Alhamdulillah pada tahun ini saya tidak kena pertanyaan "kapan" dari keluarga seperti tahun-tahun sebelumnya... ;D Sepertinya tahun ini semua perhatian keluarga saya tercurahkan pada si kecil anggota keluarga baru kami, yaitu Aira atau Aya ponakan kecil saya yang sangat imut dan menggemaskan. Hehe.
Oya sebelum saya lupa, saya ingin mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1434 H pada teman-teman sekalian dan para pembaca blog yang budiman. Taqabbalallahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum. Ja'alanallahu Minal Aidin wal Faizin. Mohon maaf atas perbuatan, perkataan, ataupun postingan yang tiada berkenan, mohon dibukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya. Mari kita menjalin kembali silaturahmi dengan awal yang baik, insyaa Allah. :)
Saya jadi ingin berceloteh sedikit tentang perihal maaf-maafan ini. Meminta maaf memang bukan hal yang mudah. Saya sendiri sadar saya punya banyak sekali kesalahan karena keterbatasan saya sendiri. Untuk memulai mengatakan maaf rasanya berat banget, gimana tidak, ketika meminta maaf kita berarti mengakui bahwa kita salah. Adalah orang-orang yang berjiwa besar menurut saya yang berani meminta maaf dan mengakui kesalahannya.
Tapi tidak begitu menurut Tao Ming Tse di Meteor Garden. Katanya : "kalau maaf bisa menyelesaikan masalah, lalu buat apa ada polisi?!?" Hahaha, sedikit nostalgia film lawas dari negeri Taiwan. :D
Kembali lagi ke soal maaf-maafan. Menurut saya ada lagi yang lebih berat dilakukan setelah meminta maaf, yaitu memaafkan. Baik memaafkan diri sendiri maupun orang-orang yang telah menyakiti. Luar biasa orang-orang yang mampu memaafkan dengan penuh keikhlasan dan tetap berprasangka baik pada orang yang telah berbuat salah. Tapi diatas itu, ada lagi yang lebih luar biasa. Yaitu yang mampu memaafkan tanpa perlu menerima permintaan maaf dari orang yang telah berbuat salah. Seperti halnya Rasulullah SAW, beliau memang benar-benar teladan yang luar biasa. Meski diperlakukan dengan tidak baik oleh seorang pengemis buta dengan kata-katanya yang mengejek, namun beliau tidak membalas bahkan berbuat baik pada pengemis tersebut dengan menyuapinya makanan setiap kali bertemu dengan pengemis tersebut. Hingga akhirnya ketika pengemis tersebut mengetahui apa yang dilakukan oleh Rasulullah SAW, pengemis itu pun sampai menangis tersedu-sedu. Saya sendiri terharu tiap kali mengingat kisah tersebut. :')
Honestly speaking, saya sendiri adalah orang yang sulit memaafkan. :/ Kalau udah kesal, bisa lama kesalnya. Kalau kata orang Sunda teh, saya ini suka pundungan (suka ngambek). xD Saya memang mesti banyak belajar untuk memaafkan. Benar kata peribahasa, orang yang bisa melupakan kesalahan orang lain adalah orang yang paling bahagia. Bahagia karena bisa melupakan kesalahan orang lain tanpa perlu menyimpan perasaan yang tidak enak di hati.
Ada yang pernah berkata bahwa hati kita itu luasnya seluas samudera jika kita mau untuk membukanya. Meski ditumpahi tinta sebanyak apapun, hati itu tetap lapang dan jernih kembali. Asik ya jika kita bisa seperti itu.
Ada yang pernah berkata bahwa hati kita itu luasnya seluas samudera jika kita mau untuk membukanya. Meski ditumpahi tinta sebanyak apapun, hati itu tetap lapang dan jernih kembali. Asik ya jika kita bisa seperti itu.
Saya jadi ingat film korea "I Hear Your Voice" yang baru-baru ini saya tonton. Di film itu seorang ibu menasehati anaknya untuk tidak membalas perlakuan buruk dari orang lain, layaknya sebuah peribahasa, "an eye for an eye will make the whole world blind." Ibu itu tidak ingin sang anak hidup dengan menyimpan perasaan benci sepanjang hidupnya hanya karena perbuatan buruk dari orang lain. Waktu yang kita miliki untuk hidup saling mencintai saja tidak pernah cukup, apalagi diisi dengan membenci orang lain. Tentu tidak enak hidup dengan menyimpan perasaan membenci terus menerus, benar nasehat sang ibu tersebut. Lebih baik kita lupakan kesalahan orang lain dan berusaha untuk memaafkan seiring berjalannya waktu.
Berhubungan dengan maaf-memafkan, sepanjang Lebaran kemarin saya membaca beberapa postingan ucapan Hari Raya dengan untaian kata-kata yang bagus di jaringan sosial media. Saya ingin berbagi disini beberapa quotes atau kutipan yang saya simpan yang berhubungan dengan permintaan maaf.
"The first to apologize is the bravest,
the first to forgive is the strongest,
and the first to forget is the happiest." ― Unknown
“To forgive is to set a prisoner free
and discover that the prisoner was you.” ― Lewis B. Smedes
"dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. ― (QS. An-Nur : 22)
Ada satu lagi permintaan maaf yang tidak boleh kita lewati, yaitu meminta maaf pada Tuhan atas kesalahan-kesalahan yang sering kita lakukan, kewajiban yang terlalaikan, dan tak terhitung banyaknya dosa yang sadar maupun tidak sadar kita lakukan. Semoga Allah SWT mengampuni dan memaafkan kesalahan-kesalahan kita yang telah lalu dan yang akan datang. Aamiin...
Yuk kita saling memaafkan dan jalani hari bersama dengan keceriaan yang baru. Let us forgive each other so that Allah may forgive us. :)



0 comments:
Post a Comment