Jika saya ditanya tentang pertemanan, kali ini saya sungguh merasa tidak enak karena saya harus mengakui bahwa saya tidak lagi percaya akan pertemanan. Kehidupan yang jauh dari tempat asal, membawa saya pada pemikiran ini. Saya hanya percaya pada keluarga sejauh ini.
Pertalian darah atau genetik keterikatannya lebih kuat dibanding pertemanan yang dibangun selama apapun. Saya percaya akan hal ini. Teman atau bahkan sahabat jika ia jauh bermil-mil dari kita, belum tentu ia akan menyebrangi lautan untuk kita jika hal-hal buruk menimpa. Namun beda dengan keluarga. Jika ada suatu hal yang menimpa anggota keluarga lainnya, akan ada intuisi yang terikat satu dan yang lainnya untuk merasakan dan melindungi lingkaran genetiknya. Disini ada gen yang bekerja pada fisik untuk membuat kita memiliki refleks spontan melakukan sesuatu untuk gennya. Menurut saya.
Bukannya saya tidak percaya bahwa teman itu akan membantu temannya yang lain. Saya mengalaminya dimana beruntungnya saya memiliki teman-teman yang baik yang mau bersimpati dan menolong ketika saya dalam kesulitan. Tapi ini dalam konteks teman yang lokasinya berdekatan. Jika jauh, entahlah. Saya juga jika ditanya apakah saya akan terbang menyebrangi lautan untuk teman saya yang kesusahan, tentu saya berpikir berkali-kali mempertimbangkan banyak hal. Lain halnya jika itu menimpa keluarga. Tanpa pikir panjang, tentu hampir sebagian besar dari kita akan melakukan apa saja untuk keluarganya.
Namun bagaimanapun saya tetap menghargai arti pertemanan. Hanya saja jika ia dekat. Jika ia jauh, saya tidak bisa mempercayai atau menjanjikan apa-apa. Untuk saya, jika seorang teman itu sedang bersama saya, saya akan memperlakukannya sebaik mungkin yang saya bisa.
Bagaimana dengan kekasih? Untuk yang satu ini agak sensitif, penilaiannya berbeda-beda. Sepertinya hal ini tergantung kedekatan dengan kekasihnya. Tapi yang pasti jika sudah muhrim, akan ada genetik terikat. Lagi-lagi menurut saya.
Sedangkan menurut keyakinan saya, ukhuwah Islamiyah itu seharusnya memiliki kekuatan melebihi ukhuwah apapun. Namun sepertinya ini sudah sangat jarang untuk bisa ditemui di masyarakat pada masa ini. Sungguh kami semua merindukan masa-masa dimana ukhuwah Islamiyah begitu kuat diantara sesama muslim dan muslimah. Kita boleh bermimpi semoga jaman itu hadir kembali. Jamannya sodara seiman diperlakukan dengan kecintaan selayaknya cinta pada diri sendiri seperti yang disampaikan oleh para pendahulu kita.
22 August 2011
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


0 comments:
Post a Comment