Kalau dilihat-lihat lalu saya baca-baca sekilas isi blog saya ini, ternyata kebanyakan nuansanya melankolia yaa. Hahaa, blog ini emang menggambarkan karakter saya banget! Gloomy doomy di sana sini. Haiyah. Terutama postingan semester belakangan. Isinya kurang banyak cerita, cuma seuprit-uprit tulisan sama gambar atau kutipan sana kutipan sini, benar-benar tidak bermutu. Hahahaa, kayak gini mana bisa jadi penulis best seller. Huuu.... Biarkanlah, yang penting masih menulis. Bukan begitu? Kalau kata confucius, "It doesn't matter how slow you go, as long as you don't stop." Ga masalah lambat, ga masalah isinya acak adut, yang penting nulis. Ga penting ga ada yang baca, ga penting ga ada yang komen, yang penting niatnya berbagi. Setuju? :D
Ada seorang penulis yang pernah memberikan saran bagus, dia bilang kalau mau jadi penulis handal yang penting tiap hari menulis. Menulis apa saja, yang penting menulis. Begitu juga dengan pelukis, kalau mau jadi pelukis ya setiap hari harus menggambar. Gambar apa saja tidak masalah yang penting menggambar. Sketsa sana sketsa sini. Scratch scratch, erase, and then scratch scratch scratch. Voila! Satu sketsa jadi. Begitu terus tiap hari hingga tidak terasa suatu hari tiba-tiba kita sudah punya banyak karya, siapa tahu salah satunya adalah masterpiece.
Liat aja Raditya Dika yang 'ga sengaja' rajin nulis cuma buat curhat sana curhat sini. Bagi-bagi cerita tentang kebodorannya sehari-hari. Sampai akhirnya tulisannya jadi banyak dan bikin dia kepikiran buat ngasih ke penerbit. Mungkin dia sendiri juga awalnya ga kepikiran buat menyenangkan orang, di pikirannya paling tadinya cuma PENGEN NULIS AJA. Tapi orang-orang pada suka dan terhibur dengan kekonyolannya. Ajaib memang, karena sekarang dunia udah ga butuh sama tulisan-tulisan berat yang cuma nambahin kerutan di jidat. Belum baca aja mereka udah enough deh males bacanya. Lagian toh teori-teori dan pemikiran berat filsafat udah ditemuin semua, apalagi yang mau dibahas panjang lebar. Berita kriminal atau berita seronok selebritis? Mendingan liat TV.
Agak subyektif sih, emang ga semua orang ga mau baca text book ataupun jurnal ilmiah panjang lebar. Tapi realitanya manusia jaman sekarang lebih butuh hiburan ketimbang berkutat sama permasalahan. Liat aja betapa banyaknya mall-mall dibangun. Dan RAME-nya minta ampun. Taman hiburan, tempat nongkrong, kafe, warung tenda, jajanan emperan, musik, 'kembali ke lap...top' show, BIOSKOP, twitter, fesbuk, you tube, dramacrazy, YM, semuanya intinya HIBURAN. Kalau kita nengok ke sisi yang lain, dimana disana adanya museum, masjid, perpustakaan, taman baca, situs sejarah, pasti sepi sepoi. Fiuuuw...
Maka dari itu kembali lagi ke Raditya Dika, ga heran juga kalau isi blognya jadi hip banget di tengah-tengah anak muda. Karena memang sangat entertaining, kocak banget. Kita memang butuh sesuatu yang fun nan segar seperti cerita-ceritanya Dika yang akrab sama kehidupan sehari-hari.
Ga harus g4uL kok buat berekspresi aja, ga perlu banyak duit juga buat nyeritain hal-hal yang kita alamin, cuma perlu jadi diri sendiri dan lakuin aja kalo emang kita pengen. Yang penting PENGEN AJA. Dan apapun yang kita anggap oke, sesuai dengan diri kita, sebaiknya dipertahankan gimanapun juga. Meskipun satu dunia ga ngerasa itu oke. Ha ha. Just be yourself, unless you're sucks! xD
Jadi ga masalah donk ya mau isi blog saya semuanya melanguritno, acak adut, kontennya seringan kapas, ga ada imut-imutnya, tapi yang jelas itulah saya. Apa adanya aja. Okay, see u in the next postings. ;)


0 comments:
Post a Comment