يَابُنَيَّ أَقِمِ الصَّلَاةَ وَأْمُرْ بِالْمَعْرُوفِ وَانْهَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَاصْبِرْ عَلَى مَا أَصَابَكَ إِنَّ ذَلِكَ مِنْ عَزْمِ الْأُمُورِ
Wahai anakku! Laksanakanlah shalat dan suruhlah (manusia) berbuat yang makruf dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpamu, sesungguhnya yang demikian itu termasuk perkara yang penting. (QS: Luqman ayat 17)
وَلاَتُصَعِّر خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلاَتَمشِ فِي الأَرضِ مَرَحًا إِنَّ اللهَ لاَيُحِبُّ كُلَّ مُختَالٍ فَخُورٍ
Dan janganlah kamu memalingkan wajah dari manusia (karena sombong) dan janganlah berjalan di bumi dengan angkuh. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan diri. (QS: Luqman ayat 18)
Jujur, saya sendiri juga masih banyak kekurangan ketika menggunakan social media. Karena dulu terbiasa memposting status tanpa pikir panjang, jadi terkadang masih suka kebablasan. Makan makanan yang enak langsung difoto terus diposting, lagi jalan-jalan kemana karena excited langsung pengen update status plus sharing location, dan sebagainya. Seringkali saya sendiri juga suka menjadikan berbagai alasan sebagai excuse alias pembenaran atas apa yang saya lakukan.
"Toh saya bukan ustad, ga apa-apa lah sesekali posting ini itu, toh itu bukan saya yang pertama kali nulis soal nasihat posting di social media, itu kan kata-katanya ustad ini, itu kan nasihatnya si penulis yang itu, yang penting niatnya ketika posting, mau dianggep apa itu bukan urusan saya, ini kan socmed saya terserah saya mau posting apa" dan berbagai alasan lainnya yang saya sendiri masih suka jadikan itu sebagai excuse.
Seperti yang sudah saya tulis sebelum-sebelumnya, postingan di blog ini sesungguhnya semata-mata untuk mengingatkan diri saya sendiri mostly. ".... So if I forgot who I were back then, I can find myself again through my journal." Ini kata-kata yang saya tulis beberapa tahun yang lalu. Tapi jikalau kebetulan tulisan saya ternyata ada yang mirip kasusnya dengan siapapun yang baca blog ini, then I deeply apologize for the inconvenience caused.
Anyway, kembali ke topik mengenai social media. Disini saya mau share sedikit sumber-sumber referensi yang saya temui berkaitan dengan dunia social media. Kenapa saya sebutkan di postingan sebelumnya bahwa socmed itu sangat kompleks ternyata keterkaitannya dengan banyak hal. Ini bukan hanya mengenai kita mau posting apa, apakah itu pamer atau bukan, isi dari postingan bermanfaat atau bukan, sebenernya social media is more than what we've ever think of. Bukannya paranoid atau mikirnya negatif terus, tapi it's the reality. Ada berbagai hal yang ternyata tidak sesimpel yang kita pikirkan.
Tapi lagi-lagi kembali ke diri kita sendiri bagaimana menyikapinya. Apakah kita mau concern kemudian wisely using the tools (socmed), atau we want to be used by the tools. Whether we want to close our eyes or not to this fact, it's totally up to us. And don't worry about people's judgement, I won't judge either. 'Cause I'm not even better and I pretty much understand about the world we live in.
So here it is, ini beberapa referensi yang saya temui terkait dengan social media dan teknologi smart phone yang kita gunakan.
Ini dari Ted Talks :
"It’s really important that people understand that there are computational techniques that will reveal all kinds of information about you that you’re not aware that you’re sharing.” Jennifer Golbeck
“The point is, we really don’t know how this information will be used.” Alessandro Acquisti
Bahasan lengkapnya bisa dibaca disini :
http://ideas.ted.com/do-you-know-what-youre-revealing-online-much-more-than-you-think/
Ini artikel dari ABC mengenai handphone yang ternyata bisa digunakan sebagai tracking device :
http://www.abc.net.au/news/2015-08-16/metadata-retention-privacy-phone-will-ockenden/6694152
Berikut video yang kebetulan saya temui tentang Cyber Privacy Parable (privasi di dunia maya dan bagaimana informasi yang kita share online ternyata bisa digunakan oleh pihak-pihak lain tanpa sepengetahuan kita).
Yang berikut video ilustrasi pandangan dari sisi Islam mengenai bagaimana kita menyikapi informasi, videonya cukup bagus, jelas, dan mudah dimengerti. Visualnya juga menarik. Sayang ga bisa muncul di blogger, berikut link-nya.
https://www.facebook.com/andini.pratiwi/videos/10152819527673197/
Yang berikutnya video yang membahas tentang ghibah. Ternyata di-ghibahi bisa menambah pahala atau bisa membuat kita memberikan dosa-dosa kita kepada orang-orang yang menghibahi kita.
Kalau begitu lalu apa yang bisa kita posting? Nah hal ini sudah saya rangkumkan dalam postingan sebelumnya : Social Media Rules (Part 1)
Saya melihat masih banyak manfaat dari social media, antara lain bisa digunakan sebagai :
- media syi'ar atau dakwah
- menjalin silaturahim
- mendapatkan berita atau informasi secara aktual
- untuk menambah pengetahuan
- untuk memotivasi ke arah yang baik
- untuk berdagang atau jualan online
- mencari pekerjaan, relasi, network
- mencari inspirasi atau ide
- sharing hal-hal yang bermanfaat
- sharing hobi, interest, kesukaan, cerita (selain ghibah, aib, keluh kesah)
- dan lain sebagainya
Karena itu saya belum ada niatan untuk menutup social media yang saya miliki, karena ternyata manfaatnya masih banyak dibandingkan mudharatnya insyaa Allah. Tinggal bagaimana kita menggunakannya secara bijak. Oya khususnya untuk yang sudah memiliki anak, mungkin bisa lebih berhati-hati ketika akan memposting foto anaknya atau dimana lokasi anaknya. Karena itu bisa membahayakan keselamatan anak dan keluarga kita sendiri. Seperti apa bahayanya, bisa di search di google. Bahkan sekarang di salah satu negara di Eropa sudah dilarang untuk memposting foto anak, karena hal itu bisa membahayakan keselamatan anak tersebut.
Mungkin sekian yang bisa saya share hasil dari pengamatan sana sini. Untuk lebih jelasnya bisa coba baca-baca postingan dari penulis Tere Liye di facebook page berikut : https://www.facebook.com/tereliyewriter/?fref=nf. Bagus-bagus nasehat yang disampaikan, mostly concern-nya tentang moral dan akhlak generasi di jaman sekarang.
Terakhir, ada satu quote yang bagus dari Rumi. Mungkin bisa jadi bahan renungan ketika menggunakan social media,
Raise your words, not voice. It is rain that grows flowers, not thunder.


0 comments:
Post a Comment