Beberapa waktu yang lalu saya sempat menulis postingan tentang betapa laparnya saya pada postingan lapar. Lalu beberapa saat selanjutnya, ketika sedang iseng membaca tentang Kisah Penciptaan & Tokoh-tokoh Sepanjang Jaman yang ditulis oleh Syaikh Muhammad Bin Ahmad Bin Iyas, saya menemukan cerita yang Subhanallah sulit saya ungkapkan tentang indahnya terkait dengan topik tersebut.
Saya menemukannya pada kisah Nabi Sulaiman A.S. Berikut ini ceritanya, saya kutip langsung dari buku tersebut (untuk mengurangi kesalahan kisah karena tidak pandainya saya menceritakan ulang =P). Selamat membaca. =)
Ada sebuah peristiwa aneh yang dinukilkan oleh Syaikh ‘Abdurrahman bin Salam al-Muqri dalam kitab al-‘Aqa’iq, bahwa setelah Sulaiman melihat Allah melapangkan dunia untuknya dan menjadikannya berada dalam genggamannya, dia berkata, “Ya Tuhanku, izinkanlah aku untuk memberi makan kepada semua makhluk selama setahun penuh.”
Allah mewahyukan kepadanya, ”Sesungguhnya engkau tidak akan mampu melakukan hal itu.”
Sulaiman berkata, “Seminggu.”
Allah berfirman, “Kamu tidak akan mampu.”
Sulaiman berkata, ”Sehari saja.”
Allah berfirman, “Kamu tidak akan mampu.”
Sulaiman berkata, “Ya Tuhanku, izinkanlah untuk sehari.”
Karena Sulaiman memaksa, maka Allah mengizinkannya. Sulaiman memerintahkan kepada jin dan manusia untuk mendatangkan semua yang ada di muka bumi, dari mulai sapi, kambing, semua jenis hewan dan burung yang suka dimakan, hingga yang lainnya. Setelah semua itu mereka kumpulkan, mereka diperintahkan membuat tempat memasak yang besar.
Kemudian semua binatang yang telah dikumpulkan disembelih dan dimasak. Sulaiman memerintahkan angin agar menghembuskan makanan hasil masakan tersebut agar tidak rusak. Setelah beres, makanan itu diletakkan di daratan. Hidangan makanan itu panjangnya sekitar menempuh perjalanan selama dua bulan dan lebarnya juga sekian.
Allah memerintahkan kepada Sulaiman, “Hai Sulaiman, makhluk mana yang pertama kali akan engkau beri makan?”
Sulaiman menjawab, “Aku akan memulai dari binatang laut.”
Maka Allah memerintahkan kepada seekor ikan dari al-Bahr al-Muhith untuk memakan jamuan dari Sulaiman.
Ikan tersebut mengangkat kepalanya dan berkata, “Hai Sulaiman, aku telah mendengar bahwa engkau akan memberikan jamuan makan. Jamuanku untuk hari ini telah diserahkan kepadamu.”
Sulaiman berkata, “Bawakan makanan, berikan kepada ikan ini!”
Ikan tersebut menyantap hidangan yang diberikan kepadanya. Setiap kali disodorkan, pasti disantapnya dan langsung habis.
Kemudian ikan tersebut menyeru, “Wahai Sulaiman, berikan aku makanan dan kenyangkan aku!”
Sulaiman berkata kepadanya, “Kamu telah memakan semuanya, tetapi engkau belum kenyang juga.”
Ikan itu menjawab, “Apakah seperti itu jawaban orang yang menjamu tamu. Ketahuilah wahai Sulaiman, setiap hari aku mendapatkan tiga kali lipat dari makanan yang telah engkau buat. Kamu adalah penyebab aku tidak mendapatkan jatahku untuk hari ini dan engkau telah menguranginya.”
Pada saat itu, Sulaiman bersujud kepada Allah dan berkata, “Mahasuci Zat yang menjamin rezeki semua makhluk dari arah yang tidak mereka ketahui.”
Lalu ada lagi kisah yang tidak kalah menariknya. Masih tentang Nabi Sulaiman A.S. Kali ini ia yang diundang oleh seekor burung Hud-hud untuk menghadiri jamuan makan. Seperti diceritakan pada kisah dibawah ini.
Ada sebuah cerita lucu yang diceritakan oleh Ibn al-Jauzi dalam kitab al-Adzkiya bahwa pada suatu hari burung Hud-hud berkata kepada Sulaiman, “Aku bermaksud untuk mengundang engkau menghadiri jamuanku pada hari anu (hari yang ditentukan).”
Sulaiman berkata, “Aku sendiri?”
Hud-hud menjawab, “Tidak, tetapi bersama bala tentaramu.”
Ketika hari yang dijanjikan itu tiba, Sulaiman dan bala tentaranya berangkat menuju jamuan burung Hud-hud. Setelah Sulaiman dan tentaranya sampai di tempat Hud-hud, ia terbang ke udara, menghilang untuk beberapa saat, kemudian dia datang lagi dengan seekor belalang di mulutnya. Ia cekik dan lemparkan belalang itu ke laut.
Lalu ia berkata kepada Sulaiman, “Wahai Nabiyallah, silakan maju beserta bala tentaramu dan makanlah, Siapa yang tidak kebagian dagingnya, maka dia hanya mendapatkan kuahnya.”
Sulaiman pun tertawa. Selanjutnya, setiap kali Sulaiman mengingat perjamuan itu, Sulaiman suka tertawa.
________________________________________________________
Oya, mengingat bulan Ramadhan sekarang ini, tak lengkap rasanya bila saya tidak mengucapkan Selamat Beribadah di bulan penuh berkah. Semoga Ramadhan kali ini tidak kalah indahnya dengan Ramadhan2 sebelumnya. Amiiin.


2 comments:
Lapar membuat kita dapat merenungi rasa syukur dan arti sebuah rejeki dari Sang Pencipta, sekecil apapun itu rejeki itu.
Lapar membuat kita berpikir tentang sebuah realita hidup di sekitar kita yang mungkin tanpa kita sadari sangat dekat dengan kehidupan kita.
Dengan lapar kita diberi peringatan untuk tidak berlebihan dan lebih mendekatkan diri dengan Nya dikala berkecukupan nantinya.
Karena lapar adalah sebuah pelajaran berharga bagi kita.
BTW,,Traktirannya mana niy.. hehe :D
iya, pelajaran yg berharga banget. ga semua orang juga bisa mengalami lapar kan? hehe.
Traktir? ntar ye kalo dah banyak rejeki ^o^ doakan saja. amiin.
Post a Comment