Hal ini yang baru saja saya alami ketika saya mulai benar-benar berinteraksi dengan V-Ray. Sebuah plug-in rendering untuk software 3D. Sudah lama sebenarnya saya mengetahui keberadaannya, namun saya hanya mengenalnya sebatas 'permukaan'. Beberapa kali bekerjasama dengannya tanpa pengetahuan, hanya mencoba.
Ketika saya dihadapkan pada jadwal mengajar yang mengharuskan saya mengenalkan ia pada murid-murid saya, barulah saya melakukan pendekatan secara perlahan yang membuat saya kagum dan menyukainya begitu saja. Saya belajar untuk menghadapi V-Ray dari sebuah file tutorial berbentuk PDF dengan judul 'V-Ray for Sketch-Up Manual' yang benar-benar dapat membantu saya.Gambar kursi di atas adalah hasil render yang kedua yang saya lakukan sambil membaca-baca tutorialnya. Tanpa pencahayaan buatan atau hanya bermodalkan GI (Global Illumination) dan aplikasi material dengan refleksi yang sangat standar, jadilah gambar tersebut. Hasil tersebut menggugah rasa penasaran saya untuk mencoba lagi menghasilkan gambar dengan efek yang berbeda. Saya mulai tertarik padanya.
Saya mencoba lagi hingga menghasilkan gambar kelima yang saya render seperti terlihat pada gambar disamping. Kali ini ia memiliki bayangan yang terjadi dari penerapan cahaya buatan V-Ray Rectangular Light. Pada tahapan ini saya diharuskan mempelajari cara menghaluskan bayangan karena ada salah satu murid yang bertanya mengenai hal tersebut. Spontan saya langsung membaca tutorialnya dan menemukan subdivs yang mampu menjawab pertanyaannya. Jika subdivs pada lighting saya perbesar nominalnya, maka ia akan menghasilkan bayangan yang lebih halus. Tapi saya masih penasaran untuk mengetahui cara membuat warna bayangannya tidak begitu pekat dan bagaimana cara untuk menyembunyikan refleksi lampu sehingga tidak terlihat ketika di-render. Pada gambar disamping, lampu terlihat dibagian bawah yang berwarna putih, agak mengganggu penampilan.
Setelah itu, saya mencoba efek transparansi pada benda. Jika pada material standar kita berbicara opacity untuk memberi efek transparan, sedangkan pada material V-Ray kita akan berhadapan dengan refraction. Cukup menyenangkan ketika mencobanya, ada rasa ingin segera melihat hasilnya. Dengan reflection dan refraction, objek disamping terlihat seperti terbuat dari plastik. Hmm..ini seru. Lalu saya tergoda untuk mencoba yang lain.
Kali ini jauh lebih seru. Efek displacement. Saya baru saja menemukannya. Sepertinya saya sangat terlambat baru mengetahui ada displacement di V-Ray. Pengaturan displacement ini dapat membuat efek material bitmap yang timbul dan menonjol seperti relief. COntoh displacement terlihat pada kursi paling kiri yang saya berikan material batu. Kalau berlebihan memasukkan nilai untuk displacement ini, yang ada adalah kita akan mendapatkan hasil material seperti kulit monster. Hiiiii.....
Singkatnya, akhirnya saya mencoba hingga ke efek caustics pada benda yang dapat memantulkan cahaya. Dikombinasikan dengan pengaturan depth of field pada kamera V-Ray yang diatur fokusnya. Sungguh, kali ini saya hanya coba sana coba sini. Tanpa ilmu yang benar, karena di tutorialnya tidak begitu jelas pemaparan tentang bahasan depth of field. Lagipula sebenarnya itu tutorial untuk V-Ray Sketch-Up, sedangkan saya menjajal ini di 3DS Max. Namun inti prinsipnya tetap sama. Cuma tampilan pengaturannya saja yang berbeda. Gambar disamping adalah hasil percobaan ke-29. Hmm... banyak sekali cobaannya ya hanya untuk berdekatan dengan V-Ray. Haha =DSeperti halnya kehidupan ini, penuh dengan cobaan. Tapi kita harus mencoba dan mencoba terus untuk mendapatkan kursi ternyaman di dunia ini, juga akhirat jangan lupa. Hohoo. See ya.


0 comments:
Post a Comment