Huaa, ada sesuatu yang bagus ternyata. Baru saja saya menyaksikan siaran ulang Tribute to Hoegeng di acara Kick Andy. Ada bagian yang terlewati oleh saya. Ternyata menjelang akhir acara, diceritakan bahwa Pak Hoegeng itu memiliki nama asli Hoegeng Iman Sentosa. Namun beliau tidak pernah memakai nama belakang Iman Sentosanya tersebut di berbagai dokumentasi. Ketika ditanya oleh putranya mengapa beliau ketika tanda tangan pun tidak memasukkan nama Iman Sentosa itu, Pak Hoegeng menjawab, “Saya akan buktikan sampai akhir hayat saya, bahwa saya memiliki Iman yang benar-benar Sentosa, baru saya akan memakai nama tersebut.” Wuah, luar biasa sosok yang satu ini.
I should take a deep breath.. (saking kagumnya). Kok ada ya manusia seperti ini. Kalau kata Gus Dur, hanya ada tiga polisi yang jujur, yaitu Pak Hoegeng, patung polisi, dan polisi tidur. Hehe, ada ada saja si Gus Dur ini. Tapi memang benar, beliau ini sosok yang patut dijadikan panutan. Terutama oleh polisi-polisi jaman sekarang.
Dahulu di jaman orde baru, ketika beliau seketika dicopot dari jabatannya sebagai Kapolri, beliau tidak kehilangan akal untuk menafkahi keluarganya. Dengan darah seni yang mengalir di dirinya, beliau mencari nafkah dengan membuat lukisan-lukisan dan menjualnya. Entah kenapa saya jadi sangat terkesima mendengar kebersahajaan beliau ketika hidup yang sampai seperti ini. Padahal beliau ini adalah mntan Kapolri, bisa saja dengan pengaruh jabatan yang pernah dimilikinya, beliau menggunakannya untuk mencari nafkah. Tapi ternyata Pak Hoegeng lebih memilih jalan yang halal dan diridhoi.
Ada satu hal yang menarik dari Pak Hoegeng ini, meskipun beliau sepertinya terlihat sangat garang dengan background profesinya sebagai polisi, tapi beliau ini semenjak SMP begitu menyukai musik-musik Hawaii. Bahkan beliau sempat menyalurkan hobinya ini dengan bergabung bersama grup musik Hawaian Senior, yang dulu kerap kali tampil di TVRI. Hehe, ternyata masih ada sisi fun juga dalam dirinya. Yang membuat saya sangat amat ngiri adalah beliau ini memiliki kesamaan hobi dengan istrinya dalam hal kesenian, terutama melukis dan menyanyi lagu Hawaii. Pada tayangan Kick Andy tadi diputar ulang show di TVRI yang memperlihatkan duet antara Pak Hoegeng dengan Ibu Meryati Roeslani, istrinya, dalam usia yang sudah senja menyanyikan lagu Hawaii. Mesra sekali. Ooh… Impianku. Hehe. I just wanna married once in a life time and sharing my life with the one through the good and bad, and also singing together! Hehehe… Ga perlu hidup mewah, sederhana, tapi sampe kakek nenek bisa terus bahagia bersama. Oh what a dream. -_-
Bagian yang menarik di acara Kick Andy itu adalah ketika Ibu Meri, sang istri, bercerita bahwa dulu Pak Hoegeng sempat ke Hawaii, hingga tiga kali. Tapi itu semua untuk urusan dinas. Beliau tidak pernah mengajak Ibu Meri, kata Pak Hoegeng ini adalah urusan dinas, jadi beliau ingin memisahkan antara urusan dinas dan urusan pribadi. Sehingga sekalipun Ibu Meri belum pernah ke Hawaii. Tapi Ibu Meri sempat berucap pada Pak Hoegeng, sebelum Ibu Meri menutup mata, ia ingiiiin sekali melihat Hawaii. Tapi hingga sekarang masih belum kesampaian. Terakhir kali, Didit yaitu putra mereka, mengumpulkan uang untuk mewujudkan keinginan ibunya ini. Mereka berangkat bersama-sama ke Kedutaan untuk memohon visa, tapi sayang sekali hingga dua kali visa mereka ditolak. Namun di acara Kick Andy tersebut, Ibu Meri diberikan kejutan yang saaangat indah. Tidak hanya dipertemukan oleh kawan Ibu Meri yang merupakan orang Hawaii yang sudah kurang lebih 30 tahun tidak bertemu, tapi Ibu Meri juga mendapatkan visa ke Hawaii! Yang dengan penuh totalitas diusahakan oleh Didit, putranya. Plus tiket pulang pergi Jakarta Hawaii dari Surya Paloh sebagai hadiah kepada Ibu Meri mengingat ayah Surya Paloh merupakan rekan dari Pak Hoegeng. Ooh.. sangat mengharukan. Sampai anak-anak Ibu Meri dan Pak Hoegeng yang hadir di acara tersebut ikut terharu, bahkan ada beberapa penonton yang sampai menitikkan air mata. Ooh.. dream comes true. I do believe, dreams do come true!
Mungkin ini adalah buah kesabaran ibu Meri sebagai istri dari Pak Hoegeng yang mau diajak hidup ala kadarnya, tapi tetap mendampingi dengan setia hingga akhir hayat. Ooh.. so sweet. Anyone? Hix.. Tissue please. Hehee. See ya.
0 comments:
Post a Comment