Tapi alhamdulillah sebulan yang lalu saya diterima kerja di kantor saya yang sekarang. Sebenarnya saya dihadapkan pada dua pilihan, ada dua kantor yang mewawancarai saya, tapi setelah berdiskusi dengan orang tua dan keluarga akhirnya saya memilih kantor yang sekarang ini sebagai pilihan saya untuk bekerja. Karena kantor yang satunya lagi lokasinya cukup jauh dari rumah saya. Namun sekarang ini saya agak menyesali pilihan saya.
Seharusnya tanggal sekarang saya sudah gajian, tapi entah kenapa hingga sekarang masih belum keluar juga gajinya dari kantor. Dengar2 dari kolega saya, katanya di kantor ini ada sedikit masalah keuangan jadi kita harus mengantisipasi diri sejak dini. Nah loh. Hahaa saya agak terkejut mendengarnya. Saya jadi termenung sendiri apa saya salah pilih kantor ya.
Lalu saya ceritakan ini ke kakak saya. Beliau menasehati bahwa tidak ada satu daun pun di dunia ini yang jatuh karena kebetulan. Apalagi saya masuk kantor ini, sudah pasti bukan suatu kebetulan apalagi kesalahan. Ini memang sudah menjadi takdir dan memang jalan yang harus dilalui. Jadi tidak boleh disesali. Jadi dijalani saja dulu kata beliau, ditunggu dengan sabar sambil didoakan semoga yang baik2 terjadi pada kantor saya ini. Aamiin...
Ada betulnya juga nasehat kakak saya ini. Memang bukan suatu kebetulan saya masuk di kantor ini, sudah tentu ini juga adalah ketetapan dari Allah kenapa saya bisa sampai berada disini dan bertemu dengan teman2 di kantor saya ini. Tapi kembali lagi saya jadi bingung bagaimana seharusnya menghadapi situasi seperti ini. Karena ini tidak pernah terjadi sebelumnya di kantor2 saya yang lainnya.
Ya saya hanya bisa bersabar saja sambil berdoa semoga kantor ini segera pulih keadaannya dan bisa membayar gaji karyawannya. Aamiin... Saya jadi termenung kembali dengan suatu perkataan bahwa segala pilihan di dunia ini pasti ada konsekuensinya. Tinggal kita saja apakah siap dengan konsekuensi tersebut atau tidak. Ya inilah konsekuensi yang harus saya hadapi dari pilihan saya. Juga pilihan2 lainnya yang akan datang. Saya harus siap bagaimanapun juga.
Cara supaya kita siap adalah dengan menyiapkan mental di awal, kalau yang saya tangkap dari ceramah2nya pakar vibrasi yaitu Arif RH, katanya mental yang bagus adalah di awal kita sudah siap jika yang bagus terjadi kita syukuri, kalau yang kurang baik terjadi kita juga sudah bersiap2. Jadi apapun yang terjadi mental kita sudah terbentuk untuk mengantisipasi setiap kejadian. Jadinya vibrasi (vibrasi itu semacam energi) yang terpancar pun adalah vibrasi yang kuat. Kalau mengafirmasi diri di awal untuk selalu positive thinking juga boleh, tapi jadinya melelahkan. Karena kita berusaha mati2an untuk meyakinkan diri kalau hanya hal2 yang bagus saja yang akan terjadi. Bagus jg sih ini, tp kita jadi tidak bersiap2 kalau2 ada hal2 yang buruk terjadi.
Begitulah teman2 mudah2an kejadian saya ini bisa diambil juga hikmahnya ya ketika kita mengambil suatu pilihan maka kita juga harus bersiap untuk segala hal baik positif atau negatif yang akan mengiringinya. Mudah2an bermanfaat, dan mohon doanya ya semoga gaji saya bisa keluar dalam waktu dekat. Hehee.... Aamiin... Kalau ga keluar, ya mohon doanya juga semoga ada pintu2 rejeki lainnya yang bisa terbuka. Aamiin lagi....
See you....


0 comments:
Post a Comment