasan depth of field. Lagipula sebenarnya itu tutorial untuk V-Ray Sketch-Up, sedangkan saya menjajal ini di 3DS Max. Namun inti prinsipnya tetap sama. Cuma tampilan pengaturannya saja yang berbeda. Gambar disamping adalah hasil percobaan ke-29. Hmm... banyak sekali cobaannya ya hanya untuk berdekatan dengan V-Ray. Haha =D

Seperti halnya kehidupan ini, penuh dengan cobaan. Tapi kita harus mencoba dan mencoba terus untuk mendapatkan kursi ternyaman di dunia ini, juga akhirat jangan lupa. Hohoo. See ya.

Posted by Mariana at 5:22 PM 0 comments
Labels: kerja dan belajar

10 June 2008

Sebuah Awal di Akhir

Menemukan sesuatu yang menarik di akhir perjalanan selama empat tahun. Bukan hal yang baru sebenarnya, tapi ketika mencoba untuk menjalaninya kembali di lembaran yang berbeda, segalanya menjadi 'segar' dan begitu hijau. Selamat datang di halamanku, kawan ;)
Posted by Mariana at 4:57 PM 0 comments
Labels: cuap-cuap
Newer Posts Home
Subscribe to: Posts (Atom)

Blog Design by Gisele Jaquenod - edited by Mariana