Sebuah ceramah ringan usai sholat Ied 1430 H dua hari yang lalu masih terpatri di ingatan saya. Ceramah tersebut sangat sederhana, hanya mengurai sebuah cerita di jaman Nabi SAW tentang seseorang yang ketika sakaratul maut tidak mengucap kalimat syahadat, tapi orang itu justru berkata "seandainya lebih jauh, semuanya, dan yang baru" sebagai kalimat terakhirnya, lalu meninggal..
Hal ini spontan langsung dilaporkan kepada Rasulullah SAW. Ketika mendengar cerita ini, Beliau langsung mendapat wahyu dari Allah SWT mengenai cerita di balik kejadian tersebut. Ternyata orang yang mengucapkan kalimat itu, semasa hidupnya pernah menolong orang tuna netra untuk mencapai arah tujuannya. Di akhir hidupnya, Allah memperlihatkan betapa besar pahala atas amalan orang tersebut. Maka ia berucap, "seandainya lebih jauh..". Maksudnya seandainya ia menuntun orang tuna netra itu lebih jauh lagi jaraknya, tentu pahalanya akan jauh lebih besar.
Lalu Allah memperlihatkan lagi pada orang yang sedang menghadapi sakaratul maut tersebut tentang amalnya pada seorang pengemis. Dahulu suatu hari ia pernah berjalan sambil membawa roti. Tiba-tiba di tengah jalan ia bertemu dengan seorang pengemis. Di hatinya tergerak untuk memberikan roti tersebut. Tapi memang sudah menjadi dasar sifat manusia yang kikir, maka roti itu dibelah jadi dua. Setengah roti itu diberikan pada pengemis. Allah menunjukkan betapa besarnya pahala sepotong roti yang diberikan tersebut. Maka orang tadi berucap, "seandainya semuanya.." yang berarti seandainya ia berikan semua roti tersebut maka pahalanya akan jauh lebih besar lagi.
Selanjutnya, diperlihatkan pula mengenai amal ibadahnya yang lain. Dulu semasa hidupnya ia pernah memberikan sedekah baju-baju bekasnya kepada anak-anak yatim. Lalu ditunjukkan betapa besar pahala orang tersebut atas amalannya memberikan baju-baju bekas. Maka orang tersebut menyesal, maka ia berucap "seandainya yang baru..". Maksudnya seandainya baju-baju baru yang ia berikan, tentu pahalanya lebih besar lagi.
Cerita tersebut memberikan gambaran pada kita bahwa betapa kecilnya sedekah yang kita berikan pada orang lain, asalkan ikhlas maka Allah akan membalasnya dengan pahala yang begitu besar. Subhanallah.
Bersedekah yuk :)
Hal ini spontan langsung dilaporkan kepada Rasulullah SAW. Ketika mendengar cerita ini, Beliau langsung mendapat wahyu dari Allah SWT mengenai cerita di balik kejadian tersebut. Ternyata orang yang mengucapkan kalimat itu, semasa hidupnya pernah menolong orang tuna netra untuk mencapai arah tujuannya. Di akhir hidupnya, Allah memperlihatkan betapa besar pahala atas amalan orang tersebut. Maka ia berucap, "seandainya lebih jauh..". Maksudnya seandainya ia menuntun orang tuna netra itu lebih jauh lagi jaraknya, tentu pahalanya akan jauh lebih besar.
Lalu Allah memperlihatkan lagi pada orang yang sedang menghadapi sakaratul maut tersebut tentang amalnya pada seorang pengemis. Dahulu suatu hari ia pernah berjalan sambil membawa roti. Tiba-tiba di tengah jalan ia bertemu dengan seorang pengemis. Di hatinya tergerak untuk memberikan roti tersebut. Tapi memang sudah menjadi dasar sifat manusia yang kikir, maka roti itu dibelah jadi dua. Setengah roti itu diberikan pada pengemis. Allah menunjukkan betapa besarnya pahala sepotong roti yang diberikan tersebut. Maka orang tadi berucap, "seandainya semuanya.." yang berarti seandainya ia berikan semua roti tersebut maka pahalanya akan jauh lebih besar lagi.
Selanjutnya, diperlihatkan pula mengenai amal ibadahnya yang lain. Dulu semasa hidupnya ia pernah memberikan sedekah baju-baju bekasnya kepada anak-anak yatim. Lalu ditunjukkan betapa besar pahala orang tersebut atas amalannya memberikan baju-baju bekas. Maka orang tersebut menyesal, maka ia berucap "seandainya yang baru..". Maksudnya seandainya baju-baju baru yang ia berikan, tentu pahalanya lebih besar lagi.
Cerita tersebut memberikan gambaran pada kita bahwa betapa kecilnya sedekah yang kita berikan pada orang lain, asalkan ikhlas maka Allah akan membalasnya dengan pahala yang begitu besar. Subhanallah.
Bersedekah yuk :)


2 comments:
ketohok euy.. T^T
gwa sampe skarang kadang2 baru sebates niat baik aja. kalo ngak ya itu, cuma setengah2..
postingan lo bikin gwa sadar, bener juga yah..
thanks for the post, Ria *cuup.
sama mir. gw juga. kalo mau ngasi tuh ya, bawaannya peliit mulu. niatnya ngasi segini, eksekusinya banyak kortingan sana-sini dengan seribu alasan pembenaran di otak.
padahal jelas2 tau kalo bersedekah itu sama sekali ga mengurangi harta kita. justru akan bertambah lebih banyak,, jika kita ikhlas. tapi mungkin blm yakin 100% kali ya makanya banyak ngasih diskon.
kita mesti banyak latian kyknya nih mir biar tambah yakin.. ;)
Post a Comment