لاَ هَوْلَ وَلاَ قُوَّتَ اِلاَّبِاللّهِ
Laa haula wa laa quwwata illa billaah
Tidak ada daya dan kekuatan melainkan dengan pertolongan Allah SWT
Sekitar dua tahun yg lalu ayah saya berpulang ke rahmatullah, saat-saat tersebut bisa dibilang merupakan saat yg terberat dlm hidup saya. Ketika itu saya bekerja di suatu tempat yg jauh dr keluarga, pekerjaan saya pun lumayan berat karena saya harus bekerja di lapangan / area konstruksi, yaitu tmpt dimana kita hrs berhubungan dgn pekerja kasar. Saat itu rasanya saya seperti sebatang kara, dilanda berbagai masalah, jauh dari keluarga, & seketika org tua pergi berpulang. Rasanya seperti jatuh dr atas lalu tertimpa tangga pula.
Di kondisi seperti itu, seringkali saya termenung sambil berjalan sendirian entah kemana lalu tiba-tiba teringat kalimat ini : Laa haula wa laa quwwata illa billaah. Tidak ada daya dan kekuatan melainkan dgn pertolongan Allah SWT.
Kalimat singkat nan sederhana ini rasanya seperti udara yg sejuk di teriknya matahari. Saya ingat-ingat terus kalimat ini agar saya tdk putus asa & berharap hanya pada Allah semata.
Teringat sebuah ungkapan, mengucapkan bahwa kita beriman itu mudah. Setiap hari kita mengucapkannya dalam sholat berupa kalimat syahadat "Laa ilaha ilallah". Namun pembuktiannya harus dilalui melalui berbagai ujian atau cobaan untuk membuktikan kebenaran dr ucapan kita.
أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوا أَنْ يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ
Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi? - (QS: al-'Ankabuut Ayat: 2)
وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ ۖ فَلَيَعْلَمَنَّ اللَّهُ الَّذِينَ صَدَقُوا وَلَيَعْلَمَنَّ الْكَاذِبِينَ
Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta. - (QS: al-'Ankabuut Ayat: 3)
Ketika cobaan datang, pembuktian keimanan kita akan terlihat salah satunya dr prasangka kita kpd Allah SWT, apakah kita tetap berbaik sangka pd Allah ketika diuji dgn musibah? Ataukah kita serta merta berpikir bahwa Allah tidak adil? Lalu berikutnya akan dilihat pula kpd siapa kita memohon pertolongan, adakah kita lebih berharap kpd pertolongan manusia drpd pertolongan Allah? Berikutnya, bgmn ibadah kita ketika mendapatkan musibah? Masih mau kah kita sholat? Atau justru mendekat pd maksiat? Kemudian selanjutnya, bagaimana dengan keimanan kita setelah mendapat ujian, apakah kita tetap beriman pada Allah ketika mendapatkan cobaan yg berat?
Ketika Allah mengambil apa yg kita miliki atau kita cintai, tentulah itu bukan hal yg mudah. Bahkan nabi Ibrahim pun diuji dgn Ismail, yaitu dgn perintah menyembelih anaknya sendiri. Tapi dibalik ujian Allah pasti ada hikmah yg tersembunyi, ada pahala yg disiapkan, ada ganti yg lebih baik.
Kehilangan org tua bagi saya tdk pernah mudah, bahkan hingga kini. Dari ujian ini saya baru menyadari mengapa kita selalu dianjurkan utk menyayangi & menyantuni anak yatim. Bisa dibayangkan betapa sulitnya bagi seorang anak utk hidup tanpa org tuanya, ia hrs menanggung keperihan tumbuh tanpa kasih sayang, dan tanpa adanya org yg menanggung kebutuhan hidupnya.
Laa haula wa laa quwwata illa billaah....
Sungguh tidak ada daya dan upaya melainkan dgn pertolongan Allah SWT.
Namun seberat apa pun ujian kita, Allah menjanjikan bahwa bersama dgn kesulitan pasti ada kemudahan.
فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
Karena sesungguhnya bersama setiap kesulitan ada kemudahan,
إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
Sesungguhnya bersama setiap kesulitan ada kemudahan.
(QS: al-'Insyirah Ayat: 5-6)
Insyaa Allah kesulitan apapun akan terlewati dgn hati yg lapang selama kita berharap hanya pd Allah semata. Aamiin.
وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلاةِ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلا عَلَى الْخَاشِعِينَ ,الَّذِينَ يَظُنُّونَ أَنَّهُمْ مُلاقُو رَبِّهِمْ وَأَنَّهُمْ إِلَيْهِ رَاجِعُونَ
"Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan solat. Dan sesungguhya hal itu sangat berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’ , (iaitu) orang-orang yang menyakini, bahwa mereka akan menemui Rabb mereka dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya" (Al-Baqarah 2:45-46)





0 comments:
Post a Comment