"Mariana, please tell me that you're not a human.
Tell me that you are a robot!"
Saya hanya terkikik mendengar celetukan kolega kerja saya ini ketika sedang lembur di kantor. Ia melihat saya bekerja hingga larut malam dan terus saja bekerja dan bekerja, tanpa bicara, makan telat, hanya di depan komputer tanpa ekspresi, mungkin membuatnya beranggapan saya seperti robot. Hehe.
Hmm... sebenarnya saya juga merasa diri ini semakin lama semakin kekurangan sisi manusianya. Terakhir kali saya merasa seperti layaknya manusia yang saya ingat betul yaitu ketika berada di rumah sakit baru-baru ini. Seorang dokter yang begitu perhatian menggenggam dan mengusap-usap tangan saya ketika ia melihat saya menggigil kedinginan sambil menahan sakit ketika akan dipasang infus. Tanpa melihat ras, agama, atau penampilan saya yang begitu kucel dan terlihat lemas, ia langsung saja mengulurkan tangannya untuk memberikan kehangatan dan menenangkan saya.
Saya merasa kehangatan sikap pekerja rumah sakit tempat saya dirawat kemarin ini seperti layaknya keluarga sendiri. Suster-suster disana sabar sekali menuntun saya tiap kali saya harus ke kamar kecil. Ketika saya tak tahan merintih, "my stomach is hurt" karena perut saya yang sakit, salah satu suster berusaha menenangkan sambil berkata,"hey, don't cry..", kemudian memapah saya berjalan.
"People never remember what we said, but they will always remember the way you make them feel..."
27 August 2011
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


0 comments:
Post a Comment