Hari ini mendapatkan kata-kata penuh energi dari Pak Mario Teguh. Subhanallah, Indonesia memiliki seseorang dengan personaliti yang LUARRR BIASA. Berikut cuplikan-cuplikan penyemangat beliau:
Janganlah kau ijinkan penyesalanmu atas kesalahan dan kegagalan di masa lalumu, melemahkan semangat hidupmu hari ini.
MASA LALU BUKANLAH PENENTU MASA DEPAN.
Ikhlaskanlah dirimu untuk tidak mengulangi kemarahan yang merusak hubungan, keputusan yang ceroboh, dan bicara yang tidak berhati-hati.
Masukilah masa depan yang baru, sebagai jiwa yang baru.
Engkau jiwa baik yang berhak bagi kebahagiaan.
Mario Teguh
___________________________
Tak mudah bagi siapa pun untuk meyakini masa depan yang baik, jika keberadaannya disepelekan dan ketulusan hatinya ditelantarkan.
Wahai jiwa yang letih, yang berjalan menunduk dan nafas beratnya bertanya mengapakah hidup ini tak berlaku ramah,
sesungguhnya kesedihanmu sedang menyiapkan rongga besar di hatimu, sebagai penampung kebesaran hidupmu nanti.
Bertahanlah. Menangislah setulusmu, tetapi bertahanlah.
MT
___________________________
Ada orang yang berangkat bekerja untuk mencapai keberhasilan.
Tapi ada yang berangkat agar tidak terlambat, tidak dimarahi, atau agar asal kelihatan ada.
ANDA HANYA SEPENTING ALASAN ANDA.
Semakin kuat alasan Anda, akan semakin kuat dan besar upaya dan kemungkinan Anda.
Tetapkanlah alasan bagi kerja keras Anda, bagi semua beban yang Anda pikul, dan alasan bagi pencapaian semua impian Anda.
Mario Teguh
___________________________
Saat engkau lantang meneriakkan tanda kesungguhan niatmu,
“Aku bisa! Aku pasti bisa!”
Pastikanlah sebelum itu hatimu berbisik,
“Dengan ijin Tuhan …”
Dan jika engkau lebih ikhlas, katakanlah sebagai sebuah doa yang anggun,
“Dengan ijin Tuhan, aku akan bisa …”
Dan setelah reda gempita sorak sorai mu, bisikkanlah dengan tulus dan penuh kasih kepada Tuhanmu,
“Amien … ya Tuhan.”
Rendah hati itu indah.
Mario Teguh
___________________________
Hidupmu itu bukan hanya untuk bersemangat.
Janganlah kegentinganmu untuk mengobarkan semangat diri, justru mengalahkan keharusanmu untuk mampu bekerja dalam semangat apa pun.
Engkau justru disebut jiwa yang paling bersemangat, jika engkau tetap bekerja saat hatimu hampa semangat dan ragamu ingin tenggelam dalam kematian sesaat yang namanya tidur itu.
Tindakan adalah bentuk asli semangat.
Mario Teguh
___________________________
Setelah menjadi Vice President di Bank menjelang usia 34 tahun, saya memasuki tahap kedua dari Personal Rule ini; yaitu
Dari usia 35 – 40 tahun, saya MENETAPKAN HARGA untuk pelayanan saya yang TIDAK BISA DITAWAR.
Pada saat-saat awal saya menetapkan aturan ini, hidup menjadi tak terlalu mudah, tetapi KEBAIKAN PASTI DATANG KEPADA YANG MENGHORMATI DIRI DAN NILAI PELAYANANNYA yang menguntungkan orang lain.
Mario Teguh
___________________________
Janganlah kegentinganmu untuk mengobarkan semangat diri, justru mengalahkan keharusanmu untuk mampu bekerja dalam semangat apa pun.
Engkau justru disebut jiwa yang paling bersemangat, jika engkau tetap bekerja saat hatimu hampa semangat dan ragamu ingin tenggelam dalam kematian sesaat yang namanya tidur itu.
Tindakan adalah bentuk asli semangat.
Mario Teguh
___________________________
Setelah menjadi Vice President di Bank menjelang usia 34 tahun, saya memasuki tahap kedua dari Personal Rule ini; yaitu
Dari usia 35 – 40 tahun, saya MENETAPKAN HARGA untuk pelayanan saya yang TIDAK BISA DITAWAR.
Pada saat-saat awal saya menetapkan aturan ini, hidup menjadi tak terlalu mudah, tetapi KEBAIKAN PASTI DATANG KEPADA YANG MENGHORMATI DIRI DAN NILAI PELAYANANNYA yang menguntungkan orang lain.
Mario Teguh
___________________________
Sejak muda, saya ingin bekerja keras untuk mencapai pangkat profesional setinggi mungkin dan semuda mungkin, UNTUK SEGERA BERHENTI.
MT Muda tidak bisa membayangkan dirinya menjadi pegawai seumur hidup, bukan karena uangnya, tapi karena ingin melayani publik DALAM PEKERJAAN YANG SAYA TETAPKAN SENDIRI.
Meninggalkan jabatan yang baik, memang tidak mudah, tetapi jika untuk misi hidup, dengan ijin Tuhan ... HARUS !
MT
___________________________
Masih dalam rentang 35-40, pada usia 37 tahun saya mengundurkan diri dan mengembalikan semua fasilitas sebagai Vice President di Bank.
Kami baru menikah, dan saya sangat berhutang kepada Ibu Linna yang ikhlas memulai hidup di sebuah garasi 2.5 X 10 meter, yang saya kontrak sebagai pengganti rumah besar seorang pejabat Bank.
Dari situ kami berdua membuktikan, bahwa KEAJAIBAN BERPIHAK KEPADA JIWA YANG BERANI.
MT
___________________________
Di garasi kecil itu kami hidup sangat sederhana.
Tapi saya telah siapkan beberapa modal andalan, seperti:
nama dan hubungan luas yang saya bangun saat menjabat, kompetensi profesional sebagai perencana strategis dan taktis pengembangan bisnis, reputasi sebagai pelatih dan motivator.
Dan satu SENJATA RAHASIA SAYA, adalah Ibu Linna.
Dan saya bersaksi, bahwa SUAMI YANG MEMULIAKAN ISTRI, DOA-DOANYA MUDAH DIJAWAB.
MT
___________________________
Saat itu saya terlalu muda dan hidup terlalu cepat untuk cukup menabung sebelum saya resign, dan hanya tersisa uang untuk kontrak garasi itu, dan DP sebuah sedan kecil.
Kami hidup sangat sederhana. Saya makan sarden hampir setiap hari, sampai badan saya licin dan berenangnya cepat sekali.
Dan Ibu Linna bertahan bersama saya.
Itu sebabnya kini dia menjadi PEMILIK SATU-SATUNYA dari semua yang saya capai.
MT
___________________________
Ibu Linna datang dari keluarga yang cukup berada, sejak kecil sekolah di luar negeri, lulus MBA pada usia 22 tahun di San Francisco, dan menjabat Direktur Marketing di sebuah bisnis di Jakarta.
Saat saya resign dari VP Bank, Ibu Linna juga resign agar bisa mendampingi saya bekerja mewujudkan pelayanan yang sekarang menjadi MTSC ini.
Kelihatannya,
REZEKI BERLAKU SETIA kepada jiwa yang setia kepada keluarganya.
MT
___________________________
SEANDAINYA SAJA KITA LEBIH BERANI, akan banyak hal yang kita capai dalam hidup ini.
Marilah kita menghindari kebiasaan menakuti-nakuti diri sendiri mengenai resiko dari tindakan baik yang kita ketahui harus kita lakukan.
Orang yang tidak melakukan karena takut gagal, sudah sama gagalnya dengan orang yang melakukan dan kemudian gagal.
Padahal dengan ijin Tuhan, YANG MELAKUKAN YANG BERHASIL.
Ikhlaslah.
Mario Teguh
___________________________
Orang disebut berani karena dia tidak mensyaratkan jaminan keamanan total sebelum dia bertindak.
Orang yang aslinya peragu, mengharuskan adanya rencana yang rinci dan matang.
Padahal, semua syarat keberhasilan di pasar telah berubah saat kita sibuk menyusun rencana yang rumit.
Dia yang sejatinya berani, menyusun rencana sambil memulai.
Keberanian adalah keikhlasan untuk TERJUN SAMBIL MEMBUAT SAYAP.
Mario Teguh
___________________________


0 comments:
Post a Comment