Agak-agak ga percaya karena beberapa waktu yang lalu kami sempat berkomunikasi, ga nyangka ternyata secepat itu tiba-tiba udah ga ada aja. Umur manusia memang tidak ada yang bisa menebak, dari yang sehat tiba-tiba bisa dipanggil kehadirat Allah SWT. Siapa yang bisa menyangka kapan kita akan menghadapi saat-saat akhir. Jika mengingat kematian, rasanya tiba-tiba semua yang kita miliki di dunia ini tidak ada artinya. Karena kita meninggal tidak membawa apa-apa, hanya malaikat maut yang akan menanti.
Dulu waktu ayah saya meninggal satu setengah tahun yang lalu, saya juga rasanya seperti tidak percaya. Karena sehari sebelumnya kami baru saja saling kirim SMS untuk menanyakan kabar. Juga seminggu sebelumnya pun tidak terlihat sakit, benar-benar sehat dan bugar. Benar-benar tidak menyangka, maut itu datang tiba-tiba. Baik kita sehat, ataupun sakit, sendiri maupun dalam keramaian, dalam usia muda atau tua, bisa begitu saja datang menjemput.
"Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh." (An-Nisa`: 78)
"Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati." (Luqman: 34)
Karena itu ada sebuah nasehat bijak mengatakan, banyak-banyaklah mengingat kematian yang akan memutuskan segala kenikmatan dunia - sehingga itu membuatmu condong pada kebaikan dan menjauhi kemaksiatan. Mengingat kematian juga akan melapangkan hati di kala sempit, dan mempersempit hati di kala lapang.
Saya jadi termenung sendiri, tiap kali mendengar kabar mengenai kematian. Bagaimana jika itu adalah kita sendiri suatu hari nanti, seberapa siapkah kita menghadapinya, sudah cukupkah bekal kita untuk menuju alam akhirat, sudah sebaik apakah diri ini ketika saat itu tiba...
Dan sudah cukup bersedekahkah kita, sudah meminta maaf kah kita pada orang-orang yang telah kita sakiti, telah dimaafkan kah kita oleh orang-orang yang kita zhalimi, sudah terlunasikah hutang dan janji yang kita buat, telah selesai kah amanah yang kita pegang, sudah berikhtiar kah kita untuk beribadah dengan penuh keikhlasan, telah ridho kah orang tua atas perbuatan kita, sudah bertaubatkah kita atas kesalahan-kesalahan yang telah kita perbuat baik disadari ataupun tidak, sudah memohon ampunan kah kita pada Allah atas dosa-dosa yang kita miliki?
وَأَنفِقُوا مِن مَّارَزَقْنَاكُم مِّن قَبْلِ أَن يَأْتِيَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُولَ رَبِّ لَوْلآ أَخَّرْتَنِي إِلَى أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُن مِّنَ الصَّالِحِينَ . وَلَن يُؤَخِّرَ اللهُ نَفْسًا إِذَا جَآءَ أَجَلُهَا وَاللهُ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ
"Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata, 'Ya Rabbku, mengapa Engkau tidak menang-guhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang shalih?' Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) sese-orang apabila telah datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan." (Al-Munafiqun: 10-11).
وَلَوْتَرَى إِذِ الظَّالِمُونَ فِي غَمَرَاتِ الْمَوْتِ وَالْمَلاَئِكَةُ بَاسِطُوا أَيْدِيهِمْ أَخْرِجُوا أَنفُسَكُمُ
"Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang zhalim berada dalam tekanan sakaratul maut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya, (sambil berkata), 'Keluar-kanlah nyawamu". (Al-An'am: 93).
وَجَآءَتْ سَكْرَةُ الْمَوْتِ بِالْحَقِّ ذَلِكَ مَاكُنتَ مِنْهُ تَحِيدُ
"Dan datanglah sakaratul maut dengan sebenar-benarnya. Itulah yang kamu selalu lari daripadanya." (Qaf: 19).
Satu hal yang menjadi perhatian saya ketika berita tentang kematian menghampiri, yaitu komentar orang-orang terdekat yang mengenal sang jenazah. Subhanallah, bila mendengar orang tersebut dirindukan banyak orang dan disebut-sebut kebaikannya. Membuat saya bertanya sendiri kerap kali, apakah ada yang akan merindukan diri ini jika telah tiada nanti. Dan apakah saya sudah menebarkan kebaikan bagi sekeliling saya...
Wallahu'alam...
"Ya Allah, wafatkanlah kami dalam keadaan berserah diri pada-Mu ketika saatnya tiba. Dan masukkanlah kami kedalam golongan hamba-hambamu yang Engkau ridhoi.. Aamiin..."


0 comments:
Post a Comment